Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
SEBUAH RENCANA.


__ADS_3

Di dalam Mobil, Siska dan Hanna..


"Mah, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Hanna yang nampaknya ia kehabisan ide.


"Kalau kamu tidak mendapatkan Daffin, berati kita harus menghancurkannya" jawab Siska yang juga nampak ada kekesalan di raut wajahnya.


"Tapi bagaimana caranya mah?" tanya Hanna lagi.


"Kita harus menyusun sebuah rencana" bales Siska


"Iya tapi Apa Rencananya mah?"


"Kamu bodoh sekali sih nak!, bukankah kamu tahu, dia sekarang sudah mempunyai anak yang sudah nampak besar, itu artinya kita bisa mempermalukannya lewat media, " tutur Siska mengungkapkan idenya.


"Iya juga yaa.. hmm apa jadinya seorang CEO yang sukses ternyata punya scandal, bahkan telah memiliki anak. " bales Hanna dengan senyum liciknya. " Ide mama keren deh" lanjutnya lagi.


"Iya dong, kita tuh harus jeli menghadapi masalah, apalagi melihat bukan orang sembarangan juga, " ujar Siska dengan raut wajah yang nampak angkuh. " Ya sudah sebaiknya kita ke tempat teman mama yang memiliki perusahaan di bidang media" Lanjut Siska lagi,


"Oke mah, Oh iya mah, apa nggak sebaiknya kita menyuruh orang bayaran, untuk menghancurkan keluarga mereka mah" kata Hanna dengan tatapan matanya masih fokus dalam menyetirkan mobilnya.


"Sabar nak, kita tidak boleh terburu-buru, kita lihat aja ide mama ini, baru kalau tidak mendapat hasil yang memuaskan, baru kita cari orang," bales Siska, Sambil tersenyum licik pada Hanna, " ya sudah kita ketempat teman mama dulu" Sambung Siska lagi.


"Oke deh mah" Hanna pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat, hingga tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah gedung berlantai lima, setelah mereka memarkirkan mobilnya, mereka pun langsung memasuki gedung tersebut, setelah berada di dalam mereka langsung menuju ke sebuah ruangan dan sempainya di depan pintu mereka langsung mengetuk pintunya.


Tok. tok.. tok!!


"Masuk!" seru seseorang dari dalam, dan mereka pun langsung membuka pintunya dan terlihatlah seorang pria paruh baya yang bertubuh gendut, sedang duduk di kursi kebesarannya di belakang meja kerjanya.


"Hai, Nyonya Siska?, lama tidak berjumpa, semakin cantik saja kelihatannya" Ujar pria itu yang ia langsung bangkit dari duduknya, dan kemudian ia menghampiri Siska dan Hanna.


"Ah, bisa saja pak Erick ini memuji saya " Bales Siska yang nampak senang mendapat pujian dari pria gendut itu yang bernama Erick.


"Ini bukan sekadar pujian nyonya tapi ini kenyataan, " bales Erick sembari menyalami Siska, " Oh iya, siapa wanita cantik ini?" tanya Erick dengan tatapan yang tidak bisa di artikan pada Hanna. sembari ia mengulurkan tangannya juga pada Hanna.


"Dia Hanna, putriku yang baru datang dari luar negeri pak Erick" kata Siska.

__ADS_1


"Wah, saya tidak menyangka nyonya Siska memiliki seorang putri yang cantik jelita" Ujar Erick yang langsung mencium tangannya Hanna saat Hanna membalas uluran tangannya, membuat Hanna Nampak terkejut saat melihat tangannya di kecup oleh Eric, dan di tambah lagi si Erick, mengedit matanya, membuat mata Hanna membulat kaget. dan ia pun langsung menarik tangannya.


"Eh, Maaf" ucap Erick sembari ia tersenyum Smrik, dan dengan tatapan mata mesumnya.


"Oh iya silahkan duduk nyonya" Lanjut Erick sembari ia berjalan kesebuah sofa yang ada di ruangannya, dan akhirnya mereka duduk di sofa dengan Siska dan Hanna berada di satu sofa panjang, sementara Erick, di sofa tunggal.


Setelah itu mereka pun mulai mengobrol, dan sudah pasti, Siska juga mengutarakan keinginannya, yang ingin membuat berita yang memalukan untuk Daffin, pada Awalnya Erick tidak mau melakukan apa yang di minta Siska, sampai pada akhirnya ia mengajukan sebuah Syarat, yang meminta Hanna untuk menemaninya makan malam dengannya. maka ia akan melakukan apa yang di minta Siska.


Pada Awalnya Hanna menolak Syarat yang di Ajukan oleh Erick, karena ia merasa geli melihat Erick yang sedari Mereka berjumpa ia memandangnya dengan tatapan yang mesum padanya, Namun Siska malah memaksanya agar ia mau menerima syarat dari Erick, jadi mau tak mau Akhirnya Hanna menyetujuinya.


Erick pun tersenyum puas, dan akhirnya kesepakatan pun di setujui oleh Erick, dan setelah mereka saling bersalaman Siska dan Hanna pun berpamitan pergi..


*******


Sementara di sisi lain Di rumah Adi Nugraha.


Setelah mereka menyelesaikan makannya, Nuraini dan Adi Nugraha, mengajak Daffin, Meira dan para cucunya untuk berkumpul di Ruang keluarga, dan mereka pun mengobrol dan di iringi Senda gurau, hingga mereka tidak dikagetkan dengan suara wanita yang tiba-tiba Muncul.


"Haiii, wah ternyata ponakan-ponakan Aunty pada datang ya, hmm tahu aja Aunty lagi kangen sama kalian" seru seorang gadis belia sembari ia mau memeluk Azia dan Azmy tapi malah di tahan oleh Azia.


"Iya dong sayang, Aunty muslim" Jawab Gadis belia itu yang ternyata adalah Anzani adik perempuan Daffin, ia sedikit bingung dengan pertanyaan Azia.


"Kalau, muslim kenapa Masuk rumah tidak mengucapkan salam?!" kata Azia dengan suara lantangnya.


Jedder!!, bagaikan kesamber petir, Anzani langsung, tersentak, hingga ia tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi ia hanya bisa Cengengesan saja sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Aunty?, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk ucapkan salam sebelum masuk rumah, seperti yang di katakan di dalam sebuah hadits:


وعَنْ رِبْعِيٍّ قَالَ : حَدَّثَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَامِرٍ أَنَّهُ اسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ فِي بَيْتٍ فَقَالَ : أأَلِجُ ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِخَادِمِهِ : " أخْرُجْ إِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الاِسْتِئْذَانَ ، فَقُلْ لَهُ : قُلِ : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ، أَأَدْخُلُ " ، فَسَمِعَهُ الرَّجُلُ فَقَالَ : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ، أَأَدْخُلُ ؟ فَأَذِنَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَدَخَلَ " [ أخرجه أبو داود وأحمد


"Suatu hari datang seorang dari Bani Amir ke rumah Rasulullah dan meminta izin untuk memasuki rumah beliau. Maka, Rasulullah berkata kepada pembantunya, “Keluarlah kamu dan ajarkan laki-laki itu adab meminta izin, katakanlah padanya untuk mengucapkan, ‘Assalamualaikum, bolehkah aku masuk?”


(HR Abu Dawud dan Ahmad). "Kata Azia dan langsung di Sambung oleh Azmy.


"Hadits tersebut berisi anjuran bagi setiap umat Islam untuk mengutamakan salam sebelum memasuki suatu rumah. Mengucapkan salam adalah bagian dari perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, Karena salam merupakan doa, baik bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarkan.

__ADS_1


فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۚ


“…Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya), yang artinya juga memberi salam kepada dirimu sendiri…”


(QS an-Nur [24]: 61)."


Dan di Sambung lagi oleh Azia...


"Betapa pentingnya meminta izin sebelum memasuki sebuah rumah yang bukan milik sendiri. Cara ini merupakan salah satu kaidah dalam bersilaturahim. Dan, begitu indah akhlak seseorang yang selalu mengawali ucapan salam kepada siapa pun yang ditemuinya.


وعن أَبي أُمامة صُدَيِّ بن عجلان الباهِلِي قال: قال رسولُ الله إنَّ أَوْلَى النَّاس باللهِ مَنْ بَدَأهم بالسَّلام


“Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah mereka yang memulai salam.”


(HR Abu Dawud dan Tirmidzi).


Cara Azmy dan Azia menyampaikan Ajaran Rasulullah ﷺ sangatlah jelas, dan cara mereka menyampaikannya juga persis bak seorang ustadz dan ustadzah, membuat keluarga Daffin terkesima melihat mereka, terutama Anzani, ia melihat kecerdasan si Twins sampai terpelongo dan juga malu.


"Maaf, Aunty janji nggak mengulangi lagi kok" Ujar Anzani yang nampak ada rasa malu karena di tegur oleh seorang anak kecil yang masih berusia empat tahun.


"Ya sudah sekarang Aunty, kembali lagi sana, dan ucapkan salam" titah Azia dengan gaya seperti orang dewasa.


"Hah?, haruskah?" tanya Anzani polos.


"Iya harus dong Aunty" kata Azmy juga.


"Oke, oke, baiklah Aunty kembali keluar" ucap Anzani, dan ia pun langsung melangkah menuju ke pintu keluar,


sedangkan Azmy dan Azia langsung saling pandang Sepertinya mereka punya rencana untuk menjahili Anzani. setelah saling Angguk, Azmy pun langsung menarik tangan Adi Nugraha dan Nur Aini, sedangkan Azia menarik tangan Daffin dan juga Meira dan..


Bersambung 😉


************


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2