Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MEMBIKINKAN ADIK UNTUK TWINS.


__ADS_3

เณ‹เน‘เญจ๐Ÿ’— MUTIARA HIKMAH๐Ÿ’—เญงเน‘เณ‹


"Seseorang akan menjadi lebih berarti dalam hidupmu, bila ia tak hanya memberi kasih sayang, tetapi membuatmu menjadi lebih baik dari masa kemasa.


Maka, saat hendak mencari pasangan, carilah Dia yang cintanya tak hanya membuatmu merasa bahagia di dunia ini saja, tetapi membuatmu bahagia sampai kelak diakhirat.


Dan semoga kita memiliki, seseorang yang bertanggung jawab, setia dan penyayang, seseorang yang cintanya bisa membahagiakan kita di dunia dan akhirat. Aamiin..


___Quotes of the day__


๐Ÿ”นโœฅ.โ–.โœฅ ๐Ÿ’—โœฅ.โ–.โœฅ ๐Ÿ’—โœฅ.โ–.โœฅ ๐Ÿ’—โœฅ.โ–.โœฅ๐Ÿ”น


Daffin memasuki Mansionnya dengan wajah yang terlihat kesal, sehingga Meira yang baru menuruni anak tangga sedikit heran melihatnya, Daffin yang melihat istrinya turun ia pun langsung mendekatinya.


"Mei, kita harus secepatnya memberikan mereka Adik Mei" katanya membuat Meira kaget dan bahkan matanya langsung membulat.


"Astaghfirullah mas?!, kamu kenapa sih datang- datang bukan yang mengucapkan salam malah ngomong ngelantur gitu sih Mas?" tegur Meira yang terlihat heran dengan tingkah suaminya.


"Eh Maaf, Assalamu'alaikum sayang " ucap Daffin sembari mengecup kening Meira singkat, membuat Meira kaget, karena Daffin semenjak Meira sudah mau menerimanya Daffin selalu membiasakan dirinya mengulurkan tangannya terlebih dahulu baru ia akan memberikan kecupan lembut pada dahi dan tentu saja kedua pipinya tak pernah tinggal.


"Wa'alaikumus salam mas" bales Meira lembut sembari ia meraih tangan Daffin dan kemudian mengecupnya.


"Eh maaf sayang mas lupa" kata Daffin lalu ia mengulanginya lagi kecupannya, kali ini ia melakukannya seperti biasanya.


"Sebenarnya ada apa sih mas?, kenapa kamu terlihat marah?" tanya Meira setelah di lihatnya suaminya sudah mereda kemarahannya.


"Maaf sayang, tadi saat mas pulang kerja, mas Melihat Azia dan Azmy bermain-main sama para keempat bodyguardnya sayang" jelas Daffin sembari mereka berjalan menuju ke kamar mereka.


"Apa masalahnya bermain dengan mereka mas?, kan nggak papa mas, selagi mereka tidak meminta bermain di luar loh" kata Meira lembut


"Sayang tadi Azmy naik-naik ke punggung Anton, dan Jarwo karena mereka main koboi-koboian katanya, sudah seperti kudanya saja mereka di buat Azmy sayang" kata Daffin yang teringat dengan keringat Anton yang mengalir jadi dia membayangkan Azmy akan kenak dengan keringat itu.


"Kalau nggak mau Azmy berbuat itu, ya sudah mas belikan dia kuda benaran tapi yang kecil" kata Meira memberikan ide pada suaminya


"Hmm ide bagus, Ok mas besok akan menyuruh Rio untuk mencari kuda buat Azmy kalau begitu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, dah selesaikan masalahnya?"


"Eh, selesai apanya?, sayang tadi itu, Azia juga memegang-megang rambut si Gombloh dan Iwan, mereka di buat seperti wanita, oleh Azia sayang" kata Daffin lagi, menceritakan kejadian di taman samping Mansionnya.


"Hah?" iyakah mas?, hehehe pasti lucu ya mas wajah mereka ya ?" tanya Meira sambil terkekeh membayangkan wajah kedua preman itu.


"Eh, Kenapa kamu jadi membayangkan wajah mereka?" tanya Daffin dengan dahi yang dikerutkannya,


"Ya pasti dibayangkan dong Mas, wajah lucu si Gombloh dan Iwan karena di kerjain oleh Azia hehehe" bales Meira yang masih terkekeh.


Melihat Meira membayangkan seorang pria hingga terkekeh membuat wajah Daffin mengetat, dan terlihat sekali dia tidak suka dan di saat Meira masih belum berhenti terkekeh, dengan cepat, bibir Daffin langsung mendarat ke bibir Meira hingga mata Meira membulat. kaget karena mendapatkan serangan mendadak oleh Daffin.


"Uhmm!" Meira mendorong dada Daffin karena ciuman Daffin kali ini sangat berbeda dari biasanya, ini lebih agresif, membuat Meira tidak bisa bernafas, karena ia melihat istrinya ke habisan nafas Daffin pun melepaskan tautannya.


Setelah tautan terlepas, kelihatan sekali nafas Meira tersengal-sengal, "Ikh, kamu kenapa sih mas?" katanya setelah nafas sudah sedikit normal.


"Itu hukuman karena kamu sudah membayangkan wajah orang lain!"


"Hah?, siapa yang membayangi wajah orang lain sih mas?"


"Iih, siapa juga yang membayangi wajah mereka, Ira tuh cuma membayangkan hasil kerjaan anak kamu aja mas,"


"Ah, itu sama aja Mei, sama-sama membayangkan mereka juga!."


"Hmm, terserah mas aja deh Ira mau lihat Anak-anak " kata Meira yang akhirnya mengalah, dan ia pun hendak pergi meninggalkan Daffin, namun dengan cepat Daffin sudah menariknya kembali dan kali ini ia langsung mengunci pintu kamarnya.


"Loh kok di kunci mas?, Ira mau lihat Anak-anak mas" protes Meira, karena melihat Daffin mengunci pintu kamar mereka.


"Sayang, Anak-anak sudah ada yang mengurusnya" kata Daffin sembari ia melingkarkan tangannya di pinggang Meira.


"Iya Ira tahu, Ira hanya ingin mengontrol mereka saja mas" bales Meira yang masih berusaha melepaskan diri dari jeratan lingkaran Daffin.


"Nanti kita saja sayang, karena sekarang kita harus membikinkan Adik untuk Twins dulu Oke" kata Daffin sembari mengedipkan sebelah matanya, membuat mata Meira membulat kaget.


"Eh!, tapi Mas.. Aakh!" perkataannya terpotong berubah menjadi pekikkan karena tiba-tiba tubuhnya melayang dan kini sudah berada di dalam gendongan sang suami.

__ADS_1


"Tidak boleh membantah sayang, karena mas tidak mau Twins berteman dengan para bodyguard itu, makanya kita harus mempercepat membikinkan mereka Adik" kata Daffin sembari ia berjalan menuju ke ranjang mereka.


"Tapi mas ini masih sore, malu kalau terdengar orang" Dalih Meira lagi.


"Kamu tenang saja Mei, kamar ini memakai kedap suara, jadi tidak akan ada yang mendengar" kata Daffin yang masih terus berusaha membujuk. istrinya.


"Iih tapi kamukan belum mandi mas" alasan Meira lagi.


"Nanti saja sayang, kita akan mandi bersama setelah kita bercinta" kata Daffin yang kemudian meletakkan tubuh Meira ke ranjang mereka.


"Tapi mas..Uhmm!" protesan Meira terputus, akibat bibir Daffin kini sudah mendarat di bibirnya dengan sempurna, sehingga suaranya hilang dan berubah menjadi lenguhannya saja.


Dan karena kali ini Daffin melakukan tautan bibirnya begitu lembut, tidak seperti tadi, Meira pun akhirnya ikut terhanyut dalam permainan bibir Daffin dan bahkan kini tangannya sudah bertengger di leher Daffin dengan sempurna,


Daffin yang mendapatkan sambutan hangat dari sang istri, ia pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, apa lagi setelah ia mendengar lenguhan sang istri, membuat Hasratnya ingin bercinta semakin meningkat, dan dengan semangat yang membara ia pun mulai berpetualang mengarungi bahtera bercintanya.. dan akhirnya pertempuran bercinta di sore hari itu pun terjadi.


Karena memang waktu begitu memepet dengan mendekatinya waktu Maghrib, Daffin pun mengakhiri permainannya setelah mereka mendapatkan kenikmatan surga dunia sekali, walaupun sebenarnya hasrat ingin berpetualangnya masih ada namun ia harus menundanya dahulu, karena ia harus memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Sayang?," panggil Daffin sembari ia menyeka keringat Meira yang banjir akibat pertempuran kenikmatan mereka.


"Hmm?"


"Kita Sambung nanti malam lagi ya?, sekarang kita mandi dulu ya" kata Daffin dengan nafas yang masih memburu akibat perpetulangannya tadi,


mendengar perkataan sang suami Meira tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi hingga ia hanya membalasnya dengan anggukan pelan, dan setelah mendapat jawaban dari sang istri, Daffin pun langsung turun dari ranjangnya, dan tanpa memberi aba-aba lagi ia langsung menggendong Meira, hingga pekikkan Meira pun keluar lagi dari mulutnya,


Daffin tak menghiraukan pekikkan sang istri, bahkan ia langsung membawa Meira menuju ke kamar mandi dan apa yang terjadi di sana hanya merekalah yang tahu.๐Ÿ˜‰


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


LIKE VOTE DAN KOMENTAR.


Akan selalu Author tunggu, karena itu adalah bagian penyemangat Author untuk update kembali, so jangan lupa ya guys ๐Ÿ˜‰๐Ÿ™.

__ADS_1


__ADS_2