
⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰
"Kamu harus meyakinkan hatimu bahwa apapun yg telah ditetapkan Allah adalah yang paling tepat dan yang paling bermanfaat untukmu "
___[*Imam Al-Ghazali*]___
ೋ๑୨✥.❖.✥୧๑ೋೋ๑୨✥.❖.✥୧๑ೋ
Di Mansion Daffin..
Sebuah mobil hitam memasuki gerbang Mansionnya Daffin, disaat mobil sudah berhenti, tiba-tiba terlihat dua bocah berlari-lari menghampiri mobil tersebut sambil berteriak-teriak.
" Horeee!...Umah dan Biyaah, sudah pulang.." Sorak kedua bocah itu yang terlihat begitu senang saat, melihat mobil hitam milik Daffin itu datang, dan apa lagi disaat melihat Daffin dan Meira turun dari mobil tersebut.
"Assalamu'alaikum, Umah, Biyah" Ucap keduanya sembari meraih tangan kedua orang tuanya, dan kemudian mereka pun mengecupnya.
"Wa'alaikumus salam sayang " Balas Daffin dan Meira secara bersamaan.
"Umah, Benarkah kata Aunty Cindy Kalau kami akan memiliki seorang adik?," Tanya si comel Azia yang terlihat tidak sabaran ingin mengetahui kebenarannya.
"Iya Sayang, sebentar lagi Zia akan menjadi kakak loh." bales Daffin sembari mencubit pelan pipi gembul Azia yang terlihat sangat lucu apabila ia berbicara.
"Alhamdulillah Zia akan menjadi teteh " Ucap Azia penuh rasa syukur. membuat Daffin dan Meira tersenyum melihatnya.
Sedangkan Azmy yang sedang melipat kedua tangannya di dada terlihat masih belum percaya "Benarkah yang dikatakan Biyah tadi?, kami akan memiliki adik?" tanya Azmy yang terlihat juga penasaran namun Ia selalu memasang wajah coldnya, yang terlihat so' dewasa.
"bener jagoanku, kamu akan menjadi A'a lagi" kata Daffin sembari iya mengacak-ngacak rambut klimis Azmi, membuat Azmi terlihat kesal
"huh!, Biyah, rambut Amy berantakan lagi nih!' katanya sembari ia merapikan rambutnya Kembali, membuat Daffin tertawa melihat kelucuan Azmy bila kesal.
"hahaha kamu udah kaya Om Rio saja sih sayang, sok cuek dan cold tapi tetap bikin gemes," ujar Daffin, sambil terkekeh, membuat Azmy mendengus kesal.
"Sudah sudah Mas, jangan menggoda Azmy lagi akh, nanti dia tambah kesal lagi." tegur Meira pada suaminya.
"Iya sayang," Bales Daffin pada Meira, " I'm sorry son." Ucapnya lagi pada Azmy.
"It's okay dad." balas Azmy yang masih terlihat Cold.
"Ya sudah sekarang kita masuk yuk, tapi kalian bersama bermain sama Aunty Cindy dulu ya biar Umah kalian bisa istirahat Ok kids." Ujar Daffin kepada Twins.
"Oke Biyah!" bales Azia terlihat senang karena ia sangat suka bermain bersama Cindy.
"Tidak akh Biyah, Amy tidak mau bermain dengan para wanita lebih baik Amy main laptop saja." Kata Azmy yang kemudian Ia pun berlalu meninggalkan Daffin, Meira, Azia dan Cindy yang kebetulan memang tiap sedang berada di sana.
__ADS_1
"Heh, sepertinya anak kita semakin besar ya Mai." kata Daffin dengan tatapan mata yang mengarah kepergian Azmy
"Biarlah Mas emang kamu mau anak kamu kecil terus?." bales menyerah lembut lembut
"Ya tidak sayang, malahan aku ingin melihat mereka tumbuh dan besar menjadi orang yang sukses dan menjadi penggantiku kelak Mei" ujar Daffin sembari merangkul pundak Meira
"Aamin, menjadi apapun mereka yang penting mereka masih di dalam kesalehannya." sambung Meira
"Aamiin, iya sayang, Ya sudah ayo kita masuk sekarang karena kamu harus banyak-banyak istirahat" ajak Daffin sembari ia membimbing langkah Mira memasuki rumah mereka.
Dan saat bersamaan sebuah mobil hitam juga memasuki gerbang Mansion, membuat Daffin menghentikan langkahnya.
"Cindy tolong antar Meira ke kamar ya." kata Daffin pada Cindy.
"Baik pak! " balas Cindy.
"Sayang, kamu masuklah bersama Cindy ya" lanjutnya lagi pada Meira.
"Iya Mas." balas Meira lembut, dan kemudian ia bersama Cindy memasuki Mansion.
Sedangkan Daffin menunggu orang yang berada di dalam mobil hitam yang barusan datang dan tak berapa lama turunlah seorang pria memakai jaket hitam dan kemudian berjalan kearahnya sedikit tergesa-gesa.
"Ada apa Rio, Kenapa wajah Lo perlihatkan Nick begitu?" tanya Daffin pada pria yang sudah mulai mendekatinya.
"Ada yang ingin gue bicarakan Fin, tapi Bisakah kita bicara di tempat lain?" bales pria itu yang ternyata Rio.
sesampainya di ruang kerja Deffin, Rio pun langsung duduk di sebuah sofa.
"sekarang ceritakan ada apa?" tanya Daffin setelah ia ikut duduk di salah satu sofa di depan Rio duduk.
" Lo masih ingat cerita gue tentang kejadian 19 tahun yang lalu?" tanya Rio pada Daffin.
"Apakah itu tentang keluarga yang telah menyelamatkan lo dan bokap Lo?" tanya Daffin balik.
"Iya Fin, dan gue sudah menemukan gadis kecil mereka." jawab Rio namun terlihat sedih.
"baguslah kalau begitu!, itu berarti tantangan gue akan segera terlaksanakan bukan?, jadi kenapa lo malah terlihat sedih atau jangan-jangan Lo nggak rela melepaskan Cindy lagi.?" Ujar Daffin sedikit Menggoda Rio.
"Justru gadis kecil itu adalah Cindy Fin."
"Apa?!, dari mana lo bisa tahu?" tanya Daffin penasaran.
"Dari ini," kata Rio sembari ia menunjukkan sebuah kalung berliontinkan love, pada Daffin.
__ADS_1
" Ini kalung nyokap gue, yang gue berikan pada dia saat ia masih kecil Fin" Lanjut Rio yang terlihat sekali wajahnya sedang bingung.
"Bagus dong, jadi gue nggak susah-susah jodohin Lo lagi padanya '' Ujar Daffin yang terlihat lega '' Tapi ngomong-ngomong kenapa Lo jadi sedih gitu?, Bukankah selama ini Lo sudah mati-matian mencari mereka?" tanyanya lagi, yang terlihat ia sedikit bingung pada sikap Rio.
"Menurut Lo apakah ia mau menerima gue, orang yang menyebabkan rumahnya hancur dan keluarganya juga jadi buruan para penjahat?," Tanya Rio yang terlihat sedih
"Kenapa lu jadi pesimis gitu?, Rio kita tidak akan pernah tahu hasilnya, bila kita tidak mencobanya, maka pergilah temui dia dan katakanlah niat lo yang ingin membayar janji kepada kedua orang tuanya. dan apapun tanggapannya gue harap Lo jangan pernah menyerah Ok bro!, jadi semangatlah perjuangkan gadis kecil lo ok!" tutur Daffin yang memberikan wejangan dan semangat pada Rio.
"Baiklah kalau begitu gue akan mencobanya tapi lo doain gue ya?" Balas Rio sembari ia bangkit dari duduknya.
"Oke bro, so pasti itu mah, Sekarang pergilah kejar gadis kecil" Bales Daffin lagi.
"Okay, thanks bro!" kata Rio yang kemudian Ia pun keluar dari ruangan kerja Daffin, dan kemudian Ia pun bermaksud mencari Cindy paviliunnya yang berada di belakang Mansionnya Daffin.
sesampainya di sana ia melihat Cindy sedang tertawa-tawa pada Azia, mereka terlihat begitu senang hingga membuat pria tersenyum melihat tawa Cindy dan kemudian ia pun mendekati mereka.
"Cindy bisakah kita bicara?" tanya Rio setelah berada didekat mereka.
"Maaf pak, saya sedang menjalani tugas dari pak Daffin pak." Ucap Cindy yang sepertinya malas di ajak bicara oleh Rio. dan saat bersamaan seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka.
"Maaf neng Cindy, bibi di minta tuan Daffin untuk memanggil Azia" Ujar Wanita paruh baya itu.
"Oh, Baiklah bi, Azia sayang kamu di panggil Biyah kamu tuh, sana temui Biyah" Ujar Cindy pada Azia.
"Baiklah Aunty, kalau begitu Azia masuk dulu ya Assalamu'alaikum" pamiit Azia.
"Wa'alaikumus salam sayang" setelah mendapatkan balasan dari Cindy, Azia pun berlalu mengikutin Wanita paruh baya itu, dan tinggallah Rio dan Cindy di sana, Suasana menjadi Canggung, karena Rio malah menjadi diam dan hanya menatap wajah Cindy, membuat Cindy jadi salah tingkah.
Karena Rio hanya diam saja membuat Cindy ingin masuk ke dalam paviliunnya.
"Ya sudah pak kalau begitu saya permisi masuk dulu ya." kata Cindy yang langsung memutarkan badannya dan hendak masuk kedalam paviliunnya.
Rio yang melihat itu menjadi tidak senang dan ia pun memanggil Cindy "Acha?!" panggilannya membuat langkah Cindy terhenti dan kemudian ia langsung memutar badannya mengarah ke Rio
"Dari mana bapak tahu panggilan itu?" tanya Cindy yang terlihat penasaran.
"Bisakah kita berbicara? tetapi tidak sini, maukah kamu ikut denganku Acha?" tanya Rio, balik, dan terlihat juga kalau ya begitu berharap Cindy mau menerima ajakannya.
"Tapi bapak belum menjawab saya, dari mana bapak dengan panggilan nama saya yang itu?" Tanya Cindy kembali.
"Saya akan menjawab, tapi tidak di sini, jadi Ayolah ikut bersama saya?".
**********
__ADS_1
Apakah Cindy mau menerima Ajakan Rio?,
Okay tunggu bab berikutnya ya Guys, dan apabila LIKE mencapai 200 dalam 2 jam, maka Author akan update kembali loh😉 jadi jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Juga tambahkan dong VOTE nya nggak nambah-nambah tuh 🙏😁 Ok guys tetap semangat menanti Author Update ya SYUKRON 🙏😊.