Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
JANGAN PERGI.


__ADS_3

◎❅❀❦🌸 MUTIARA HIKMAH🌸❦❀❅◎


''SABAR" kata kata yang gampang diucapkan namun sulit menjalankannya !


karna untuk menjadi orang sabar tidaklah mudah, diawalnya kesabaran itu pasti pahit, namun pada akhirnya buah kesabaran itu manis rasanya.


إن شاء الله...😇


Kuncinya adalah Ikhlas yang paling utama..


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


◎❀❦◎❅❀❦◎❅❀❦🌸❦❀❅◎❦❀❅◎❦❀◎


Di Mansionnya Daffin...


Di ruang keluarga, seperti biasa sehabis makan malam bersama dan keluarga kecilnya selalu berkumpul di ruang keluarga tersebut untuk berbagi cerita, serta bersenda gurau.


"Biyah, Aunty Cindy pergi ke mana sih?, Kenapa pulangnya lama sekali Biyah?." Tanya Azia yang terlihat kesal,


"Sayang Aunty Cindy lagi ada urusan jadi dia tidak pulang ke sini sayang, tadi Om Rio sudah memberitahu pada Biyah." Belas Daffin memberitahu Azia agar ia tak menanti-nanti kedatangan Cindy lagi.


"Huh!, Om Rio, kayaknya mau ngambil Aunty Cindy Zia deh, karena tadi siang om Rio ganggu-ganggu kami bermain tadi!" kata Azia yang pipi tembemnya semakin gembul, akibat wajahnya yang sedang cemberut karena kesal.


Melihat wajah anaknya yang semakin lucu bila sedang marah, Daffin pun tersenyum gemas melihat putri kecilnya itu.


"Sayang Om Rio bukan mengambil Aunty Cindy, dari kamu, kamulah yang mengambil Aunty Cindy dari om Rio, karena Aunty Cindy memang punya om Rio dari kecilnya Sayang." jelas Daffin, agar Azia tidak akan kecewa bila saatnya nanti Rio mempersunting Cindy.


"Eh, benarkah Biyah?" tanya si kecil yang sepertinya tidak mempercayai ucapan sang Ayah.


"Iya Nak, makanya Azia tidak boleh marah sama om Rio ya, nanti Azia tidak boleh loh, meminjam Aunty Cindynya." kata Daffin lembut.


"Eh, iya deh, tapi Zia masih boleh kan pinjam Aunty Cindynya Biyah?" tanya Azia.


"Ya boleh dong, bila om Rio izinkan.'' kata Daffin lagi.

__ADS_1


"Horee, Besok Zia mau main sama Auny Cindy Akh" Sorak Azia yang nampak sangat senang.


"Huh!, dasar Wanita!, begitu saja kesenangan!." Timpal Azmy, dengan wajah datarnya sembari ia melipat kedua tangannya di dadanya.


"Huh!, A'a Amy sirik yee, bilang aja iri karena nggak punya teman week!" Bales Azia Sambil menjulurkan lidahnya mengejek Azmy.


"Heh, nggak boleh seperti itu Zia." Tegur Meira yang sedang duduk di samping Daffin.


"Habis, A'a Amy duluan sih begitu Umah," Adu Azia.


"Sudah sudah sudah, ini sudah malam, sekarang kalian pergilah tidur anak kecil kan nggak boleh tidur malam-malam." Titah Daffin sekalian menengahi perdebatan anaknya.


"Baiklah Biyah" Ujar Twins secara bersamaan dan kemudian mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing.


"Ayo sekarang kita ke kamar juga sayang" Ajak Daffin pada Meira, sembari ia bangkit dari duduknya dan kemudian menarik tangan Meira agar ikut bangkit dari duduknya.


"Iya Mas," balas Meira dan akhirnya mereka pun berjalan dengan saling bergandengan tangan menuju ke kamar mereka,


Dan sesampainya, Meira langsung menanyakan tentang Cindy yang ternyata sejak tadi ia sudah begitu penasaran, namun iya tahan karena mengingat ada sekecil diantara mereka tadi.


"Katakanlah sayang, apa yang ingin kamu tanyakan?" Balas Daffin lembut, sembari ia memposisikan dirinya duduk bersandar di kepala ranjangnya, dan kemudian ia menarik Meira agar menyandarkan kepalanya dada bidangnya dan setelah ia pun mengecup lembut puncak kepala istri kecilnya dengan penuh kasih sayang.


"Tadi, apa maksudnya mas, yang mengatakan Cindy milik Rio sedari kecil?" tanya Meira, yang terlihat sudah nyaman bersandar pada Daffin, sambil tangannya yang memainkan kancing baju piyama Daffin.


"Oh, ini loh sayang, dulu waktu Rio kecil ia dan Ayahnya pernah tenggelam di laut dan kemudian di tolong oleh orang tuanya Cindy, namun mereka tahu bahwa ada yang tenggelam itu akibat Cindy kecil menangis dengan tangannya yang mengarah ke laut, makanya orang tuanya tau sayang, " Ungkap Daffin yang kemudian ia pun bercerita semuanya, dari yang Rio tenggelam, dan juga soal perjanjian, hingga pencarian yang selalu Rio lakukan tapi tak pernah ia temukan hingga akhirnya ia menemukan kalung Cindy yang ternyata itu kalung pemberiannya waktu kecil, dan terungkaplah semuanya bahwa Cindy orang yang Rio cari selama ini.


"Ma syaa Allah, takdir Allah tidak ada yang bisa menebak ya Mas, semua sudah diatur sedemikian rupanya Oleh-Nya, dulu almarhum bunda Cindy juga pernah mengatakan pada kami, waktu kami pulang sekolah dan kemudian ada seorang laki-laki yang ikut dengan kami tapi laki-laki itu memandangi Cindy hingga Bunda tidak suka, lalu beliau, mengatakan pada kami, bahwa Cindy sudah memiliki seseorang yang akan menjaganya tapi kalau tidak salah namanya Bryan loh mas, bukan Rio deh." Ujar Meira yang juga bercerita di masa-masa mereka masih sekolah.


"Hehehe, Sayang, Brian itu ya Rio, nama aslinya adalah Rio Febrian, loh sayang, yang memanggilnya Rio, hanya teman-temannya saja, namun keluarganya memanggil dia tetap Brian." Jelas Daffin


"Oh, gitu, eh tapi mas, apa Cindy mau menerima Rio?, karena kami tahu bahwa Dila juga suka ada Rio mas, dan peraturan kami dulu, bila diantara kami menyukai sesuatu maka, kami tak boleh ikut menyukainya dan bahkan tidak boleh memilikinya." Ungkap Meira, membuat Daffin mengerenyit.


"Eh, peraturan yang aneh, ada-ada saja sih kalian"


"Ya begitulah, nah makanya, kalau bang Rio ingin sama Cindy maka ia harus berkata jujur dulu pada Dilla, baru mungkin Cindy bisa di miliki bang Rio mas." kata Meira.

__ADS_1


"Hmm benar juga tuh, okelah kalau begitu besok Mas akan katakan pada Rio untuk mengatakan yang sebenarnya pada Dila." balas Daffin lagi.


"Iya mas harus seperti itu"


'Iya sayang, ya sudah sekarang kita tidur ya, bumil, nggak tidur malam-malam, apa lagi kandungan kamu masih trimester pertama sayang jadi jangan kerja yang berat-berat ya sayang." Ujar Daffin mengingatkan Meira.


"Iya loh mas, ya udah Ira tidur sekarang" kata Meira yang kemudian ia pun membenarkan posisinya kemudian Ia pun membaringkan tubuhnya setelah nyaman ia pun memejamkan matanya.


"Iya sayang selamat tidur ya, semoga kamu bermimpi indah ya" kata Daffin yang ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Meira dan setelah itu ia pun mengecup keningnya dan kemudian ia pun ikut memejamkan matanya sembari memeluk istri kecilnya.


******


Sementara di sisi lain..


Rio yang berada di rumah Cindy, setelah Cindy masuk ke kamarnya, ia pun masih duduk di ruang tamu, dengan mata yang masih memandangi satu persatu pigura foto, yang bisa dilihatnya dari posisi duduknya,


Dan setelah matanya mulai mengantuk ia pun membaringkan tubuhnya di sofa kayu yang berada di ruang tamu tersebut dan hanya berbantalkan sebuah jaket hitam yang ia pakai tadi, karena setelah Cindy masuk ia tak berani keluar lagi, tapi itu tak mengurungkan niatnya yang ingin tetap menjaga Cindy.


Lalu Rio pun mulai memejamkan matanya dan di saat ia baru saja terlelap tiba-tiba ia mendengar Cindy menjerit-jerit memanggil seseorang, membuat Rio tersentak dan dengan cepat ia pun langsung melangkah menuju kamarnya Cindy,


Sesampainya di depan pintunya Rio pun mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut. namun sepertinya tak di dengar oleh Cindy, hingga Rio membukanya dengan secara paksa, dan terbukalah pintu tersebut, lalu dengan langkah cepat ia langsung menghampiri Cindy dengan mata yang terpejam namun mengeluarkan air mata dan tangannya seperti ingin meraih sesuatu.


"Bundaaa, hiks, jangan pergi, hiks jangan tinggalkan Acha, hiks.. bundaaa hiks.. jangan pergi.. hiks..hiks.." Jeritan Cindy di dalam tidurnya..


"Acha?..Acha.. bangun Acha.." Rio berusaha membangunkan Cindy tapi tangannya malah di genggam erat oleh Cindy, dan kemudian ia pun mulai tenang.


Melihat itu, Rio pun berusaha melepaskan tangannya.." Jangan Pergi." Igau Cindy mempererat pegangannya hingga Rio tak sampai hati.


"Aku tidak akan Pergi Acha" kata Rio, yang kemudian ia membaringkan tubuhnya di samping Cindy, dan kemudian ia memberikan kecupan lembut di dahinya, setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya dengan tangannya yang masih di pegang erat oleh Cindy.


*******


Jangan lupa tinggalkan penyemangat buat Author ya guys.🙏😊


Dan bantu Author dengan VOTE agar novel ini bisa terpilih sebagai novel terbaik, 🙏 So jangan lupa ya guys 🙏😉 SYUKRON 🙏😊.

__ADS_1


__ADS_2