
༺*༻༺🌸 Kalam Hadits 🌸༻༺*༻
“Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.”
👉 HR. Ahmad
*༻༺*༻༺*༻༺🌸༻༺*༻༺*༻༺*
"Sepertinya Cindy marah Fin" kata Rio dengan tampang wajah yang terlihat sedih.
"Hah kok bisa sih?, sebenarnya ada Ri?" tanya Daffin terlihat penasaran.
"Mungkin karena gue tinggal kali, soalnya kata pak Man, dia tak ingin diantara oleh siapapun Fin" kata Rio mengikuti perkataan supir barunya.
"Nah itu dia yang gue heran, biasanya lokan yang mengantar sendiri bini Lo?, mengapa hari ini malah nyuruh orang lain sih RI?" tanya Daffin yang memang ia sedikit heran sejak tadi.
"Sebenarnya gue lagi kesal sama Cindy Fin, habis dia nggak pernah mau dengarin gue sih" kata Rio mulai curhat.
"Eh, hati-hati RI, kesal Lo bisa buat Cindy di kenak laknat loh," kata Daffin mengingatkan Rio.
"Astaghfirullah, jauh-jauh akh perkataan itu"
"Ya makanya Lo hati-hati berbicara, emang sebenarnya ada apa sih sampai Lo kesal dan ninggalin dia hm?" tanya Daffin semakin penasaran.
"Sebenarnya gue meminta Cindy untuk berhenti bekerja Fin, karena gue nggak ingin melihat ia bekerja" jelas Rio sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lalu apa alasan Cindy saat Lo minta dia berhenti?"
"Katanya di rumah sepi, kalau saat gue nggak ada, rasa gue itu alasan nggak masuk akal, sepi gimana coba, sedangkan di rumahkan ada Bi Surti, ada juga anaknya bi Surti, yang bisa menemaninyakan" jelas Rio dengan nada terlihat kesal.
"Itu menurut Lo kan?.. sekarang gue mau tanya, Cindy kerja sebagai apa sih di sekolah Ar-Rahman?"
"Ya sebagai gurulah?" jawab Rio ketus.
"Guru apa?"
__ADS_1
"Guru TK"
"Berarti menyangkut anak-anak kecil ya?"
"Ya iyalah!"
"Lo pernah tidak melihat Cindy saat lagi mengajarkan mereka?" tanya Daffin sambil melipat kedua tangannya di bawah dadanya.
"Ya pernahlah"
"Oh iya?, saat itu apa yang Lo lihat dari wajahnya Cindy saat mengajar anak-anak itu?" tanya Daffin, membuat Rio terdiam, karena ia akhirnya teringat wajah Cindy yang terlihat ceria saat mengajar anak-anak TK, tawa dan senyum manisnya tak pernah lekang dari wajah cantiknya saat mengajar mereka,
"Kenapa Lo jadi diam hm?, coba Lo bayangkan saat ia bersama Lo serta pembantu Lo, pernah tidak Cindy menujukan wajahnya yang seperti Lo lihat saat ia mengajar hm?" tanya Daffin dan dengan spontan Rio menggelengkan kepalanya.
"Cih, berarti Lo belum bisa membahagiakan Cindy, seperti anak kecil itu bisa membuat ia tersenyum lepas dan bahagia bro, jadi menurut gue Lo lah yang egois, belum mampu membuat ia bahagia tapi Lo sudah semaunya menyuruh dia berhenti untuk bahagia!" cetus Daffin sambil ia melangkah pergi meninggalkan Rio, yang terlihat ada perasaan bersalah, karena apa yang di katakan oleh Daffin benar adanya.
"Fin, gue izin ke Ar-Rahman dulu ya" teriak Rio saat melihat Daffin mulai menjauh.
"Pergilah, satu jam harus sudah ada di sini" balas Daffin dari kejauhan.
"Eh, pelit banget sih Lo!" protes Rio terlihat kesal.
"Cih!, dasar Belanda Lo!" ucap Rio kesal lalu dengan langkah seribu ia pergi tanpa menoleh Daffin lagi, yang ternyata ia sedang tertawa melihat Rio yang sedang kesal padanya.
Rio mempercepat langkahnya hingga kini ia sudah berada di perparkiran tempat mobilnya terpakir, dan dengan cepat juga ia langsung naik dan tanpa menunggu lama ia langsung melajukan mobilnya menuju ke sekolah Ar Rahman tempat Cindy mengajar,
20 menit berlalu Rio pun sampai di sekolah Ar Rahman, dan setelah ia memarkirkan mobilnya dengan sempurna, ia pun turun dari mobilnya dan langsung melangkah menuju sebuah kelas tempat biasanya Cindy mengajar. Sesampainya di kelas, Rio mengerenyitkan dahinya, karena yang dia lihat di kelas itu bukanlah Cindy, tetapi sahabatnya yaitu Dilla.
"Assalamu'alaikum" ucap Rio sambil mengetuk pintu kelas tersebut.
"Wa'alaikumus salam, eh bang Rio?, Cindy mana bang kok nggak datang?" tanya Dilla, saat melihat Rio yang berdiri di pintu masuk kelas
"Eh, Abang mau tanya Cindy sama kamu, apakah dia belum datang?" tanya Rio kembali.
"Loh belum bang.. biasanyakan dia di antar Abang, kenapa Abang malah bertanya sama saya?" tanya Dilla sedikit heran karena tak biasanya temannya itu tidak di antara oleh suaminya.
__ADS_1
Rio terdiam sepertinya ia terlihat begitu enggan menjawab pertanyaan Dila, "Ya sudah Abang pergi cari Cindy ya Assalamu'alaikum" ucapnya dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Dilla yang masih tercengang melihat kepergian suami sahabatnya itu.
"Eh, apaan sih bang Rio belum juga selesai main pergi aja sih, huh! gaje deh!" gumam Dilla kesal sambil memandang kepergian Rio yang semakin jauh, "Eh astaghfirullah, sampai lupa jawab salamnya, ya udah jawab aja deh, walaupun nggak ada orangnya!, wa'alaikumus salam!" gumamnya lagi dengan bernada ketus, setelah itu ia kembali lagi mengajar murid-muridnya lagi
Sementara Rio semakin resah karena ia tak mendapatkan Cindy di sekolah, "Ya Allah, kemana istriku saat ini, semoga engkau selalu melindungi dia di manapun istri hamba berada, Aamiin" batin Rio yang kini ia sudah berada di dalam mobilnya lagi, dan saat ia mobilnya menuju arah kerumahnya
Sesampainya di rumahnya Rio langsung masuk saat ia baru saja masuk Rio melihat seorang wanita paruh baya sedang bersih-bersih di ruangan keluarga.
"Bi Surti, Cindy sudah pulang ya?" tanyanya pada wanita paruh baya itu.
"Loh, tadikan neng Cindy sudah pergi Den" jawab Bi Surti apa adanya, mendengar jawaban sang pembantu membuat Rio semakin resah.
"Astaghfirullah, Sebenarnya kamu ke mana sih Cha?" gumam Rio sambil ia melangkah pergi tanpa berkata apapun lagi pada Bi Surti. Ada perasaan takut di hati Rio, hingga ia berjalan menuju ke mobilnya kembali sambil mengambil benda pipihnya yang berada di kantong jasnya. Karena sepertinya ia hendak melakukan panggilan lewat via hp namun yang di hubungi.
"Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi" ucap operator, membuat Rio semakin panik.
"CK, di matiin lagi HPnya!, kamu kemana sih Cha?," gumam Rio yang kemudian ia kembali masuk kedalam mobilnya, sebelum ia menyalakan mesin mobilnya, ia kembali mengambil benda pipihnya, dan sepertinya ia hendak melakukan panggilan lagi.
"Halo ada apa!" jawab orang di sebrang.
"Fin sepertinya hari ini gue nggak bisa kembali ke kantor lagi" balas Rio yang ternyata ia sedang menghubungi Daffin.
"Ada apa, Lo masih kurang bulan madunya hah?!" tanya Daffin dengan nada ketus.
"Tidak!, gue mau cari Cindy Fin, Cindy hilang"
"Apa kok bisa?"
________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.