
༺*༻༺♦️ Mutiara Hikmah♦️༻༺*༻
Hidup ini seperti KOIN ada dua sisi yang berbeda,
Jika kita percaya adanya SIANG kita juga percaya adanya MALAM,
Jika percaya adanya AIR MATA, kita juga percaya adanya KEBAHAGIAAN,
Jika percaya adanya KEGAGALAN kita juga percaya adanya KEBERHASILAN,
Mustahil hidup ini dapat berjalan Tampa adanya HAMBATAN namun Dari hal ini kita BELAJAR untuk tetap BERDIRI & BANGKIT dalam perjalanan hidup.
So jangan pernah MENYERAH jalankanlah Hidup dengan penuh KEIKHLASAN dan sertakan ALLAH, in syaa Allah BAHAGIA kan datang.😉🥰
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___
༻༺*༻༺*༻༺♦️༻༺*༻༺*༻༺
"Hah!!, Amsyong bulan madunya!!" Ujar Rio sambil menepuk keningnya, setelah ia melihat kedatangan keluarga Daffin. Cindy yang melihat suaminya nampak frustasi hanya tersenyum lucu, karena ia tahu kalau suaminya tidak suka akan kedatangan keluarga Bosnya.
"Kak Bian kok gitu sih, kedatangan tamu itu rezeki tau!.'' Tegur Cindy, " Udah ayo kita hampiri mereka." Ajak Cindy sambil menggandeng tangan suaminya.
"Iya iya sayang Maaf, ya udah ayo." Balas Rio yang akhirnya pasrah di gandeng Cindy dan ia pun mengikuti langkah Cindy menghampiri Daffin dan Meira.
Sesampainya mereka di depan villa yang di sana sudah ada Daffin dan Meira, Cindy pun langsung melepaskan tangan Rio yang tadi ia gandeng.
"Assalamu'alaikum." Salam Meira dan Daffin.
"Wa'alaikumus salam." Balas Rio dan Cindy Secara bersamaan.
" Kenapa Lo datang kemari juga, bukankah kantor lagi nggak bisa di tinggal ya?!" Tanya Rio sedikit ketus.
" Kenapa, kita adalah sahabat sejati, jadi kalau Lo bulan madu, gue juga dong, harus ikut bulan madu." Jawab Daffin enteng.
__ADS_1
"Hah!, tapi mana ada bulan madu Bawa anak segini banyakkan, kapan indehoynya?" Tanya Rio lagi .
"Tenang kan ada Lo, jadi di saat gue indehoy, Lo yang jaga anak-anak gue, gampangkan.
" Apa!, seenaknya aja Lo ngomong, kalau begitu mah, enak di Lo susah di gue dong!." Keluh Rio, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Kok susah?, seharusnya senang dong, Lo kan jadi bisa belajar, bagaimana merawat seorang anak, secarakan Lo tinggal beberapa bulan lagi, akan menjadi Ayah, iyakan?!" Balas Daffin, dengan alis yang ia naik turunkan, membuat Rio semakin kesal.
"Cih, merawat anak-anak nggak harus belajar seperti itu keles!, karena itu akan datang secara alami, jadi sorry ya gue kesini mau bulan madu, bukan mau ngurusin anak Lo! " Ujar Rio, kesal lihat wajah Daffin yang seperti tak merasa bersalah sama sekali karena sudah menggangu merusak bulan madunya.
"Kalian ini kenapa sih!, baru ketemu sudah pada berdebat, kayak anak kecil aja deh!." Tegur Meira mulai sebel melihat tingkah para lelaki yang ada di dekatnya.
"Tau nih!, pada hal umurnya sudah pada tua jugaan, tapi kok nggak nyadar sih!." Sambung Cindy juga yang terlihat kesal juga melihat suaminya.
"Eh, tua?, kata siapa kak Bian tua, kalau Onoh baru tuh, iya tua secara dia sudah bapak-bapak beranak Limakan hahaha, makanya keriput mulai bertebaran dimana-mana." Ledek Rio, karena ia merasa lucu melihat Daffin yang sedang menggendong dua bayinya.
"Seenaknya aja Lo ngomong gue tua, nggak lihat apa, gue masih kece gini, walaupun anak lima, malah tambah muda tau, dari pada Lo belum punya anak tapi, dah keliatan tuir, hum!" Balas Daffin tak mau kalah.
"Sama Mei, aku juga pusing ya sudah ayo kita masuk." Kata Cindy yang kemudian ia mengambil Bayi, yang ada di tangan Meira, san Meira juga langsung mengambil kedua baynyai yang berada di tangan Daffin, kemudian Meira dan Cindy pun langsung masuk meninggalkan Rio dan Daffin yang masih memandang kepergian para istri mereka.
"Huh!, ini gara-gara Lo!, merusak bulan madu gue aja sih!" Ujar Rio yang terlihat kesal pada Daffin lalu ia pun ikut masuk ke dalam villa, tinggallah Daffin bersama Twins yang berada di luar, yang setelah kepergian Rio, Daffin mendapatkan sorotan mata yang aneh dari Twins.
"Mengapa kalian berdua memandang Biyah seperti itu?." Tanya Daffin pada kedua anaknya yang masih menatap dirinya, dengan gaya tangan keduanya di lipatkan ke dada mereka masing-masing.
"Is..is..is.. sungguh memalukan.." Ujar Azmy sembari ia menggelengkan kepalanya. bak orang dewasa.
"Ho'oh, Biyah sudah mencorengkan dunianya anak-anak, padahal kami yang anak-anak tidak seperti Biyah!." Sambung Azia yang gayanya sama seperti Azmy, namun karena pipinya lebih gembul dari Azmy, malah terlihat lucu di mata Daffin.
"Eh, Memalukan?, mencorengkan dunianya anak-anak?, maksudnya apa nak, Biyah kok nggak paham ya?." Tanya Daffin yang memang sepertinya dia nggak paham apa yang di maksud oleh Azia dan Azmy.
"Begini loh Biyah, akibat perdebatan Biyah sama Uncle Rio, Umah mengatakan Biyah kayak anak-anak, padahal anak-anak nggak pernah seperti Biyah, mereka hanya suka bermain tidak seperti Biyah dan Uncle tadikan?" Ujar Azmy dengan wajah datarnya.
Lalu langsung di sambung oleh Azia yang masih bergaya sama dengan Azmy. "Tau tuh, padahal Allah benci dengan orang yang suka berdebat, dan itu di katakan di dalam sebuah hadits hadits,
__ADS_1
“orang yang paling dibenci oleh Allah swt adalah orang yang paling keras debatnya”
(HR. al-Bukhari, no 4523; Muslim no. 2668).
"Di dalam hadits lain juga di katakkan..
عَائِشَةَ الَتْ الَ لُ اللهِ لَّى اللهُ لَيْهِ لَّمَ الرِّجَالِ لَى اللهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ [رواه المسلم].
Dari Aisyah (diriwayatkan) ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “orang yang paling sungguhnya Allah benci adalah orang yang suka membantah lagi betapa dahsyatnya” [HR. Muslim, tidak. 2668]
Dan langsung di sambung lagi oleh Azmy.
"Benar Biyah, tapi di dalam al-Quran, di berkenaan perdebatan namun dalam menyerukan kebenaran dan itu pun harus dengan cara yang baik, seperti yang di katakan di dalam firman Allah,:
اُدْعُ لَىٰ لِ الْحِكْمَةِ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ادِلْهُم بِالَّتِي لَمُ لَّ لِهِ لَمُ الْمُهْتَدِينَ [النحل، 16: ].
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan debatlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." [QS. an-Nahl [16]: 125].
"Penjelasan mengenai kalimat ادِلْهُم dalam kitab tafsir Ibnu Katsir (jilid II halaman 737) adalah bahwasanya seseorang yang mengajukan dalam berdebat dan membantah dilakukan dengan cara yang baik dan lemah dalam berbicara. apakah Biyah sudah paham sekarang?" Melihat dan mendengar penjelasan dari kedua anaknya, membuat Daffin terkadang malu pada dirinya sendiri.
"Iya nak, Biyah paham, kalau begitu Biyah minta maaf ya karena sudah membuat kalian malu." Kata Daffin sembari mengelus kepala kedua anaknya.
"It's okay Biyah, as long as there's still a chance to change then it's fine." (Tidak apa-apa Biyah, selagi masih ada kesempatan untuk berubah maka itu tak masalah." Ujar Azmy yang caranya berbicara, sudah seperti orang tua yang sedang menasehati anaknya.
"Oh, God ini sebenarnya siapa sih orang tuanya?, kenapa aku merasa aku seperti anak mereka." Batin Daffin yang terlihat kebingungan
"Oke deh nak, kalau begitu sekarang kita masuk aja ya." Ajak Daffin, yang sepertinya ia ingin mengalihkan pembicaraannya kepada Twins.
" Okay Biyah, let's go in." Ajak Azia juga, Dan akhirnya mereka pun ikut masuk kedalam villa milik orang tuanya Cindy.
__________
Maaf ya guys, baru Update, karena author lagi sedih, 😢 mungkin novel ini nggak bisa author lanjutkan, 😢 Maaf ya guys 🙏😔
__ADS_1