Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
BOS YANG PALING CEREWET.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


UJIAN MU BERAT?


COBA INTROSPEKSI DIRI


Bagi sebagian orang, memaafkan itu sangat berat. Tapi ingatlah! Ganjarannya itu Ampunan dosa.


Mau pilih mana?


Bisa jadi dengan Kamu didzolimi lalu pilih memaafkan. Dosa kamu pun akan berguguran.


Allah menginginkan kebaikan untuk mu, bersyukurlah jika Allah memilih mu yang mengalami semua itu.


Karena Allah ingin meninggikan derajat mu, ingin membersihkanmu dari dosa_dosa mu.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Daffin amat kaget, setelah mendengar perkataan Pria tua itu. Sehingga ia menjadi penasaran, pada Pria tua tersebut. "Siapa Kakek sebenarnya? Dari mana Kakek datang? Dan mengapa teman saya bersama Anda?" tanyanya begitu bertubi-tubi.


"Bang biarkan mereka masuk dulu Bang, biar enak berceritanya." timpal Cindy setelah ia meminta penjaga gerbang rumahnya untuk membuka pintu gerbang tersebut.


"Baiklah kalau begitu, mari kita masuk dulu Kek," ajak Daffin ketiga tamu yang membawa Rio.


"Terimakasih Nak" balas sang Kakek. Dan akhirnya mereka pun memasuki gerbang Rumah Rio dan Cindy, dan kemudian Cindy juga mempersilahkan semuanya masuk dan menyuruh mereka duduk di ruang tamunya.


Setelah semuanya duduk, diruang tamu, Daffin pun mengulangi pertanyaannya yang tadi. "Sekarang katakanlah, siapa Kakek sebenarnya? Dari mana Kakek datang? Dan mengapa teman saya bersama Anda?" tanyanya lagi mengulangi seperti tadi.


"Saya Kakek Sudirman Nak, dan ini Anya, Cucu saya, sedangkan yang ini Raffi, suaminya cucu saya. Dan juga dokter yang menangani Nak Rio selama ini Nak, dan Kami tinggal di pesisir pantai xx," balas Pria tua itu yang ternyata dia penolong Rio, yaitu Sudirman.

__ADS_1


"Apakah Kakek juga yang menyelamatkan teman saya?" tanya Daffin lagi terlihat penasaran.


"Iya saya menemukan Nak, Rio saat saya sedang berlayar mencari ikan, saya melihat Nak Rio yang sudah tak sadarkan diri dengan luka tembakan ditubuhnya." jelas Sudirman, yang menceritakan kejadian saat ia menemukan Rio.


Mendengar cerita Sudirman, Daffin semakin penasaran, karena ia merasa heran mengapa sampai segitu lama Rio, baru diantara olehnya.


"Kalau boleh tahu, kapan Kakek menemukan teman saya? Dan mengapa baru sekarang Kakek mengantar kesini?" tanyanya, seakan ia sudah seperti seorang petugas yang sedang mengintrogasi penjahat.


Sudirman tersenyum lembut, ia tahu kalau Daffin sedang mencurigainya. "Kakek menemukan Nak Rio tiga bulan yang lalu Nak, tanggal berapanya kakek lupa. Dan mengapa baru sekarang, kami mengantarnya. Itu karena Nak Rio sadar dari komanya baru seminggu yang lalu Nak," jelas Sudirman lembut. Membuat Daffin jadi merasa tidak enak, karena ia sudah mencurigai sang kakek.


"Rio koma?!" sentak Daffin kaget.


"Iya Nak, makanya itu ia mengalami Amnesia Lakunar yang kata cucu mantu saya itu sifatnya sementara. Dia hanya ingat pada suatu bila di rangsangan, dengan sesuatu yang memicu, otak penyimpanan memorinya Nak, makanya Anak harus sedikit bersabar bila Nak Rio ingin mengingat Anak...." jelas Sudirman lagi, yang terlihat memberikan kode berharap Daffin menyebutkan namanya.


"Daffin Kek," kata Daffin yang ternyata ia paham dengan kode yang diberikan oleh Sudirman.


"Oh iya Nak Daffin, bersabar ya Nak," kata Sudirman lagi.


Yaa sebenarnya dalam peristiwa hilangnya Rio, Daffinlah yang paling amat terpukul, karena dalam peristiwa itu terjadi didepan matanya bahkan Rio hilang karena menyelamatkan dirinya. Makanya bagi Daffin, bisa melihat Rio lagi adalah suatu anugerah. Hingga rasanya ia tak sabar ingin memeluknya.


"Sama-sama Nak, tapi sebenarnya Allah lah, yang punya rencana. Dan Kakek hanya perantara-Nya saja. Maka dari itu sebaiknya berterima kasihlah pada Allah Nak, Dialah Sang pemilik kehidupan," balas Sudirman, sembari mengusap punggung Daffin, yang sepertinya ia memahami perasaan Daffin saat ini.


"Iya Itu sudah pasti Kek, Alhamdulilah, saya sangat bersyukur sekali. Karena saya masih bisa melihat. Teman yang sudah seperti saudara bagi saya ini Kek." ungkap Daffin, yang tanpa terasa air matanya pun lolos begitu saja.


"Terimakasih Rio, terimakasih karena Lo sudah menyelamatkan gue, dan terimakasih juga Lo bisa bertahan dari kejamnya Air laut. Jujur, waktu Lo masuk kelaut gue langsung ikut loncat mencari Lo. Gue sudah seperti orang gila saat tidak menemukan Lo! Hingga akhirnya tubuh gue lemas karena air laut yang seakan mengamuk, hingga gue tidak sadarkan diri. Untung tim SAR datang lebih cepat, mereka juga ikut mencari Lo tapi mereka tidak bisa menemukan Lo..hiks.. hiks.." Daffin menjeda perkataannya Karena ia mulai terisak-isak membuat ia sulit berkata-kata.


"Tapi Gue nggak pernah nyerah! Karena gue yakin, Lo nggak semudah itu mati, makanya sampai saat ini, gue masih menyuruh orang mencari Lo Rio..Hiks.. hiks...hiks.." lanjut Daffin, yang tangisnya pecah. Karena ternyata selama ini ia menyimpan kesedihannya itu. Dan hari ini sesak yang memenuhi hatinya akhirnya pecah makanya ia tak mampu lagi membendung air matanya.


Mendengar cerita Daffid, memori Rio seakan memutarkan peristiwa itu. Namun yang muncul hanya sepenggal-sepenggal saja di dalam ingatannya. Dan ia pun semakin ingin memaksakan untuk mengingatnya kembali Namun kepalanya malah semakin sakit.


"Aakh!" pekik Rio, yang kemudian ia malah tidak sadarkan diri. Cindy yang duduk di sampingnya amat terkejut.

__ADS_1


"Kak Biaaan!" pekik Cindy, yang kebetulan kepala Rio langsung menimpa pundak Cindy.


"Astaghfirullah Rio!" sentak Daffin, yang langsung menghampiri ketempat duduknya Rio. "Ayo kita bawa kerumah sakit saja!" kata Daffin begitu panik.


"Tidak usah Pak Daffin! Biarkan saja ia istirahat sebentar," timpal Raffi, sembari ia meminta Cindy untuk bangkit dari duduknya lalu, ia meluruskan tubuh Rio disofa panjang tempat ia duduk tadi bersama Cindy. setelah itu ia pun memeriksa denyut nadi Rio.


"Kamu tahu apa hah? Kalau ada apa-apa, apakah kamu mau bertanggung jawab?!" bentak Daffin, terlihat panik.


"Tenanglah Nak Daffin, Raffi ini yang menangani Nak Rio selama ini. Jadi sudah pasti dia tahu harus melakukan apa," ujar Sudirman menenangkan Daffin. Dan Daffin akhirnya pun terdiam, dan Ia pun membiarkan Raffi menangani Rio. Dan Lima belas menit kemudian, Rio pun kembali membuka matanya.


"Alhamdulillah, akhirnya Lo sadar juga Rio," ucap Daffin senang saat melihat Rio membuka matanya.


"Alhamdulillah" ucap mereka juga dengan serentak.


"Daffin! Ngapain Lo dekat-dekat gue?!" sentak Rio yang terlihat kaget melihat Daffin begitu dekat dengannya.


"Eh, Lo ingat Ama gue?" tanya Daffin dengan tatapan berbinarnya.


"Ya ingatlah! Lo-kan bos yang paling cerewet yang pernah gue kenal!" jawab Rio dengan spontan.


"Sialan Lo! jujur banget sih Lo! Tapi Alhamdulillah Akhirnya Lo ingat gue. terimakasih Bro" ucap Daffin penuh haru, dan langsung memeluk sahabat kesayangannya itu.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2