Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KEPANIKAN RIO.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈


BAHAGIA


"Apasih bahagia itu??


Dan apa rasanya bahagia itu??


Apa kebahagiaan hanya milik mereka yang memiliki Harta, dan martabat saja??


Apakah bahagia di ukur dari itu semua??


Sungguh memilukan bila kebahagiaan hanya milik mereka yang berharta.


But, mengapa kita mempersulitkan diri sendiri?


Padahal kebahagiaan bisa kita ciptakan tanpa harus memiliki itu semua. Intinya hanya butuh Bersyukur saja. Maka Bahagia akan tercipta dengan sendirinya."😉


Sudahkah Anda Bersyukur hari ini?


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Setelah melepaskan rasa rindu, yang begitu membara dengan cara mereka mengharungi mahligai percintaannya. Rio dan Cindy, terlihat begitu bahagia, satu sama lainnya. Dan itu terlihat dari senyum yang menyunggingkan dibibir keduanya. Rio menyeka keringat yang membasahi dahinya Cindy dengan penuh kasih.


"Terimakasih Sayang, kak Bian sangat bahagia, karena pada akhirnya kita bisa kembali bersama lagi," ucap Rio begitu tulus, sembari ia mengecup kening Cindy dengan lembut. Setelah ia menyeka keringatnya istri kecilnya itu.


"Sama-sama Kak, Alhamdulilah, Acha juga bahagia, karena doa Acha dan twins, terkabulkan Allah, dan kini Kak Bian, ada didepan Acha," balas Cindy, sembari ia juga menyeka keringat pada wajah suami yang ia cintai itu.


"Alhamdulillah Allah maha baik sayang, Dia akan selalu memberikan apapun permintaan hamba-Nya, selagi ia taat kepada-Nya. Dan kak Bian selalu yakin, kalau kamu adalah istri yang shalihah, dan in shaa Allah, doa kamu pasti selalu dikabulkan oleh Allah, Sayang, terima kasih sudah mendoakan kak Bian," ujar Rio, dengan wajah penuh rasa syukur dan kembali ia mengecup dahi istrinya penuh kasih sayang.


"Sama-sama Kak, sekarang kak Bian istirahat ya? Kak Biankan baru pulih, jadi istirahatlah, biar semakin fit" ujar Cindy dengan lembut.


"Iya Sayang, inikan Kak Bian, juga istirahat sama kamukan," balas Rio sembari ia mempererat pelukannya. Namun entah mengapa Cindy merasa perutnya sedikit bergejolak, membuat ia ingin segera mandi, takut bila tiba-tiba ia mengalami kontraksi.


"Kak, Acha mau mandi dulu ya," kata Cindy sembari ia melepaskan tangan Rio yang masih melingkar di tubuhnya, setelah itu ia pun bangkit dari tidurnya.


"Kenapa terburu-buru sekali sayang? Emang kamu tidak lelah hm?" tanya Rio heran.

__ADS_1


"Perut Acha, merasa mules Kak, jadi untuk berjaga-jaga, Acha mandi dulu, takut kalau tiba-tiba kontraksi Kak. Karena kandungan Acha tinggal menunggu waktu saja Kak" jelas Cindy berkata jujur.


"Hah! Kalau begitu ayo kita Mandi bareng sayang, nggak mungkinkan saat kamu kontraksi, Kak Bian dalam keadaan junub?" balas Rio, yang kemudian ia langsung bangkit juga dari tidurnya, dan langsung turun dari ranjangnya juga.


"Tapi Kak Bian..."


"Sssth.. nggak ada tapi-tapian, ayo cepat kita mandi Sayang," ajak Rio, sembari ia merangkul pundak istrinya, karena sepertinya ia tak berani menggendong Cindy, yang perutnya memang terlihat begitu besar. Dan akhirnya Cindy mengikuti sang suami yang mengajaknya kekamar mandi.


"Sayang, kapan terakhir kali kamu priksakan kandungmu hm?" tanya Rio dikala mereka sudah didalam kamar mandi.


"Seminggu yang lalu, Kak" balas Cindy apa adanya.


"Apakah kamu pernah di USG?" tanya Rio lagi, terlihat penasaran.


"Nggak pernah Kak, Acha ingin anak kita menjadi suprise kita dikelahirannya nanti," jelas Cindy sembari ia tersenyum, sambil mengelus perutnya yang begitu besar.


"Oh, baiklah kalau, ya sudah sini Kak Bian mandikan kamu," kata Rio, sembari ia menghidupkan shower airnya.


Rio pun bermaksud memandikan istrinya. Walaupun Cindy memakai kain bahasan yang menutupi tubuhnya. Namun kain akan bertepak bila kain itu sudah menjadi basah. Membuat bentuk tubuh Cindy terlihat jelas olehnya. Dan membuat birahinya kembali tertantang, apalagi saat ia mulai menyabunin tubuh mulus sang istri. Dengan spontan juniornya langsung bereaksi.


"Sayang, Kak Bian menginginkannya lagi," bisik Rio, sembari ia mencium leher istri kecilnya yang saat ini Cindy sedang membelakangi suaminya karena, saat itu Rio sedang memberikan sabun pada punggung istrinya yang mulus itu.


"Ukhm.. Kak Bian! Aakh..tadikan sudah! Humm.. hentikan Kak.. hmm.." protes Cindy, seakan ingin menentang keinginan suaminya. Namun tubuhnya malah terlihat begitu menikmati oleh sentuhan yang diciptakan oleh suaminya.


"Itukan tadi Sayang..uhmm...Kak Bian mau lagi, uhm.." balas Rio yang sudah begitu, bergairah. "Lagian Sayang, setelah inikan Kak Bian akan puasa lama, bila kamu melahirkan sayang, umm.. Masa kamu tega membiarkan junior kak Bian yang sedang ingin sekarang, hum.." lanjutnya, yang terlihat, masih menelusuri titik-titik tempat yang membuat Cindy terlena.


Mendengar perkataan suaminya Cindy, membuat ia tidak tega untuk mencegah keinginan suaminya itu. Alhasil ia pun mengalah dan membiarkan Rio membimbingnya masuk kedalam bathtub yang berisikan air tersebut. Dan membiarkan suaminya menguasai dirinya. Sehingga pertempuran didalam air pun terjadi.


Rio begitu bersemangat dalam petempuran bercintanya. Apalagi ini baru yang kedua kalinya setelah ia menghilang. Makanya pertempuran itu seakan menjadi pelampiasan baginya. Hingga ia begitu bersemangat memainkan ritme pinggulnya. Dan disaat ia sedang menikmati pengasahan pedangnya, tiba-tiba Cindy terpekik.


"Aaakh..! Kak Bian sakiiit!" teriak Cindy, sembari mendorong tubuh Rio, namun tak bergeming, karena Rio ternyata sedang hampir mencapai puncaknya.


"Sedikit lagi Sayang.. Aaakh.." ucap Rio, yang terlihat sedang menikmati pelepasannya. Hingga ia tak tahu kalau Cindy sudah meringis menahan sakit.


"Aakh Kak Bian..Ngek.." pekik Cindy lagi yang terlihat wajahnya sedang menahan sesuatu. Saat mendengar istrinya terpekik. Rio langsung panik, apalagi saat ia melihat darah yang keluar dari bagian intimnya.


"Astaghfirullah Acha!" pekik Rio Panik.


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Oh iya, selagi menunggu Author update, kunjungi yuk, Novelnya Author ♥️ KISS.♥️ temannya Author, yang In shaa Allah ceritanya seru loh guys. Lihat aja dari covernya bikin penasarankan...?



Biar tambah penasaran author kasih deh Cuplikannya cus cekidot! 😉👇


...***BALAS DENDAM*...


...♥️*ISTRI YANG TAK DIANGGAP*♥️**...


"Kamu tidur di lantai atau di sofa! Tak sudi aku tidur satu ranjang dalam keadaan sadar dengan Upik abu seperti mu! Kalau bukan karena di jebak oleh rekan bisnis ku, mungkin sekarang aku akan bahagia menikah dengan Aluna kakak mu! Tapi, takdir seolah mempermainkan ku dengan harus menikahi mu karena tak sadar menodai mu?!" 


Sentak Andreas pada Kinara yang sedang duduk di atas tempat tidurnya membuat gadis lugu itu ketakutan.


Kinara tak menyangka dirinya akan menikah dengan pria kasar seperti Andreas secara tiba-tiba. Dirinya berpikir setelah menikah segala penghinaan yang di dapat nya berganti dengan kebahagiaan.


Namun, harapan hanyalah harapan. Kinara si gadis jelek yang kerap kali di hina dan tak di anggap kehadirannya oleh orang sekitar. Termasuk keluarganya sendiri.


Andreas yang melihat Kinara masih saja tak mengindahkan perintah nya pun mengeraskan rahangnya.


"Apa selain buruk rupa kau juga tuli, huh?! Aku bilang menyingkir dari kasur ku, Bodoh?!" bentak Andreas menggelgar membuat Kinara langsung berdiri dan menjauhi kasur Andreas.


"Kenapa kakak memarahi aku? Bukankah seharusnya aku yang marah karena kakak telah menodai aku?" Kinara bertanya dengan suara pelan seraya menundukkan wajahnya tak berani menatap Andreas yang hanya memakai handuk.


"Cih, jangan berlagak seperti wanita tersakiti?! Seharusnya kamu senang karena ada aku yang menodai kamu meski dalam keadaan tak sadar. Kalau bukan aku sudah pasti kamu jadi perawan seumur hidup karena tidak akan ada laki-laki yang mau menyentuh mu?!" sanggah Andreas membuat Kinara menjatuhkan butiran kristal di pipinya.


Nafasnya tercekat di tenggorokan, seolah ada ribuan jarum menusuk jantungnya sehingga membuat Kinara merasa sesak.


Bukan keinginannya mempunyai wajah jelek. Kinara si gadis buruk rupa yang kerap kali mendapatkan siksaan dan hinaan dari ibu tiri dan kakak tirinya.


Tak punya waktu untuk sekedar merawat diri karena Kinara harus bekerja sebagai pembantu di rumahnya sendiri. Sang ayah tak memperdulikan Kinara karena menyalahkan Kinara atas kematian istri pertamanya dulu. Ibu Kinara meninggal setelah melahirkan Kinara.


"Ingat! Aku menikahi kamu karena tak ingin di sebut tak bertanggungjawab. Jadi, jangan berharap lebih dari pernikahan ini?! Kamu harus sadar diri kalau kamu itu bukan Cinderella dan aku bukan seorang pangeran baik hati?! Jadi, jangan mengira pernikahan ini akan indah seperti kisah Cinderella dan pangerannya?! Itu hanya dongeng?!" tegas Andreas seraya memakai celana nya di hadapan Kinara.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Penasarankan Cus kepoin yuk guys 😉. Jangan lupa juga berikan dukungannya ya. Syukron 🙏😉🥰.

__ADS_1


__ADS_2