Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
MENCERITAKAN KEJADIAN SEBENARNYA.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Alfaqiroh.🤍❀◆•✾••┈


" Kunci Utama dalam mengahadapi suatu cobaan adalah sabar, ikhtiar dan tawakal. Karena Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas Kemampuan Mereka"


__Ali Bin Abi Thalib__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


"Itu yang Mas Suka sayang! Tiing.." ucap Daffin sembari ia mengedipkan sebelah matanya pada Meira. Membuat mata Meira langsung membulat melihat suaminya terlihat genit.


"Iiiss Mas Anan genit banget sih! Anak sudah lima juga, masih aja genit! Sadar sudah tua Mas!" cetus Meira memasang raut wajah cemberutnya.


"Kata siapa Mas sudah tua? Orang masih keren gini kok, buktinya tadi kamu Cemburukan itu artinya Masmu ini masih oke tau," kata Daffin, begitu pdnya, sambil ia meletakkan jari jempol dan telunjuknya, dibawah dagunya.


"Iiss! Narsis banget sih! Udah akh jangan bahas cemburu lagi, Ira malu tau!" seru Meira, yang memang ia terlihat malu sehingga ia ingin pergi saja dari hadapan suaminya itu. Sekali lagi Daffin menarik tangan Meira.


"Sayang, mengapa harus malu? Bukankah cemburu itu tidak larangkan? Bahkan seingat Mas cemburu itu bagian Sunnah loh sayang. Karena rasa cemburu atau Al Ghirah merupakan fitrah manusia yang bisa datang kapan saja. Apalagi didalam sebuah rumah tangga, rasa cemburu terhadap pasangan adalah hal yang wajar. Kenapa? Sebab bisa jadi pasangan kita ternyata tidak memiliki rasa kasih dan sayang yang sebenarnya."


"Sayang, Perasaan cemburu bagi pasangan yang halal malah dianjurkan loh. Bahkan didalam kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pun rasa cemburu kerap diperlihatkan oleh istri Nabi. Terutama bagi Ummu Aisyah yang memang memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibandingkan istri-istri Nabi lainnya.


dalam sebuah riwayat menceritakan:


"Suatu ketika, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di rumah salah seorang istri Beliau. Tiba-tiba istri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, istri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata:


غَرَّتْ أُمُّكَ

__ADS_1


'Ibumu sedang cemburu.'


Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyuruh pelayan itu untuk menunggu, kemudian Beliau memberikan kepadanya mangkuk milik istri yang sedang bersama Beliau untuk diberikan kepada pemiliki mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah Beliau simpan di rumah istri yang sedang bersama Beliau." (HR Al Bukhari)


Ibnu Hajar menjelaskan bahwa istri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang memecahkan mangkuk adalah Aisyah Ummul Mu’minin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy.


Rasa cemburu akan muncul karena adanya rasa cinta. Semakin kuat rasa cinta seorang istri kepada suaminya maka semakin kuat pula rasa cemburu dalam hatinya.


Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbali, Imam An-Nasa’i, dan Imam Abu Dawud bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:


"Sungguh ada sifat cemburu yang disukai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala yaitu sifat cemburu yang disertai dengan keragu-raguan dan ada pula sifat cemburu yang sangat dibenci oleh Allah Ta'ala yaitu rasa cemburu yang tanpa disertai rasa keragu-raguan lagi."


Kemudian dalam sebuah riwayat, Sa’ad bin Ubadah mengatakan:


Artinya: "Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku pasti aku pukul dia dengan sisi pedangku yang tajam."


Mendengar ucapannya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda:


أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي


Artinya: "Tidak herankah kalian kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah Subhanahu wa ta’ala lebih cemburu lagi daripada aku." (HR Bukhari)


Namun jika seorang wanita ingin menyembunyikan gejolak yang membara karena rasa cemburu di dalam hatinya karena ingin menyucikan jiwanya maka itu sah-sah saja bahkan Allah Subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala dalam Firman-Nya:


وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

__ADS_1


Artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang Allah karuniakan kepada sebagian kamu lebih banyak daripada sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nisa: 32)


Begitulah pandangan Islam. Sebagai agama yang santun, membungkus sesuatu perkara manusia dengan sangat indah. Bahkan perkara cemburu pun, dianjurkan jika dalam porsi yang benar, mencegah kenistaan dan maksiat, menunjukan rasa cinta kasih suami istri, menambah hangat, dan harmonis hubungan rumah tangga.


"Lantas, bagaimana Muslimah menyikapi rasa cemburu ini? Paling baik sampaikanlah rasa cemburu dalam bentuk yang cerdas, romantis lagi menyenangkan. Sebab pada dasarnya seseorang ingin mengukur seberapa besar cinta pasangan itu memang salah satunya ditampakkan dengan cemburu. Hal terpenting, cemburulah karena Allah Subhanahu wa ta'ala, karena itu halal dan dianjurkan."


Mendengar penjelasan Daffin, Meira terlihat sedikit lega. Namun tetap ia tak mau memperlihatkan, rasa senangnya, karena ia masih sedikit malu.


"Sayang Emas sangat senang kamu akhirnya cemburu sama Mas. Tapi sayang masa sih kamu cemburu dengan sahabat kamu sendiri? Itu artinya kamu tidak percaya padanya. Dan seharusnya kamu juga tahukan mas memberikan perhatian padanya, itu karena rasa tanggung jawab Mas pada Rio, yang telah menyelamatkan Mas Sayang." lanjut Daffin lagi, dengan mata yang terlihat telah berkaca-kaca akhirnya ia menceritakan kejadian sebenarnya disaat mereka berada di kapal pesiar.


Yaa.. Karena rasa kehilangan Rio, yang membuat Daffin sempat frustasi. Membuat ia enggan menceritakan kebenarannya yang telah terjadi. Sehingga, Meira maupun Cindy, tidak mengetahui cerita yang sebenarnya.


Setelah mendengar cerita sesungguhnya, Meira jadi merasa bersalah pada Cindy, dan ia pun langsung beranjak bermaksud ingin minta maaf pada Cindy, Namun baru dua langkah ia berjalan. Cindy sudah datang menghampirinya terlebih dahulu, dengan membawa sebuah koper berisikan baju-bajunya.


"Kamu Mau kemana Cindy?" sentak Daffin.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2