Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MEMBAJAK KAPAL PESIAR


__ADS_3

Masih di Kapal pesiar.


Didalam kapal pesiar punya ruangan atau lantai layaknya gedung bertingkat. Isi kapalnya, dibagi menjadi beberapa bagian yang dihubungkan dengan lift. Dan kebetulan kapal pesiar milik Andra tidak terlalu beras dan kapal pesiar tersebut milik lima dek.Dan saat ini Daffin dan Rio berada di dek lima tempat acara perjamuan sedang berlangsung.


Namun sebelum Rio naik ia ternyata sempat memperhatikan gerak-gerik Erick, hingga ia mendengar sempat mendengar saat Erick telpon dengan seseorang. Setelah itu Rio juga menelpon para pengawal rahasia mereka untuk ikut masuk ke dalam kapal pesiar. Setelah itu baru ia kembali menghampiri Daffin.


"Dari mana sih Lo! Dari tadi gue cariin!" tanya Daffin terlihat kesal.


"Tadi gue mengawasi Erick Fin," bisik Rio dengan mata mengawasi sekitarnya.


"Lalu?" tanya Daffin singkat.


"Sepertinya kapal ini telah di bajak, dan Erick menjadi dalangnya," kata Rio masih berbisik.


Daffin mengerenyit, setelah mendengar perkataan Rio. "Hmm, apa itu artinya, Andra terlibat juga?" tanyanya yang kini wajahnya terlihat dingin.


"Kalau soal itu gue nggak tahu Fin."


"Ya sudah kalau begitu kita lihat saja, dan ikuti permainannya, yang penting lo atur pengawal rahasia kita," ujar Daffin, sedikit berbisik.


"Soal itu sudah gue atasin!"


"Bagus! Sebaiknya kita tetap waspada."


"Oke!" balas Rio, mata yang masih melihat pergerakan sekitarnya. Dan tak berapa lama seorang pria menghampiri mereka.


"Mari Pak Daffin, Pak Rio, kita langsung saja ke meja perjamuan," ujar Pria itu sembari tangannya mempersilakan Daffin dan Rio kearah meja yang terlihat besar dan panjang, yang dimana disana ada beberapa orang yang sudah duduk disana.


"Terima kasih Pak," ucap Daffin Ramah.


"Silakan duluan Pak, saya mau permisi ke toilet dulu" sambung Rio.


"Oh baik Pak Rio. Ayo Pak Daffin Kita duluan," ajak Andra pada Daffin.


"Silakan duluan Pak, soalnya ada yang perlu saya bicarakan pada Rio," balas Daffin lagi.


"Ooh baiklah kalau begitu saya duluan Pak"


"Iya pak silakan." Setelah mendapatkan jawaban dari Daffin, Andra pun berlalu meninggalkan Daffin dan Rio.

__ADS_1


"Apa maksudnya tadi?" tanya Daffin, setelah Andra menjauh.


"Didalam situasi seperti ini sebaiknya kita berpencar saja Fin. Karena kita tidak tahu, kemungkinan apa yang akan terjadi. Tapi Lo jangang khawatir, gue sama pengawal rahasia kita, akan tetap melindungi Lo. Jadi sebaiknya Lo pergilah ke mereka agar mereka tidak curiga." jelas Rio begitu gamblang.


"Oke gue paham, ingat Lo harus hati-hati, paham!" tegas Daffin.


"Oke gue paham! Lo jangan khawatir, gue akan tetap hati-hati" balas Rio.


"Bagus! Kalau begitu gue kesana ya?"


"Baiklah, ingat juga Lo harus hati-hati!" balas Rio dan hanya di balas Daffin dengan acungan jempol saja sembari ia berjalan menuju ke meja perjamuan.


Setelah kepergian Daffin Rio pun keluar dari ruangan perjamuan, dan pergi menuju toilet pria. Setibanya disana sudah ada dua orang pria yang sedang berpura-pura buang air kecil. Rio pun menghampiri dan berdiri disamping Pria salah satunya, dan berpura-pura juga membuang air kecil.


"Apakah kalian membawa barangnya?" tanya Rio lirih. dengan mata terfokus kebawah seakan ia tak mengenal pria tersebut.


"Bawak pak!" balas Pria itu yang kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari kantong jas dalamnya, yang ternyata sebuah pistol. Dan dengan cepat Rio pun mengambilnya.


"Bagus! Sekarang kalian bersiaplah, dan ingat lindungi Bos Daffin kalian Paham!" tegas Rio, masih suara pelan.


"Pak Bos! kalau begitu kami permisi!" kata Pria itu, dan pergi setelah Rio memberikan isyarat. Setelah kepergian mereka Rio, ikut keluar. Namun ia tak kembali keperjamuan melainkan. Ia memilih keluar dari dek kapal.


********


"Mari teman-teman, kita bersulang atas keberhasilan kerja sama kita yang begitu sukses. Cheers!" ujar Andra sembari ia mengangkat gelas yang ada ditangannya. Dan diikuti oleh mereka yang berada satu meja dengannya, dan itu termasuk Daffin.


"Cheers!" ucap mereka serentak, sambil mengangkat gelas mereka masing-masing. Dan sudah pasti Daffin mengikutinya, namun ia tak meminum isi didalam gelas tersebut. Karena isinya ternyata Wine. Jadi ia hanya menempelkan dibibirnya saja lalu ia letakkan lagi ke atas mejanya.


"Baiklah, sekarang silahkan mencicipi hidangan yang telah kami sediakan, semoga makanannya cocok dengan selera teman-teman semua" kata Andra lagi dengan sopan.


"Terima kasih Pak Andra!" ucap mereka satu persatu, termasuk Daffin. Dan mereka pun mulai mencicipi hidangan yang disajikan di atas meja. Dan sekali lagi Daffin, tidak mengikutinya. Dan tiba-tiba saja HP-nya berbunyi.


"Mengapa Pak Daffin tidak makan?" tanya Andra heran.


"Sebentar Pak, sepertinya Istri saya telpon!" kata Daffin sambil menunjukkan Headphonenya. Yang sebenarnya itu isyarat dari Rio. "Kalau begitu saya permisi sebentar Pak," lanjut Daffin.


"Oh silahkan Pak," kata Andra. Dan Daffin pun sedikit menjauh dari meja. Kepergiannya mendapatkan tatapan sinis dari seseorang yang masih duduk di meja tersebut, dan orang itu sudah pasti adalah Erick.


"Sialan! Kenapa dia tidak minum winenya! Jangan sampai rencana gue gagal hanya karena dia!" batin Erick sembari ia melirik jam tangannya. "Gawat padahal sebentar lagi obat mulai bekerja. Sebaiknya gue harus menghubungi mereka untuk menunda penyerangannya." batinnya lagi sembari ia mengambil benda pipihnya.

__ADS_1


Namun saat ia hendak melakukan panggilan, tiba-tiba segerombol pria bertopeng masuk dengan membawa senjata dan mengarahkan senjatanya ke mereka yang berada di dalam dek 5 dan itu termasuk Erick. Namun ia berpikir itu adalah anak buahnya.


"Jangan ada yang bergerak! Dan tundukkan kepala kalian kemeja! Cepat!" seru salah satu pria bertopeng tersebut.


Erick yang merasa sebagai Bos ia pun berdiri, sambil bertepuk tangan. "Kerja yang bagus anak-anak! Maaf Pak Andra, gue terpaksa membajak kapal pesiar Anda!" kata Erick terlihat bangga.


"Anda juga duduk! Dan jangan bergerak! Kalau tidak peluru senjata ini akan mendarat di kepala Anda!" seru pria bertopeng pada Erick, membuat Erick tersentak kaget.


"Apaa! Bukankah ini ide gue!"


_______________


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Oh iya Jangan lupa mampir ke novel terbaru Author ya 🙏😁 Yang berjudul:


❤️ KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI ❤️.



**Nih Author kasih sequel sinopsisnya 😉


Sinopsis Novel:


Kirana Ardhita, 17 tahun gadis cantik yang sangat mandiri yang memiliki sifat yang sedikit arogan, Bahkan tak jarang ia sering berantam dengan laki-laki yang awalnya menyukai dirinya, Kirana masih duduk di kelas 3 SMA dia juga terkenal pintar, makanya banyak yang menyukainya. Namun sedikit nakal membuat sang ibu berkali-kali di panggil oleh pihak sekolah, ia juga dikenal si gadis tomboi bahkan para teman-teman lebih sering memanggilnya si Tomboi atau Boi itu karena memang polah lakunya yang seperti laki-laki.


Kana itulah panggilan untuk dirinya sendiri bila bersama keluarganya. Kana adalah seorang anak yatim dan Ia hidup hanya tinggal berdua saja bersama ibunya, sang Ayah, telah tiada semenjak ia duduk di bangku SMP, sedangkan sang Ibu hanya seorang buruh cuci, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Kana bekerja setiap ia pulang sekolah.


Suatu hari sang Ibu mengalami kecelakaan akibat ia menolong seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah teman karibnya sewaktu mereka muda, tapi pertemuan itu tak berlangsung lama karena sang ibu keburu sekarat dan sang ibu meminta Kana untuk menikah dengan anak temannya itu, yang ternyata dia adalah gurunya sendiri yang amat ia benci.


Akankah Kana menemui cinta pada sang gurunya itu?.

__ADS_1


*******


So jangan lupa Mampir oke🙏😉 Dan berikan dukungannya juga ya Guys 🙏🥰 Syukron 🙏🥰**.


__ADS_2