
◎❅❀❦🌹MUTIARA HIKMAH🌹❦❀❅◎
"Kebanyakan dari kita hidup selalu mengkhawatirkan hari esok,,
Padahal Allah telah menjamin semuanya,,
Serahkan semuanya kepada Allah, Karena Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, Percayalah rencana Allah sangatlah indah bila kita menjalani nya dengan rasa ikhlas,,
__Quotes of the day___
ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ
Di sebuah Restoran mewah..
Duduk lima orang pria di salah satu meja di restoran mewah tersebut, kelihatannya mereka sedang melakukan meeting dengan kolega kerjanya, dan terlihat juga dari raut wajah kedua pihak yang sepertinya terpuaskan dengan hasil meeting mereka hari ini.
"Baiklah pak Daffin saya sangat menyukai hasil akhir kerjasama kita, dan bahkan sangat terpuaskan,dan terimakasih karena anda seorang CEO yang hebat, mau bekerja sama dengan perusahaan kami yang masih seumur jagung ini" Ujar seorang pria yang duduk di antara Lima Pria tersebut
"Sama-sama pak Agra, anda terlalu berlebihan memuji saya, tapi saya memang senang bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki semangat yang besar, tidak peduli perusahaan itu lama atas umur jagung, Pak Agra" Ujar pria salah satunya lagi yang ternyata dia adalah Daffin.
"Luar biasa, Sepertinya saya semakin mengagumi Anda Pak Daffin Anda memang patut jadi panutan seorang CEO yang hebat" Kata pria yang duduk di sebelah pria yang bernama Agra.
"Hahaha, pak Cipto bisa saja," kata Daffin sedikit tergelak karena melihat wajah yang namanya Cipto yang terlihat lucu saat memuji dirinya.
"Baiklah kalau begitu, karena semua sudah setuju kita akhiri meeting kita sampai di sini, dan karena saya memiliki urusan yang lain Saya permisi dulu ya bapak-bapak " kata Daffin sembari Ia mengulurkan tangannya bermaksud hendak menjabat tangan pada para kolega kerjanya.
"Ah cepat sekali Anda pergi pak Daffin?, tidak Bisakah kita mengobrol segenap sambil makan-makan untuk merayakan kerjasama kita ini" Ujar Agra sembari ia menyambut uluran tangan Daffin.
"Maaf pak Agra lain kali saja, karena hari sudah sore kalau begitu saya permisi" pamit Daffin yang terlihat tak mau berbasa-basi lagi.
"Oh, baiklah kalau hati-hati di jalan" bales Agra,
"Baik pak, Ayo Rio kita pulang sekarang" Ujar Daffin sembari mengajak Rio, setelah itu Daffin
pun langsung melangkah pergi menuju keluar restoran di ikuti Rio di belakangnya.
Dan di saat mereka sudah berada di luar tepat di pintu masuk, tiba-tiba seorang pria gendut yang sepertinya hendak masuk ke restoran tersebut, menghentikan langkahnya tepat di hadapan Daffin.
__ADS_1
"Hay, bukankah ini pak Daffin?, perkenalkan nama saya Erick " Kata pria gendut itu yang ternyata adalah Erick, Sambil ia mengulurkan tangannya ke Daffin,
Daffin hanya mengerenyit tapi ia tetap menyambut uluran tangan Erick." Saya Daffin" bales Daffin singkat.
"Saya tahu pak, Oh iya, gimana kabar anak bapak, apakah sudah di ketemukan?, saya ikut prihatin setelah mengetahuinya " ujar Erick membuat Daffin terkejut dan ia langsung menatap wajah Rio singkat lalu kembali menatap wajah Erick.
"Maaf pak saya sedang terburu-buru" Kata Daffin yang bukannya membalas pertanyaan Erick,. ia malah langsung pergi meninggalkan Erick yang masih berdiri di depan pintu masuk restoran mewah tersebut.
"Cih, sombong sekali dia, dan karena dia Hanna mati dengan cara menyedihkan, lihat saja nanti aku akan membalas rasa sakit hati Hanna pada lo Daffin!" gumam Erick dengan tatapan yang dingin memandang kepergian Daffin dan Rio.
______
Sementara di dalam mobil Daffin.
"Rio, Lo selidiki siapa dia!,. kenapa ia bisa mengetahui hilangnya Azia? padahal tidak ada satupun yang mengetahuinya!" ujar Daffin saat mobil sudah mulai melaju.
"Baik Bos!, tapi tunggu sepertinya Gue pernah melihat pria itu tapi dimana ya?' kata Rio yang nampak ia sedang berpikir keras. " Oh iya Fin, gue pernah lihat di CCTV sekolah bini lo" Lanjut Rio lagi.
"Oh iya kapan itu?" tanya Daffin semakin Penasaran
"Kayaknya di hari saat peresmian sekolah deh, kalau nggak salah pada saat para wartawan datang dan Lo mengusirnya, dan setelah Lo pergi muncul Siska dan Hanna, memprovokasi para wartawan itu lagi, dan tak lama muncullah si Erick itu berbicara juga pada Siska dan Hanna" Jelas Rio menceritakan apa yang ia lihat di CCTV sekolah Meira
"Oke Bos, laksanakan!" bales Rio, dan saat bersamaan mobil mereka memasuki gerbang Mansionnya Daffin dan di saat Daffin baru saja turun matanya tertuju di sebuah taman di samping mansion tersebut.
"Hah?, apa yang di lakukan Twins pada keempat bodyguardnya itu" kata Daffin, membuat Rio pun mengikuti arah pandang Daffin dan saat matanya sudah dapat melihat apa yang di lihat Daffin dengan spontan Rio Tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, sepertinya anak Lo punya hobi baru Fin, hobi mendandani preman insyaf hahaha" ujar Rio sambil terpingkal-pingkal melihat kelakuan Anak-anaknya Daffin.
"Ah, Diam Lo, ayo kita kesana!" Ajak Daffin, yang ia pun mulai melangkah menuju kesebuah taman di samping Mansionnya.
Sesampainya di sana Daffin dan Rio tercengang melihat kelakuan anaknya, ia melihat Gombloh yang sedang di kepang dua rambutnya yang kebetulan sedikit panjang oleh Azia sementara Iwan sudah di berikan mahkota bunga, sedang Jarwo dan anton sedang main koboi-koboi-an bersama Azmy, dengan Anton menjadi kudanya Azmy.
Daffin menepuk keningnya "Salahkah gue menempatkan para bodyguard ini?" tanya Daffin yang bingung harus berkata apa.
"Hahaha bisa jadi bos, seharusnya Lo cari bodyguard perempuan juga buat pendamping anak perempuan Lo bro, jadi saat begini ia tak salah menempatkan hobinya yang sepertinya akan menjadi menata rambut bro" Ujar Rio memberikan pendapat.
"Oke kalau begitu, Lo cari seorang bodyguard cewek buat Azia satu saja sudah cukup, karena ia hanya untuk pendamping Azia saja, untuk menjaganya tetap tugas mereka!" Tegas Daffin.
__ADS_1
"Oke bos,!" bales Rio, setelah itu Daffin pun langsung mendekati mereka.
"Azia, Azmy?, apa yang kalian lakukan pada om bodyguard itu?" tanya Daffin pada kedua anaknya, membuat para bodyguard pun langsung berdiri berjajar.
"Eh Biyah, Zia lagi main putri-putrian Biyah" kata Azia dengan wajah polosnya.
"Tapi kenapa harus om Gombloh dan om Iwan Zia, kenapa tidak panggil mbak Nur dan mbak Ika sih nak?" tanya Daffin yang terlihat tidak senang karena anaknya memegang rambut para bodyguardnya.
"Mbak nur sama Mbak Ika lagi beres-beres Biyah, makanya Zia main sama Om bodyguard" kata Azia apa adanya.
"Kalau Amy hanya main koboi-koboian kok Biyah itu permainan laki-lakikan Biyah?" sambung Azmy sembari melepas topi koboinya.
"Haiis ya sudahlah sekarang Akhiri permainannya sekarang kalian pergilah mandi ini sudah sore!" titah Daffin pada Twins.
"Oke Biyah" bales keduanya dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam Mansion.
setelah kepergian anaknya..
"Dan kalian!, aku tak ingin kejadian ini terulang kembali kalian mengerti!" tegas Daffin dengan tatapan dinginnya .
"Mengerti pak!" jawab tegas mereka serentak.
setelah mendapatkan jawaban dari para bodyguard Daffin pun langsung melangkah menuju pintu masuk Mansionnya.
Setelah Daffin tak terlihat lagi, tawa Rio pun pecah lagi.
"Hahaha, ternyata cantik juga Lo pada ya kalau seperti ini" Ejek Rio yang masih terkekeh, membuat Gombloh dan Iwan saling pandang.
"Benarkah, mas Rio sayang, hmm ekey jadi cinta deh sama mas Rio" Ujar Gombloh dengan cara bicara ngondeknya sembari ia merangkul Rio dan hendak menciumnya.
Iwan tak mau kalah ia juga memegang tangan kiri Rio.." Ho'oh, mas Rio ekey juga makin cinta deh sama mas Rio" kata Iwan juga yang bicaranya ikut mengondek juga..
"Astaghfirullah, dasar banci kaleng!, pergi kalian! dasar preman insyaf gendeng! " teriak Rio sembari ia menyentakkan tangannya agar terlepas dari tangan mereka lalu ia pun lari tunggang langgang meninggalkan para mantan preman itu.
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
__ADS_1
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.
biar Author Semangat Update Kembali Ok 😉🙏