
❁⊱━•⊰❁🌸 MUTIARA ALFAQIRAH🌸❁⊱•━⊰❁
"Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau ia akan membuatmu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi"
___Sayyidina Ali bin Abi Thalib____
❁━•⊰❁🌸❁⊱•━•⊰❁🌸❁⊱•━•⊰❁🌸❁⊱•━❁
Cindy masih menikmati suasana Villa yang banyak menyimpan kenangan tentang orang tuanya, dan Rio memakluminya, dan ia membiarkan istrinya yang masih ingin berlama-lama di kamar orang tuanya, hingga waktu Ashar tiba ia pun baru menghampirinya.
"Sayang kita Ashar dulu yuk, nanti setelah Ashar kita jalan-jalan ke pantai kamu maukan?." Ujar Rio membangunkan Cindy yang ternyata ia tertidur di tempat tidur kamar sang bundanya.
"Humm, iya kak." Balas Cindy dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.
"Tuh kan, mata kamu jadi bengkak sayang, kamu nangis Mulu sih." kata Rio, sambil menyeka sisa air matanya, yang masih tersisa di pelupuk matanya.
"Hum, Maaf kak, Acha cuma kangen sama bunda dan ayah." Balas Cindy sambil ia bangkit dari tidurnya.
"Ya sayang, nggak papa kok, sekarang kita berwudhu dulu yuk." Ajak Rio sambil membantu istri kecilnya turun dari pembaringannya.
"Iya kak." Balas Cindy singkat, yang kemudian mereka pun sama-sama pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, setelah selesai mereka pun melaksanakan kewajiban mereka terhadap Rabb nya, secara jamaah dengan Rio sebagai imamnya, dan setelah selesai..
"Acha, kamu masih ingin di sini, atau mau jalan-jalan kepantai?." Tanya Rio lembut.
"Jalan-jalan aja deh kak." Jawab Cindy sembari ia melipat mukena yang baru saja ia pakai untuk sholatnya.
"Ya sudah ayo, nanti kita sekalian lihat sunset oke." Ujar Rio lagi.
" Baiklah kak." Balas Cindy, lalu Rio pun menggandeng tangan Cindy dan mereka pun berjalan beriringan menuju keluar rumah.
"Acha, kamu tahu nggak?, kata Bunda saat kak Bian tengelam di sana, kamu menangis Mulu saat bunda menggedong kamu di sini, dan tangan menunjuk kepantai, Bunda pikir kamu ingin bermain di pantai loh." Kata Rio saat mereka berada di teras villa tersebut.
"Iyakah kak?."
"Iya sayang, ya sudah ayo sekarang kita kepantai." Ajak Rio yang kemudian ia merangkul bahu Cindy lalu merekapun berjalan menuju ke pantai yang berada di depan Villa tersebut.
Sesampainya di pantai..
"Dulu kak Bian tenggelam di sana sayang." Kata Rio sambil jari telunjuknya menunjuk kelautan yang berada di depan mereka, saat mereka sudah berada di pantai. " Dan Kamu yang sedang di gendong Bunda berada di sini bersama ayah juga, sambil mengajak kamu bermain tapi kamunya masih tetap menangis dengan tangan kamu mengarah ke kak Bian di sana, hingga akhirnya Ayah melihat kak Bian dan menolong kak Bian juga Papa." Lanjut Rio lagi menceritakan masa kecil mereka.
"Hum, Bunda juga pernah bercerita seperti itu sih kak, cuma pada saat itu Acha merasa cerita seakan bunda berlebihan, karena Bunda selalu bercerita yang aneh-aneh jadi Acha tidak begitu percaya kak." Ujar Cindy dengan raut wajah yang terlihat ada penyesalan dan Kesedihan di sana sehingga matanya kini mulai berkaca-kaca lagi.
__ADS_1
Melihat itu Rio langsung memeluk istri kecilnya "Tapi sekarang kamu percayakan pada Bunda kan sayang?." Tanya Rio di dalam pelukannya dan di anggukkan oleh Cindy.
"Gitu dong kamu memang harus percaya karena yang Bunda katakan benar adanya, dan kak Bian adalah bukti yang nyata di cerita bunda kamu sayang." Kata Rio sembari ia mengusap air mata Cindy yang hampir jatuh dan setelah itu ia menempelkan dahinya ke dahi Cindy.
"Hu'um, sekarang Acha percaya kok." Ujar Cindy dengan suara manjanya dan bibir yang sedikit dimajukan manja. membuat Rio gemas melihat bibir meronanya itu. Sehingga ia tak kuasa untuk tidak meraihnya, yang kebetulan memang suasana pantai begitu sepi,
Yaa karena memang di sana hanya ada villa milik orang tua Cindy saja yang berada di pantai itu, dan mereka jauh dari penduduk asli disana.
Rio begitu menikmati permainan bibir mereka apalagi Cindy menyambutnya dengan suka cita di tambah lagi suasana di pantai yang anginnya sepoi-sepoi menambah suasana terasa romantis. dan di saat mereka masih asik menikmati permainan bibir, tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara Anak kecil memanggil-manggil nama Cindy.
"Aunty Cindy.. Aunty Cindiiiy.!" Teriak seorang Anak kecil, membuat Cindy spontan mendorong tubuh Rio dengan kuat, sehingga Rio pun jatuh terduduk.
"Aaw!!, sayang, kenapa kak Bian di dorong sih!" Protes Rio.
"Maaf kak, sepertinya ada yang panggil Acha." Kata Cindy sambil ia menoleh ke sumber suara tersebut dan.."Azia?!" Sentak Cindy saat melihat seorang gadis kecil sedang berlari ke arahnya.
"Hah?!, Apa?!" Sentak Rio dan ia pun mengikuti arah pandangan Cindy dan terlihatlah Azia dan Azmy yang sedang berlari-lari ke arah mereka.
"Hah?, kenapa mereka bisa ada di sini sih!, mengganggu orang bulan madu aja sih!." Gerutu Rio yang terlihat dari wajahnya kalau dia tidak suka melihat kedatangan mereka.
"Kak Bian!, apaan sih omongannya, kok gitu sih!" Tegur Cindy yang ternyata dia mendengar gerutuan Suaminya
"Habis Kitakan kesini lagi bulan madu Cha, masa mereka kesini sih, itu sama saja merusak mood kita berbulan madu dong." keluh Rio.
"Assalamu'alaikum Aunty Cindy, Assalamu'alaikum uncle Rio." Ucap Azia dan Azmy secara bersamaan.
" Wa'alaikumus salam Azia Azmy." Balas Cindy saja sementara Rio hanya mendengus kesal.
" Kok Uncle Rio nggak mau jawab salam Zia dan A'a Amy sih?" Tanya Azia dengan gaya tangannya yang ia lipatkan di dadanya.
"Udah di bales sama Auntykan?!" Kata Rio ketus.
"Is..is..is..tak patuut." Balas Azmy dengan gaya sama seperti Azia yang melipatkan tangannya di dadanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Is..is..is..Uncle, menjawab salam hukumnya wajib dalilnya ada di Surat An-Nisa ayat 86 yang berbunyi.:
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٖ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا ٨٦
"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An-nissa ayat 86).
" Nah itu berarti Kalau Uncle diberikan penghormatan dengan salam maka jawab. Kalau bisa dengan lebih sempurna. "Salam," Jawab Walaikumussalam Warohmatullah." Sambung Azmy, dengan gaya orang dewasanya
__ADS_1
"Ho'oh tuh, kalau Uncle masih tidak mau jawab itu sama saja Uncle di kategorikan termasuk orang sombong tau!" Sambung Azia lagi
"Huh!, mulai dah tuh.!" Gumam Rio tapi masih terdengar oleh Cindy.
"Kak Bian!" Tegur Cindy Sambil mempelototi matanya ke Rio.
"Eh, hehehe Maaf sayang." Balas Rio Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lanjut Zia emang kalau orang sombong seperti apa sih? " Tanya Cindy dengan menatap Rio dengan tatapan sinisnya, karena ia kesal pada suaminya di beri teguran agar bisa menjadi ilmu malah menggerutu.
"Aunty, sifat Sombong itu sangat dibenci oleh Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Namun, kita pasti pernah bertemu dengan orang yang sombong, atau bahkan kita pernah merasa sedikit sombong secara tak sadar dan bahkan AllAh menegaskan di dalam Al-Qur'an nya" Kata Azia yang kemudian ia pun melantunkan surah Luqman ayat 18.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri"
(QS.Luqman:18) "
" Benar Aunty, Rasulullah juga melarang kita untuk bersikap sombong. Beliau mengatakan bahwa sombong adalah sifat yang berbahaya bagi kita semua. Semua itu juga terdapat di dalam hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?”
Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)" Sambung Azmy juga.
"Tuh kak, di dengar dan di ingat!, jangan sampai kak Bian termasuk di kategorikan orang yang sombong, emang mau di benci Allah hm?" Ujar Cindy pada Rio.
"Tidak nggak mau sayang, ya sudah Uncle minta maaf ya Twins." Ujar Rio pada mereka bertiga.
"Oke Uncle kami sudah maafkan kok." Balas mereka berdua.
"Tapi ngomong-ngomong kalian kok bisa disini?, siapa yang bawa kalian.?" Tanya Rio Heran.
" Kami datang sama itu." Ujar Azia sambil menunjuk sesuatu, dan Rio pun mengikuti jari telunjuknya Azia dan terlihatlah Daffin yang sedang menggendong Dua bayi, dan Meira menggedong satu bayi dan mereka berdua sambil menyengir kearah mereka.
"Hah!!!, Amsyong bulan madunya!!"
__________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊.