Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MENUNGGU UNCLE RIO PULANG.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


"Kata siapa Bahagia itu sulit?


Bahagia itu mudah kok! Kita hanya cukup bersyukur saja. Karena sesungguhnya Bahagia itu tergantung bagaimana caranya kita Bersyukur dalam setiap keadaan. In shaa Allah, kita akan merasakan kebahagian tersendiri 😉


"sungguh indah urusan orang-orang beriman. Apabila diberi Nikmat ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR. Muslim.)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Kamu mau kemana Cindy?" tanya Daffin terlihat sedikit kaget melihat Cindy membawa sebuah koper.


"Saya ingin pulang saja Bang, saya rasa itu yang terbaik. Dan Abang tidak usah khawatir, karena di rumah, Kak Bian sudah mempersiapkan segalanya. Bahkan Kak Bian juga sudah menaruh orang-orang terpercayanya untuk menjaga saya. Jadi biarkan saya tinggal di rumah kami sendiri." jelas Cindy terlihat begitu tegar. Seakan ia ingin menunjukkan kepada sahabatnya ia tak butuh dikasihani.


"Cindy, jangan pergi, maafkan ana ya karena sudah salah paham pada Anti. Jadi please jangan pergi ya tetap tinggal bersama ana ya Cin" ujar Meira sembari meraih kedua tangannya Cindy, dengan tatapan yang begitu berharap padanya.


Cindy tersenyum manis pada Meira. "Mei, Ana sudah memaafkan Anti kok, bahkan sebelum anti memintanya tadi. Lagian Anti nggak salah kok, jadi nggak usah dipikirin lagi ya," katanya dengan lembut.


"Alhamdulillah, Syukron ya Cin? Kalau begitu Anti tidak akan pergikan?" tanya Meira yang masih berharap sahabatnya itu mau mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah.


"Maaf Mei, Ana tetap ingin pulang Mei. Karena pasti Kak Bian sedih kalau saat dia pulang Ana tidak ada. Lagian perasaan ana mengatakan dalam waktu dekat ini Kak Bian akan pulang Mei. Dan Ana tak ingin mengecewakannya Mei. Jadi izinkan Ana pulang ya?" balas Cindy.


Mendengar perkataannya Daffin maupun Meira, saling berpandangan. Kedua seperti bingung untuk mengambil keputusan. Namun karena melihat keyakinan pada Cindy akhirnya Daffin pun mengizinkan Cindy, untuk pulang kerumah miliknya dan Rio.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu! Saya tidak bisa mencegahnya lagi. Tapi dengan syarat, kamu harus memberitahu saya bila, kandungan kamu sudah mulai kontraksi. Apa kamu bersedia hm?" ujar Daffin, yang terlihat sekali ia begitu berat untuk membiarkan istri sahabatnya pergi.


"Baiklah Bang, kalau itu sudah menjadi syaratnya ana akan ikuti sesuai keinginan Abang," balas Cindy terlihat pasrah.


"Bagus! Kalau mari kami antar," kata Daffin yang kemudian ia mengambil alih tas koper milik Cindy, yang kemudian ia mulai melangkahkan kakinya, menuju pintu keluar. Namun sebelum ia sampai ke pintu ia pun membalikkan tubuhnya seraya berkata. "Sayang panggillah anak-anak, mereka mau ikut tidak mengantar Auntynya," katanya pada Meira.


"Baiklah Mas," balas Meira lembut. "Sebentar ya Cin, Ana panggil anak-anak dulu. Ana titip baby triplets bentar ya," lanjutnya lagi pada Cindy.


"Oke Mei, pergilah," balas Cindy, sembari ia mendekati kereta dorong baby triplets. Sedangkan Meira langsung pergi kekamarnya Twist.


Setelah kepergian, Meira Cindy mengajak bicara Baby triplets, yang terlihat lucu, walaupun mereka belum bisa berbicara. Namun terlihat sekali mereka senang diajak bicara oleh Cindy.



Namun disaat ia sedang asik bermain dengan triplets, tiba-tiba perutnya terasa sakit. Dan ia pun langsung memegang perutnya.


Setelah Cindy berkata seperti itu pada perutnya, tiba-tiba rasa sakitnya pun menghilang. Seakan bayi yang berada di dalam perutnya mengerti, apa yang ia katakan. "Alhamdulillah, terimakasih Nakku" batin Cindy lagi, terlihat ia menghembuskan nafas leganya.


Tidak berapa lama Meira dan twins datang menghampiri Cindy yang masih berada depan kereta dorong baby triplets.


"Aunty Cindy, benarkah aunty mau pulang?" tanya gadis kecil Azia saat ia sudah berada disampingnya Cindy.


"Iya sayang, Aunty Cindy harus pulang Sayang," balas Cindy sambil ia menoel pucuk hidungnya Azia gemas.


"Tapi kenapa Aunty pulang? Aunty tidak suka ya tinggal bersama kami?" tanya Azmy yang terlihat ia juga penasaran.

__ADS_1


"Karena aunty yakin sebentar lagi Doa Amy, akan dikabulkan Allah, sayang." kata Cindy sambil memegang dagunya Azmy.


"Doa apa Aunty?" tanya Azia yang terlihat bingung.


"Doa untuk Uncle Rio. Karena Aunty yakin, doa Azmy yang begitu tulus akan diijabah Allah, dan in shaa Allah sebentar lagi Uncle Rio pasti pulang. Nah makanya Aunty ingin pulang untuk menunggu Uncle Rio pulang. Masa iya Uncle Rio pulang Aunty nggak ada sih? Nanti kalau Uncle Rio sedih gimana?" jelas Cindy, membuat kedua bocah lucu itu manggut-manggut secara bersamaan.


"Ooh, baiklah kalau begitu, ya sudah kami ikut mengantar Aunty ya?" kata Azia.


"Baiklah Sayang, ya sudah ayo kita keluar, soalnya Biyah kalian sudah menunggu di mobil loh" ajak Cindy sambil ia bangkit dari duduknya.


"Oke, let's go! Ayoo Ummah," ajak Azmy pada Meira, yang terlihat ingin mendorong kereta baby tripletsnya.


"Iya Sayang, kita pergi," balas Meira yang mulai mendorong kereta baby tripletsnya. Dan akhirnya mereka semua pun melangkah keluar. Yang disana sudah ada Daffin yang sedang mempersiapkan mobil Keluarganya New Confero S .


Setelah Cindy dan semua keluarganya masuk, Daffin pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju ke rumah Rio dan Cindy. Di sepanjang jalan mereka, Azmy maupun Azia tidak putus-putusnya berkicau. Membuat Daffin, Meira, maupun Cindy, selalu tertawa melihat tingkah keduanya.


Sehingga tanpa terasa mobil keluarga milik Daffin, memasuki area perumahan yang salah satunya milik Rio dan Cindy. Dan disaat mobil mendekati rumah Rio. Daffin maupun yang lain melihat, tiga orang pria dan satu orang wanita, sedang berdiri didepan pintu gerbang Rio yang tinggi dan tertutup itu. Mereka juga terlihat seperti sedang mengetuk-ketukin pintu gerbang tinggi itu.


"Siapa Mereka?" tanya Daffin terlihat penasaran.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.

__ADS_1


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏


__ADS_2