
◎❅❀❦♦️ MUTIARA HIKMAH♦️❦❀❅◎
"Hakikatnya Allah tidak pernah membuat jarak dengan manusia. Manusia sendiri yang membuat jarak dengan Allah. Demikian pula, Allah tidak pernah menghambat manusia untuk sukses, tapi manusia sendiri yang menghalangi dirinya untuk sukses. Kunci dari semua itu adalah pikirannya. Manusia adalah bentukan pikirannya. Tak heran bila Norman Vincent Peale mengatakan, "You are what you think!"; Anda adalah apa yang Anda pikiran".
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
❅❀❦◎❅❀❦◎❅❀❦💜❦❀❅◎❦❀❅◎❦❀❅
keesokan harinya..
Sesuai rencana Rio mengambil cuti kerjanya untuk pergi berbulan madu bersama Cindy, Dan pagi itu Rio menyuruh Cindy untuk bersiap-siap dan ia juga meminta Cindy membawa beberapa pakaian ganti untuk mereka selama 10 hari membuat Cindy Heran.
"Emang kita mau kemana kak?" Tanya Cindy penasaran.
"Ada deh Rahasia dong." Balas Rio sembari mengedipkan matanya.
"Iis apaan sih Kak Bian, main rahasia segala sih." Balas Cindy dengan wajah yang terlihat kesal.
" Ya namanya kak Bian ingin memberikan kamu surprise, masa di kasih tahu, itu namanya bukan surprise lagi dong Acha." Ujar Rio sembari menoel ujung hidung Cindy.
"Huh!, kak Bian nggak Asik orangnya mah!" keluh Cindy masih dengan bibir cemberutnya.
"Biarin, yang penting setelah ini kamu pasti makin cinta sama kak Bian Yee." Goda Rio.
"Huh!, kak Bian GR ! "
"Humm lihat aja nanti, pasti kamu ciumin kak Bian, pelukin kak Bian, bakan minta itu juga." Ujar Rio sembari mengedipkan matanya lagi setelah perkataannya yang terakhir.
"Haiis, Wogah deh!" Balas Cindy dengan memutarkan bola mata malasnya.
"Humm ya sudah kalau tidak percaya," Kata Rio sembari mengangkat tas koper yang tadi sudah di siapkan oleh Cindy, " Ya sudah ayo kita berangkat sekarang Acha, biar sebelum matahari terik kita sudah sampai, karena perjalanan kita sangat jauh." Katanya lagi yang kemudian ia menarik kopernya dan melangkah keluar.
"Emang mau kemana sih kak?" Tanya Cindy masih penasaran, sambil berjalan mengikuti langkah Rio dari belakang.
" Kan tadi kak Bian sudah bilang, Rahasia Acha." Ujar Rio yang sambil menoleh singkat pada Cindy sambil ia memasukkan Koper mereka di bagasi mobil.
__ADS_1
"Huh!, ya sudah Acha nggak mau ikut!" Kata Cindy yang berdiri di samping mobil sambil melipat kedua tangannya dan di letakkan di bawah dadanya.
"Hum mau masuk sendiri atau Kak Bian yang gendongin masuk ke dalam mobilnya, hm?." Tanya Rio yang sudah membukakan pintu mobil bagian depan agar Cindy masuk.
"Humms!" Dengus Cindy yang kemudian ia membuang mukanya.
"Oh, maunya di gendong Kak Bian yaa?, baiklah Kak Bian akan menggendong Acahku tersayang." goda Rio dan ia pun bersiap menghampiri Cindy,
Melihat Rio sudah bersiap.." Nggak perlu Acha bisa naik sendiri!" dengan spontan Cindy langsung berlari memasuki mobil Rio, dengan wajah yang masih terlihat kesal, hingga bibirnya menjadi panjang, membuat Rio tersenyum gemas melihatnya.
"Uukh, istri tomboi Ku itu, emang selalu bikin gemas sih, bikin gue nggak tahaan..Aaarrr!" Gumam Rio, yang kemudian ia pun ikut masuk dan duduk di belakang kemudinya.
"Apakah Nyonya Rio sudah siap?" Tanya Rio sedikit mengoda Cindy.
"Humms!" Lagi-lagi di balas oleh Cindy dengan dengusannya saja, membuat Rio tersenyum lucu melihatnya.
"Baiklah kalau nyonya Rio telah siap, kita berangkat sekarang oke." Kata Rio lagi, dan lagi-lagi Cindy hanya melengus saja.
" Ya sudah deh, karena nyonya Rio lagi, merajuk kak Bian langsung saja jalankan mobilnya." Kata Rio lagi yang kemudian ia pun mulai melaju mobilnya secara perlahan dan setelah mobil berada diluar gerbang, mobil pun melaju dengan kecepatan maksimal, dan karena Rio juga menghidupkan lagu-lagu yang slow membuat Cindy terbuai dan hanyut dalam tertidurnya dan itu membuat Rio berkesempatan mempercepat laju mobilnya.
" Eh, ini di mana kak.?" Tanya Cindy dengan tatapannya yang masih mengarah ke hamparan laut yang biru.
"Menurut kamu ini di mana?" Tanya Rio Balik dengan tatapan yang masih fokus pada jalan yang akan ia lewati,
"Mana Acha tahu, orang Acha nggak pernah kemari pun." Balas Cindy
"Masa sih, nggak pernah kesini?." Tanya Rio.
"Emang iya kok, Acha nggak pernah kesini." Jawab Acha mengulangi perkataannya.
"Hmm ya sudah, kita lihat aja nanti kamu pernah kesini atau tidak." Ujar Rio, sambil mengarahkan
mobilnya memasuki gerbang sebuah villa yang depannya menghadap ke pantai.
"Ayo turun Acha kita sudah sampai." Katanya lagi setelah memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah Villa.
__ADS_1
"ini villa siapa Kak?." Tanya Cindy dengan mata memandang di sekitar villa tersebut.
"Villa kamu Cha." Jawab Rio enteng sambil ia mengambil tas mereka yang ada di dalam bagasi mobil.
"Hah?, apa kak?" Tanya Cindy yang tadinya masih fokus melihat sekeliling villa langsung beralih melihat suaminya.
"Ini Villa kamu Acha." Kata Rio mengulangi jawabannya.
"Kapan Acha punya villa?, kak Bian bercanda mah." Balas Cindy yang terlihat tidak percaya.
" Ya sudah ayo masuk kalau nggak percaya." Ajak Rio, yang kemudian mereka pun memasuki Villa tersebut.
Sesampainya di dalam Cindy tercengang melihat isi di dalam villa tersebut. banyak terpasang fotonya juga keluarganya bahkan foto ketika ia masih berusia dua tahun.
"Ada apa ini kak Bian, dan dari mana kak Bian memiliki foto-foto itu?, dan villa siapa ini?" Tanya Cindy dengan tatapannya yang menyelidik pada Rio, rasa ingin tahunya begitu besar.
"Ini villa orang tua kamu Acha, di sinilah kamu di lahirkan, di sini juga pertama kali kita bertemu." Kata Rio dengan suara yang lembut.
"Hah benarkah, bukankah kata bunda Villa ini sudah di hancurkan kak, tapi kenapa ini masih utuh?" Tanya Cindy yang masih penasaran.
"Ya Vila ini sempat hancur, namun Kak Bian dan papa membangunnya lagi, dan sama persis dengan yang aslinya, tidak ada yang di rubah sedikit pun, hanya gerbang depan sebagai tambahan agar villa ini Aman Acha." Jelas Rio membuat Cindy tubuh Cindy bergetar.
"Mengapa Kak Bian melakukan ini?." tanya Cindy dengan suara bergetar.
" Agar kamu bisa melihat kenangan yang di miliki orang tua kamu, dan lagian villa ini hancur karena Ayah kamu telah menyelamatkan kami, jadi sudah sepantasnya kami membangunnya lagi, walaupun beliau tak bisa melihat, tapi putri cantiknya bisa melihatnya." Jelas Rio lagi, setelah mendengar penjelasan Rio, Cindy langsung berlari kepelukan suaminya ia tak bisa mengeluarkan kata-katanya hanya Isakkan yang terdengar oleh Rio.
"Loh kok jadi malah nangis, apakah kamu tidak bahagia Acha?, Apakah kamu tidak menyukai villa ini hm?" Tanya Rio sembari ia mengusap-usap punggung serta kepala Cindy dengan penuh kasih sayang.
"Suka kak, hiks.. Acha bahagia kok..terima kasih kak, Hiks..terima kasih Hiks.." Ucap Cindy masih di dalam pelukan Rio.
"Sama-sama sayang, itulah yang kak Bian harapankan ingin melihat kamu bahagia Acha." Balas Rio sambil ia memberikan kecupan lembut pada Dahi Cindy dengan penuh kasih sayangnya.
**********"
Jangan lupa Bahagia ya guys 😉🙏
__ADS_1
Dan Jangan lupa juga tinggalkan jejaknya, semakin banyak, maka semakin Author ingin melanjutkan Novel ini, apa lagi kalau VOTE nya Nambah 😁🤭