Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
SUAMI ACHA LAGI NGAMBEK YA?.


__ADS_3

༺*༻🌟MUTIARA HIKMAH🌟༺*༻


🌹TERSENYUMLAH🌹


meski perkataan orang-orang mematahkan semangat dan menyakitkan hati.


Tak perlu mengemis simpati pada manusia. Cukup Rabb Ana yang jadi penghiburmu. Yang selau Siaga mengobati hatimu dan selalu ada menemani hari-hari mu,,😌😌


لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ


"Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita" (At Taubah: 40)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


༺༻༺*༻༺*༻🌟༺*༻༺*༻༺༻


Pagi telah menjelang..


Terlihat wajah Cindy dan Meira begitu ceriah di tambah lagi saat mereka sedang mendengarkan Twins yang sedang menyanyikan sholawatan untuk baby triplets, membuat suasana begitu tenang dan syahdu, hingga membuat mereka merasakan kebahagiaan tersendiri.


Namun tidak untuk para lelaki, Daffin dan Rio yang terlihat jelas sekali dari wajah mereka yang nampak begitu kusut. Dan keduanya juga saling bermusuhan satu sama lainnya, itu nampak jelas dari mereka duduk yang saling membelakangi.


"Ini semua gara-gara Lo!." Gerutu Rio.


"Lah kok gue?!, kan Lo duluan!" Balas Daffin ketus.


"Cih!, kalau aja Lo nggak nitipkan baby triplets pada Cindy, nggak mungkin ajakan mereka ngusir kita, pokoknya ini semua gara-gara Lo!." Ujar Rio dengan wajah yang terlihat kesal pada Daffin.


"Iyakan, maksudnya gue kita gantian, dan karena gue yang tertua seharusnya Lo ngalah dulu dong sama gue." Dalih Daffin, seperti tak merasa bersalah pada Rio.


"Akh, Lo memang gitu hanya mementingkan diri sendiri aja!. gue males berdebat ma Lo lagi.!" Hardik Rio yang kemudian ia pun bangkit dari duduknya, lalu ia hendak berlalu meninggalkan Daffin yang masih duduk.


" He!, Lo mau kemana?!." Teriaknya Daffin karena posisinya Rio semakin menjauh.


"Bukan urusan Lo!" Seru Rio ketus, yang kemudian ia langsung menghilang di balik pintu villa

__ADS_1


"Haiis, anak itu memang benar-benar berubah ya, udah kayak perempuan aja sih!." Gumam Daffin setelah kepergian Rio. " Akh, sudahlah lebih baik gue bermain pada Baby triplets saja lah." Gumam Daffin lagi yang kemudian ia juga bangkit dari duduknya, lalu ia pun berjalan menuju keruang keluarga yang di sana sudah ada Meira, Cindy, dan anak-anaknya.


Cindy yang melihat ke datang Daffin hanya seorang diri, membuat ia heran. " Loh, kak Bian kemana bang?." Tanya Cindy pada Daffin.


"Mana Abang tau, mungkin nyemplung ke laut kali." Jawab Daffin ngasal. Membuat jantung Cindy tiba-tiba berdesir saat mendengar Daffin mengatakan nyemplung ke laut, dan bayangannya teringat kala ia mendengar cerita Rio tentang ia hampir mati tenggelam, Lalu dengan spontan Cindy pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Meirw dan Daffin.


"Loh kamu mau kemana Cindy?!" Seru Meira saat melihat Cindy yang tiba-tiba bangkit lalu pergi dengan terburu-buru.


"Sudah biarkan saja dia, lagian sudah pasti ia mencari suaminyalah." Kata Daffin sembari mengambil salah satu Babynya dan kemudian ia taruh di pangkuannya.


"Oh kirain ada apa?."


"Nggak ada apa-apa, ya sudah ini waktunya baby triplets mimik cucukan?, ya sudah ayo Mas bantu bawa kedua jagoan ini." Kata Daffin sambil menggendong satu bayi lagi.


"Iya Mas, Ayo." Kata Meira sembari ia menggendong juga bayi perempuannya. lalu Meira berjalan terlebih dahulu menuju ke kamar mereka.


"Twins, apakah kalian masih ingin disini atau ikut Biyah main bersama baby triplets?." Tanya Daffin pada Twins.


"Ikut Biyah aja deh, Acara TV juga nggak enak." Kata Azia dengan wajah comelnya.


"Ya sudah ayo, kita susul Umah di kamar." Ajak Daffin yang kemudian ia mulai berjalan menuju kamarnya.


"Oke Biyah!" Seru twins yang kemudian mereka juga mengikuti jalannya sang Ayah, menuju ke kamar orang tuanya.


________


Sementara di sisi lain..


Cindy terlihat panik saat mendengar perkataan Daffin, dengan segera ia pun mencari Rio menuju ke arah pantai, dan dari tempatnya berdiri terlihat dari kejauhan seseorang yang tergeletak di tepi pantai, membuat jantungnya berdegup kencang.


"Eh, Astaghfirullah!, apakah itu kak Bian?!" Sentak Cindy karena dari warna baju kaos yang di pakai orang itu, membuat Cindy mengenalinya kalau itu adalah suaminya. dengan cepat ia pun menghampiri orang tersebut, bahkan ia sedikit berlari agar ia cepat sampai ketempat Pria yang sedang tiduran di tepi pantai.


"Kak Bian, kamu kenapa kak?!" Tanya Cindy terlihat panik saat ia sudah berada di dekat Pria tersebut yang ternyata memang Rio.


Melihat suaminya tak merespon, Cindy semakin panik ia pun mengguncangkan tubuh Rio

__ADS_1


"Kak, bangun kak!, kamu kenapa kak, jangan buat Acha takut kak!." Katanya dengan suara yang terdengar bergetar, karena cemas.


Mendengar suara istrinya seperti hendak menangis, Rio pun membuka matanya, pada awalnya ia ingin mengerjai istrinya dulu sih, tapi dia paling nggak bisa melihat istrinya menangis, alhasil ia pun membuka matanya.


"Kak Bian nggak papa Acha." Kata Rio saat ia membuka matanya, dan benar saja ternyata istrinya sudah mengeluarkan air matanya.


"Huh!, kak Bian bikin takut Acha aja sih, hiks.. Acha pikir kak Bian hiks .."


"Sssth, kak Bian hanya tiduran saja Acha, kenapa kamu malah menangis sih?." Tanya Rio lembut yang kemudian ia langsung memeluk istrinya.


" Habis kak Bian tiduran kok di sini sih?, hiks.. kan Acha berpikir kak Bian.."


"Sssth, sudah sudah sayang, kamu jangan berpikir yang macam-macam lagi ya?, kak Biankan sudah janji akan menjaga kamu sayang, jadi kak Bian tidak akan kemana-mana kok, akan terus di sisi kamu." Potong Rio, yang kemudian ia memberikan kecupan lembut di puncak kepala Cindy.


"Lalu kenapa kak Bian sampai tiduran di sini sih?." Tanya Cindy sambil ia mendongak wajahnya untuk menatap wajah suaminya. dan terlihat sekali wajah penasarannya.


"Habis mau ngapain lagi, mau dekat kamu juga sulitkan, dan kak Bian liat kamu sibuk selalu dengan baby triplets terus, sampai misi kita yang berbulan madu kamu lupakan jugakan?!," Ujar Rio yang terlihat wajah kesalnya kembali lagi, dan bahkan ia langsung melepaskan pelukannya dan ia kembali membaringkan tubuhnya di atas pasir pantai.


"Misi berbulan madu?, maksudnya kak Bian apa?." Tanya Cindy yang masih duduk di atas pasir di samping suaminya yang sedang berbaring yang kini ia telah memejamkan matanya kembali.


"Huh!, Acha kita kesini itu sedang berbulan madu, lalu untuk apa kita kesini coba?, dan mana ada orang yang bulan madu tidur harus terpisah, cuma kamu doang orangnya yang hanya memikirkan anak orang dan tidak memperdulikan suaminya sendiri huh!, bikin kesal aja deh! " Ujar Rio yang kemudian ia memiringkan tubuhnya dan otomatis membelakangi Cindy.


Cindy tersenyum lucu melihat tingkah Rio yang sedang merajuk. " Oh, ceritanya suami Acha lagi ngambek ya?, " Goda Cindy sembari ia berpindah duduk agar Rio kembali menghadap dirinya.


"Huh!, siapa juga yang ngambek !." Balas Rio ketus yang kemudian ia kembali memutarkan tubuhnya agar kembali membelakangi Cindy.


"Uluh-uluh-uluh-uluuh...Suami Acha yang terkenal galak dan dingin ini, ternyata bisa ngambek juga ya?." Goda Cindy sambil ia meletakkan wajah di leher suaminya, " Jangan ngambek lagi sayang, Maafin Acha ya muach." Sambung Cindy yang kemudian ia memberikan kecupan pada pipi Rio.


Mendapatkan kecupan dari istri yang Rio rindukan karena tadi malam mereka tidur terpisah, membuat Rio langsung menarik tubuh Cindy hingga kini Cindy berada di atas tubuh Rio yang masih berbaring, lalu ia langsung meraih bibir Cindy dan ia juga menahan tengkuk Cindy agar ia tak bisa lepas dari tautannya, hingga terlihat Cindy hampir kehabisan nafasnya baru Rio melepaskannya.


"Ini hukuman karena sudah mengabaikan suami kamu ini!!."


___________


Dilema 😢😔 Satu sisi lagi kesal dan sedih sama NT, satu sisi lagi tidak ingin mengecewakan para Readers. Lalu Author harus bagaimana? 😢😔 hiks.. hiks.. tolong kasih saran buat Author dong, apa yang harus author Lakukan pada Novel ini, haruskah Author pergi ?😢😔.

__ADS_1


__ADS_2