Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MENYAKSIKAN CINDY MELAHIRKAN.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Berjuang itu tak mudah... Namun jika kita sertakan Allah dalam setiap langkah, maka semua akan terasa mudah.


Kita hanya perlu terus berjuang, bersabar dan menanti hadiah indah itu datang. Ketika saat itu tiba kita akan merasa jauh lebih bersyukur dari sebelumnya. Bahkan ketika pengabulan-NYA tak kita temui ketika di dunia fana. Namun setiap kesabaranmu akan berbuah berkali-kali lipat pahalanya di surga nanti.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Astaghfirullah Acha! Sepertinya kamu mau melahirkan sayang?" sentak Rio panik, yang kemudian ia langsung keluar dari bathtub tersebut. Dan terlihat sekali ia mulai panik saat melihat, ada cairan darah keluar dari bagian intim istrinya. Dan dengan cepat Rio langsung membersihkan tubuhnya, dan tubuh istrinya.


Setelah selesai Rio langsung membungkus istrinya dengan handuk, Lalu dengan berhati-hati ia menggendong Cindy, dan membawanya ke kamar mereka. Setelah meletakkan istrinya di tepi ranjangnya, Rio langsung mengambil baju untuk Cindy pakai. Setelah itu ia pun memakai baju untuk dirinya.


"Aah, Kak Acha sudah nggak tahan, ukhmm..." keluh Cindy yang terlihat wajahnya sudah dipenuhi keringat jagung. Padahal ia baru saja mandi.


"Iya Sayang, maafkan Kak Bian ya, karena memaksa kamu, padahal tadi kamu sudah mengeluh mules, Maaf ya sayang," ucap Rio merasa bersalah, dan tanpa menunggu jawaban dari Cindy ia kembali menggendong istrinya keluar dari kamar mereka. Karena ia bermaksud membawa sang istri kerumah sakit.


Setelah Cindy dimasukkan ke dalam mobilnya, Rio langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kerumah sakit. Karena kelihaiannya dalam mengemudikan mobil sudah tak diragukan lagi. Membuat rumah sakit yang begitu jauh, seakan dekat bagi Rio. Sehingga ia hanya membutuhkan Lima belas menit saja. Rio berhasil memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk rumah sakit.


"Ayoo Sayang, kita sudah sampai," ucap Rio, yang kemudian ia kembali menggendong istrinya. Lalu dengan langkah cepat, ia langsung membawa istrinya keruangan bersalin. Cindy tak bisa lagi mengeluarkan kata-katanya, ia hanya memejamkan matanya menahan rasa sakit yang amat sangat. Namun mulutnya tak henti-hentinya mengucapkan doa Nabi Yunus.


"Dokter! Istri saya mau melahirkan, cepat tolong dia!" seru Rio terlihat panik. Sembari ia meletakkan tubuh istrinya di sebuah ranjang khusus persalinan.


"Baiklah Pak, Sekarang Bapak sebaiknya keluar dulu ya, biar kami menangani istri bapak," ujar salah satu suster.


"Tidak Saya, ingin mendampingi istri Saya!" tegas Rio, dengan memasang tatapan dingin pada suster tersebut.


"Suster biar, Bapak itu mendampingi istrinya, kamu tolong persiapkan alat-alat saya," ujar seorang wanita berjas putih.


"Baik Dok" balas sang suster, lalu ia pun menyiapkan apa yang diminta oleh wanita yang di panggil Dokter.


"Baiklah sekarang Bapak boleh dampingi istrinya disebelah kanan sana ya Pak," ujar sang Dokter ramah. Dan Rio mengikuti perkataan sang dokter, tanpa mengeluarkan suara, karena ia lebih terfokuskan pada Cindy, yang terlihat amat kesakitan sehingga ia tak tega melihatnya.


"Sayang, kamu yang kuat ya, dan berjuanglah untuk anak kita ya Sayang, in shaa Allah kak Bian bantu Doa agar kamu dan bayi kita selamat." ucap Rio sembari ia mengecup dahi istrinya, seakan ingin memberikan kekuatan untuknya.


"Iya kak ugh..in shaa Allah, Doain Acha terus yaa ugh.." ucap Cindy dengan mata yang merem melek menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Iya Sayang, itu pasti," balas Rio sembari mengusapkan keringat jagung istrinya. "Cepat Dokter! Istri saya sudah kesakitan nih!" seru Rio, sedikit membentak sang Dokter.


"Baiklah Pak, Saya priksa dulu istrinya ya Pak" balas Dokter ramah. Lalu ia pun mulai memeriksa bagian intim Cindy, "Ma shaa Allah, sudah dekat selali!" sentak sang Dokter.


"Oke Bu kita langsung mulai saja dan ikuti instruksi saya ya Bu. Tarik nafas dalam lalu edankan ya Bu," jelas sang dokter.


"Baik Dok ngee.." jawab Cindy yang terlihat sekali ia sudah tidak bisa menahan, anaknya yang sudah ingin keluar.


"Ayo Bu, Bismillah Tarik nafas Edaankan!" Titah Dokter wanita itu. Dan Cindy pun mengikuti perkataan sang Dokter ia mulai menarik Nafas yang dalam, kemudian ia pun mengucapkan basmalah dan Doa nabi Yunus, karena ia berharap Allah memberikan pertolongannya dan memudahkan ia bersalin.


لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


“Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin."


Artinya "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."


Dengan sekuat tenaga Cindy pun mengedan. "Bismillah Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin. Ngeeeeeek!!" Cindy mengeden sekuat tenaga dan akhirnya..


"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi pun langsung memecahkan ruangan bersalin tersebut. Rio langsung tersenyum haru saat ia melihat buah hatinya telah hadir dimuka bumi ini.


"Alhamdulillah, anak kita laki-laki Sayang," ucap Rio senang saat ia melihat jenis kelamin bayinya yang sedang dipegang oleh sang dokter. Cindy tak menghiraukan perkataan Rio ia malah terpekik lagi.


"Dokter istri saya mau melahirkan lagi!" seru Rio.


"Baik Pak, wah benar kepala bayinya sudah dipintu. Ayo Bu semangat, sekali lagi, tarik nafas yang dalam lalu edangkan!" titah Sang Dokter menginstruksikan Cindy.


Tanpa membuang waktu Cindy kembali menarik nafasnya. "Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin! Ngeeeeeek..!" ucapnya dan kembali ia mengedan dengan sekuat tenaga dan..


"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi yang kedua terdengar lagi memecahkan ruangan persalinan kembali.


"Alhamdulillah, bayi kita laki-laki lagi Sa...!' ucap Rio. Namun belum lagi ia selesai dengan perkataannya, Cindy kembali berteriak.


"Aakh! Kak ada yang mau keluar lagi!' pekik Cindy, dengan suara yang sedang menahan sesuatu.


"Apa, ada lagi?! Dokter, cepat anak saya ada ya mau keluar lagi!" seru Rio lagi pada Sang Dokter.


"Ah iya, ayo Bu, ini sudah sedikit lagi, tarik nafas dan edaankan!" titah sang dokter, setelah ia tadi menyerahkan bayi kedua Cindy pada sang suster.

__ADS_1


Cindy kembali mengikuti titah sang dokter, ia kembali menarik nafasnya. "Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin! Ngeeeeeek..!" Cindy kembali mengedan dan..


"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi yang ketiga kembali memecahkan ruangan persalinan tersebut.


"Alhamdulillah, bayi ketiga kita perem.." ucap Rio lagi dengan mata berbinar, namun lagi-lagi ucapan terputus karena pekikan Cindy kembali.


"Aaakh! Ada yang mau keluar lagi Kak!" pekik Cindy terlihat sudah tidak bisa menahan lagi. Rio tersentak kaget saat mendengar ucapan Cindy, keringat jagung sudah membasahi wajahnya. Karena ia begitu tegang menyaksikan Cindy melahirkan, anak-anaknya.


"Hah! Ada lagi Sayang?!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Assalamu'alaikum para Readers kesayanganku.


Dibulan suci ini Author melaunching Novel baru. Dan ini kisah nyata. Yang isinya bukan menceritakan seorang CEO. Namun cerita ini real menceritakan cinta dan perjuangan seorang ibu.


Agar para Readers penasaran author berikan sinopsis Novelnya Ya 😉



♥️ SAYANG BUNDA HINGGA AKHIRAT ♥️


Mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu.


Karena melihat perkembangan jaman yang semakin mengerikan, Arizma bertekad ingin menyekolahkan semua anaknya di pondok pesantren, namun keinginannya di tentang oleh keluarganya yang mengatakan kalau Arizma tidak menyayangi anak-anaknya.


Namun ia tak perduli, baginya yang penting adalah anaknya terselamatkan dari kegilaan maksiat yang semakin merajalela dan tak pandang bulu itu. Dan Arizma terus berjuang melakukan pekerjaan apapun untuk ke tiga anak-anaknya.


Namun ia begitu sedih saat sang anak mengatakan "Bunda tidak menyayangi kamikan?, Makanya Bunda ingin menjauhi kami dari Bunda, iyakan Bunda?." ujar Dinda yang perkataannya membuat hati Arizma begitu sedih.


Namun seiringnya waktu berjalan anak-anaknya Akhirnya paham, dan akhirnya mereka sendiri yang mengatakan, bahwa sayang dan cintanya Bunda kepada kami ternyata hingga Akhirat.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


Bagaimana kisah selanjutnya kehidupan keluarga Arizma? Ikuti terus ya guys, dan juga jangan lupa berikan Like, Vote, Hadiah, Bintang dan komentar. Dan semoga dalam kisah ini membawa manfaat bagi para Ibu yang mencintai anak-anaknya Aamiin. Oke guys ikutin Author terus ya 🙏🥰

__ADS_1


Syukron 🥰🙏


__ADS_2