Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MY TWINS ARE SMART


__ADS_3

••⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰••


Yazid bin Maisarah rahimahullah, dia berkata:


"Nikmat yang disertai Syukur dan Musibah yang disertai Sabar dan musibah dalam ketaatan tidak akan menimbulkan mudharat.


Ketaatan kepada Allah lebih baik daripada nikmat dalam kedurhakaan kepada Allah".


_ (Az-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal)_


ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ


Paginya di ruang makan...


Setelah menyelesaikan sarapan paginya Meira pun, melirik Daffin yang sedang meminum kopinya, karena merasa ada yang sedang memperhatikan Daffin pun buka suara.


"Ada apa sayang katakanlah?" ujarnya sembari meletakkan cangkir berisi kopinya ke meja.


Maira tersentak heran karena Daffin seperti tahu kalau istrinya Ingin mengatakan sesuatu.


"Eh, kok mas tahu kalau Ira ingin mengatakan sesuatu?" tanyanya masih heran.


"Ya tahulah sayang hati kamukan ada sama emas" kata Daffin sembari mengedipkan matanya.


Mata Meira membulat " Apaan sih mas!, ada Anak-anak tau!" tegur Meira.


"Maaf sayang, sekarang katakanlah ada apa?" tanya Daffin lagi.


"Emm, itu mas, Ira di undang reunian oleh teman-teman sekolah xx, bolehkah Ira pergi?, mas jangan khawatir karena Ira pergi bersama Elsa, Cindy, Santi dan Dilla mas" Kata Meira dengan tatapan mata yang sangat berharap agar Daffin mengizinkan ia pergi.


Daffin mengerutkan alisnya, " Reunian?, tapi bukankah kamu tidak sempat lulus dari sana Mei?" tanyanya heran.


"Umm, iya Ira nggak lulus!, tapi itu juga karena perbuatan seseorang yang membuat Ira nggak lulus!" kata Meira yang tiba-tiba wajahnya langsung berubah, lalu ia pun langsung bangkit dari duduknya dan kemudian pergi tanpa bersuara lagi.


"Astaghfirullah!" Daffin menepuk keningnya,


"Kenapa aku malah mengungkit hal itu!, bodoh!" gumam Daffin lalu ia pun ikut bangkit dari duduknya, namun sebelum ia melangkah..


"Twins, nanti setelah makan kalian bersiap-siap ya, karena om Rio akan mengantar kalian ke rumah eyang kalian mau?" kata Daffin pada Twins.

__ADS_1


"Asiik, ke rumah eyang" sorak keduanya kesenangan, " Mau dong Biyah, " Lanjut mereka lagi.


"Baguslah, sekarang selesaikanlah sarapannya, setelah itu pergi bersiap oke!" kata Daffin lagi.


"Oke Biyah!" kata mereka serentak


"Ya sudah, biyah ke kamar sebentar ya mau lihat umah," kata Daffin lagi.


"Oke Biyah" setelah mendapatkan jawaban dari Twins, Daffin pun melangkah pergi menuju ke kamarnya.


sesampainya di kamar ia mencari-cari istrinya karena ternyata, istri nya tidak ada di kamar dan saat ia melihat pintu balkon terbuka ia pun langsung menuju kesana dan ternyata memang benar istrinya sedang berdiri disana dengan tatapan jauh ke depan entah apa yang sedang dilihatnya,


Daffin pun mendekati Meira, kemudian ia pun memeluknya dari belakang, lalu ia meletakkan dagunya di bahu Meira,. " Sayang, maafkan mas ya, karena telah membuat kamu teringat hal menyakitkan itu" katanya.


"Hanya itu?" tanya Meira Sambil matanya melirik Daffin yang masih ada di bahunya.


mendengar perkataan Istrinya ia paham maksud arah pertanyaan itu "Hu'um, mas hanya minta maaf yang tadi saja, tidak dengan kejadian dulu, karena bagi mas kejadian itu malah membuat mas bersyukur, karena pada akhirnya mas bisa memiliki kamu dan Anak-anak, jadi maaf untuk kejadian itu yang ingin kamu dengar, maaf mas tidak akan melakukannya sayang" tutur Daffin sembari ia mempererat pelukannya dan di sertai ia mengecup pipi Istrinya dari samping.


" iikh egois!, mas sadar nggak sih karena kejadian itu, cita-cita Ira jadi pupus semuanya itu karena siapa coba?!" tanya Meira yang terlihat kesal.


"Karena Allah sayang, kamu ingatkan perkataan Aki?, semua yang terjadi, itu karena Allah dan.. " Ujar Daffin yang langsung terputus karena tiba-tiba terdengar suara lantang seorang Anak kecil, membuat Daffin dan Meira langsung menoleh kebelakang.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


"Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."


(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 189)


"Umah,..Tidak ada yang berkuasa selain Allah yang menguasai semua yang ada di alam semesta ini, bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya," itu terdapat di surah (Al-An'am: 59), karena Ia pemilik kerajaan langit dan bumi." tutur dua bocah yang baru saja datang siapa lagi kalau bukan Azmy dan Azia.


Melihat kedatangan Twins, Daffin pun langsung melepaskan pelukannya dari Meira lalu ia pun mengajak Meira duduk di kursi yang ada di balkon, dan di ikuti oleh Azmy dan Azia.


"Tuh kan benar yang Biyah bilang sama Umah, jadi kamu tak bisa menyalahkan mas sayang karena itu semua adalah takdir iya kan nak? " kata Daffin yang sedikit senang karena dapat pembelaan dari kedua Anaknya.


"Benar Biyah karena manusia itu tidak dapat lepas dari qadha dan qadar Allah Ta'ala. Apa itu qadha dan qadar? apakah biyah tahu? " kata Azmy dengan gaya ngomong seperti orang dewasa.


"Biyah tahu, tapi Biyah tidak mengerti artiannya." jawab Daffin apa adanya.


"Biyah, Qadha yaitu ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sejak zaman azali (zaman dahulu sebelum diciptakan alam semesta) sesuai dengan kehendak-Nya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan mahluknya." Jelas Azmy lagi.

__ADS_1


"Biyah kalau Qadar yaitu Perwujudan dari qadha atau ketetapan Allah Ta'ala, dalam kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya. Qadarnya Allah ini juga biasa disebut dengan istilah takdir. Hubungan antara qadha dan qadar yaitu hubungan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan. Mengapa? Karena qadha diibaratkan “rencana”, sedangkan qadar sebagai “perwujudan atau kenyataan” yang terjadi." Kali ini Azia yang menjelaskannya, sama seperti Azmy, ia bertutur kata seperti orang dewasa.


"Nah bukankah kita di perintahkan untuk beriman kepada qadha dan Qadar?, Jadi, apa itu beriman kepada qadha dan qadar Biyah?" tanya Azmy pada sang Ayah.


" Iman kepada qadha dan qadar yaitu percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah Ta'ala telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk nya ." jawab Daffin dengan sekedar yang ia tahu saja.


"Benar Biyah, karena setiap manusia, telah diciptakan dengan ketentuan-ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali. Meski ada takdir Allah, bukan berarti kita sebagai manusia bermalas-malasan menunggu nasib tanpa berusaha atau berikhtiar. Karena sebuah keberhasilan tidak akan tercapai tanpa adanya usaha dan doa" jelas Azmy lagi, membuat Daffin benar-benar merasa bahagia melihat kedua Anak-anaknya yang begitu cerdas dalam segala hal.


"Benar Biyah!, Jadi, usaha dan doa tetap harus dilakukan. Tetapi, bagaimanapun hasilnya, harus dapat diterima dengan lapang dada, Karena itu merupakan takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala." kata sih cerewet Azia membuat Daffin mau pun Meira Tersenyum Melihatnya karena ia menerangkan segala sesuatunya begitu semangat, hingga kadang membuat mereka kaget, saking semangatnya keluarlah suara lantangnya.


"Nah, jadi sekarang Umah tidak boleh menyalahkan apa yang terjadi, karena itu sudah menjadi ketetapan Allah Umah, seperti yang di katakan di surah Al-Ahzab ayat 38 "


مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ مِنۡ حَرَجٖ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قَدَرٗا مَّقۡدُورًا ٣٨


Artinya: "…Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku."


[QS. Al-Ahzab/33:38] " kata Azmy, membuat mata Meira membulat karena saat Azmy menerangkan, alis Daffin naik turun, dengan tatapan melirik Meira, seperti ia sedang memberi isyarat padanya kalau dia tidak salah.


"Benar Umah semua sudah menjadi ketetapan Allah tetapi segala sesuatunya sudah ada ukuran batas kesanggupan kita umah itu yang di katakan di surah Al qamar :


إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ٤٩


Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."


[Al-Qamar/54:49] " Sambung Azia juga.


"Iya benar, dan Apa yang terjadi itu sudah di tetapkan untuk makhluk nya sejak lima puluh ribu tahun umah, dan itu di jelasin di dalam sebuah hadits.


Rasulullah SAW bersabda:


"Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi."


(HR. Muslim).


"Jadi qadha dan qadar Allah SWT itu adalah benar adanya. Hal tersebut disebutkan baik dalam al-Quran maupun hadis. Karena itu, terkait dengan qadha dan qadar Allah SWT ini kita harus mengimani bahwa kehendak Allah meliputi segala sesuatu: baik yang terjadi maupun yang tidak terjadi, baik perkara besar maupun kecil, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang terjadi di langit maupun di bumi."


Begitulah Azmy dan Azia sambung menyambung memberikan penjelasan pada kedua orang tuanya, yang sebenarnya mereka juga paham apa yang terjadi kepada keduanya karena sebenarnya mereka tahu dari sang aki uyut, makanya mereka di tugas harus membuat Umah dan Biyahnya agar mau menerima dengan ikhlas akan ketetapan sang Ilahi, agar mereka secepatnya meraih kebahagiaan dari buah kesabarannya.


"thank you my children," kata Daffin sambil mengusap kepala kedua anaknya "my twins are smart " Lanjut Daffin sembari memberikan kecupan kasih sayang di puncak kepala keduanya.

__ADS_1


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.


__ADS_2