Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KAPAL PESIAR.


__ADS_3

══ ✥.❖.✥ 🔸 Kalam Habaib 🔸 ✥.❖.✥ ══


"Jika Allah mencintaimu, Allah akan meletakkan perasaan sedih dan penyesalan atau dosa yang kamu perbuat. Ketahuilah bahwa satu perasaan itu menandakan bahwa masih ada cahaya iman dalam hatimu."


__[ Habib Umar Bin Hafidz ]__


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ❤️


🔸✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ 🧡✥.❖.✥ ══✥.❖.✥ 🔸


Satu Minggu sudah Rio dan Daffin berada di luar kota. Dan hari ini mereka berencana akan pulang ke kota mereka. Terlihat Rio juga begitu bersemangat, merapikan barang-barang mereka. Karena, Daffin mengatakan, sepulangnya pertemuan mereka yang terakhir dengan rekan kerjanya. Maka mereka juga akan langsung berangkat ke Kota J.


"Fin gue udah siap nih merapikan barang-barang kita. Apakah kita langsung bawa saja, jadi dari sana kita bisa ke bandara" ujar Rio sambil menarik dua buah koper, dan meletakkannya di dekat pintu kamar hotel tempat mereka bermalam.


"Tidak usah Ri, sepertinya kepulangan kita di tunda besok pagi" balas Daffin sembari ia memasukkan benda pipihnya kedalam kantong jasnya.


"Eh, ada apa lagi? Bukankah semuanya sudah selesai?"


"Iya, tapi Bos besar mereka mengundang kita ke perjamuan di kapal pesiar mereka Ri."


"Hmm, Kenapa mendadak sekali Fin? Padahal kemarin mereka tidak ada membahas tentang inikan?"


"Mana gue tahu! Cuma tadi sekertaris pribadi Pak Andra mengatakan, perjamuan ini sebagai perayaan keberhasilan kita" jelas Daffin, sambil menjatuhkan tubuhnya ketempat tidur.


"Haiis.. gagal pulang dong hari ini! Padahal gue dah kangen berat lagi ma cha-cha gue," keluh Rio sambil membanting tubuhnya juga keatas tempat tidur yang sama dengan Daffin.


"Lo, yang mau dilihat satu orang aja udah ngeluh! Gimana Lo jadi gue, yang punya enam orang yang sangat gue kangenin."

__ADS_1


"Ya itukan salah Lo! Ngapain ngambil perjalanan bisnis sampai jauh kayak gini."


"Kenapa emangnya? Selagi bisnis itu sangat menguntungkan, gue mah nggak masalah. Lagian semua ini untuk istri dan anak-anak Kitakan. Jadi jalanin aja dengan ikhlas saja Bro," ujar Daffin sembari ia bangkit dari tempat tidurnya. Dan melangkah menuju sofa.


"Benar juga sih, yang Lo katakan, ini demi dia dan si buah hati," timpal Rio yang kemudian ia juga ikut bangkit dari tempat tidur juga. "Ya sudah ayo kita bersiap-siap, sekarang biar secepatnya kita kesana dan secepatnya juga kita balik" katanya lagi sembari ia melangkah ke kamar mandi.


"Guekan udah siap, Lo aja yang dari tadi bikin lama, mana belum mandi lagi Lo!"


"Woy! Gue lama juga, karena habis merapikan barang-barang kita ya! Mana barang Lo yang paling banyak lagi! Udah kayak perempuan Lo!" bela Rio terlihat nggak mau di salahkan. Lalu ia pun langsung masuk ke kamar mandi.


"Enak aja Lo bilang gue kayak perempuan! Bawaan gue banyak juga itu karena Meira yang menyiapinnya Bro! Kalau gue mah tinggal bawa aja, asalkan bini gue senang ya nggak masalah dong!" kata Daffin mengatakan apa adanya dengan suara yang sedikit keras, mengingat Rio sedang di kamar mandi.


"Lahkan sama ma gue! Gue juga Cindy yang nyiapkan tapi nggak sebanyak punya Lolah, dia mah tahu apa yang dibutuhkan suaminya," kata Rio yang tak mau kalah ingin memamerkan peran istrinya. Sembari ia keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah berbeda dari yang tadi.


"Sudah ayo kita berangkat sekarang, gue sudah siap nih," lanjutnya lagi samby mengambil jas hitam dan langsung memakainya.


Setibanya di bawah mereka juga langsung keluar dari hotel dan langsung menaiki mobil jasa transportasi hotel. Menuju ke dermaga tempat kapal pesiar yang mengundang Daffin dan Rio berada. Empat lima menit kemudian mereka pun sampai dan langsung di sambut oleh beberapa pria berjas hitam dan putih.


"Selamat datang Pak Daffin, Pak Rio. Terima kasih karena akhirnya Anda berdua mau memenuhi undangan saya," ujar seorang pria yang memakai jas putih sambil menjabat tangan Daffin dan Rio secara bergantian.


"Sama-sama Pak Andra. Saya merasa terhormat cara mendapatkan undangan bapak." balas Daffin berbasa-basi. sambil membalas jabatan tangan dari pria yang bernama Andra.


"Ah bapak bisa saja. Ok iya, Pak Daffin, perkenalkan dulu ini teman-teman relasi saya." kata Andra sambil mendekati beberapa pria berjas hitam. Rio mengerutkan dahinya saat melihat salah satu Pria yang sepertinya ia kenali.


"Fin, bukankah dia Erick? Pria yang bekerjasama dengan Siska, Lo ingatkan?" bisik Rio pada Daffin. Dengan spontan pandangan Daffin pun langsung mengikuti pandangan Rio dan ia langsung melihat seorang pria gendut yang ternyata sedang tersenyum padanya. Dan langsung mendekati Daffin dan Rio.


"Halo Pak Daffin, Anda masih ingat pada saya?" ujar pria gendut yang di perhatikan Rio tadi.

__ADS_1


"Saya tahu Anda! Tapi seingat saya, kita tidak saling kenal, bukan dan bukan rekan kerja juga!" cetus Daffin, membuat wajah Erick langsung berubah. Karena sudah pasti dia malu setelah mendengar perkataan Daffin didepan relasi kerjanya.


"Sialan! Ternyata Lo masih sombong juga ya! Padahal gue sudah tidak ingin mengusik Lo walaupun gue sebenarnya masih memiliki dendam karena kematian Hanna. Tapi setelah melihat kesombongan Lo hari ini ditambah lagi lo mempermalukan gue! Maka jangan panggil gue Erick Marco kalau gue tidak bisa menghabisi Lo berdua!" batin Erick dengan menatap Daffin dan Rio dengan tatapan yang sudah di penuhi dengan dendam.


"Benarkah Anda mau menghabiskan kami hm? Apakah anda mempunyai keberanian itu?" bisik Rio pada Erick saat ia hendak memasuki kapal pesiar tersebut. Dan kemudian ia langsung meninggalkan Erick yang masih terlihat kaget setelah mendengar bisikan Rio.


"Brengsek! Ternyata dia bisa membaca pikiran gue?!" gerutu Erick terlihat kesal lalu ia pun mengambil benda pipihnya. Sembari ia berjalan ketempat yang terlihat sepi.


"Bagaimana, semuanya sudah siap? Ingat saat kapal mulai mulai berlayar, kalian langsung beraksi Oke!" katanya saat sambungan hpnya terhubung.


"Laksanakan Bos!" balas dari sebrang. dan panggilan langsung ditutup, dan Erick langsung menyusul rombongan terman-teman Andra.


____________


Hai guys Maaf ya Author baru update Sekarang 🙏.


Karena berhubung kemarin author liris Novel baru yang mengikuti Event, maka author harus fokus di sana. Tapi tetap aja author hanya manusia biasa, saat kejar target malah Author sakit akhirnya sana-sini terbengkalai 😭


Sekali lagi Maaf ya guys 🙏😔


Oh iya jangan lupa mampir di karya terbarunya Author ya KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI.


Jangan lupa kepoin ya guys 🙏😘🥰



Jangan lupa juga tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘 SYUKRON 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2