
══ ✥.❖.✥💛Kalam Habaib💛✥.❖.✥ ══
"Mengapa orang baik sering tersakiti? Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit."
[ Al Habib Salim bin Abdullah As-Syatiri ]
اَللّٰهُمَّ صَلِّی عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّی عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
••✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ 💛✥.❖.✥ ══✥.❖.✥••
Mendengar namanya dipanggilan, gadis yang bernama Anya itu pun, langsung keluar. Dari kamar kecil yang didalamnya terdapat seorang pria yang masih terbaring tak sadarkan diri. Setibanya di luar ia melihat seorang pria tua, sedang duduk di kursi kayu sambil ia mengipaskan dirinya dengan sebuah topi tikarnya.
"Iya Kek? Ada apa Kakek memanggil Anya?" tanya gadis yang bernama Anya itu, saat ia sudah berada di dekat pria tua itu.
"Kamu habis dari kamar Pria itu lagi ya Nak?" tanya Pria tua itu lagi.
"Iya kek, Anya hanya melihat kondisinya Kek," balas gadis belia itu.
"Terus bagaimana? Apakah ada kemajuan pada kondisinya Nak?" tanya pria tua itu lagi.
"Alhamdulillah, sudah ada kemajuan kek, kalau kata Mas Rafi, tinggal menunggu sadarnya saja kok kek," jawab Anya.
"Tadi Rafi datang kemari ya?"
"Iya kek, tadi Mas Rafi singgah sebentar, untuk melihat kondisi Pria itu aja, terus langsung pergi,"
"Hmm, kalian sedang bertengkar? Mas Raffi tidak biasanya loh begitu Nak?" tanya, sang Kakek, terlihat penasaran.
__ADS_1
"Ng, Anya juga nggak tahu Kek, Mas Raffi sekarang berbeda setiap melihat Anya merawat Pria itu. Padahal Anya hanya ingin membantu Abang itu, membersihkan wajahnya saja kok Kek." jelas Anya dengan wajah terlihat polos.
"Hahaha, kamu polos sekali sih Nak," balas sang Kakek, sambil terkekeh.
"Apa maksudnya kakek?" tanya Anya, yang terlihat bingung dengan perkataan kakeknya.
"Nak, apa kamu tahu, kenapa, Nak Raffi, marah saat melihat kamu sedang berada dikamar pria yang koma itu hm?" tanya sang kakek lembut. Dan dibalas Anya dengan gelengan kepalanya.
"Anya, kemarahan nak Raffi, karena ia sedang cemburu. ia takut kamu akan jatuh cinta pada pria itu. Apalagi pria koma itu sangat tampan, jadi wajar saja kalau dia cemburu Nak. Dan seharusnya kamu memahami itu dong Nak," ujar sang Kakek, membuat Anya sedikit kaget mendengarnya.
"Eh, tapi kenapa dia nggak ngomong langsung kek?" tanya Anya heran
"Ya mana mungkin dia mau ngomong Nak, ya gengsi dong. Memang begitulah seorang laki-laki Anya, ia tidak akan mau mengungkapkan kecemburuannya. Namun ia akan menunjukkannya melalui sikap dan perilakunya," jelas sang Kakek.
"Huh! Biar saja dia cemburu terus kek! Siapa suruh dia selalu menunda-nunda pernikahan kami. Jadi jangan salahkan Anya kalau Anya berpindah hati!" cetus Anya, dengan memasang wajah kesal, karena ia teringat akan seribu alasan dari Pria yang bernama Raffi.
"Emang kenapa hanya Mantri puskesmas saja Kek? Anya tidak mencintai dia karena jabatan kok! Malahan, semenjak Mas Raffi yang memutuskan mengambil pendidikan bea siswa kedokteran itu Anya jadi..." ungkap Anya yang langsung terhenti karena mendengar suara sesuatu yang jatuh di kamar kecil tempat Pria koma itu berada.
GUBRAAAK!!.
Anya dan Kakeknya, langsung tersentak kaget, setelah mendengar, suara tersebut. "Astaghfirullah! Suara apa itu kek?" tanya Anya, dengan spontan.
"Sepertinya suara itu berasal dari kamar pria koma itu Nak, ayo kita kesana!" ajak sang kakek, dan ia pun langsung beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri kamar Pria itu. Dan Anya pun, mengikutinya dari belakang.
Setibanya mereka di kamar tersebut, Anya dan Kakeknya terlihat kaget, saat melihat seorang pria yang sedang berada di lantai, dengan posisi telungkup, di sisi tempat tidurnya. Ia terlihat begitu lamah, hingga sulit untuk bangkit.
"Astaghfirullah! Kamu sudah sadar Nak?" sentak Kakek Anya, yang kemudian ia langsung menghampiri Pria itu yang sedang berusaha, bangun.
__ADS_1
Melihat kedatangan Kakek Anya Pria itu terlihat kaget, sekaligus bingung. Karena ia merasa tidak mengenali pria tersebut. "A-anda si-iapa?" tanya Pria itu dengan suara yang terdengar lemah.
Kakek Anya tak langsung menjawab pertanyaan pria itu. Karena ia lebih memilih mengangkat tubuh Pria itu dengan cara meletakkan, tangan pria itu kepundaknya, setelah ia pun berusaha membantu Pria ia bangkit Dan kemudian ia kembalikan tubuh pria tersebut keatas tempat tidurnya.
Setelah Pria itu sudah kembali di pembaringannya, Sudirman pun langsung menjawab pertanyaan Pria itu "Saya bernama Sudirman Nak, panggil saja Kakek Diman" ujar Kakek Anya, yang ternyata bernama Sudirman. "Kalau Anak sendiri, siapa namanya?" tanya Diman kakeknya Anya.
"Sa-saya.." Pria itu nampak bingung saat ingin menyebut namanya. Melihat Pria itu nampak bingung ditambah ia tiba-tiba memegang kepalanya, dengan wajah yang terlihat meringis. Sudirman menjadi cemas.
"Anya, pergilah panggil Raffi kesini, Katakan Pria koma telah sadar," titah Sudirman, kepada Anya yang sejak tadi hanya berdiri agak jauh dari pembaringan Pria tersebut.
"Baiklah Kek!" kata Anya yang kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan kamar kecil tersebut.
"Sebenarnya kamu kenapa Nak? Apa yang telah terjadi pada dirimu?" tanya Sudirman "Kakek, juga menemui kamu, waktu itu saat kakek sedang mencari ikan. Dan tubuh kamu terdapat luka tembakan, apakah kamu sedang di buru orang Nak?" tanya Sudirman lagi.
Seketika memory Pria itu pun berputar, tatkala ia sedang berada di sebuah kapal. Seketika kupingnya seakan mendengar jeritan seseorang, dengan menyebut sebuah nama, membuat ia teringat akan namanya sendiri.
"Ri-Rio! Na-nama saya Ri-Rio kek!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1