
◎❅❀❦♦️KALAM ULAMA♦️❦❀❅◎
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞
❝Akhlakmu akan membuat orang lain tertarik, sekalipun ia belum sedikitpun mengenalmu. Jadilah orang yang memiliki keindahan akhlak, maka hati orang lain akan terpikat.❞
( Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri )
━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━
◎❅❀❦◎❅❀❦❅❀❦♦️❦❀❅❦❀❅◎❦❀❅◎
Di Mansion Daffin..
Di ruang makan terlihat keluarga kecil Daffin, sedang melakukan sarapan pagi dengan penuh hikmat, hingga suasana ruang makan tersebut begitu hening, hanya suara dentingan sendok saja yang sesekali terdengar,
Namun suasana seperti itu malah membuat Meira merasa janggal, karena biasanya si bawel Azia, walaupun di tegur olehnya untuk diam saat makan, tapi tetap saja ia akan berkicau, tapi hari ini sejak mereka berjamaah subuh tadi, ia banyak diamnya, dan itu membuat Meira menjadi cemas, di tambah lagi saat ia melihat anaknya tidak berselera makan.
"Zia, apakah masakan Umah tidak enak nak?" Tanya Meira dengan lembut.
"Alhamdulillah enak kok Umah." Balas Azia, dengan suara yang tidak biasanya, membuat Meira semakin heran.
"Kamu baik-baik sajakan nak?," tanya Meira yang sedikit cemas sambil ia memegang dahi Azia.
"Astaghfirullah, kamu sakit nak!" Sentak Meira kaget, setelah ia memegang dahi Azia yang ternyata sangat panas, dan dengan cepat Meira menggendong putri kecilnya dan memeluknya.
Melihat kepanikan Meira, Daffin ikut tersentak, apa lagi saat Meira menggendong Azia, ia pun ikut panik. "Ada apa sayang?!" Katanya sembari ia ikut memegang dahi anaknya.
"Astaghfirullah badannya panas sekali, sini sayang biar yang gendong Azia, kita kerumah sakit sekarang!" Kata Daffin, yang kemudian ia langsung mengambil Alih Azia dari gendongan Meira, dan kini ia lah yang menggendong Azia.
"Ayo mas, Amy kamu di rumah saja ya, sama Bibi" Kata Meira pada putra kecilnya.
"Oke, Umah." Balas Azmy, setelah mendengar jawaban dari Azmy, Meira langsung menyusul Daffin yang lebih dulu keluar menuju mobil mereka.
Dan disaat mereka hendak memasuki mobil, dari pintu gerbang masuk sebuah mobil hitam, dan kemudian langsung berhenti di samping mobil Daffin, dan tak berapa lama turunlah seorang pria berjas hitam.
Daffin mengernyitkan melihat pria tersebut.
"Kenapa Lo datang?" tanyanya heran.
"Loh kenapa?, emang hari ini tidak bekerja ya?" tanya balik pria tersebut.
"Hah?, Emang Lo apakah kamu tuli Rio?, Bukankah kemarin gue dah ngomong Lo dapat cuti bulan madu ya?" kata Daffin lagi, pada Pria tersebut yang ternyata Rio.
" Iya sih, tapi karena dia belum bisa diapa-apain ya lebih baik gue kerja aja dah." Kata Rio ngasal.
"Eh, maksudnya Lo?" Tanya Daffin bingung.
__ADS_1
"Haiis, Dia masih datang tamu bulanan, jadi nggak bisa di apa-apain" Kata Rio dengan mata yang diputar malas
"Hahaha, Mampos Lo!, nganggur dong si Otong" ledek Daffin, sambil terkekeh mendengar perkataan Rio.
Melihat Suaminya jadi lupa mau pergi Meira jadi kesal, pada suaminya yang lupa akan tujuannya.
"Mas!, Bukankah kita mau ke rumah sakit ya?, kok jadi malah ketawa-ketawa gitu sih!" Seru Meira kesal.
"Astaghfirullah, maaf sayang mas lupa," Kata Daffin yang kemudian ia hendak masuk mobil tapi sebelumnya." Rio antar kami ke rumah sakit sekarang!" Titahnya pada Rio.
"Oke bos!" Rio pun langsung ikut masuk ke mobilnya Daffin dan duduk di belakang kemudinya. dan ya berapa lama mobil pun melaju dengan cepat, karena Rio melihat ada kepanikan di wajahnya Meira.
Karena jarak rumah dan rumah sakit tidak begitu jauh, jadi hanya 20 menit saja bagi Rio, dan mereka pun sampai di depan rumah sakit, setelah mobil berhenti Daffin kembali menggendong Azia, dan di ikuti Meira, mereka berjalan menuju ke ruangan dokter spesialis anak sesampainya di sana Davin langsung membawa ke ruang pemeriksaan.
"Dok, cepat periksa keadaan anak saya." Kata Daffin setelah mereka berada di ruang sang Dokter.
"Baiklah pak, sekarang baringkan anak bapak di sana" Kata Sang Dokter sambil menunjukkan sebuah pembaringan yang ada di ruangan tersebut, tanpa berkata apapun lagi Daffin langsung membawa Azia ke ranjang yang di tunjuk sang Dokter tadi. Dan sang dokter pun langsung periksa keadaan Azia.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan kok pak, ini hanya demam biasa, mungkin si adik kelelahan bermain." Ujar Sang Dokter setelah ia memeriksa Azia. " Ini saya kasih resep obat, pastikan si adik minum obatnya secara teratur ya pak, Bu, dan bila demamnya masih berlanjut bawa lagi kesini ya biar kita melakukan cek darah." Lanjut sang Dokter lagi sembari ia memberikan sebuah kertas kecil.
"Baik Dok, terimakasih, kalau begitu kami permisi" Bales Daffin, yang kemudian ia kembali menggendong Azia.
"Iya Pak, sama-sama." setelah mendapatkan balasan dari dokter, Daffin dan Meira keluar dari ruangan tersebut.
"Sayang, apa nggak sebaiknya kamu periksa kandungan kamu?" Tanya Daffin setelah mereka berada di luar ruangan.
"Nanti sajalah mas, lagian jadwalnya dua minggu lagi mas." Balas Meira lembut.
Sesampainya di depan lobiy ternyata di sana sudah ada Rio yang sudah membukakan pintu mobilnya dan tanpa ingin lama-lama mereka pun masuk kedalam mobil, dan setelah semuanya masuk, dengan perlahan mobil pun mulai melaju.
"Biyah?." Panggil Azia dengan suara yang lemahnya.
"Iya sayang, Zia ingin apa?" tanya Daffin lembut pada Putri kecilnya, terlihat wajah Daffin sedih melihat putri kecilnya yang biasa paling semangat, kini ia terkulai lemas di dalam pangkuannya..
"Zia kangen sama Aunty Cindy, boleh tidak Zia ketemu sama Aunty?" kata Zia dengan suara lirih, namun masih terdengar oleh mereka bertiga.
"Boleh dong, nanti biyah suruh om Rio jemput Aunty Cindy ya." Kata Daffin lembut, sambil ia mengusap pipi gembul anaknya.
"Tapi Zia ingin ke rumah aunty Cindy Biyah." Balas Azia lagi dengan sorotan mata yang begitu berharap pada sang Ayah.
"Biarkan saja mas, nanti Ira ikut menemaninya di sana." sambung Meira juga.
"Baiklah sayang, Rio kita langsung ke rumah bini Lo saja." Ujar Daffin memberikan titah juga pada Rio.
"Oke bos!" Balas Rio singkat yang kemudian ia pun mengarahkan mobil mereka menuju ke rumah Cindy, setelah tiga puluh menit kemudian, mobil Rio pun memasuki halaman Rumah Cindy.
Setelah mobil berhenti mereka pun turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu rumah Cindy.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." Salam Meira sambil ia mengetuk pintu rumah Cindy, dan tak berapa lama pintu terbuka.
"Wa'alaikumus salam!." Balas Cindy sedikit kaget
"Meira, pak Daffin, ada apa ini?" Tanyanya heran.
"Cindy, Azia sakit, katanya dia kangen sama kamu, dan ia juga ingin disini, jadi saya titip Azia dan Meira ya." Ujar Daffin, sembari ia menyerahkan Azia pada Cindy.
"Oh baiklah pak." Kata Cindy yang kemudian langsung menggendong Azia. " Sayangnya Aunty sakit apa?" Tanya Cindy setelah Azia berada dalam gendongan Cindy.
"Sakit malarindu sama Tante Cindy." Kata Azia yang langsung memeluk Cindy.
"Uluh, uluh, uluh, masa tayangnya aunty rindu aja pakai sakit sih, kalau rindu mah di telfon dong Auntynya, pasti Aunty akan datang sayang." Balas Cindy lembut, membuat Rio yang sedang berdiri di belakang Daffin tersenyum senang melihatnya..
"Hmm ternyata, si tomboi, pintar juga merawat anak-anak, bahkan Azia begitu menyukainya, aku pikir ia hanya tahu melawan para preman pasar saja."_Batin Rio, yang terlihat kagum pada istri kecilnya itu.
"Ya sudah kalau, mas langsung ke kantor ya sayang, kamu baik-baik di sini sama anak kita" Ujar Daffin pada Meira, sembari ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Meira.
"Iya Mas, kamu juga hati-hati ya." Balas Meira lembut. " Eh, Oh iya Mas, gimana sama Azmy?" Tanya Meira terlihat cemas saat teringat pada anaknya yang satu lagi.
"Kamu tenang saja sayang, nanti Mas akan membawanya ke kantor mas." Kata Daffin menenangkan istrinya.
"Alhamdulillah, baiklah mas." Bales Meira terlihat lega.
"Ya sudah Mas berangkat ya Sayang Assalamu'alaikum." Pamit Daffin..
"Wa'alaikumus salam." Jawab Meira dan Cindy Secara bersamaan.
"Eh, Lo kok nggak pamitan sama bini Lo?" Tanya Daffin saat melihat Rio main nyelonong Bae..
"Udah tadi, !" Jawab Rio singkat.
"Kapan?, perasaan Lo dari tadi hanya diam aja." Balas Daffin.
"Ya tadilah, sebelum Lo datang."
"Maksudnya Lo, saat Lo pergi tadi pagi?"
"Iya, " Jawab Rio singkat.
"Hais, dasar Rio dodol!." Kata Daffin yang kemudian ia langsung masuk ke dalam mobilnya, dan membiarkan Rio yang terlihat bingung pada ucapan sahabatnya itu.
"Kok gue dodol?, emang gue kenapa?"
**********
Maaf ya guys baru Update, maklum author di suruh istirahat total, kemarin mah, dan ini bisa Update karena security sudah pergi kerja🤣🤣
__ADS_1
Dasar Author pembangkang ya 🤣🤣 jangan tiru ya guys 😉
Ya sudah tetap Dukung author ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok 🙏🙏😉