Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
AKHIRNYA KAMU KEMBALI RIO?


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Jangan mengeluh ketika Allah menutup satu pintu dalam hidupmu. Karena Allah punya beribu pintu untukmu dan yang lebih baik untukmu.


Jangan pernah menyerah! Jika Allah belum menjawab setiap doamu, itu karena Allah tau kapan waktu yang tepat untuk mengabul kan setiap dari doa-doamu, karena Allah punya rencana yang lebih baik untuk hidupmu."


____Keep_Istiqomah___


___Hijrah_tanpa_batas___


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Siapa Mereka?" tanya Daffin terlihat penasaran. Saat ia melihat keempat orang yang sedang berdiri di depan pintu gerbang rumah Rio dan Cindy.


"Kamu mengenal mereka Cindy?" tanya Daffin lagi kepada Cindy, dengan tatapan masih mengarah keempat orang tersebut.


"Entahlah Bang, karena wajah mereka tidak terlihat, jadi saya tidak tahu kenal apa nggaknya," balas Cindy yang juga ikut memperhatikan keempat orang tersebut. Namun ketika Cindy menatap punggung dari salah satu dari mereka, entah mengapa jantungnya seketika berdetak kencang.


"Bang buka pintunya!" teriak Cindy, karena saat ia hendak membuka pintu mobilnya, begitu sulit karena masih terkunci lewat, Child safety lock yang sengaja diaktifkan oleh Daffin, karena ia takut kalau-kalau anaknya membuka pintu mobil saat diperjalanan. Makanya Daffin selalu mengaktifkan Child Lock mobilnya.


"Ada apa Cindy? Jangan turun! Kamukan nggak tahu siapa mereka Cindy!" tegur Daffin, yang sepertinya ia enggan memenuhi keinginan Cindy yang meminta dibukakan pintu mobil.


"Tapi saya mau turun bang! Cepat buka Child Lock mobilnya!" bentak Cindy yang terlihat ia tidak sabaran ingin turun. Karena sudah pasti ia ingin memastikan apa yang ia lihat saat ini. Melihat wajah Cindy, yang terlihat sudah berubah membuat Daffin mau Meira heran.

__ADS_1


"Mas bukakan saja Mas, mungkin Cindy mengenali salah satu dari mereka," timpal Meira, yang nampaknya ia paham, dengan rasa penasarannya. Tapi memang ia tidak ingin ngukapkan sebelum ia benar-benar, memastikannya.


"Baiklah, baiklah," balas Daffin sembari ia mematikan sistem Child safety locknya. Membuat Cindy akhirnya bisa membuka pintu mobil keluarga milik Daffin tersebut.


Setelah pintu mobil terbuka sendiri pun bergegas turun. lalu ia pun menghampiri keempat orang yang berdiri di depan gerbang rumahnya. Karena takut terjadi sesuatu pada Cindy, Daffin juga bergegas turun, mengikuti Cindy, dari belakang.


"Permisi, kalian cari siapa ya?" tanya Cindy, kepada keempat orang tersebut. Namun matanya masih mengarah kepunggung seorang pria yang entah mengapa debaran hatinya semakin menderu.


mendengar pertanyaan Cindy ke tiga tersebut pun menoleh kearah Cindy. Nampaklah oleh Cindy wajah ketiganya. Satu Pria paruh baya, dan satu orang wanita cantik, dan yang satunya Pria yang terlihat tampan.


"Eh, ini Neng kami ingin bertemu sama pemilik rumah ini. Apakah Eneng mengenal pemilik rumah ini?" balas Pria paruh baya, yang tadi ia sempat kaget saat melihat Cindy. Namun setelah itu Pria itu malah kembali bertanya pada Cindy.


Karena rasa penasarannya begitu besar, Cindy seperti tak mendengar perkataan Pria paruh Baya tersebut. Bahan tatapan Cindy masih mengarah ke Pria yang belum membalikkan tubuhnya. Dan ia juga terlihat sangat mengharapkan Pria itu membalikkan tubuhnya.


"Siapa Pria itu, mengapa ia belum membalikkan badannya?" tanya Cindy, yang mengabaik pertanyaan Pria tadi


"Kak Bian?" ucap Cindy lirih, dengan tubuh yang kini terlihat mulai gemetaran.


"Acha!" kata pria yang di panggil Bian oleh Cindy, yang artinya, dia adalah Rio. Melihat tubuh orang yang dicintainya bergemetar, Rio pun langsung memeluk istrinya itu begitu erat.


Tangis Cindy langsung pecah tatkala, Rio memeluk dirinya. "Hiks... heuhuhu..Kak Bian jahat, hiks..hiks.. Kenapa begitu lama perginya...? Hiks..heuheuheu hiks.." tanya Cindy, sambil memukul dada bidang Rio.


Rio membiarkan tubuhnya di pukul oleh Cindy. Karena, ia memahami kemarah Istrinya itu "Maaf, hiks... maafkan hiks.. kak Bian, Acha, hiks...hiks,.." ucap Rio, yang tak kuasa juga menahan air mata. Dan akhirnya keduanya sama-sama menangis, sambil berpelukan. Bahkan bukan hanya mereka saja yang meneteskan air mata.

__ADS_1


Daffin, Meira, dan juga wanita yang datang bersama Rio juga ikut meneteskan air mata harunya. Daffin yang juga terlihat tidak sabaran ingin mengetahui kabar sahabatnya itu, berjalan mendekati Rio yang masih memeluk istrinya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu kembali Rio. Bagaimana kabar Lo Rio? Dan kemana aja Lo selama ini?" tanya Daffin, terlihat tidak sabaran, sembari menepuk pundaknya Rio. Dengan spontan Rio pun menoleh kearah Daffin, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan itu. Rio mengerutkan dahinya, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa Rio? Apakah Lo marah sama gue? Karena menjadi penyebab perpisahan Lo sama Cindy?" tanya Daffin lagi terlihat heran, melihat mimik wajah Rio yang terlihat seakan ia tak mengenal dirinya.


"Marah? Apakah kalian kita saling mengenal?" tanya Rio, yang terlihat masih mengerutkan keningnya.


"Apa Lo jangan bercanda Rio? Apa maksudnya Lo berkata seperti itu hah?" tanya Daffin terlihat kesal karena ia berpikir Rio sedang mempermainkannya.


"Bercanda? Bercanda dalam hal apa ya? Apa Anda bisakan membedakan kata yang bercanda dan bukan hm?" tanya Rio terlihat dingin.


"Heh! Sepertinya Lo ingin gue memukul kepala Lo ya biar Lo ingat?!" kata Daffin yang benar-benar sangat kesal. Hingga ia bermaksud memukul kepala Rio,. Namun tangan seseorang langsung mencegahnya.


"Sabar Nak! Saat ini Nak Rio sedang mengalami Amnesia Lakunar. Karena itu memory Nak Rio memang belum sepenuhnya kembali Nak. Jadi saya harap, Anak bersabar ya menghadapi Nak Rio," Ujar Pria tua itu. Mendengar perkataan pria tua itu membuat Daffin tersentak.


"Apaa?! Amnesia?!"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.

__ADS_1


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2