Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
ACARA WALIMAH'URS (versi Rio).


__ADS_3

🍀🍀🌹 MUTIARA HIKMAH🌹🍀🍀


"Terkadang hal-hal yang membuat kita meneteskan air mata itu sebenarnya allah hadirkan untuk membuat kita selalu berserah kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, dan berusaha selalu meminta pertolongan kepada-Nya. Kesedihan yang membuat kita mendekat kepada allah itu lebih baik dari pada kesenangan yang membuat kita jauh dari-Nya.``♡``


``___.♡._sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ_.♡.____``


•❅❀❦ೋ๑୨◎❅❀❦🌹❦❀❅◎୧๑ೋ❦❀❅•


Setelah Rio membaca doa saat memegang ubun-ubun ia langsung mengecup kening Cindy dengan penuh kasih sayang, sedang Cindy yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi, ia hanya diam dan bahkan ia tak berani menatap wajah Rio yang kini sudah resmi menjadi suaminya, dan Rio memahami itu makanya ia mempermasalahkannya.


Setelah proses akad nikah yang di adakan di sebuah masjid selesai, Daffin dan Ayah Rio pun mengajak para tamu undangan untuk ikut bersama mereka ke hotel yang tidak begitu jauh dari masjid, karena rupanya Daffin dan Harun sudah mempersiapkan acara walimah'urs untuk Rio dan Cindy, dan akhirnya mereka semua pun berangkat menuju ke hotel.


Karena Cindy kini sudah resmi menjadi istri Rio, mau tak mau, ia harus mengikuti Rio, seperti saat ini mereka sudah berada di mobil yang sama, saat mereka melakukan perjalanan ke hotel tempat acara walimah'urs, akan berlangsung.


Dan di sepanjang perjalanan Cindy masih nampak diam dan bahkan ia hanya menundukkan wajahnya saja, tanpa berani melirik sedikit pun, dan itu membuat Rio ingin menggodanya.


" Ada apa dengan istriku ya?, Kenapa sekarang jadi pendiam?, biasanya kan dia bawel dan Aneh?" Tanya Rio dengan nada menggoda Cindy.


Mendengar kata bawel dan aneh membuat Cindy langsung menatap Rio. " Eh, nggak kebalik ya pak?, biasanya juga bapak deh yang bawel dan aneh." Protes Cindy, membuat Rio tersenyum puas, karena akhirnya Cindy terpancing oleh kata-katanya, dan akhirnya ia mau berbicara padanya.


"Iyakah aku yang bawel dan aneh, perasaan aku biasa saja deh sayang." Kata Rio, yang mulai berani memanggil Cindy dengan kata 'sayang'.


DEGH.!!..


Spontan jantung Cindy berdesir saat mendengar kata sayang dari Rio, membuat wajah Cindy langsung memerah. "Eh, i..iya " Katanya yang menjadi gugup.


Rio, yang melihat wajah Cindy yang sudah memerah membuat ia menjadi gemas "Hum, bikin gemas lihat wajahnya memerah seperti itu, rasanya ingin menggodanya lagi, tapi sayang waktu tidak memungkinkan "_Batin Rio yang akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk mengoda Cindy, karena mobil mereka sudah memasuki area hotel.


Mobil Rio berhenti tepat di depan lobiy hotel, setelah mobil berhenti Rio dan Cindy pun turun dari mobil, dan kemudian Rio menggandeng tangan Cindy yang terlihat masih canggung terhadapnya. dan ia langsung membawa Cindy ke Aula hotel yang ternyata di sana sudah ramai dengan para tamu undangan yang terdiri dari sahabat serta keluarga, Rio dan Harun.

__ADS_1


Acara berlangsung begitu meriah dan penuh hikmat, ucapan doa serta selamat dari para sahabat dan keluarga datang silih berganti, kepada mereka, terlihat juga wajah mereka yang di hiasi senyum kebahagiaan terpancar pada keduanya.


hingga acara berakhir di sore hari.


"Alhamdulillah Akhirnya acara selesai juga," Kata Daffin yang ia juga merasa senang akhirnya sahabatnya itu telah menemukan kebahagiaannya juga. "Ok bro, kalau git gue pamit pulang ya, sekali lagi selamat atas pernikahan Lo, semoga samawah ya, hingga akhir." Katanya lagi sambil ia memeluk Rio.


"Aamiin terimakasih banyak ya Fin,"Balas Rio tulus, di dalam pelukan sahabatnya itu, ia sangat berterimakasih sekali sama Daffin, karena acara walimah'ursnya Daffinlah yang menyelenggarakannya.


"Sama-sama bro, oh iya gue juga sudah siapkan kamar di hotel ini untuk kalian berbulan madu, sorry gue belum izinkan Lo bulan madu di luar area kota J, dulu Lo pasti pahamkan bro." Lanjut Daffin lagi.


Mendengar kata bulan madu, Rio dan Cindy langsung saling bertatapan, ada rasa malu di hati keduanya karena Daffin mengatakannya terlalu terang-terangan. "Eh, nggak papa Fin, terimakasih banyak, tapi sepertinya bini gue belum siap bulan madu di hotel ini" Bisik Rio karena ia tak ingin Cindy mendengarnya.


"Ya sudah itu terserah Lo, tapi kapan pun Lo ingin mengajaknya hotel ini pasti akan siap menerima kalian berdua" Kata Daffin


"Iya, thanks ya bro" Balas Rio lagi.


"Yap, ya sudah kalau begitu gue pamit ya, Assalamu'alaikum, ingat hati-hati belah durennya ya" Pamit Daffin sedikit menggoda Rio.


Setelah mereka saling berjabat tangan lagi dan Meira juga sudah memberikan ucapan selamat juga pada sahabatnya Cindy, akhirnya mereka pun berlalu meninggalkan Rio dan Cindy.


"Papa juga pamit pulang ya nak, dan selamat untuk pernikahan kalian berdua, jangan lupa bawa Cindy ke rumah dan sesekali kalian harus bermalam di rumah papa" Ujar Harun setelah kepergian Daffin dan Meira.


"Terimakasih pah, iya In syaa Allah Bian pasti bawa Cindy kok," Balas Rio sambil memeluk Harun.


"Alhamdulillah, dan kamu nak, jangan sungkan-sungkan untuk datang ke rumah Papa ya, karena sekarang rumah Papa, adalah rumah kamu juga" kata Harun yang kali ini tertuju ada Cindy.


"Iya Om, in syaa Allah." Kata Cindy yang kemudian ia menyalami tangan mertuanya itu.


"Kok Om sih, panggil papa Dong nak." Protes Harun, saat mendengar Cindy memanggilnya Om.

__ADS_1


"Eh, m.maaf Om, Eh m.maksudnya Papa." Kata Cindy sedikit gugup.


"Ya sudah nggak papa, sekarang papa pamit ya nak, Assalamu'alaikum" Pamit Harun


"Iya pah Wa'alaikumus salam." Balas Cindy dan Rio secara bersamaan,


Setelah kepergian Harun..


"Acha, Daffin telah menyiapkan kamar untuk kita di hotel ini, apakah kamu mau menerimanya?" Tanya Rio lembut.


"Eh, sa.saya, bo.. bolehkah saya pulang ke rumahnya bunda dulu pak?" Tanya Cindy sedikit gugup.


"Ya sudah kalau kamu ingin ke rumah bunda, yuk kita berangkat sekarang."Balas Rio, yang kemudian ia langsung menggandeng tangan Cindy, yang terlihat sekali Cindy masih begitu canggung pada Rio, ya maklumlah bagi Cindy pernikahan itu, tidak pernah ia rencanakannya, jadi ia masih begitu syok saat mendengar Rio mengijabnya secara tiba-tiba, seperti mimpi rasanya bagi Cindy.


Di dalam perjalanan mereka menuju rumah Bundanya Cindy, suasana mobil begitu hening, itu karena Rio melihat Cindy nampak begitu lelah jadi ia tak ingin mengajaknya bicara agar Cindy bisa tertidur di dalam perjalanan mereka, dan benar saja, beberapa menit kemudian Cindy sudah terlelap dalam tidurnya.


Sedangkan Rio, menjadi fokus dalam menyetirnya, hingga tanpa terasa mereka sampai di rumah orang tuanya Cindy, setelah mobil terparkir dengan perlahan Rio turun dan karena ia tak ingin membangunkan Cindy akhirnya ia pun membawa Cindy masuk dengan cara menggendongnya.


Sesampainya di kamar Cindy ia pun membaringkan tubuhnya Cindy di atas ranjangnya dan setelah itu ia menyelimuti tubuh Cindy dan kemudian ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Cindy.


"Selamat tidur my little wife." Bisik Rio setelah ia mengecup dahi Cindy, setelah itu ia beranjak keluar dari kamar Cindy, bermaksud ke kamar mandi, yang kebetulan di rumah Cindy bila ingin ke kamar mandi harus kebelakang dulu,


Setelah ia membersihkan diri ia kembali ke kamar Cindy dan kemudian ia membaringkan tubuhnya di samping Cindy dan beberapa saat ia pandangi wajah Cindy yang masih bermake-up, ia sebenarnya dan bahkan bajunya juga masih baju yang ia pakai tadi saat acara walimah'ursnya,


Sebenarnya Rio ingin membangunkan Cindy, namun ia tak tega melihat wajah yang terlihat lelah itu, dan ia juga tidak berani menggantikan baju Cindy, alhasil ia pun membiarkan istrinya tertidur dalam keadaan seperti itu, dan karena ia juga sudah teramat lelah tanpa terasa Rio pun juga ikut terhanyut dalam mimpinya dengan tangan memeluk tubuh Cindy.


********


Sabar ya Guys 🙏, Author masih sedikit lemas jadi belum bisa fokus mengejar target untuk update.

__ADS_1


Tapi masih tetap mendukung Authorkan🙏


__ADS_2