Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
GARA-GARA BAJU BIKINI.


__ADS_3

โ—Žโ…โ€โฆ|| ๐ŸŒนMUTIARA HIKMAH ๐ŸŒน||โฆโ€โ…โ—Ž


Dalam Memilih Pasangan Hidup Sekarang Bukan Lagi Tentang Bagaimana Rupanya..


Tapi, Bagaimana Aqidah Dan Akhlaknya...


Karena Rupa Tidak Akan Bisa Mengantarkanmu, kesyurga-Nya, Karena Tiket Meraih Syurga Adalah Dia Yang Memiliki Ilmu Agama Serta Aqidah Dan Akhlak Yang Baik, Agar Kita Bisa Terbimbing Kejalan Yang Selalu Di Ridhai-Nya.


__sแด›แดส€ษชแด‡s แดา“ แด›สœแด‡ แด…แด€ส__


โ—Žโ…โ€โฆโ—Žโ…โ€โฆโ—Žโ…โ€โฆ๐ŸŒนโฆโ€โ…โ—Žโฆโ€โ…โ—Žโฆโ€โ…โ—Ž


Di rumah Cindy..


Setelah kepergian Rio, Cindy menangis dari pagi hingga siang, membuat matanya pun menjadi sembab, ia menangis di kamar Almarhum bundanya hingga tanpa terasa ia pun tertidur dengan memeluk sebuah pigura foto di tangannya


Cindy terbangun kembali di karenakan ia mendengar suara Adzan yang berkumandang menandakan waktu Dzuhur telah tiba, dan kemudian Cindy bangkit dari ranjang sang bunda dan langsung melangkah menuju ke kamar mandi untuk berwudhu,


Setelah selesai ia pun melaksanakan kewajibannya terhadap Rabb -NYA dan kemudian dilanjutkan dengan mengaji yang di niatkan untuk ke dua orang tuanya.di tengah ia sedang mengaji terdengarlah suara ketukan pintu, mendengar ketukan itu Cindy berhenti dari kajinya dengan menutup Qur'an dengan berucap,"Shodaqollahul a'dzim".


lalu Cindy bangkit dan berjalan menuju pintu dengan masih berkenakan mukenahnya, dan di saat pintu terbuka Cindy tersentak kaget saat melihat dua orang yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya..


"Dilla, Pak Rio?!" Sentaknya dengan tatapan matanya yang masih terlihat sembab pada dua orang yang datang yang ternyata mereka adalah Dila dan Rio..


Melihat itu Rio yang melihatnya sedikit kaget juga, karena saat ia pergi tadi mata Cindy masih biasa-biasa saja.


"Mengapa mata Acha menjadi sembab?, apakah ia menangis begitu lama, ah, kenapa hatiku menjadi sakit melihat ia seperti ini." _Batin Rio dengan tatapan mata yang tak berkedip melihat Cindy.


"Assalamu'alaikum Cindy" Ucap Dilla yang kemudian langsung memeluk Cindy yang masih tercengang karena kedatangan mereka.


"Wa. Wa'alaikumus salam " balas Cindy sedikit gagap, dengan ia membiarkan dirinya dipeluk oleh dilah tanpa ia membalasnya sedangkan tatapannya masih tertuju pada Rio yang juga sedang menatap matanya.


"Cindy aku datang ingin mengucapkan terima kasih padamu karena hari ini mas Rio telah melamarku." ujar Dila yang masih dalam memeluk Cindy


DEGH..!!.


Mendengar perkataan Dila, dan apalagi saat mendengar ia memanggil Rio dengan Kata


"Mas Rio" membuat hati Cindy terasa sakit, namun ia masih menutupinya dengan memberikan senyuman terpaksa pada Sahabatnya.


"Alhamdulilah, selamat ya Dila" Ujar Cindy yang kini ia lah yang memberikan pelukan selamat pada sahabatnya walaupun hatinya terasa penuh dan sesak melihat orang yang seharusnya menjaga nya malah akan menjadi milih sahabatnya.


"Terimakasih Cindy, dan kami akan menikah besok Cindy kamu datang ya."


DEGH!!..

__ADS_1


lagi-lagi jantung Cindy berdesir terasa sakit membuat iya tak bisa berkata-kata lagi matanya hanya melihat mata Rio dengan tatapan terlihat sedih


"Cindy kamu Maukan datang ke pernikahan ku dan aku mau kamu menjadi saksiku, kamu maukan Cindy?" Tanya Dila membuat mata Cindy langsung beralih kepada Dila, karena ia menggoyang-goyang tangannya.


"Iya Dila aku pasti datang kok " kata Cindy dengan suara yang kini terdengar parau, karena ia sepertinya menahan sesuatu.


"Alhamdulillah, ya sudah, sekarang temanin aku belanja baju pengantin ya Cindy." Pinta Dila yang terlihat matanya begitu berharap kalau Cindy mau ikut dengannya.


"Eh!, tidak Dila aku tidak bisa." Bales Cindy yang terlihat kaget akan perminta temannya itu.


"Ayolah Cindy, ini perminta aku yang terakhir sebagai seorang teman loh, besokkan aku sudah akan menjadi istri mas Rio, pasti kita akan jarang ketemu Cindy." Ujar Dila yang lagi-lagi hatinya semakin sakit mendengar ucapan Dila yang "akan menjadi istri Mas Rio."


"Tapi Dila gue tidak bisa karna..."


Ucapan Cindy terpotong " Please, Please Please, Cindy aku mohon, pasti mas Rio juga berharap kamu ikut, " Kata Dila, sambil ia mengatupkan kedua tangannya yang terlihat sekali ia sangat memohon pada Cindy.


Cindy yang melihat temannya yang begitu memohon menjadi bingung, karena ia memang tak ingin ikut, karena sudah pasti itu akan membuat hatinya semakin sakit nantinya.


"Ikutlah Cindy, bukankah kamu selalu ingin melihat sahabatmu bahagia, tanpa memperdulikan dirimu sendiri hm?, seharusnya kamu tidak menolaknya saat ia meminta kamu untuk menemaninya kan?." Sambung Rio dengan kata-kata sindiran buat Cindy, dengan suara datarnya.


Cindy kaget mendengar perkataan Rio, apalagi saat Rio tidak memanggilnya Acha lagi, membuat hati Cindy bener-bener sakit, hingga rasanya ia ingin menangis lagi, namun ia masih berusaha menahannya.


"Gimana Cindy kamu Maukan?" Desak Dila lagi, membuat Cindy nggak punya pilihan lain.


"Baiklah Dila kalau begitu aku ganti pakaian dulu ya " kata Cindy yang terlihat sekali ada keterpaksaan di dalamnya.


Beberapa menit kemudian Cindy Kembali lagi, dengan pakaian terlihat rapi dengan memakai hijab warna hitam, walaupun ia telah memakai make up sedikit namun mata sembabnya masih terlihat jelas, padahal Cindy yang biasanya tomboi tak pernah memakai apapun, kini ia sengaja memakainya bermaksud agar mata sembabnya tak terlihat namun ternyata ia salah, tapi ia tak perduli kan itu, karena Cindy, tak ingin mengecewakan sahabatnya.


"Gue sudah siap Dil." katanya setelah ia berada di dekat mereka.


"Oh, ya sudah ayo kita pergi sekarang" Ajak Dila yang kemudian ia menggandeng tangan Sahabatnya itu, dengan di ikuti Rio dari belakang mereka dan sesampainya di mobil. Rio meminta Dila untuk duduk di depan sementara Cindy duduk sendiri di belakang, dan hal itu membuat Cindy teringat kala ia duduk di belakang Rio pernah marah padanya tapi kini semuanya sudah berubah.


Saat Cindy sedang terhanyut akan kenangannya ternyata Rio sesekali meliriknya lewat kaca spion tengah, hatinya terasa sakit bila ia melihat Cindy yang terlihat sedih.


"Maaf Acha, semua ini adalah Permintaan mu, jadi aku harap kamu akan kuat dengan semua ini."_ Batin Rio yang sesekali masih melihat Cindy yang terlihat sedang melamun dengan tatapan kosongnya mengarah keluar jendela mobil.


45 menit telah lewat, kini mobil Rio memasuki halaman sebuah butik dan kemudian terparkir tepat di depan butik tersebut,


"Siudah sampai, ayo kita turun!" Titah Rio menyadarkan Cindy yang sedang melamun tadi dan kemudian Cindy ikut turun setelah melihat Rio dan Dila sudah lebih dulu turun


Setelah turun, Cindy langsung melihat butik tersebut, ternyata butik yang pernah ia datangi bersama Rio, membuat Cindy teringat lagi, masa-masa ia seperti di siksa Rio karena mencari baju kerja untuknya.


Setelah mereka semua berada di dalam Rio meminta pelayan butik untuk mencarikan baju pengantin yang sepasang untuknya dan Dila, setelah itu mereka juga mencoba baju pengantin tersebut terlihat sekali Cindy begitu bahagia.


"Ma syaa Allah, mereka terlihat serasi sekali dan baju itu sangat cocok dengan pak Rio dan Dila, ya Allah kuatkan hatiku semoga aku bisa mengikhlaskan semuanya."'_Batin Cindy

__ADS_1


Saat ia melihat Rio dan Dila yang keduanya terlihat senang apa lagi saat melihat Rio yang selalu tersenyum pada Dila, padahal padanya ia selalu marah-marah saja.


"Cindy, karena kamu adalah pendamping ku besok jadi kamu harus terlihat cantik juga, jadi kamu pilihlah satu baju untuk mu" Ujar Dila mengagetkan Cindy yang sedang melamun.


"Eh, ti.tidak usah Dila, aku sudah ada kok di rumah, jadi kamu tidak usah membelikan aku" Bales Cindy yang terlihat gugup.


"Kamu kenapa sih?, sejak tadi selalu menolak keinginanku?, atau jangan-jangan sebenarnya kamu tidak menyukai aku dengan mas Rio ya?!" Tanya Dila yang terlihat wajahnya kecewa saat Cindy menolaknya.


Mendengar ucap Dila membuat Cindy kaget "Eh, kamu jangan salah paham Dila, aku bukannya menolak keinginan mu tapi.."


"Sudah jangan beralasan aku tahu kalau mau sebenarnya tidak suka aku dengan mas Rio kan?" Tanya Dila yang terlihat wajahnya marah pada Cindy.


"Tidak Dila bukan seperti itu.." Sangkal Cindy namun tatapan Cindy membuat ia langsung


"Baiklah, baiklah gue pilih bajunya ya " kata Cindy pasrah, yang kemudian ia pun mengambil baju dengan asal tanpa melihat apa yang ia pilih.


"Ini Dila gue sudah mengambilnya satu' kata Cindy yang memegang sebuah hanger yang ia tak melihat baju yang ada di hangernya membuat mata Rio dan Dila terbelalak melihatnya.


"Kamu yakin mau memakai itu?" tanya Rio dengan wajah yang terlihat seperti menahan senyumnya.


"I..iya pak saya yakin!" kata Cindy sedikit gugup.


"Kamu sudah melihat apa yang sudah kamu pegang?" tanya Rio lagi dengan wajah datarnya.


"Iya pak saya sudah..." Cindy langsung melihat yang ia pegang dan..



"Astaghfirullah!!.." Ucapnya kaget saat melihat ternyata ia memegang baju bikini dan kemudian ia langsung melempar baju tersebut.


Rio memalingkan wajahnya sembari menutup mulutnya seperti menutupi sesuatu..


"Ya Allah lucu banget sih dia, aku sampai tidak bisa menahan tawaku" _Batin Rio yang masih berusaha menahan tawanya.


" Dila sepertinya sahabat mu ini tidak bisa memilih baju yang benar, dari pada besok ia mempermalukan kita sebaiknya kamu pilihkan dia satu baju" Ujar Rio pada Dila.


"Baiklah mas." Bales Dika yang kemudian ia memilihkan baju untuk Cindy. sementara Cindy yang mendengar perkataan Rio hanya tertunduk tanpa ingin melihat wajah Rio..


"Ya Allah, kenapa aku jadi begini sih, kenapa aku malah ngambil baju bekini, Iiss, gara-gara baju bikini aku jadi tidak punya muka di hadapan pak Rio!"_ Batin Cindy.


*********


Jangan lupa tinggalkan penyemangat buat Author ya guys ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


Juga Berikan VOTE nya ya please ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


SYUKRON ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2