Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
REUNIAN.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥🔹Kalam Habaib🔹✥.❖.✥ ══


Perindahkanlah kelakuanmu bersama Dia yang mengawasi dirimu, yang melihat qalbumu, melihat lintasan hatimu, memeriksa perasaanmu, mendengar kata kata hatimu.


__[ Al-Habib Umar bin Hafidz ]__


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[💠]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]


etelah mendapatkan pencerahan dari Twins,


Daffin dan Maira menerima ketetapan dari Allah dengan rasa syukur, karena dengan kejadian itu mereka mendapatkan 2 mutiara yang sangat berharga, hebat dan genius.


Daffin dan Meira memeluk kedua buah hati mereka dengan penuh kasih sayang, terpancar dari wajah keduanya kalau mereka sangat bahagia karena memiliki Twins.


Setelah itu mereka pun saling mengobrol saling bercanda bersenda gurau, namun itu itu hanya sebentar karena Meira teringat akan undangan reuni nya.


"Mas Ira bolehkan, ikut reuniannya ?" tanya Meira dengan tatapan sangat berharap sekali.


melihat tatapan yang sangat berharap dan juga tak ingin melihat istri kecilnya kecewa lagi akhirnya Daffin pun mengijinkannya.


"Iya sayang boleh, tapi kamu harus hati-hati ya di sana dan ingat jangan dekat dengan laki-laki ok!." kata Davin dengan menekan kata "jangan dekat dengan laki-laki."


"Iya iya, Ira juga tahu kok mas,"


"baguslah kalau kamu tahu, jadi Mas gak perlu mengingatkan, kalau kamu sudah punya suami dan anak, karena mas tidak mau kamu seperti keempat teman kamu yang belum pada menikah itu" kata Daffin, yang terlihat jelas kalau dia tidak suka Meira bergaul dengan keempat temannya,


Meira mengernyit mendengar perkataan suaminya, "kamu kok ngomongnya gitu sih Mas?, emang salah ya berteman dengan yang belum menikah?" tanyanya penasaran.


"Nggak salah sih, cuma mas takut aja kamu terbawa oleh mereka, dengan kecentilan mereka yang ingin mencari pasangan" kata Davin dengan jujur.


"Astagfirullah Mas, kamu su'udzon banget sih sama Ira, nggak mungkinlah Ira seperti itu, lagian juga Ira sudah punya twins dan kamu, itu namanya kurang kerjaan Mas!" balas Meira, sedikit kesal. "sudahlah mas, bilang aja kalau kamu sebenarnya tidak mengijinkan Ira pergikan? jadi nggak usah cari-cari alasan yang lain deh!," sambungnya lagi, yang kemudian ia bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya namun dicegah oleh Daffin dengan menarik tangannya.


"Maaf sayang, Mas nggak bermaksud su'udzon sama kamu kok, Mas percaya sama kamu, jadi kamu boleh pergi ke reunian itu" kata Daffin yang akhirnya menyerah dan mengijinkan Istrinya pergi.


"beneran?" tanya Meira seperti tidak percaya dengan perkataan Daffin


" Iya sayang pergilah, Mas juga mau ke rumah mama dan papa bersama Twins kok" kata Davin meyakinkan istri kecilnya.


"Terima kasih ya Mas, mas juga hati-hati ya membawa anak-anak." kata Meira yang terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Iya sayang kamu juga hati-hati ya." kata Davin sembari Ia memberikan kecupan singkat di dahi istrinya.


"Iya Mas ya sudah Ira siap-siap ya?"


"pergilah sayang" setelah mendapat balasan dari suaminya Meira pun bergegas untuk bersiap-siap karena sebentar lagi.


******


Sementara Daffin pergi bersama anak-anaknya menuju ke rumah orang tua Daffin, saat dalam perjalanannya di dalam mobil..


"Rio, perintahkan anak buah Lo untuk menjaga istriku dan perintahkan juga untuk selalu melapor apa yang terjadi di sana oke!" titah Daffin, pada Rio, karena ada kecemasan di dalam hatinya.


"Oke bos!" bales Rio, dengan tatapan yang masih fokus pada menyetirnya.


"Biya memang Umah mau kemana?" tanya Azia yang selalu ingin tahu.


"Umah, pergi reunian sayang," bales Daffin apa adanya.


"Reunian itu apa Biyah?" tanya lagi.


"Reunian berarti pertemuan kembali bekas teman sekolah, seperjuangan dan lain sebagainya yang setelah berpisah cukup lama, nak" jelas Daffin.


"Iya sayang " balas Daffin.


"Oh berarti itu yang dibilang Aunty Elsa, dan Aunty Cindy, yang katanya umah diundang oleh yang namanya ustadz Abhizar " kata Azmy


"Apa?! kamu tahu dari mana nak?" tanya Daffin penasaran


"Amy dengar sendiri Biyah saat Amy mau ke ruangan umah, tapi ternyata di sana ada Aunty Cindy dan Aunty Elsa" kata Azmy yang ternyata ia mendengar percakapan antara Meira dan kedua sahabatnya.


Daffin mengernyit karena rasa penasarannya


"Apa yang diceritakan Mereka lagi?" tanyanya yang semakin ingin tahu


"Katanya Aunty Cindy, Umah pernah suka sama ustadz Abhizar itu waktu Umah masih sekolah bersama mereka Biyah " Jelas Azmy menceritakan yang ia dengar Saat ia ingin memasuki ruang Meira.


Hati Daffin tiba-tiba memanas saat mendengar bahwa istrinya pernah menyukai yang namanya Abidzhar itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyusul istri kecilnya.


"Rio putar balik! kita pergi ke sekolah xx sekarang!" titahnya pada Rio, membuat Rio sedikit kaget mendengarnya.


" Apa?!, kita sudah mau sampai di rumah keluarga lo, haruskah gue putar balik lagi?" tanya Rio yang nampak bingung.

__ADS_1


"Iya Biyah itukan rumah eyang Kenapa harus putar balik Biyah? " tanya si kecil Azia sembari Iya menunjuk sebuah rumah yang tak berapa jauh dari mobil mereka.


"lain kali saja kita ke rumah eyangnya ya, karena Biyah Mau mengajak kalian ke reunian Umah Kalian mau kan?' tanya Daffin pada Twins.


"Iya deh, Zia mau,"


"Amy juga Biyah, karena kami ingin tahu seperti apa sih reunian itu?" sambung Azmi juga yang nampak penasaran


"Oke kalau begitu! sekarang putar balik Rio ke sekolah Meira sekarang!" titah Daffin lagi yang kali ini sedikit tegas pada Rio.


"Oke!" Rio pun memutarbalikkan mobilnya seperti yang diperintahkan oleh Daffin, dan kini mobil sudah berbalik arah yang kini menuju ke sekolah tempat para sahabat Meira. mengadakan reunian.


*****


sementara di sisi lain di sebuah sekolah berlantai kan tiga terlihat begitu ramai karena sebuah acara yang diadakan oleh salah satu alumni sekolah tersebut.


Dan terlihat juga Meira dan keempat temannya sudah hadir di acara tersebut, dan di saat Meira dsn temanya memasuki sebuah ruangan yang amat ia kenali Ada kerinduan yang terbesit di dalam hatinya yaitu masa-masa Ia masih berada di kelas itu.


"Mei kamu kenapa?" tanya Cindy saat melihat mata Meira yang tengah berkaca-kaca.


"Eh Nggak papa kok cin, aku cuma teringat masa-masa kita dulu," bales Meira sembari menyeka air mata yang belum sempat jatuh.


"Oh, Tapi bener loh masa-masa kita masih berkumpul adalah masa yang paling indah Mei, Karena setelah kamu pergi suasana kelas ini seperti mati" ujar sendi yang teringat masa lalu mereka.


"ah kamu lebay cin" balas Meira yang terlihat tak percaya


"Memang Benar kok apa yang dikatakan Cindy, kelas ini menjadi tak berwarna lagi semenjak kamu tidak ada lagi di sini Mei, "Ujar seorang pria yang berdiri di belakang mereka, membuat Mira dan para sahabat menoleh kebelakang dan terlihatlah seorang pria tampan, berjas berwarna biru dengan wajah yang terlihat teduh, di tambah lagi dengan senyummya yang menampakan lesung pipinya, membuatnya semakin manisnya,



Untuk sesaat Meira tertegun melihatnya hingga tanpa terasa mulutnya menyebut namanya, lirih


"Abidzhar?!"


***********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.


Selalu Author tunggu jangan lupa Ok 😉🙏

__ADS_1


__ADS_2