Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KESEPAKATAN


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🌹 MUTIARA HIKMAH 🌹⊱◈◈◈⊰─


"Hidup di dunia adalah tempat diujinya manusia. Kita akan selalu merasa jenuh, lelah dan berbagai masalah yang menghampiri. Tapi yakinlah sahabat, bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya seorang diri. Tugas kita hanya berserah diri kepada-Nya, menjalankan segala perintah-Nya dan terus bergantung kepada-Nya.


__Quotes of the day___


══ ✥.❖.✥ ════ ✥🌹✥ ════ ✥.❖.✥ ══


Sesuai yang di rencanakan Daffin, setelah mereka selesai sarapan bersama, Daffin pun langsung berangkat menuju kantornya meninggalkan istri dan anaknya di villa. di sepanjang perjalanannya, ia nampak begitu begitu ceria, hingga tanpa sadar ia mesam-mesem sendiri dan itu membuat Rio yang melihatnya ikut tersenyum melihat bosnya yang nampak bahagia.


"Cerah banget hari ini ya, hingga membuat orang jadi senang dan saking senangnya sampai ada orang yang mesam-mesem sendiri dari tadi " sindir Rio, Sahabatnya Daffin, sekaligus merangkap Asistennya.


"Ah, Lo ngomong apa sih" kata Daffin yang langsung membuat wajahnya di kakuin dan dinginkan seperti biasanya.


"Bos, kenapa harus malu kalau sedang bahagia?, tau nggak sih, bos?, Bahagia itu muncul karena adanya rasa syukur di hati kita, maka, bila kita selalu menunjukkan kebahagiaan itu berarti kita menunjukkan rasa syukur kita dan Allah menyukai orang-orang yang selalu bersyukur padanya, makanya ia akan selalu menambah kebahagiaan-Nya pada seorang Hamba yang selalu bersyukur bos, itu kata Ustadz kyai Abdur Rahman bos. " Jelas Rio panjang lebar.


"Ah, kayak Ustadz aja Lo!, tapi yang Lo katakan benar juga sih, tapi gue nggak malu kok, cuma gue nggak mau aja Lo kecipratan Ama bahagia gue!" jawab Daffin Asal.


"Idih peliit banget sih Lo, baru bahagia, gimana sama yang lain coba?" protes Rio.


"Udah, jangan berisik, makanya kalau Lo ingin bahagia cepat Nikah, nanti baru dah Lo rasakan sendiri gimana indahnya menikah" ujar Daffin, sambil matanya di merem melekkan, di sertai gelengan kenikmatan, membuat Rio mengerenyit.


"Samping segitunyakah?" tanyanya penasaran.


"Yap, akan rugi kalau Lo menunda-nundanya bro"


"Ah, Lo, udah bisa ngomong kayak gini, kemarin-kemarin juga asem tuh muka" ledek Rio. di saat mereka sedang asik ngobrol tiba-tiba jalanan menjadi macet, membuat Daffin dan Rio heran, karena biasanya jalanan itu bebas macet.


" Loh ada apa ini, kenapa tiba-tiba macet begini?" tanya Daffin dengan dahi di kerutkan


"Mana gue tahu" bales Rio enteng.


"Ya makanya cari tahu sana!" tegas Daffin.


"Iya iya, bentar gue lihat kesana" ujar Rio dan ia pun langsung turun dari mobilnya, dan langsung melangkah menuju sumber kemacetannya.

__ADS_1


Dan tak berapa lama ia kembali lagi.


"Ternyata ada kecelakaan bro!" katanya sambil ia masuk kembali ke dalam mobilnya.


"apa Lo mengenalnya?"


"Tidak tahu seorang wanita dan seorang pria mati di tempat korbannya Fin, eh tapi kayaknya gue pernah lihat tuh wanita, "


"Siapa?"


tampak Rio sedang mengingatnya " Ah iya kalau tidak salah, Wanita itu pernah jadi mitra kerja kita bro, siapa namanya ya gue lupa" kata Rio yang kemudian ia seperti berpikir keras mengingat sesuatu


"Siapa sih, sampai segitu bangetnya Lo berpikir?" tanya Daffin yang jadi penasaran.


"Rita bro, Wanita yang jebak Lo lima tahun yang lalu" kata Rio yang telah mengingat dengan jelas.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un, Mengerikan sekali akhir hidupnya, dia mendapatkan hukumannya dari Allah sendiri" Ujar Daffin yang sebenarnya ia masih membenci Wanita tersebut.


"Menyeramkan, "


"Sudahlah jangan di ingat lagi sebaiknya cari jalan lain, karena kita ada meeting setengah jam lagi" kata Daffin mengingat Rio.


____


Sementara di sebuah perusahaan..


"Ah, akhirnya kalian datang juga, gimana apakah kalian setuju dengan persyaratanku?" tanya seorang pria gendut dengan senyum seringainya.


"Anak saya setuju pak Erick, tapi dengan syarat apakah bapak mau memenuhinya?" tanya seorang wanita paruh baya pada pria yang bernama Erick tadi.


"Apapun syarat dari Nyonya Siska, asalkan Hanna bersedia melayani saya, saya akan penuhi" kata Erick yang tatapan mesumnya mengarah ke wanita yang di sebelah Wanita yang bernama Siska. yang sudah pasti dia Hanna, anaknya Siska.


Hanna yang melihat tatapan mata mesumnya Erick bergidik lalu ia membuang muka tak ingin menatap Erick. "Dasar tua Bangka bangkotan lihat saja, setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan, aku akan membuatnya menyesal karena pernah mengenal diriku!" _Batin Hanna, yang di hatinya di penuhi kebencian terhadap Erick.


"Sekarang katakan apa syaratnya?" tanya Erick dengan penuh semangat, karena ia sepertinya sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk memiliki Hanna yang bertubuh bohay itu.

__ADS_1


"Kami, ingin kamu menghancurkan ke bahagian dari Hanan Daffin Abidzhar, apakah kamu sanggup?" tanya Siska, membuat Erick mengerenyitkan dahinya.


"Apakah dia seorang CEO dari HDA Grup?" tanya Erick balik.


"Iya, benar sekali, apakah kamu bersedia?"


"Tidak masalah, memang kalian menginginkan Seperti apa untuk menghancurkannya.?" tanya Erick lagi.


"Hanna katakanlah, kamu ingin seperti apa untuk menghancurkan Daffin." Ujar Siska memberikan kesempatan pada anaknya berbicara.


"Aku ingin ingin Daffin, serta Anak dan istrinya terpisahkan, dan kalau bisa mereka semua saling berjauhan, hingga tak ada kesempatan mereka untuk berjumpa lagi!" ujar Hanna dengan mimik wajah yang di penuhi dengan dendam.


"Wow, ternyata kamu seorang wanita yang kejam juga ya sayang" kata Erick, yang sedikit kaget mendengar keinginan Hanna.


"Jangan banyak omong, apakah bapak sanggup dengan Permintaan saya" kata Hanna dengan tatapan sedikit kesal pada Erick.


"Tidak masalah, apapun untuk mu sayang, selagi kamu bisa memuaskan aku, maka apapun keinginan mu aku pasti akan penuhi" Ujar Erick sembari ia mengedipkan sebelah matanya pada Hanna, membuat sekali lagi Hanna bergidik geli. Erick yang memelihat itu malah tertawa gemas melihat Hanna.


"hehehe, Sayang, kamu sangat menggemaskan, apakah kesepakatan ini sudah bisa di mulai sekarang?" tanya Erick yang nampak sudah tidak sabar ingin bersama Hanna.


"Kesempatan ini di mulai kalau anda sudah berhasil mengambil salah satu dari mereka!, baru saya akan memberikan imbalannya!" kata Hanna yang sepertinya memiliki rencana sendiri.


"Hahaha, kamu sangat pintar sayang, tapi aku bukan pria yang bisa kamu bodohi, karena siapapun yang mau bekerja sama dengan ku, hanya memberikan imbalan di muka baru, aku mau menyepakati kerjasamanya" Kata Erick dengan senyum seringainya.


"Sudahlah, kamu setujukan saja, agar bales dendam mu segera terlaksanakan" kata Siska, yang menyudutkan Hanna.


"Iss Mama! baiklah kalau begitu" kata Hanna pasrah membuat Erick Tersenyum penuh kemenangan.


"Oke, itu berarti kamu sudah sepakat dengan syarat pertama yaitu memberikan imbalan di awal kesepakatan ini, dan saya akan menunggu kamu di hotel xxx nanti malam, gimana kamu bersedia?" tanya Erick, yang masih menatap Hanna dengan tatapan mesumnya.


Hanna terdiam hingga Siska menyenggolnya.


"Baiklah!" jawab Hanna pasrah.


"Bagus!, sekarang kamu boleh pergi, untuk mempersiapkan diri kamu sayang" katanya sambil mengedipkan matanya. tanpa mau menjawab Hanna langsung pergi meninggalkan ruangan Erick, dengan wajah yang di penuhi kebencian. sementara Erick malah tersenyum penuh kepuasan..

__ADS_1


**********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.


__ADS_2