Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
TERIKAT OLEH JANJI


__ADS_3

β—Žβ…β€β¦πŸŒΉMUTIARA ALFAQIROHπŸŒΉβ¦β€β…β—Ž


"Manusia Yang Kuat Hatinya Adalah Yang Mampu Mendengar Dan Mau Membantu Penderitaan Orang Lain. Sementara Dirinya Sendiri Mengalami Kesusahan".


___(Ali Bin Abi Thalib)__


β€’β…β€β¦ΰ³‹ΰΉ‘ΰ­¨β—Žβ…β€β¦πŸŒΉβ¦β€β…β—Žΰ­§ΰΉ‘ΰ³‹β¦β€β…β€’


Flashback On.


I9 tahun yang lalu di sebuah pulau kecil di pinggiran laut, terdapat sebuah villa mewah nan indah, yang di dalamnya terdapat sebuah keluarga kecil yang terlihat sangat harmonis.


Di depan vila terlihat seorang wanita muda yang menggendong gadis kecil yang baru berusia 2 tahun, sedang menangis di dalam gendongannya dan gadis kecil itu selalu menuju ke arah laut yang terlihat dari depan vila mereka.


"Sayang kamu ingin kepantai ya," tanya wanita muda itu pada gadis kecil yang sedang menangis. " Ya sudah kita panggil ayah dulu yuk, biar ada yang menemani kita, ya sayang" Lanjut Wanita itu yang kemudian ia pun masuk ke dalam villa, dan saat di dalam.


"Mas Yusri?, sepertinya Acha ingin main di pantai, ia menangis menunjuk arah ke pantai mas." ujar wanita muda itu.


"Sebentar Yani, mas lagi terima telepon dulu nih." kata seorang pria yang sedang melakukan panggilan.


"Oh ya sudah Yani tunggu di depan ya mas." kata wanita muda yang di panggil Yani.


"iya sayang'' Bales pria yang Yusri yang masih memegang HP yang ia letakkan di telinganya.


Lama Yani menunggu sang suami yang tak kunjung datang, dan di tambah si kecil nggak mau berhenti menangis Akhirnya Yani pun memekik memanggil nama Suaminya.


"Mas Yusriii ?!!" Panggilannya dengan suara keras.


"Iya iya Mariyani sayang ku mas datang" sahut Yusri Atmadza dari dalam Vila, dan tak berapa lama ia pun sudah berada di samping Mariyani Istrinya.


"Nggak kedengaran apa?, Acha menangis kaya gini?." tegur Yani terlihat kesal.


"Maaf sayang, tadi Asisten mas telpon karna ada masalah di pekerjaan, jadi mas menyelesaikan dulu" jelas Yusri


"Oh, ya sudah ayo sekarang kita ke pantai mas" Ajak Yani lagi sembari ia menyerahkan gadis kecilnya pada Yusri.


"Ayo sayang," Bales Yusri, " Hum Acha Anak ayah nangis minta ke pantai ya, ya sudah Sekarang kita kepantai ya" kata yusri sembari menciumi pipi anaknya dan kemudian mereka pun berjalan menuju ke pantai dan di saat sudah di pantai, gadis kecil itu tetap menangis dengan tangannya menunjuk ke arah laut sehingga Yusri dan Yani Melihat ke arah yang di tunjuk oleh Acha.


"Astaghfirullah mas, ternyata ada orang di sana mas!" seru Mariyani Sambil menunjuk arah laut juga


"Astaghfirullah iya, kamu pegang Acha Yani" kata Yusri sembari menyerahkan anaknya dan kemudian ia pun berlari ke arah laut dan kemudian ia berenang kearah orang yang tenggelam tersebut dan tak berapa lama ia pun kembali lagi dengan seorang anak laki-laki.


"Ya masih kecil, di mana orang tuanya kenapa ia bisa tenggelam?" tanya Yani yang terlihat panik


"Mas nggak tahu sayang, tunggu sebentar mas ada satu orang lagi di sana" kata Yusri yang kemudian ia kembali lagi ke laut dan berenang lagi untuk menolong satu orang pria dewasa. dan tak berapa lama ia kembali lagi bersama seorang pria yang terlihat masih muda juga, setelah di tepi ia pun langsung memberikan pertolongan pertama pada kedua korban tenggelam itu dengan memberikan nafas buatan serta memompanya dan tak berapa lama keduanya pun terbatuk-batuk dan tersadar membuat Yusri dan Yani lega.

__ADS_1


Setelah keduanya sadar Yusri pun mengajak mereka ke rumahnya dan mereka juga di beri makan dan minum, setelah keduanya terlihat sudah normal Yusri pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi pak kenapa kalian bisa tenggelam?'' Yusri dengan hati-hati.


"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih pada bapak karena telah menolong saya dan anak saya" kata pria yang tenggelam tadi.


" Dan perkenalkan nama saya, Harun Iswanto dan ini anak saya Febrian" Lanjut pria yang bernama Harun Iswanto itu,


"Kalau saya Yusri Atmadza, dan ini istri saya Mariyani pak " bales Yusri yang ikut memperkenalkan diri.


"Panggil Harun saja kayaknya kita sebaya" kata Harun.


"Oh baiklah Harun, kenapa kamu dan anakmu bisa tenggelam?" tanya Yusri lagi.


"Ada yang ingin membunuh kami yus, sepertinya ini kelakuan istri baru ku, karena ibu Febrian sudah meninggal, dan aku menikah lagi dan ternyata dia hanya menginginkan hartaku saja '' Ujar Harun yang kemudian ia pun menceritakan semuanya Yusri.


Karena tak ingin tangisan anaknya mengganggu pembicaraan para lelaki Mariyani pun membawa anaknya Kembali keluar Villa dan ternyata ia diikuti oleh seorang anak laki-laki yang berusia sebelas tahun.


"tante Kenapa bebek kecil menangis terus?" tanya anak laki-laki kecil.


"Nggak tahu nih dek, Tante juga nggak mengerti kenapa Acha menangis terus biasanya juga tidak." kata Yani yang terlihat heran pada anaknya.


"Tante, Bolehkah Bian menggedong Acha?" tanya Febrian yang terlihat sekali ia ingin sekali menggedong gadis kecil itu.


"Boleh nih tapi hati-hati ya." kata Yani sembari ia menyerahkan anaknya pada Febrian dan setelah si gadis kecil itu berada di dalam gedongan Febrian tiba-tiba si kecil langsung berhenti menangis dan bahkan ia tertawa tawa saat digendong oleh Febrian.


"Uka..uka..tata.ta ta.." ucap si kecil yang terlihat senang di gendong Febrian..


"Hehehe, Kak bian juga suka sama Acha" bales Febrian yang sepertinya paham akan Ucapan si kecil Acha.


Melihat keduanya yang terlihat bahagia Yani pun tersenyum dan kemudian ia seperti ingin memberikan pesan pada Febrian.


"Brian suka pada Acha?" tanya Yani.


"Iya Tante Biyan suka pada Acha" balas Febrian.


"Kalau begitu maukah kelak Brian menjaga Acha?" Tanya Yani lagi pada Febrian.


"Mau banget Tante, Bian janji pasti akan menjaga Acha " Bales Febrian.


"Alhamdulillah, Tante senang mendengarnya" kata Yani, dan saat bersamaan Harun dan Yusri keluar dari dalam.


"Brian, ayo kita pulang nak, nanti kapan-kapan kita kesini lagi Ok" kata Harun mengajak Febrian.


"Baiklah, tapi janji ya kita akan kesini lagi?" tanya Febrian.

__ADS_1


"Iya sayang, sekarang ayo kita pulang " Ajak Harun lagi


"Iya pah" bales Febrian dan di saat mereka sudah mau berjalan tiba-tiba Febrian menghentikan langkahnya." Tunggu ya pah, Bian mau ngasih ini untuk Acha" kata Febrian sembari ia membuka kalung berliontinkan love dari lehernya.


"Loh bukannya itu dari almarhum mama nak, kenapa Brian kasih ke Acha?" tanya Harun Heran.


"Biar Mama menjaga Acha pah, sebelum Bian bisa menjaga Acha, nanti kalau Bian sudah bisa jaga Acha, baru kalung ini kembali pada bian" Ujar Febrian dengan tulus.


"Oh baiklah, pergi berikanlah pada Acha'' kata Harun dan Febrian pun memberikan kalung tersebut pada gadis kecil yang di gendong oleh Yani dan setelah itu mereka pun pergi meninggalkan Vila milik Yusri.


________


Empat tahun kemudian..


Setelah Harun berhasil menjadi sukses ia pun mengajak Febrian yang sudah berumur 15 tahun itu ke vila Yusri Kembali, namun sesampainya di sana suasana yang dulu terlihat indah kini berubah menjadi suram. Villa yang dulu terlihat indah kini telah hancur sepertinya di hancurkan secara paksa.


"Ada apa ini? kemana mereka pergi?" tanya Harun yang terlihat kaget melihatnya. dan tiba-tiba seorang pria muncul secara tiba-tiba.


"Bapak mencari siapa?" tanya pria tersebut.


"Saya mencari pak Yusri yang dulu tinggal di sini pak, dan kenapa Villa ini hancur?" tanya Harun penasaran.


"Bapak ini yang di tolong oleh Yusri ya?" bapak itu malah kembali bertanya.


"Iya benar, tapi apa yang telah terjadi di sini pak?" tanya Harun Kembali.


"Itu pak katanya setelah menolong orang, Yusri di serang orang dan bahkan mereka menghancurkan Vilanya '' Ujar pria itu.


'' Astaghfirullah, lalu kemana Yusri pergi pak?'' tanya Harun yang terlihat merasa bersalah.


"Tidak tahu pak, mereka menghilang setelah itu" Ujar Pria itu.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi ya pak, Terimakasih informasi" kata Harun yang kemudian ia pun mengajak Febrian.


"Papa kemana dek Acha pergi?' Tanya Febrian yang terlihat sedih saat melihat rumah Yusri hancur.


"Papa tidak tahu nak, tapi papa janji akan mencari mereka sampai kapan pun" Kata Harun.


"Bian juga pa akan mencari Ade Acha karena Bian juga sudah terikat oleh janji pada Tante Yani pah, untuk menjaga Acha." Ujar Febrian juga.


"Iya nak, kita akan sama-sama mencari mereka" kata Harun sembari merangkul anaknya dan kemudian mereka pun pergi dari sana


flashback Off.


*********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys πŸ™πŸ˜‰ SYUKRON πŸ™πŸ˜Š.


__ADS_2