
"Baiklah Nyonya, kalau begitu Ayo sekarang kita masuk." Ajak Rio, yang kemudian akhirnya mereka pun memasuki rumah Rio, yang kini akan menjadi milik Cindy juga.
Sesampainya di dalam Cindy kembali terkesima karena saat ia memasuki ruang keluarga ia melihat sebuah pigura foto pengantin mereka yang terlihat besar.
"Apakah kamu menyukainya Acha?" Tanya Rio lembut, Dan pertanyaan Rio, menyadari Cindy dari keterkesimanya.
"Eh, iya tapi kenapa besar sekali pak?" Tanya Cindy yang tatapannya masih mengarah ke pigura foto tersebut.
"Iya aku sengaja membikinnya besar, untuk mengingatkan kamu, kalau aku bukan bapak kamu atau pun atasan kamu Acha, tapi aku suami kamu." Balas Rio dengan menekankan kata Bapak, serta Suami, membuat tatapan Cindy langsung beralih ke arah Rio dan otomatis tatapan mereka saling bertemu.
"Acha, apakah aku terlihat tua di matamu?" Tanya Rio lembut, dengan tatapan mata mereka yang masih saling bertemu, Mendengar pertanyaan Rio Cindy membalasnya dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Lalu apakah aku adalah bapak kamu Acha?" Tanya Rio kembali, dan lagi-lagi Cindy hanya membalasnya dengan gelengan kepala saja.
"Dan sekarang apakah aku adalah atasan kamu?" Tanya Rio lagi. dan masih di balas Cindy dengan gelengan kepala lagi.
" Lalu kenapa kamu masih terus memanggilku bapak Acha?, jujur aku sangat tidak menyukai kamu memanggilku seperti itu, karena aku bukan bapak kamu tapi aku suami kamu Acha, jadi bisakah kamu tidak memanggilku seperti itu lagi." Tutur Rio, dengan lembut membuat Cindy hati Cindy terasa meleleh, di tambah lagi tatapan mata Rio terlihat sedikit sendu.
"M..maaf pak, eh. kak.." kata Cindy sambil ia menundukkan wajahnya, terlihat ia merasa bersalah.
Rio mendekati tubuhnya ke Cindy dan kemudian ia menyentuh dagu Cindy lalu ia mengangkatnya agar ia kembali menatap dirinya.
__ADS_1
"Acha, apakah kamu menyesal menikah dengan ku?" Tanya Rio lembut dan di balas Cindy dengan gelengan kepala pelan.
" Apakah itu artinya kamu sudah menerimaku, seutuhnya Acha?" Tanya Rio lembut dan kali ini Cindy membalasnya dengan anggukan pelan.
"Alhamdulillah terimakasih Acha." Kata Rio yang kemudian ia langsung memberikan kecupan lembut pada dahinya Cindy dan setelah itu ia langsung memeluk Cindy begitu hangat, awalnya Cindy hanya diam saja tanpa merespon pelukan Rio, namun dengan perlahan tanyanya mulai ikut melingkarkan di pinggang Rio, membuat Rio merasa senang.
"Ya sudah, sekarang ayo aku akan menunjukkan kamar kita ." Ajak Rio sambil merangkul pundak Cindy, dan Cindy pun mengikutinya dengan pasrah. hingga ke kamar mereka.
Sesampainya di kamar Cindy kembali tertegun melihat dekorasi kamar tersebut dan apalagi saat melihat sebuah pigura Poto dengan ukuran yang sama dengan yang ada di ruang keluarga, namun berbeda gaya.
"Kamu menyukainya sayang?," tanya Rio lembut, membuat jantung Cindy berdetak kencang, apalagi saat Rio bertanya sedikit membisikkan di telinganya Cindy membuat tubuh Cindy seperti tersengat listrik hingga tanpa sadar suara yang seperti berdehem keluar dari mulutnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Bisiknya, Rio karena melihat tubuh Cindy bereaksi saat ia membisik tadi di tambah lagi ini, tubuh Cindy jadi semakin bergetar..
"Hum, ti.tadak..papa kak.." Balas Cindy dengan suara bergetar.
Mendengar lenguhan itu membuat Rio, semakin tertantang dan semakin ingin memiliki Cindy seutuhnya " Acha, bolehkah aku memilikimu?" Bisik Rio lagi, sambil ia meraih lembut bibir ranum Cindy yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya.
"Humm" Rio tak menyangka kalau ciumannya ternyata di sambut oleh Cindy, membuat ia jadi bersemangat hingga ciuman itu semakin panas apalagi tangan Cindy kini sudah melingkar dengan sempurna di leher Rio, karena merasa telah mendapatkan lampu hijau, Rio yang bibirnya masih bertautan itu langsung menggendong Cindy dan membawanya ke atas Ranjangnya.
Setelah mereka sudah di atas, tangan Rio mulai bereaksi, dengan di awali ia membuka hijab Cindy, setelah terbuka ia pun menelusuri leher jenjang Cindy setelah itu ia menatap wajah Cindy dengan wajah yang terlihat sudah di penuhi dengan hasratnya yang menggebu-gebu.
__ADS_1
"Acha, boleh yaa?" Tanyanya dengan suara yang terdengar berat karena menahan hasratnya. Cindy yang melihat Rio yang sepertinya itu, membuat ia tak tega dan akhirnya ia pun mengangguk kepalanya.
"Alhamdulillah terimakasih Acha." Kata Rio yang kemudian ia pun melakukan ritual Sunnahnya yang di awali dengan membaca doa bersihgama dan setelah itu ia pun memulai bertualangnya, mengarungi bahtera bercintanya yang di penuhi suka cita, karena ini adalah yang pertama bagi Cindy, sudah pasti ada jeritan, tangisan yang mengiringi perpetualangan pertama mereka, hingga di akhiri setelah Rio menanamkan sahamnya pada Cindy.
"Terima kasih Sayang.." Ucap Rio lembut setelah ia menyelesaikan ritual Sunnahnya, sembari ia memberikan kecupan lembut pada dahi istri kecilnya dan kemudian ia juga menghapus sisa-sisa Air mata Istrinya di wajahnya. Cindy yang terlihat kelelahan, tidak lagi merespon Rio, malahan ia langsung terlelap dalam mimpinya.
Melihat sang istri sudah terlelap, Rio pun membenarkan selimut Cindy untuk menutupi tubuhnya yang polos, setelah itu ia ikut terhanyut dalam tidurnya sambil memeluk tubuh sang istri kecilnya.
________
Hari-hari telah berlalu..
Kemesraan Rio dan Cindy pun sudah mulai terlihat, karena benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hati keduanya, di tambah lagi Rio senang memanjakan istrinya, hingga Cindy semakin manja pada suaminya, membuat Rio terlihat senang dan Bahagia, apalagi di saat buah cinta mereka telah tumbuh di rahimnya Cindy, bertambah lengkap kebahagiaan Rio dan Cindy.
"Alhamdulillah Sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua Sayang, terimakasih ya sayang kamu sudah memberikanku kesempatan memiliki buah hati, membuat lengkap sudah kebahagiaan kita sayang." Ucap Rio, setelah ia mendengar perkataan sang dokter, setelah ia memeriksa kondisi Cindy, yang tadi sempat pingsan.
"Sama-sama kak Bian, Acha juga mau mengucapkan terimakasih karena sudah menjadikan Acha, sebagai wanita yang sempurna kak." Kata Cindy yang terlihat tulus.
"Sama-sama sayang, " Balas Rio yang kemudian ia pun memberikan kecupan lembut pada dahinya Cindy, yang kemudian mereka pun saling berpelukan hangat, dan dengan raut wajah keduanya yang terlihat begitu bahagia.
*********
__ADS_1