Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
TERKESIMANYA KEEMPAT PREMAN


__ADS_3

ೋ๑୨💥 KALAM HADITS 💥୧๑ೋ


setiap anak cucu Adam pasti memiliki dosa, dan sebaik-baik mereka yg berbuat dosa adalah yg mau bertaubat


__(H.R Ibnu Majah)__


ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ


Mendengar Azia melantunkan ayat suci Alquran Iwan tiba-tiba merinding mendengarnya, hingga ia tak bisa berkata-kata dan akhirnya mereka hanya saling pandang.


"Om?" panggil Zia lembut, "Boleh ya Zia sholat?" katanya lagi dengan memasang mata puppynya.


"Haiis!, ya sudah kerjakanlah!" kata Iwan yang akhirnya menyerah lalu ia pun membuka ikatan kaki dan tangan Azia.


"Tapi om Zia belum berwudhu, tidak akan sempurna bila sholat tidak berwudhu om itu juga yang di perintahkan Allah seperti yang di katakan dalam Firman-Nya" kata Azia, dan lagi-lagi ia pun melantunkan surat Al-Ma'idah ayat 6.


Allah Ta'ala berfirman:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦


"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah :6)


Sekali lagi Iwan di buat merinding oleh Azia tatkala ia mendengar lantunan Azia yang begitu merdu dan mendayu-dayu, membuat hatinya tiba-tiba menghangat mendengar.


"Ya sudah ayo om antar kamu ke kamar mandi Sekarang" Ajak Iwan yang akhirnya ia pun mengalah lalu Ia menuntun Azia dan membawanya menuju ke kamar mandi, dan tak memakan waktu lama Azia sudah keluar kembali dengan wajah yang sudah basah,


Melihat Azia yang telah selesai berwudhu Iwan pun membawanya kembali ke kamarnya tadi.


dan ia pun memulai ritual Sholat dengan hanya memakai hijab yang ia pakai tadi, dan menutup kakinya dengan kaos kakinya.


Iwan yang memang di tugaskan untuk menjaga Azia, mau tak mau ia pun jadi memperhatikan gerakan sholat bocah kecil itu.


"Ah, kenapa setiap melihat bocah kecil, hati gue terasa Aneh ya, ah kapan ya terakhir kali gue sholat?, kayak sudah lama sekali, bahkan baca sholat aja gue udah nggak ingat"_Batin Iwan dengan pandangan masih mengarah Azia yang masih melakukan sholat.


Di saat Iwan sedang memperhatikan shalat tiba-tiba Anton masuk ke kamar tempat Azia di sekap ia sedikit heran karena melihat Iwan yang tertegun melihat Azia,


"Woy, kenapa Lo membuka ikatan bocah itu?"


tanya Anton heran.


"Sssth, Diamlah, bocah itu lagi sholat" kata Iwan sembari menaruh jari telunjuknya di bibirnya, akhirnya Anton ikut diam dan ikut memperhatikan Azia yang dengan kusyu'nya menghadap Rabb nya.


__


Sementara itu Azia telah menyelesaikan sholatnya dan setelah mengucapkan salam Azia langsung menengadahkan kedua tangannya, dan terdengar ia sedang membaca Doa ibu-bapak dan setelah itu ia pun memohon pertolongan pada Rabb nya.


"Ya Allah, tolongin Zia ya Allah, tolongin Zia agar bisa Bertemu dengan Ummah, Zia, dengan Biyah Zia, dengan A'a Amy Zia, Zia kangen sama mereka ya Allah," Ujar Zia yang tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, perasaan rindu pada keluarganya membuat ia tak mampu membendung air matanya lagi.


"Ya Allah Engkau Maha pemberi pertolongan, maka dengarkanlah pinta Zia ya Allah, dan Zia juga minta tolong, Berikanlah Om-Om, yang membawa Ziah, Hidayah agar mereka mau bertaubat Aamiin" Sambung Doanya dan kemudian ia langsung mengusap wajahnya.


Mendengar doa si kecil memohon pada Tuhannya membuat Iwan dan Anton menjadi tertegun apa lagi tatkala Azia memohon Hidayah untuk mereka, membuat seluruh tubuh mereka seperti Terikat dan tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi hingga mereka akhirnya hanya bisa melihat dan mendengar Azia saja.

__ADS_1


Setelah Azia menyelesaikan Doanya, ia melanjutkan dengan mengaji namun tidak memakai Al-Quran, karena memang ia tak membawa apapun, hanya baju dan sepatu yang melekat di tubuhnya, Beruntung ia memang sudah banyak menghafal Al-Qur'an hingga kini ia bisa mengaji tanpa melihat Al Quran.


Azia pun memulai mengajinya dengan membaca Surah Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ الرحيم٠


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


ٱلرَّحۡمَٰنُ ١



(Allah) Yang Maha Pengasih,


عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ٢


Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.


خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ ٣


Dia menciptakan manusia,


عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ ٤


mengajarnya pandai berbicara.


ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ ٥


وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ ٦


dan tumbuh-tumbuhan [atau bintang-bintang] dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).


وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ ٧


Dan langit telah di tinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,


أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ ٨


agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,


وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ ٩


dan tegakkan lah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.


وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ ١٠


Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),


فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ ١١


di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

__ADS_1


وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ ١٢


dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.


فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٣


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ١٤


Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,


وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ١٥


dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.


فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ١٦


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



Azia terus melantunkan ayat-ayat Ar-Rahman dari satu hingga ayat terakhir (1-78) dengan suaranya yang merdu dan mendayu-dayu, membuat tubuh Iwan dan Anto tiba-tiba bergetar, apa lagi di saat mendengar Azia mengartikannya, Yaa.. Azia sengaja melantunkan surah Ar-Rahman, karena Ia ingin memamerkan Kebesaran, serta Kemurahan Rabb nya terhadap hamba-hamba-Nya


Sementara itu di kamar sebelah..


Jarwo yang ternyata ke tiduran di kursinya tiba-tiba tersentak hingga ia pun terbangun dan ternyata juga suara Azia yang sedang melantun di dengar juga oleh Jarwo.


"Eh, apakah itu suara anak kecil itu?, sedang apa dia, mengapa terdengarnya seperti orang mengaji?, bukankah di sini tidak ada Al quran?" gumam Jarwo, " Sebaiknya gue tengok sajalah" lanjutnya lagi, lalu ia pun bangkit dari duduknya dan kemudian ia langsung melangkah menghampiri sumber suara yang di miliki Azia.


Namun di saat ia hendak masuk keruangan tempat Azia di tahan tiba-tiba seseorang mengagetkan dia.


"Bos ini barang-barang yang bos pinta!" Ujar pria yang baru saja muncul.


"Eh!, Lo Gombloh, bikin kaget aja Lo!" bentak Jarwo.


"Eh, maaf Bos, ya habis bos kok mengedap-ngedap gitu mau masuk ruangan itu, emang ada apa bos?" tanya pria bernama Gombloh.


"Gue juga nggak tahu, ini baru mau gue lihat" kata Jarwo.


"Lah, ini suara Siapa kok kayak orang yang ngaji bos?" tanya Gombloh lagi.


"Berisik banget sih Lo, kan gue bilang ini gue baru mau lihat!" bentak Jarwo lagi membuat Gombloh langsung menutup mulutnya dengan tangannya " Ya sudah ayo kita lihat saja!" lanjut Jarwo dengan masih suara kerasnya.


Dan akhirnya mereka berdua pun memasuki ruangan tempat Azia di tahan, sesampainya di dalam keduanya melihat Iwan dan Anton yang lagi terdiam terpaku dengan mulut yang sedikit menganga dengan pandangan mata mereka kearah Azia, dan itu membuat Jarwo dan Gombloh penasaran dan akhirnya mereka mengikuti Arah pandangan kedua temannya itu.


Dan terlihatlah oleh mereka seorang gadis kecil yang sedang duduk bersimpuh di atas dipan kayu dengan mata yang terpejam namun mata itu mengeluarkan air mata hingga membasahi pipinya, dan mulutnya masih melantunkan ayat-ayat Ar-Rahman dengan merdunya, membuat Jarwo dan Gombloh ikut terpelongo melihat Azia. Yaa Akhirnya Terkesimanya ke empat preman itu Melihat Azia.


*********


Dukung Author terus ya guys.🙏😔

__ADS_1


__ADS_2