Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MEMINTA CUTI BULAN MADU. (Ekstra part 1)


__ADS_3

✥✥ೋ๑୨💠KALAM ULAMA💠୧๑ೋ✥✥


ketika seseorang semakin berhusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah, semakin berharap kepada-Nya, semakin benar tawakal kepada-Nya . sungguh, tidak akan memupus harapannya sama sekali .


Allah tidak akan memupus harapan seorang hamba (yang menggantungkan harapan kepada-Nya), tidak pula menyianyiakan orang yang beramal .


__ Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi__


✥✥ೋ୨💠୧๑ೋ✥💠✥ೋ๑୨💠୧ೋ✥✥


"Kak biaan bangun!, ini sudah pagi!," Seru Cindy membangunkan Rio.


"Humm, sebentar lagi Acha." Balas Rio, dengan suara serak khas orang bangun tidur, juga dengan mata yang masih terpejam.


"Ikh, kebiasaan sih!, habis sholat subuh tidur lagi, jadi sulit untuk bangunkan?" Protes Cindy sambil menarik selimut yang menutupi tubuhnya Rio.


"Maaf sayang, kak bian juga nggak tahu, kenapa akhir-akhir mata kak Bian, ngantuk aja di tambah suka mual kalau bangun cepat sayang." Keluh Rio.


Ya semenjak kehamilan Cindy, Rio merasa ada keanehan di dirinya, karena setiap pagi ia akan merasa mual-mual, terkadang ia sampai muntah-muntah, makanya ia memilih tidur setiap ia menyelesaikan kewajibannya terhadap Rabb nya, dan ke Aneh itu bukan sampai di situ aja, ia terkadang memiliki keinginan-keinginan yang tak biasa bagi Rio, bahkan makanan yang amat ia tak suka, tiba-tiba ia ingin memakannya, membuat ia bingung sendiri.


Sementara Cindy yang sedang Hamil ia biasa-biasa saja, malahan ia seperti wanita yang sedang tidak hamil, membuat Rio merasa aneh, karena setahunya Wanita hamil itu pasti memiliki keinginan-keinginan yang Aneh, pada suaminya, tapi tidak bagi istrinya, tapi ia tetap bersyukur karena dengan begitu Cindy jadi bisa makan secara normal, dan itu akan baik bagi pertumbuhan anak mereka.


"Apa mungkin kak Bian masuk angin kali ya, makanya jadi sering mual, coba kita periksakan yuk ke rumah sakit." Kata Cindy yang juga mengajak Suaminya untuk mempriksakkan ke rumah sakit.


"Nggak mau ah, kak Bian takut disuntik " Balas Rio sembari ia menarik selimutnya lagi, dari tangannya Cindy.


"Eh, hahahaha, ketahuan, ternyata kak Bian yang terkandang terlihat sangar dan galak, ternyata takut jarum suntik ya, hahaha." Ledek Cindy di barengi dengan tertawa terbahak-bahaknya, membuat Rio menjadi kesal, ia pun menarik tangan Cindy yang sedang berdiri di samping ia berbaring di ranjangnya.

__ADS_1


"Aakh!" Pekik Cindy kaget, di tambah lagi tubuhnya sudah berada di bawah tubuhnya Rio.


" kak bia...uumm!!" Cindy yang ingin protes langsung terpotong karena bibirnya Rio sudah mendarat ke bibir Cindy duluan, membuat mata Cindy membulat karena mendapatkan serangan mendadak dari Rio.


"Ini hukuman karena kamu telah mentertawakan suami kamu ini." Ujar Rio setelah iya melepaskan tautan bibir mereka.


"Iiss, kumat deh galaknya, seharusnya orang galak tidak takut sama suntikan..hahmmm" Balas Cindy yang langsung tertawa lagi namun tawanya ia tutupi dengan tangannya, Rio yang masih berada di atasnya, langsung menarik kedua tangan Cindy yang sedang menutupi mulutnya, dan kemudian tangan itu ia letakkan di atas kepala Cindy dan ia tahan dengan tangan kirinya.


Setelah itu Rio kembali meraih bibir Cindy kali ini ciumannya sedikit memanas, bukan hanya mulutnya saja yang Rio telusuri, bahkan ia juga menelusuri bagian-bagian yang membangkitkan gairah Cindy hingga tubuhnya bereaksi.


"Hum..kak Bian..ukh..kamu..hah..mau.. kerjakan?...uh..hen..tikan..ah..kak!..uhmm.." Suara lenguhan-lenguhan Cindy membuat Rio semakin bergairah, bahkan ia tak menghiraukan lagi perkataan Cindy, ia terus berpetualang, menelusuri bagian yang menjadi tempat favoritnya, sambil tangannya sudah membuka satu persatu kain-kain yang melekat pada tubuh Cindy..


"Kak bia..n..ah..jaa..uhmm.. jangan...ha..kamu mau..mau..ah.. kerjakan...um.. tidak..jang..an,..ah..kak..Bu..kankah..kata dokter..um.. belum..ah..ah.. boleh.." Mulut Cindy masih merancau, agar Rio berhenti, namun tubuhnya mengkhianatinya, bahkan tubuhnya begitu menikmati buaian-buaian yang di berikan oleh Rio, bahkan tubuhnya mengharapkan hal lebih lagi.


"Nikmatilah sayang..um..kak Bian akan melakukannya dengan pelan-pelan saja.." Balas Rio dengan suara yang sudah di penuhi oleh gairahnya, sambil ia terus memberikan sensasi-sensasi yang membuat Cindy akhirnya ikut terhanyut dalam permainan percintaan Rio yang begitu hot, hingga pada akhirnya mereka sama-sama terpekik di saat mereka sudah mencapai puncak kenikmatan mereka masing-masing, dan membuat tubuh mereka akhirnya terkulai lemas, karena telah terpuaskan satu sama lainnya.


"Terima kasih Acha, " Ucap Rio lembut, dan hanya di balas Cindy dengan anggukan kepalanya saja.


Dan di saat bersamaan terdengar suara deringan hp milik Rio, yang berada di atas nakas sebelah ranjang mereka, Rio pun langsung mengambilnya.


"Daffin!" Sentak Rio saat melihat sebuah nama yang tertera pada benda pipihnya itu, dan dengan cepat ia pun menerima panggilan tersebut.


📱" Halo As.." Ucap Rio setelah panggilan tersambung, namun terpotong karena suara bentakan Daffin yang ada di seberang, membuat Rio terdiam.


📱" Heh!!, ini jam berapa hah?!, Lo udah bosen kerja ya!" Bentak Daffin yang terdengar sangat marah.


📱" Sorry sorry Bos, gue habis menjelajah tadi." Balas Rio Asal.

__ADS_1


📱" Hah?, menjelajahi apa?" Tanya Daffin terdengar penasaran.


📱"Menjelajahi tubuh Cindy." Jawab Rio tanpa malu, dan perkataannya di dengar juga oleh Cindy, dengan spontan ia mencubit pinggang Rio membuat Rio terpekik.


"Auu.. sayang sakit!" pekik Rio yang terdengar juga oleh Daffin dari seberang.


📱"Sompret Lo ya, dasar somplak, cepatan Lo siapkan!, setelah itu langsung kekantor!" Bentak Daffin yang terdengar Kesal.


📱" Baik bos, oh iya bos, guekan dulukan belum jadi tuh bulan madu, jadi boleh nggak gue meminta cuti bulan madu, nya sekarang?" Tanya Rio, yang tiba-tiba ia teringat akan bonus yang di berikan Daffin namun belum ia pergunakan.


📱" Boleh tapi tidak sekarang, karena di kantor masih banyak pekerjaan, mungkin tiga atau empat hari lagi baru Lo bisa cuti," Jawab Daffin.


📱" Oh, Baiklah kalau begitu, ya udah gue siap-siap deh, gue tutup ya Assalamu'alaikum." Ucap Rio ingin mengakhiri panggilannya.


📱"Ok, cepat datang!, Wa'alaikumus salam." Sambungan pun terputus, dan Rio langsung menaruh kembali Hpnya di atas nakas.


"Sayang kak bian Eh.. kok, udah tidur aja nih bocah." gumam Rio yang sedikit kaget karena saat ia ingin bicara, ternyata Cindy sudah tertidur pulas, Rio pun membenarkan selimutnya Cindy untuk menutupi tubuhnya yang masih polos, setelah itu ia langsung beranjak pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dan tak berapa lama, Rio kembali keluar dengan memakai handuk saja dan setalah itu ia langsung memakai baju setelan jas kerjanya setelah rapi ia kembali menghampiri Cindy yang masih tertidur.


"Sayang, kak Bian pergi kerja ya, kamu baik-baiklah di rumah." Bisik Rio sembari ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Cindy, setelah itu ia pun beranjak pergi meninggalkan Cindy yang masih tertidur.


***********


Humm, Author emang nggak tega untuk mengabaikan permintaan para Readers kesayangan Author, yang meminta ekstra part, oke deh! Author akan berikan ekstra partnya, namun untuk season dua, Author belum pikirkan, karena Author lagi mengerjakan, novel baru yang untuk mengikuti perlombaan Mengubah Takdir, jadi nantikan ya Novel terbaru Author 😉🙏🥰.


Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok 🙏😘

__ADS_1


Syukron 🙏🥰


__ADS_2