
⚛⚛⚛🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹⚛⚛⚛
"Mungkin saat ini kamu sedang mengalami masalah yang membuat matamu perih karena MENANGIS?, kamu saat ini sedang mengalami saat dimana air matamu mengalir tanpa bisa kamu bendung?, Maka Mari... Tingkatkan kembali tilawahmu. Mungkin saat ini kamu kurang dalam hal itu. Mari kita berdialog dengan Allah Azza Wa Jalla. Lantunkan ayat-ayat yang mengandung MUKJIZAT dan JAWABAN. INSHAA ALLAH, akan kamu temukan bahwa kesabaran itu memang indah....... ,,
So percayalah kita akan temukan bahwa SABAR itu besar balasannya dan akan Kita temukan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar.
___ Quotes of the day___
⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛♦️⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛
Di sebuah rumah kecil di tengah-tengah hutan.
Sejak mendengar Azia melantunkan surah Ar-Rahman, keempat preman itu, pun bertaubat.
Apalagi saat mendengar Azia melantunkan surah Az-Zumar ayat 39, 53 dan 54 yang berbunyi:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلۡ يَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ إِنِّي عَٰمِلٞۖ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٣٩
Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,
۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang"
وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُۥ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ٥٤
" Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong." (QS Az-Zumar :Ayat 39, 53-54)
Mendengar Azia melantun, mendengar ia menyampaikan artinya membuat hati keempat preman itu jadi tersentuh dan bahkan keempat malah menangis karena teringat akan dosa-dosa yang telah mereka perbuat.
__ADS_1
Dan sejak itu mereka belajar sholat, belajar mengaji dan belajar memperbaiki diri oleh Azia bahkan mereka memanggil Azia dengan sebutan Ustadzah kecil. pada awalnya Azia senang dan bahkan ia begitu semangat mengajari keempat preman itu,
Tapi tetap saja Azia hanyalah seorang anak kecil yang baru berusia empat tahun, yang biasanya umur segitu sedang manja-manjanya kepada orang tuanya, jadi seberapa besar pun keempat preman itu menyayangi dan memanjakan Azia, tetap saja rasa rindunya kepada keluarganya malah semakin besar.
Seperti saat ini setelah ia tadi mengajarkan mengaji ke-empat preman itu, ia langsung melangkah keluar menuju sebuah pohon besar di samping rumah kecil itu, yang di bawah pohon itu terdapat sebuah ayunan kayu yang telah di buat oleh salah satu preman agar Azia bisa bermain-main di sana, tapi kali ini hatinya sedang bersedih karena rindu akan keluarganya, hingga ia tak bersemangat untuk bermain-main.
"Hiks, Umah, hiks Biyah, A'a Amy, Zia kangeen hiks, hiks.. kapan Zia bisa bertemu dengan kalian, hiks.." Rasa Rindu yang begitu berat pada membuat Azia tak bisa membendung Air matanya lagi, Ia menangis hingga terisak-isak hingga ia begitu sulit untuk mengeluarkan kata-katanya.
"Hiks..hiks..Ya Allah..hiks..Zia kangen Ummah, ya Allah.. hiks Zia juga hiks.. kangen sama Biyah. yaa Allah...hiks.. Zia..hiks.. Zia.. juga..hiks..kangen A'a Amy..hiks..Ya Allah.. hiks..Ya Allah hiks.. pertemukan Zia hiks dengan mereka..hiks..Zia kangeen banget ya Allah..hiks " Curhat Azia kepada Rabbnya sambil ia menghapus air matanya yang tak mau berhenti mengalir di pipi gembulnya itu.
"Hiks.. tolong Zia yaa Allah, hiks.. tolong bilang hiks.. sama Biyah..hiks.. untuk menjemput hiks.. Zia di sini..hiks.. Zia hiks.. udah nggak tahan lagi hiks..ya Allah..hiks.. Rindu itu berat..hiks..ya Allah..hiks..jadi bilangkan hiks..sama Biyah..hiks..agar Biyah..hiks.. cepat datang ya Allah.. hiks.." Tangisnya dan curhatan Azia, membuat orang yang mendengarnya pasti terasa merasakan ikut sedih, seperti saat ini, ternyata ada seorang pria yang mendengar curahan si kecil, membuat hatinya ikut merasakan kesedihannya.
Karena tak tahan melihat sekecil menangis hingga terisak-isak, pria itu pun langsung masuk, dan sepertinya ia ingin melaporkan apa yang telah lihat pada bos mereka.
"Bang jarwo hiks, hiks.." kata pria itu yang ternyata saat ia mendengar curhatan Azia, ia juga ikut menangis karena merasa sedih mendengar perkataan Azia.
"Hey, Apa yang terjadi sama kau Gombloh?" tanya Jarwo sedikit kaget melihat temannya tiba-tiba datang sambil terisak.
Jarwo mengerenyit mendengar perkataan Gombloh "Eh, kenapa Ustadzah kecil bisa menangis?" tanyanya penasaran.
"kangen kali katanya dia pada Ummanya pada Biyahnya juga, sama pada Aa Amynya katanya bang, aku jadi iba melihatnya Bang, tak sampai hati aku melihat dia menangis bang" ujar Gombloh Sambil ia mengusap air matanya yang tadi sempat mengalir.
"Kau hiburlah dia biar dia lupa pada orang tuanya!" kata Jarwo yang sepertinya ia tak ingin bila Azia mengingat orang tuanya.
"Eh, bang tak takutkah kau pada Allah?, bukankah kau sudah bertaubat,?," tanya Gombloh heran..
"Apa hubungannya dengan taubat?" tanya Jarwo dengan alis yang berkerut.
"Adalah bang, bukankah kata Ustadzah kecil, Allah sangat senang bila hamba-Nya berbuat kebaikan, nah!, bukankah bila kita mengembalikan ustadzah kecil pada orang tuanya itu termasuk salah satu kebaikan?" tutur Gombloh mengingatkan Jarwo.
"Ya kau benar sih, tapi apakah kau tidak takut kalau seandainya orang tuanya melaporkan kita ke polisi gimana?" tanya Jarwo membuat sih Gombloh terdiam.
__ADS_1
"Gue nggak takut, palingan hanya beberapa tahun saja gue di penjara!" Ujar seseorang yang tiba-tiba muncul dan langsung duduk di kursi kayu tepat di depan Jarwo duduk.
"Gue juga nggak takut, kalau cuma di penjara, yang hanya hukuman dari manusia, karena yang harus kita takuti itu adalah hukuman dari Allah bro, itu menyeramkan" Ujar seorang pria lagi yang juga baru muncul dan ia juga langsung duduk di samping pria yang baru datang tadi.
"Wah, bang Iwan dan bang Anton keren, kalau begitu aku juga tak takut bang, lebih baik di hukum oleh manusia dari pada harus di hukum oleh Allah bang" Sambung Gombloh yang terlihat ia begitu bersemangat juga.
"Apa itu artinya kalian mau membawa Ustadzah kecil itu ke orang tuanya?" tanya Jarwo yang nampak hatinya sedang bingung.
"Ya benar sekali!" Jawab mereka serentak, membuat Jarwo semakin bingung apa yang harus ia ambil.
"Bang, coba kau bayangkan, bila Ustadzah kecil itu anak Lo, gimana perasaan Lo, saat dia di culik bang?" tanya Iwan yang nampak ia tak akan menyerah untuk membuat Sahabatnya itu setuju untuk mempertemukan Azia pada keluarganya.
Jarwo terdiam saat mendengar perkataan Iwan, hatinya masih bimbang, karena ia sepertinya takut di penjara.
"Ayolah bang, tidakkah kau iba melihat Ustadzah kecil setiap hari menangis, dan apakah kau tidak takut, saat mendengar ia bercurhat pada Allah bang,?" Ujar Anton yang ikut membujuk Jarwo.
"Ayolah bang.. tidakkah kau dengar dia tadi mengatakan Kalau Rindu itu berat, ia juga bilang sama Allah tadi kalau di sudah tak tahan lagi bang, " Sambung Gombloh lagi yang ia teringat perkataan Azia tadi.
Jarwo terdiam dan hanya mendengarkan perkataan para teman-teman saja, namun tiba-tiba ia berdiri sambil menyentakkan kursinya hingga kursi itu langsung terjatuh..
GUBRAAAAAK!!
***********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..
terus dukung Author ya, dengan cara..
*VOTE* LIKE* SERTA KOMENTAR.
So jangan lupa ya, karena Semangat Author berasal dari dukungan para Readersku tersayang, jadi jangan lupa 😉🙏
__ADS_1