
─⊱◈◈◈⊰💠 KALAM ULAMA 💠⊱◈◈◈⊰─
"Dunia itu ibarat bayangan. Saat kau kejar, ia akan lari darimu. Dan saat kau berpaling, ia tak punya pilihan lain selain mengikutimu."
_Imam Hasan Al Bashri_
🔹⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰💠⊱◈◈◈⊰🔹
Semenjak pertemuan mereka pada pak Edi, Daffin dan Rio pun menjadi paham, akan perubahannya pada diri Rio, dan semenjak itu Daffin selalu memakluminya setiap ada hal aneh yang ingin di perbuat oleh Rio.
Dan seperti permintaan Rio yang berkali-kali memohon izin cuti untuk berbulan madu Akhirnya di setujui oleh Daffin.
"Gimana bos, Lo izinkan gue bulan madu?, kata Lo dalam 3 atau 4 hari gue baru boleh bulan madu bos, inikan sudah lima hari bos." ujar Rio saat di dalam ruangan kerja Daffin.
"Haiis, lo ingat mulu ya kalau yang namanya bulan madu, giliran pekerjaan aja lo suka lemot tuh ingatan!." tegur Daffin sembari ia menggelengkan kepalanya.
"Ya bos, Lo kan tahu, gue begini bukan kemauan gue, sedangkan gue aja suka merasakan aneh sendiri, apalagi orang lain." keluh Rio, apa adanya.
"Ah, sudahlah!, Lo besok sudah bisa ambil cuti, ingat tidak boleh lebih dari seminggu!." Ujar Daffin yang akhirnya mengizinkan Rio mengambil cutinya.
"Loh kok seminggu bos?, kan Lo janjinya sepuluh hari?, ingat bos janji adalah hutang." Balas Rio yang teringat dengan perkataan Daffin ketika ia baru menikah.
" Hah?, emang gue pernah bilang begitu?." Tanya Daffin dengan dahinya yang sedang berkerut.
" Lah, Iya kan?, waktu itu lo mengatakannya di hari pernikahan gue bro, masa lo nggak ingat sih?." jawab Rio seadanya.
Daffin mendengus kelas kala Rio teringat perkataannya hingga akhirnya.." hmm, sudahlah lakukan sesuai keinginan lo!, sekarang ayo kita pulang." Ujar Daffin pasrah, lalu ia pun bangkit dari kursi kebesarannya.
"Hehehe, gitu dong bos thanks ya." Ucap Rio sambil cengengesan karena melihat sahabatnya yang terlihat sedikit kesal " Oke siap pulang." Lanjutnya lagi sembari ia melangkah mengikuti Daffin dari belakangnya, mereka terus berjalan hingga memasuki tempat perparkiran mobil khusus para petinggi perusahaan itu, setelah sampai di mobil mereka, keduanya pun memasuki mobil tersebut, dan tak berapa lama mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Mobil terus melaju sampai Rio melihat sebuah warung kecil yang bertuliskan Nasi uduk seafood, entah kenapa ia jadi kepingin makan disana, hingga akhirnya ia mengeremkan mobilnya secara mendadak.
CIIIKT!!.
Mobil seketika berhenti, Daffin yang sedang asik memainkan gaweannya menjadi kaget hingga benda pipih yang ada di tangannya seketika terjatuh.
"Gila Lo ya, ngerem secara mendadak!, Lo mau bunuh gue hah?!," Bentak Daffin, terlihat kesal sambil ia mengambil benda pipihnya yang berada dibawah didekat kakinya.
"Sorry bos Sorry, jangan marahlah bos." kata Rio yang terlihat merasa bersalah.
"Huh!, ada apa sebenarnya Lo ngerem mendadak hah?!" tanya Daffin yang masih terlihat kesal.
"Itu bos, ane kepingin itu.." Kata Rio Sambil menunjuk warung kecil yang di pinggir jalan, dan Daffin pun mengikuti arah jari telunjuk Rio, dan ia langsung ternganga saat melihat warung kecil yang bertuliskan Nasi uduk seafood.
"Hah?, Lo yakin kepingin gituan Rio?" tanya Daffin, karena seingatnya Rio paling alergi yang namanya makan di pinggir jalan.
"Iya bos yakin, ayo bos kita makan disana." Ajak Rio sembari ia bersiap untuk turun.
" Eh, tapi gue kepinginnya makan sama Lo Fin." Kata Rio dengan memasang wajah sedihnya.
"Eh maksud lo, gue ngikut Lo gitu kesana hah?" Tanya Daffin dengan dahi yang mengernyit.
"Ho'oh, itu berarti anak kita ingin kita makan di sana sayang." Jawab Rio sedikit ngondek.
"Idih, anak siapa Lo kata?, anak kita, najis gue punya anak sama Lo." Ujar Daffin bergidik mendengar perkataan Rio.
" Tapi sayang, ini telah terjadi dan ini bukan kemauan ku sayang, tapi kemauan anak kita, ayo dong sayang demi aku dan si buah hati kita, ayo dong sayang.." Kata Rio dengan gaya yang masih mengondeknya, yang kini ia sudah membuka pintu belakang Daffin dan kemudian ia menarik tangan Daffin dengan manja membuat mata Daffin terbelalak.
"Cih!, dasar sudah gila Lo kayaknya ya!, Sono menjauh dari gue nggak!, nanti gue lempar Lo pakai hp ini!." Ancam Daffin yang terlihat ia sudah bersiap untuk melempar hpnya.
__ADS_1
"Hiks..kamu kok tega sih sayang..hiks kenapa kamu dulu menghamili aku..hiks.. kalau kamu tidak mau bertanggung jawab..hiks" Kata Rio sambil menutup wajahnya, dan ia juga duduk di trotoar karena ia sempat di tendang oleh Daffin akhir ia duduk di sana dengan pintu mobil bagian belakang terbuka hingga terlihatlah Daffin yang ada di dalam. Dan tangisan Rio mengundang perhatian orang yang sedang lalu lalang.
Ya Rio dan Daffin memang sering bercanda, namun kali ini candaan Rio yang paling parah, hingga membuat Daffin jadi malu sendiri karena semua orang jadi pada Melihat dirinya.
"Rio, jangan gila Lo, masuk cepat!, lihat semua orang jadi pada lihatin gue!, Masuk nggak jangan sampai gue menghajar Lo deh!" Bentak Daffin yang sudah terlihat geram dengan candaan Rio.
"Habis Lo sih, Nggak setia kawan banget sih!, dulu saat Meira hamil juga Lo selalu minta bantuan gue di tengah malam juga, tapi giliran gue yang cuma minta di temani Lo makan aja sulit banget, apalagi gue minta yang lainnya." Ujar Rio yang akhirnya ia mengungkapkan kekesalannya juga, ketika masa-masa Meira hamil Daffin selalu mengganggunya.
Mendengar perkataan Rio Daffin tersentak dan ia jadi merasa bersalah, dan memang benar, selama ini Rio tak pernah ngeluh padanya, bahkan selama bertahun-tahun mereka menjadi sahabat, Baru dua kali Rio minta tolong padanya, saat ia mau menikahi Cindy, dan kali ini ia hanya ingin makan di warung kecil bersamanya, masa ia menolak begitu saja.
"Sorry sorry, ya udah ayo sekarang gue temani Lo makan." Ajak Daffin yang akhirnya ia mengalah dan kemudian ia pun bergegas turun, Namun Rio malah naik kembali ke mobilnya dan duduk di belakang kemudinya.
"Lah, Lo kok malah naik sih?, bukankah tadi Lo kata mau makan ya?" tanya Daffin heran melihat temannya malah naik kembali ke mobilnya.
"Udah nggak mood, alias sudah hilang keinginannya!" Jawab Rio ketus. " Udah cepat naik, gue mau cepat pulang aja!" lanjut Rio dengan wajah datarnya.
Melihat wajah Sahabatnya berbeda Daffin akhirnya naik kembali ke dalam mobilnya, melihat temannya sudah naik Rio langsung melajukan mobilnya tanpa basa-basi lagi, dan bahkan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun karena ia memang sudah mahir, tapi ia tetap tenang walaupun mobil dalam keadaan cepat, hingga tanpa terasa mobil memasuki gerbang rumah Daffin.
Dan setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, ia langsung turun dan langsung membuka pintu mobil bagian belakang tempat Daffin duduk.
" Sudah sampai bos," Kata Rio dengan wajah datarnya, setelah melihat Daffin turun Rio langsung mengarah ketempat mobilnya terparkir. " Gue langsung pulang ya." Ujarnya tanpa melihat wajah Daffin lagi.
"Rio tunggu!, Lo marah sama gue?" Tanya Daffin yang sempat mengejar Rio yang sudah masuk ke dalam mobilnya. bukannya menjawab Rio hanya melambaikan tangannya saja, lalu ia pun langsung melajukan mobilnya.
"Haiis, apa dengan Rio?, kenapa akhir-akhir ini ia sudah seperti kayak perempuan, sangat sensitif banget, udah kayak benaran dia yang lagi hamil!" Gumam Daffin yang masih berdiri melihat kepergian Sahabatnya itu.
__________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..
__ADS_1
Tetap mendukung Authorkan 🤔🤔 tapi kok sepi yaa 🤔🤔🤔