Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KECEPLOSAN.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰✨KALAM ULAMA✨⊱◈◈◈⊰─


"Tidak semua yang engkau cintai akan


membahagiakanmu, tidak semua yang engkau


benci akan menyedihkanmu


seperti pisau yang bagus dapat melukaimu,


dan obat yang pahit tetapi menyembuhkanmu."


Al-Habib Abdullah Bin Shahab


══ ✥.❖.✥ ══ ══ ✥✨✥ ══ ══ ✥.❖.✥ ══


Betapa Bahagianya Daffin karena pada akhirnya Meira mau menerimanya tanpa ia harus menghadapi traumanya Meira, yang selama ini terjadi bila ia mendekati sang Istri, kini bahkan mereka masih berpelukan di tepi pantai,


Suasana semakin romantis tatkala keindahan pantai berubah menjadi jingga, karena mata hari akan tenggelam, dan deru ombak serta angin yang berhembus sepoi-sepoi seakan menjadi saksi akan kebahagiaan Awal mereka.



"Mei, Lihatlah itu?" kata Daffin sembari ia menunjukkan kearah sunset sambil ia menyatukan pipinya ke pipi Meira. " Indah bukan?" katanya lagi.


" Iya mas, Maa syaa Allah indahnya " bales Meira yang terlihat sekali ia begitu takjub melihat ke indahan sunset tersebut, lalu ia bertasbih sebanyak tiga kali, dan kemudian ia langsung berdoa.


_Doa, saat matahari tenggelam_


Allohumma amsaa dzulmii mustajiiron bi ‘afwika wa amsat dzunuubii mustajiiron bi maghfirotika wa amsaa khowfii mustajiiron bi amnika wa amsaa dho’fii mustajiiron bi quwwatika wa amsaa wajhiyal baaliyul faanii mustajiron bi wajhikad daa-imul baaqii albisnii ‘aafiyataka wa ghasysyinii bi rohmatika wa jallilnii karoomataka wa qinii syarro kholqika minal jinni wal insi yaa allaahu yaa rohmaanu yaa rohiim. (Baca: Amalan Salafus Salih Sebelum Matahari Terbenam)


Ya Allah, pada sore ini kedzalimanku berlindung dengan maaf-Mu, pada sore ini dosa-dosaku berlindung dengan ampunan-Mu, pada sore ini ke takutanku berlindung dengan keamanan-Mu, pada sore ini ke lemahanku berlindung dengan kekuatan-Mu, pada sore ini wajahku yang usang dan rusak berlindung dengan wajah-Mu yang abadi dan kekal, pakaikanlah padaku pakaian kemuliaan, liputilah aku dengan rahmat-Mu, agungkan aku dengan kemuliaan-Mu, jagalah aku dari keburukan makhluk-Mu dari jin dan manusian, wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.


Setelah selesai berdoa..


"Ayo Mei kita kembali, Anak-anak pasti sudah menunggu kita untuk berjamaah Maghrib" Ajak Daffin dan di Anggukkan oleh Meira, lalu ia pun merangkul pundak istrinya dan mereka pun mulai berjalan kembali ke vila.


Sesampainya di villa, ternyata Azia dan Azmy sudah menanti kedatangan orang tuanya, dan mereka langsung terperangah saat melihat Umma dan Biyahnya yang keduanya datang dengan saling berangkulan.


Daffin, yang melihat Twins terperangah ia pun tersenyum sembari ia mengedipkan sebelah matanya membuat kedua anak langsung tersadar.


"Alhamdulillah, " kata keduanya dan langsung memeluk Umma dan Biyah dan langsung di sambut oleh Daffin dan Meira dan mereka langsung menggedong anaknya dengan Daffin menggedong Azia sedangkan Meira mengendong Azmy.

__ADS_1


"Mengapa kalian bersyukur?" tanya Meira polos, karena ia memang tidak tahu akan suasana hati anaknya saat ini.


"Karena melihat Ummah dan Biyah sudah baikan" bales Azmy yang nampak polos juga.


Meira langsung memandang Daffin dan di Sambut oleh Daffin dengan kedipan matanya Membuat mata Meira membulat.


"Eh, apaan sih mas!," katanya sedikit tersipu


" Emang siapa yang Umma marahan sama Biyah?" tanyanya lagi pada Azmy.


"Ya kelihatan aja Umma, ummah tuh selalu aja menghindari Biyah"


DEG!!, perkataan Azmy menambah rasa bersalah Meira terhadap Daffin, yaa memang sangat ketara sekali sikapnya selama ini kepada suaminya.


"Maaf mas" ucap Meira spontan.


"Mas, sudah memaafkan kok, sekarang kita sholat berjamaah Maghrib dulu yuk" Ajak Daffin mengalihkan pembicaraan.


"Okay biyaah!" kata mereka serentak, dan mereka mulai bersiap untuk melaksanakan sholat Maghribnya. setelah pada selesai berwudhu mereka pun akhirnya memulai ritual berjama'ahnya dengan kusyu' setelah selesai di Lanjutkan dengan berdoa dan mengaji hingga memasuki Sholat isya berjamaah juga.


Setelah mereka selesai melaksanakan sholat isya, Daffin pun mengajak mereka semua ke ruang makan untuk makan malam bersama yang sudah di persiapkan oleh BI Rum


Setelah selesai mereka pun duduk di ruang keluarga sembari nonton bersama.


"Biyah dan Umma Sekarangkan sudah baikan, apakah itu artinya kami akan segera memiliki adik bayi kah Biyah" kata Azia dengan wajah comelnya dan dengan mata yang berbinar, membuat Daffin bingung akan jawaban sang putri kecilnya itu " Iyakan Ummah?" tanyanya lagi kali ini pada Meira, membuat Meira kaget dan kikuk mendengarnya.


"Emang siapa yang bilang begitu Zia?" tanya Meira sedikit heran, akan pertanyaan Azia.


"Kata Aki Uyut Umma" jawab Azia keceplosan lagi.


"Dede Zia!" bentak Azmy.


"Ups! maaf Zia keceplosan lagi" katanya sambil menyengir pada Azmy.


"Aki Uyut?, emang Aki Uyut bilang apa Zia?" tanya Meira semakin penasaran


"Eh, Zia lupa Umma," Alasannya dan di susul dengan menguap seakan dia sudah mengantuk "Huaam, Zia ngantuk hayu A'a kita bobo" Ajak Azia Sambil menarik tangan Azmy, dan kemudian keduanya langsung ngacir.


"Eh, kok pergi?, kaliankan belum menjelaskannya pada Umma" protes Meira saat melihat ke duanya langsung lari menuju kamarnya dan kemudian Meira bermaksud menyusul mereka tapi dengan cepat Daffin mencegahnya.


"Sudahlah sayang, biarkan mereka, mungkin memang mereka sudah mengantuk" kata Daffin yang masih memegang tangan Maira.

__ADS_1


"Tapi mas, Ira ingin tahu apa yang di bilang Aki pada mereka " kata Meira yang masih penasaran.


"Aki, cuma bilang kalau teman mereka sudah memiliki adik bayi, makanya itu mereka jadi ingin punya juga Mei, apakah itu salah Mei,?, bukankah itu hal yang wajarkan Mei?" Kata Daffin, membuat Meira terdiam


"Sudahlah Mei, sebaiknya kita istirahat saja ya, kamu pasti sudah lelahkan" Ajak Daffin, sambil ia menggandeng Istrinya, dan Meira pun akhirnya menurut pada suaminya dan ia pun akhirnya mengikuti Daffin ke kamar di Villa itu,


Sesampainya di kamar suasana menjadi canggung, Daffin yang merasakan kecanggungan dari istrinya ia pun berpura-pura ingin ke keluar kamar.


"Pergilah tidur dulu Mei, aku keluar sebentar ada yang harus aku kerjakan " kata Daffin memecahkan suasana kecanggungan itu. Dan tetep Meira membalas perkataan Daffin hanya dengan anggukan saja. dan Daffin langsung keluar.


Setelah Daffin pergi Meira pun langsung melangkah keranjangnya lalu ia pun duduk di tepi ranjangnya sembari memegang dadanya.


"Astaghfirullah, kenapa jantung ana selalu berdegup kencang bila di dekat mas Daffin, ya Allah tenangkanlah hati ana dan Berikanlah ke ikhlasan di hati hamba agar ana dapat menjalankan ibadah ana sebagai seorang istri" Batin Meira


Dan di saat ia bersama Daffin masuk dan nampak ia sedikit terkejut saat ia melihat ternyata Meira belum tidur.


"Loh, Mei, kenapa belum tidur?" Tanya Daffin heran, dan ia pun menghampirinya dan kemudian ia ikut duduk di samping Meira.


"Ira menunggu mas " bales Meira lirih.


"Eh, ada apa Mei?" tanya Daffin lembut.


Meira tak langsung menjawab ia hanya menunduk wajahnya saja membuat Daffin semakin penasaran.


"Mei, katakanlah ada apa kamu menunggu mas?" tanya Daffin lembut.


Meira masih tertunduk malu, sambil tangannya memainkan ujung hijabnya.


"Apakah mas tidak ingin mengambil hak mas?"


Jreng..Jreng..Jreng..


BERSAMBUNG...Akh..😜😉


____________________


Dukung Author terus ya 😉


dan bila ingin Author Update lagi dalam waktu cepat maka kalian harus bisa menembus LIKE Berjumlah 200 😉 Ok.


So jadi jangan lupa tinggalkan jejaknya ya

__ADS_1


VOTE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😘


__ADS_2