
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Barakallahu fikum para Readers kesayanganku 🥰
Dear Readers ♥️
Alhamdulillah, setelah tadi author menyelesaikan novel author
...Anak Genius:...
...🤍 TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN 🤍...
RASANYA Author menjadi sedih bila tak bertemu lagi pada para Readers yang begitu setia mengikuti perjalanan Author. Untuk itu Author berharap kita tidak pernah terpisahkan. Dan author juga berharap para Readers kesayanganku mau, melanjutkan tali silaturahmi kita di novel-novel Author lainnya.
Untuk itu Author mempersembahkan dua novel terbaru Author dari ketujuh milik author lainnya.
So, kepoin yuk Novel terbaru Author yang berjudul.
❤️ KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI ❤️
Agar kalian penasaran, Author mau kasih cuplikannya sedikit akh 😉 Semoga kalian suka ya.🥰
Sequel sinopsisnya. Kisah Cinta Si Gadis Tomboi...
Sinopsis Novel:
Kirana Ardhita, 17 tahun gadis cantik yang sangat mandiri yang memiliki sifat yang sedikit arogan, Bahkan tak jarang ia sering berantam dengan laki-laki yang awalnya menyukai dirinya, Kirana masih duduk di kelas 3 SMA dia juga terkenal pintar, makanya banyak yang menyukainya. Namun sedikit nakal membuat sang ibu berkali-kali di panggil oleh pihak sekolah, ia juga dikenal si gadis tomboi bahkan para teman-teman lebih sering memanggilnya si Tomboi atau Boi itu karena memang polah lakunya yang seperti laki-laki.
Kana itulah panggilan untuk dirinya sendiri bila bersama keluarganya. Kana adalah seorang anak yatim dan Ia hidup hanya tinggal berdua saja bersama ibunya, sang Ayah, telah tiada semenjak ia duduk di bangku SMP, sedangkan sang Ibu hanya seorang buruh cuci, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Kana bekerja setiap ia pulang sekolah.
Suatu hari sang Ibu mengalami kecelakaan akibat ia menolong seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah teman karibnya sewaktu mereka muda, tapi pertemuan itu tak berlangsung lama karena sang ibu keburu sekarat dan sang ibu meminta Kana untuk menikah dengan anak temannya itu, yang ternyata dia adalah gurunya sendiri yang amat ia benci.
Akankah Kana menemui cinta pada sang gurunya itu..?
┈┈┈••✾•◆❀❤️❀◆•✾••┈┈┈
Sepenggal Cuplikan isi ceritanya.
Di Bab: TERIMAKASIH PAK GURU.
"Ya sudah, sekarang katakanlah?" desak Adnan.
"Itu Pak Guru.. hmm..saya.. saya ingin meminta maaf," ujar Kirana sambil menundukkan wajahnya.
Adnan tersenyum tipis, mendengar mengungkapan permintaan maaf Kirana. "Meminta maaf? Minta maaf untuk apa?" tanyanya yang sebenarnya ia tahu arah perkataan Kirana.
"Itu Pak, hmm.. soal desakan saya, yang selalu meminta cerai dari Pak Guru. Tapi sebenarnya saya minta cerai juga, biar Pak Guru bisa bebas memilih istri, yang benar-benar pilihan Pak Guru. Bukan seperti sekarang Pak Guru melakukan pernikahan dengan saya karena keterpaksaankan? Saya tahu, Pak Guru melakukan itu, karena ingin membalas Budi pada ibu sayakan? Karena Bunda yang sudah menyelamatkan ibunya Pak Guru, iyakan?" ungkap Kirana, yang masih menundukan wajahnya dalam-dalam, karena sebenarnya ia sudah menahan air matanya sejak tadi.
"Kana?" panggil Adnan lembut.
"Hmm?"
__ADS_1
"Lihat saya! Kalau sedang diajak bicara seharus melihat ke orang yang mengajak kamu bicara Kana!" tegas Adnan.
"Tidak Pak, saya tidak mau!" balas Kirana yang masih Keukeh menundukkan kepalanya.
"Kana?" panggil Adnan lagi, sambil ia menaikkan wajah Kirana dengan kedua tangannya, lalu dihadapkan dengan wajahnya. Dan otomatis pandangan Kana pun mengarah ke wajahnya Adnan.
"Kana dengarlah," ucap Adnan begitu lembut.
"Saya tidak pernah merasa terpaksa untuk menikahi kamu, Kana. Dan bukan juga karena Bunda telah menyelamatkan Mamah. Tetapi saya, benar-benar tulus, ingin menjadi Imamnya kamu, Ingin membimbing kamu, ingin beribadah karena Allah bersama kamu. Jadi jangan pernah berpikir aku menikahi kamu karena terpaksa." tutur Adnan lagi yang masih terdengar lembut di pendengaran Kirana.
Mendengar ungkapan Adnan, akhirnya air mata Kirana yang sejak tadi ia tahan, akhirnya tumpah begitu saja. Dan ia juga tak mampu mengeluarkan kata-katanya, ia hanya memandangi mata Adnan seperti ingin mencari kebenaran disana.
Melihat Air mata Kirana membasahi pipinya, Adnan langsung mendekati wajah Kirana, dan ia pun menghapus air matanya Kirana dengan mulutnya, yang sepertinya air mata itu ia hisap dan ditelannya. "Jangan menangis Kana, hatiku terasa sakit bila melihat air matamu mengalir seperti ini," katanya setelah ia membersihkan air mata sang istri dengan mulutnya.
"Kana? Kamu maukan, seterusnya menjadi istriku? Yang selalu berada disisiku, dan tidak akan pernah berpisah, hingga Allah sendiri yang memisahkan kita? Kamu Maukan, menjalankan ibadah ini karena Allah bersamaku, kana?" tutur Adnan begitu lembut, dengan tangan yang masih memegang wajah Kirana, dan dengan tatapannya, yang begitu tulus menatap mata Kirana.
Mendengar ajakan Adnan yang begitu tulus, Kirana tak mampu membalasnya dengan perkataannya. Namun ia hanya membalas perkataan Adnan dengan cara memeluknya begitu erat, dan kembali menangis didalam pelukan sang Suami.
"Aku, berjanji akan selalu mencintaimu karena Allah Kana, Ana Uhibbuki Fillah sayang," ucap Adnan dalam posisi mereka Yang masih berpelukan, dan ia pun mengecup puncak kepala Kirana dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan Kirana, masih belum mampu mengeluarkan suaranya, hanya isakannya saja yang masih terdengar ditelinga Adnan. "Terima kasih Bunda, karena bunda sudah menitipkan Kana pada Pak Guru, hiks.. hiks... terima kasih Pak Guru," ucap Kirana yang hanya diungkapkan di dalam hatinya saja.
┈┈┈••✾•◆❀❤️❀◆•✾••┈┈┈
Hayoo, pasti pada penasarankan? 🤭🤭
Cus yuk kunjungi yaa 😉
Dan jangan lupa juga untuk memberikan dukungannya ya guys 🙏🥰 Syukron 🙏🥰.
Semoga para Readers kesayanganku.
Dan Novel ini kisah nyata. Yang isinya bukan menceritakan seorang CEO. Namun cerita ini real menceritakan cinta dan perjuangan seorang ibu.
Agar para Readers penasaran author berikan sinopsis Novelnya Ya 😉 yang berjudul
♥️ SAYANG BUNDA HINGGA AKHIRAT ♥️
Mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu.
Karena melihat perkembangan jaman yang semakin mengerikan, Arizma bertekad ingin menyekolahkan semua anaknya di pondok pesantren, namun keinginannya di tentang oleh keluarganya yang mengatakan kalau Arizma tidak menyayangi anak-anaknya.
Namun ia tak perduli, baginya yang penting adalah anaknya terselamatkan dari kegilaan maksiat yang semakin merajalela dan tak pandang bulu itu. Dan Arizma terus berjuang melakukan pekerjaan apapun untuk ke tiga anak-anaknya.
Namun ia begitu sedih saat sang anak mengatakan "Bunda tidak menyayangi kamikan?, Makanya Bunda ingin menjauhi kami dari Bunda, iyakan Bunda?." ujar Dinda yang perkataannya membuat hati Arizma begitu sedih.
Namun seiringnya waktu berjalan anak-anaknya Akhirnya paham, dan akhirnya mereka sendiri yang mengatakan, bahwa sayang dan cintanya Bunda kepada kami ternyata hingga Akhirat.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
CUPLIKAN Novel Bab pertama.:
__ADS_1
🤍KELUARGA KECIL ARIZMAH 🤍
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈
"Ketika Allah belum mengizinkan kita mendapatkan apa yang kita minta
Sesungguhnya Allah sedang menyuruh kita untuk mensyukuri apa yang kita punya. "
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
"Dinda bangun nak! Sudah masuk waktu subuh tuh!" seru seorang wanita yang usianya sekitar 34 tahun, ia terlihat sedang membangunkan putrinya yang masih berusia 11 tahun.
"Iya Bun, Dinda udah bangun kok." sahut sang putri yang di panggil Dinda itu, dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Setelah sang putri sudah menyahut, tanda ia telah bangun, Wanita itu pun melangkah keluar dari kamar sang putri dan baru saja ia keluar dari kamar itu tiba-tiba seorang pria berpakaian koko muncul dari sebuah kamar yang bersebelahan dengan kamar Dinda.
"Rizma Abang ke mesjid dulu ya." kata Pria tersebut sambil mengulurkan tangannya kearah wanita yang di panggil Rizma.
"Iya bang Fahri hati-hati di jalan ya " balas Rizma sambil menyambut uluran tangan Pria yang di panggil Fahri itu.
"Iya dek, ya sudah abang pergi ya Assalamu'alaikum." Pamit Fahri
" Iya bang, Wa'alaikumus salam " jawab Rizma lembut.
Setelah mendapatkan jawaban dari Rizma, Fahri pun berlalu pergi menuju ke arah pintu keluar. Namun langkahnya terhenti karena seorang anak laki-laki yang usianya 6 tahun memanggil dirinya.
"Ayah tunggu, Ihsan juga mau ikut ke mesjid!" serunya sambil berlari mendekati Fahri.
"Alhamdulillah, Abang Ikhsan tambah pintar ya," Puji Fahri pada anak laki-laki kecil yang di panggil Ihsan itu, ia juga terlihat senang. Dan Fahri pun menggandeng tangan Ikhsan dan membawanya ke mesjid yang tak berapa jauh dari rumah mereka.
Sementara itu Arizma yang setelah kepergian sang suami dan anak nomer duanya pergi ke mesjid, Ia pun bergegas memasuki kamarnya kembali, untuk melaksanakan shalat subuhnya juga. Sesampainya di dalam kamar ia sedikit kaget karena melihat seorang anak kecil yang sedang terduduk di atas tempat tidurnya.
"Eh, Maa syaa Allah, Dede Hasan sudah bangun yaa? Dede diam di sini dulu ya, Bunda sholat dulu, nanti baru Bunda bikini susu, ya sayang." ujar Rizma pada Anak kecil berusia 2 tahun, mendengar ucapan sang Ibu si kecil pun mengangguk, karena ia sudah mulai paham setiap ucapan sang Ibu.
"Alhamdulillah, Anak bunda pintar banget sih deh. Ya sudah Bunda sholat dulu ya sayang." lanjut Rizma dan dianggukkan kembali oleh si kecil.
Setelah mendapatkan jawaban dari putra bungsunya Rizma pun bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu dan tak berapa lama ia kembali lagi, dengan wajah yang terlihat sudah membasahi wajahnya. Lalu ia pun memakai mukenanya yang kemudian ia pun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Hamba terhadap Rabb nya.
********
Iyaa Itulah keluarga kecil Arizma Putri yang berusia 33 tahun, yang memiliki Suami bernama Muhammad Fahri yang usianya 37 tahun. Kini usia pernikahan mereka sudah beranjak 12 Tahun, dan mereka di karuniai 3 orang anak. Satu putri dan dua putra.
Anak pertama mereka bernama Ardinda Asyakira berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas enam SD. Sedangkan anak keduanya bernama Ikhsan Musyaffa yang usianya baru lima tahun yang masih bersekolah TK. Dan Si bungsu bernama Hasan Habibie, berusia 2 tahun.
Kehidupan keluarga Arizma sangatlah sederhana, dengan suami yang hanya bekerja sebagai buruh jahit di sebuah pabrik. Sedangkan Rizma hanya ibu rumah tangga biasa, walaupun ia juga sebenarnya bisa menjahit. Namun karena ia memiliki seorang anak kecil, ia pun tak di perbolehkan oleh sang suami untuk berkerja. Jadi otomatis perekonomian mereka hanya mengandalkan gaji dari suaminya saja yang terbilang hanya pas-pasan saja.
Namun walaupun begitu, Rizmah tidak pernah mengeluh. Ia selalu menerima berapa pun yang diberikan Fahri. Makanya Fahri pun semakin menyayangi istrinya itu.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
Bagaimana kisah selanjutnya kehidupan keluarga Arizma? Ikuti terus ya guys, dan juga jangan lupa berikan Like, Vote, Hadiah, Bintang dan komentar. Dan semoga dalam kisah ini membawa manfaat bagi para Ibu yang mencintai anak-anaknya Aamiin. Oke guys ikutin Author terus ya 🙏🥰
__ADS_1
Syukron 🥰🙏