
══ ✥.❖.✥ 💖Kalam Habaib 💖 ✥.❖.✥ ══
"Cinta memiliki banyak makna dan arti, tapi hanya satu yang tampak jelas ialah Cinta dapat menghilangka segala kegundahan dalam hati"
__[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]__
◎❅❀❦◎❅❀❦◎❅❀❦💖❦❀❅◎❦❀❅◎❦❀❅◎
"Kamu ingin memukul saya little lady?!" tanya Rio dengan wajah dinginnya, membuat Cindy bergidik ngeri melihatnya.
"Mana berani saya, pak." kata Cindy, dengan wajah tertunduk karena takut melihat tatapan Rio yang tajam mengarah kepadanya.
"Oh ya? lalu kenapa kamu tadi mengepalkan tangan dan mengarahkannya kepada saya?!," tanya Rio dengan suara datarnya.
"maaf Pak tadi saya hanya ingin menggaruk kepala saya." Dalih Cindy dengan wajah yang masih tertunduk sembari tangannya memainkan ujung hijab nya
"Heh, banyak alasan kamu!" ketus Rio, " Ya sudah kamu duluan yang jalan! " titah Rio tegas.
"Baik Pak! " balas Cindy yang kemudian Ia pun berjalan di depan Rio dan mereka pun memasuki sebuah butik yang ternama sesampainya di dalam, Cindy terlihat terkesima melihat pakaian-pakaian yang ada di dalam butik tersebut.
"kenapa malah bengong!, sudah cepet Ambil beberapa baju untuk kamu bekerja!." Tegur Rio karena melihat Cindy hanya terdiam saat melihat baju-baju yang ada di dalam tersebut.
"Eh, baik Pak!" kemudian Cindy pun mencari baju yang untuk Ia bekerja, Namun ia bingung, baju kerja seperti apa yang dimaksud oleh Rio, karena merasa bingung akhirnya Cindy memberanikan diri untuk bertanya ada Rio.
"Maaf Pak boleh saya bertanya?." kata Cindy sedikit ragu.
"Hemm?" balas Rio hanya berhemm saja.
"baju apa yang harus saya pakai untuk bekerja Pak?." tanya Cindy dengan wajah polosnya.
bukannya menjawab pertanyaan Cindy, Rio malah memanggil salah satu wanita, pekerja di butik tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?." Tanya seorang wanita yang baru saja datang.
" tolong carikan baju jas wanita seukuran dia!." titah Rio pada wanita itu.
"baik Pak!." bales wanita itu. "Ayo nona, ikut dengan saya." lanjut wanita itu pada Cindy, dan di Anggukkan Cindy, dan akhirnya Cindy mengikuti Wanita tadi. setelah Wanita itu memberikan beberapa baju jas wanita, Cindy pun langsung mencobanya, dan kemudian ia pun keluar untuk menunjukkan pada Rio.
"Apakah baju seperti ini pak,?" tanya Cindy pada Rio, yang sedang duduk di sebuah sofa dengan matanya yang sedang fokus menatap gaweannya.
mendengar pertanyaan Cindy, Rio, hanya melihatnya dengan sekilas kemudian ia kembali lagi fokus pada benda pipinya sambil ia berkata." ganti yang lain." katanya datar, Cindy pun mengikuti perkataan Rio dan ia pun kembali ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan yang lainnya, setelah itu ia kembali lagi untuk bertanya pada Rio lagi.
__ADS_1
"Apakah ini sudah pas Pak?" tanya Cindy kembali dan lagi-lagi Rio hanya melihatnya dengan sekilas.
"Ganti yang lain!" katanya dengan mata yang kembali pada layar handphonenya.
"Eh, lagi?!" kata Cindy yang wajahnya terlihat mulai kesal
"kenapa mau protes?!" tanya Rio ketus.
"Enggak!" balas Cindy juga ketus, sambil Iya berjalan kembali memasuki ruang ganti dengan wajah yang terlihat kesal sekali karena ini sudah 5 kalinya ia berganti pakaian.
"Lihat saja kalau Mr galak itu, nyuruh gue ganti lagi gue akan minggat, dan tidak usah beli baju sama sekali menyebalkan!" gerutu Cindy geram sembari ia memakai baju jas wanita yang lainnya, setelah selesai dengan wajah yang masih terlihat kesal ia menghampiri Rio kembali.
"Apakah ini salah juga?!"tanya sendiri sedikit ketus, kembali lagi Rio melihatnya, dengan sekilas, bukan yang menjawab pertanyaan Cindy, ia bangkit dari duduknya, kemudian Ia langsung melangkah menuju kasir..
"bungkus-bungkus baju-baju yang dia coba tadi kata Rio sembari sembari Iya menyerahkan sebuah kartu kredit berwarna hitam pada penjaga kasir, dan Cindy yang melihatnya hanya melongo,
"Masih Adakah pria dingin dan galak yang seperti dia di dunia ini?, Haiis, Semoga hanya dia, yang ada di muka bumi ini! kalau masih ada lagi gue langsung pindah ke planet lain biar nggak jumpa lagi sama mister-mister dingin dan galak seperti itu! Huh!, dasar Mr galak yang paling menyebalkan!"_Batin Cindy, dengan tatapan sinis mengenang memandang Rio yang sedang berada di kasir.
"Sudah puas mengata-ngatain saya?!, dan satu lagi, kalau memang ingin pindah ke planet lain jangan sungkan untuk bilang pada saya, nanti saya akan membantu kamu!" kata Rio datar, sembari menyerahkan paper bag pada Cindy yang terlihat sekali ia kaget karena mendengar perkataan Rio.
"Eh, Kenapa dia bisa dengar,?" gumam Cindy heran, dan ia masih terpaku pada tempat ia berdiri.
Rio, yang melihat Cindy yang belum juga berjalan Ia pun kembali menghampirinya dan ternyata dia juga mendengar gumaman Cindy, Iya pun tersenyum tipis dan kemudian ia mendekatkan wajahnya ke telinga Cindy yang masih hanyut dalam lamunannya dan kemudian akan membisikkan sesuatu di telinga Cindy.
"Apakah aku tampan?." tanya Rio yang terlebih dahulu tersadar dan sekali lagi mendengar perkataan Cindy tersentak kaget.
"Eh!, PD, banget sih bapak!" Ujar Cindy dengan ketus, dan terlihat sekali wajahnya memerah dan kemudian Ia pun langsung berjalan menuju ke arah pintu keluar butik dengan membawa paper bag di tangannya.
Rio yang melihatnya tersenyum, " Humm, lucu sekali wajahnya bikin gemes saja"_Batin Rio.
kemudian ia pun menyusul Cindy yang sudah berada di mobilnya.
Setelah Ia juga sudah berada di dalam mobil Rio pun kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah Daffin dan Tak lama kemudian mereka pun sampai, setelah Rio memarkirkan mobilnya dengan sempurna dengan cepat Cindy pun langsung turun, sembari berkata.
"Terimakasih pak," Ucapnya dengan wajah yang masih merah dan kemudian ia langsung pergi tanpa menunggu balesan dari Rio.
Rio, yang masih berada di dalam mobilnya tersenyum lucu melihat, saat wajah Cindy
."Hum, Cute little lady"(Nona kecil yang lucu )"
Gumam Rio, dan setelah Cindy Tak terlihat Lagi
__ADS_1
"Sebaiknya gue pulang saja":Gumam Rio lagi dan kemudian ia pun kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah. karena jarak rumahnya tidak begitu jauh dari rumah Daffin, dan hanya 15 menit saja, mobil Rio pun langsung memasuki pintu gerbang rumahnya
Dan kemudian ia pun langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamu'alaikum" Salam Rio saat memasuki rumahnya.
"Wa'alaikumus salam, " Jawab seorang wanita paruh baya yang baru saja bukakan pintu untuk Rio." Tumben pulangnya kok cepat banget den?" tanya Wanita itu.
"Iya Bi, si bos lagi Nemani Istrinya di rumah sakit" Bales Rio.
"Oh, emang sakit apa istrinya dan?" tanya wanita itu lagi.
"Tidak sakit, cuma istrinya hamil lagi" bales Rio lagi.
"Ma syaa Allah, berarti sudah mau tiga dong anak bos Aden?" tanya wanita itu lagi.
"Ya begitulah bi"
"Lalu Aden kapan atuh, punya anak juga?"
"Haiis bibi sama saja dengan Daffin!, "ya sudah Aku ke atas dulu ya bi" kata Rian kemudian ia langsung ke atas tanpa menunggu jawaban dari pembantunya.
Sesampainya di kamar ia bermaksud ingin mandi dan ia pun membuka pakaiannya dan tiba-tiba, sebuah benda jatuh dari kantong jasnya.
"Eh, kalung Cindy?, kenapa aku lupa memulangkannya pada Cindy ya" gumam Rio yang kemudian ia memperhatikan kalung tersebut dengan seksama
"Kenapa aku merasa mengenali kalung ini ya, tapi di mana?" Gumam Rio, yang terlihat sekali ia sedang berpikir " Ah, sudahlah sebaiknya aku mandi dulu" Gumamnya lagi dan kemudian ia pun meletakkan kalung tersebut di atas meja.
Dan setelah itu ia pun pergi ke kamar mandi, dan tak lama kemudian ia pun kembali lagi dengan wajah yang nampak segar, dan kemudian ia pun duduk di sofa sembari mengeringkan rambutnya namun matanya kembali tertuju ke kalung tersebut.
"Seperti kalung ini bisa di buka" gumamnya dan kemudian ia pun membuka kalung tersebut dan terlihatlah sebuah foto suami istri yang sang istri menggedong seorang gadis kecil, di liontin sebelah kanannys dan di sebelah kiri liontin ads Poto seorang anak laki-laki. Rio langsung tersentak melihat itu.
"Acha?!"
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
VOTE, LIKE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU LOH SO jangan lupa YA GUYS 🙏😉
__ADS_1
Syukron 😘😜.