Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
IZIN SUNNAH.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ 💚 Kalam Habaib 💚✥.❖.✥ ══


"Jika kamu selalu ikhlas atas apa yang menjadi bagianmu, sungguh kau akan hidup dalam kenikmatan. Jika kamu tidak ikhlas, kamu akan hidup dalam kesedihan"


__[ Al Habib Umar bin Hafidz ]__


══ ✥.❖.✥ ═💗═ ✥💗✥ ═💗═ ✥.❖.✥ ══


Mendengar perkataan Meira, Daffin seakan berhenti bernafas, antara percaya dan tidak ingin rasanya ia meminta Meira mengulangi perkataannya untuk menyakinkan bahwa dia saat ini dia sedang tidak bermimpi.


"Mei bisakah kamu mengulangi perkataan mu?" pinta Daffin yang akhirnya ia nekad Meminta istrinya untuk mengulangi perkataannya.


Mendengar perkataan suaminya Meira semakin merasa malu hingga ia semakin menundukkan wajahnya dan tak berani mengulangi perkataannya, dan itu membuat Daffin merasa menyesal meminta Meira mengulangi perkataannya, karena itu malah membuat suasana menjadi canggung.


" Ehem !" Daffin berdehem untuk menghilangkan rasa canggung pada dirinya.


" Mei?" panggil Daffin lembut, lalu ia menyentuh tangan Meira yang sibuk memainkan hijab.


"Hmmm?" bales Meira dengan wajah yang masih tertunduk.


"Benarkah kamu sudah mengizinkan aku meminta hak ku sebagai Sunnah Mei?" tanya Daffin hati-hati sekali, dan di bales Meira lagi dengan Anggukan membuat ia senang karena ia telah dapat izin sunnah


"Alhamdulillah, Apakah itu Artinya aku sudah boleh memiliki kamu seutuhnya? " tanya Daffin dengan lembut, dan masih di jawab oleh Naira dengan anggukan kepala yang kali ini hanya sekali saja, tapi itu sudah membuat Davin mengerti dan juga senang.


"Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu kita sholat Sunnah Jama'ah dulu ya Mei " Ujar Daffin dan tetap Meira membalas ajakan Davin dengan memberi isyarat anggukan lagi.


Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya Daffin langsung menggandeng Meira menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah selesai mereka pun melaksanakan shalat sunnat berjama'ah.


Hal tersebut agar hubungan intim tetap berada dalam batas-batas yang dihitung ibadah dan diridhoi Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Sebab menurut Ibnu Qayyim al-Jauzi,: hubungan intim antara pasangan suami istri setidaknya memiliki tiga tujuan mulia. Yaitu untuk memperoleh keturunan, mengeluarkan kemadaratan dari dalam tubuh, dan agar hubungan rumah tangga semakin harmonis.


Salah satu yang disunnahkan sebelum melakukan hubungan intim yaitu mengerjakan shalat dua rakaat, dan walaupun mereka pernah melakukan hal itu, tapi itu di lakukan karena sebuah kecelakaan, nah kali mereka sudah terikat dalam Sariah maka baginya ini termasuk yang pertama makanya ia mengajak Meira melakukan shalat sunnat dahulu.


Berikut adalah tata cara salat sunnah dua rakaat sebelum berhubungan intim:


1.Membaca niat


لِّىْ لَيْلَةِ الزِّفَافِ لِلَّـهِ الَى

__ADS_1


Usholli sunnatan lailataz zifafi rok'ataini lillahi ta'ala


“Saya shalat sunnah malam pertama dua rakaat karena Allah Ta'ala.



Mengerjakan salat dua rakaat



Pada rakaat pertama dan kedua setelah al-Fatihah boleh membaca surah Al-Qur'an dan boleh tidak membaca. Jika hendak membaca surah Al-Qur;an, maka boleh membaca surah apa saja dari surah-surah al-Quran.



Setelah salam disunnahkan membaca doa berikut ;



اللهم إني أسألك خيرها , وخير ما جبلتهاعليه, وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (istri) dan apa yang Engkau ciptakan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang Engkau ciptakan untukmu.”


"Bismillah, ya Allah mohon semoga saat hamba memulai ibadah ini tidak akan terjadi apapun pada istri hamba, dan hamba hilangkan traumanya Aamiin" Doa Daffin di hati.


Yaa itulah penyebab keraguan Daffin saat ini, ia takut trauma Meira kambuh lagi, Namun Daffin juga tidak ingin melewatkan kesempatan yang sudah di iyakan oleh Meira,


Setelah ia berdoa di dalam hatinya tadi ia pun mulai mengajak Meira kembali keranjangnya.


Sesampainya di tepi ranjang Daffin menduduki Meira di sana.


"Mei, apakah kamu sudah siap?" tanyanya dengan lembut,


"In syaa Allah Mas" betapa senangnya Daffin saat mendengar Meira akhirnya buka suara.


"Alhamdulillah, Apakah sekarang sudah boleh Mei?" tanya Daffin lembut lagi, dan kali ini Meira hanya mengangguk kepalanya saja,


Setelah Meira mengangguk, Daffin pun langsung memulai ritual Sunnahnya dengan di Awali salam pada Meira.


"Assalamu'alaikum Mei?"

__ADS_1


"Wa'alaikumus salam mas" jawab Meira yang masih menundukkan wajahnya, lalu Daffin membuka mukena yang masih di pakai Istrinya setelah shalat sunnat tadi, setelah mukena terbuka terlihatlah leher jenjang sang istri yang terlihat putih, serta rambut yang panjang, kemudian Daffin melakukan ritual sunnahnya yang kedua yaitu membaca doa bersigama.


Doa bersetubuh sesuai sunnah yaitu:


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."


Setelah selesai ia pun mulai melakukan ritual sunnahnya selanjutnya dengan di awali dengan memberi kecupan lembut di dahi Meira, lalu turun menuju ke kedua matanya, pindah ke kedua pipinya, kemudian ia pun mengecup lembut ke pucuk hidungnya dan di saat matanya sudah tertuju pada bibir yang merah merona itu ia tak berani meraihnya karena ada perasaan takut yang hinggap di hatinya..


"Mai, bolehkah?" tanyanya dengan mata yang tertuju pada si merah merona itu, mendengar pertanyaan sang suami, mereka pun paham akan ketakutan Daffin, dan ia pun langsung mengangguk tanda ia sudah mengizinkan Daffin.


Setelah mendapatkan Anggukkan, Daffin mulai meraih Si merah merona itu dengan lembut sambil perlahan ia mulai membaringkan tubuh Meira dengan perlahan, lama Daffin menikmati si merah itu, bagaikan memakan permen hingga kecapan saja yang terdengar, dan ia pun mulai merasakan kalau hasratnya mulai meningkat, Namun bercampur dengan sedikit takut..


iyaa Daffin takut menyentuh Meira, karena ia khawatir kalau-kalau Meira teringat pada malam yang sangat mengerikan itu, jadi wajar Daffin saat ini agak sedikit berhati-hati, untuk menjaga agar sang istri tidak mengingat malam kelam itu.


"Mei, kamu sudah siapkan?" tanyanya lagi dengan suara yang sudah berat karena ia telah menahan hasratnya yang mulai menguasai dirinya.


"Bismillah, Ira siap mas" Betapa senangnya Daffin mendengar jawaban Meira, dan itu membuat rasa takutnya serta keraguannya pun hilang seketika.


"Alhamdulillah, Bismillah kita mulai ya Mei, " kata Daffin lembut, di Anggukkan oleh Meira, setelah dapat balesan dari Meira Daffin pun melanjutkan petualangannya tanpa ragu lagi, dan ia pun langsung meraih kembali bibir Meira kali ini dengan hasrat yang sudah menggebu dan kemudian..


KLIIK!!!


Eh?!, kok gelap sih, 🤔🤔


Apa yang terjadi nih, kok jadi gelap gulita sih..


Iiis Daffin peliit, ya sudah kalau begitu, Author pindah lapak saja deh🙄🙄


Wasallam Daffin..


***********


Jangan ganggu Daffin dulu ya dia lagi indehoy hihihi 😁


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊 Syukron 🙏

__ADS_1


__ADS_2