
┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀◆•✾••┈
"Hidup kita itu memang tidak sempurna.
Tetapi kita bisa membuatnya lengkap dengan selalu berterima kasih.
Hidup kita memang tidak hebat nan menakjubkan.
Tetapi kita bisa membuatnya Indah dengan senantiasa bersyukur.
Sudahkah kita bersyukur hari ini?
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•
Daffin begitu bersyukur dan bahagia, karena pada akhirnya Rio dapa mengingatnya kembali. Hingga tanpa terasa air matanya kembali keluar, namun kali ini yang mengalir dipipinya adalah air mata kebahagianya. Betapa tidak, karena ia masih belum percaya, orang yang pernah menyelamatkan hidupnya, dan orang yang telah dinyatakan meninggal oleh tim SAR Karena mereka tidak menemukannya, kini ada dipeluknya.
Rio, yang merasakan ada sesuatu yang basah pada baju dibagian pundaknya, membuat ia melepaskan diri dari pelukannya Daffin. Dan ia amat kaget saat melihat wajah bosnya itu sudah basah dengan air matanya.
"Eh! Kenapa Lo nangis Fin?" tanyanya heran. Karena semenjak Daffin telah menemukan Meira ia tak pernah lagi menangis.
"Ah elo pakai nanya lagi! Gue nangis karena bahagialah karena pada akhirnya kita bisa berkumpul kembali. Terima kasih ya Rio karena, lo sudah menyelamatkan hidup gue dan terima kasih karena masih tetap hidup, walaupun badai yang Lo hadapi begitu besar," ucap Daffin begitu tulus, dengan wajah yang masih terlihat haru menatap wajah sahabatnya itu.
"Sama-sama Fin, Alhamdulilah, semuanya ini berkat dan Dialah yang punya rencana, gue hanya menjalaninya sesuai keinginan-Nya. Gue juga sangat bersyukur, karena sudah diberikan kesempatan hidup, jadi gue bisa terus memenuhi janji gue pada orang Acha," balas Rio, sembari ia menatap istrinya yang kebetulan sedang memandangnya.
Rio juga merentangkan tangannya agar Cindy, yang sedang berdiri akibat ia pingsan tadi, mau meraih tangannya. Sesuai keinginannya Cindy meraih tangan Rio, dan kemudian Rio pun menarik dirinya agar kembali duduk disebelahnya.
__ADS_1
Daffin yang sepertinya paham, kalau temannya sedang merindukan istrinya. Ia pun kembali ketempat duduknya semula. Sambil ia bertanya pada Sudirman.
"Oh, jadi pekerjaan Kakek seorang nelayan?" tanyanya sambil menatap wajah Sudirman.
"Iya Nak, Kakek hanya seorang nelayan," jawab Sudirman lembut.
"Lalu Cucu perempuan Kakek kerja apa?" tanya Daffin lagi.
"Dia seorang guru TK Nak"
"Kalau suaminya Kek?"
"Saat ini ia masih menjadi seorang Mantri di puskesmas daerah kami Nak, tapi sebentar lagi Dia juga akan menjadi seorang Dokter, karena dia juga sedang kuliah di fakultas kedokteran," jawab Sudirman apa adanya.
Daffin manggut-manggut sejenak, karena sepertinya ia memiliki sebuah rencana, untuk keluarganya Kakek Sudirman. "Begini kek, Saya pernah berjanji saat Rio menghilang. Barang siapa yang menemukan teman saya Rio. Saya akan memberikan sebuah Hadiah besar," ucap Daffin, berkata apa adanya.
Setelah mendengar perkataan Daffin, Sudirman langsung menendang kedua cucunya. sepertinya ia ingin meminta mendapat dari kedua cucunya. Namun sepertinya kedua cucunya, terlihat bingung dengan pandangannya Sudirman, akhirnya Sudirman, mengambil keputusan sendiri.
"Sebelumnya Kakek, mengucapkan terimakasih Nak. Tapi Nak Kakek menolong Nak Rio ikhlas Lillahi Ta'ala Nak. Jadi kamu tidak usah memberikan kami hadiah Nak," ujar Sudirman, berhati-hati sekali.
"Saya tahu Kakek menolong Rio dengan ikhlas. Makanya Allah juga menitipkanke saya, Rezeki untuk kakek. Jadi kakek tidak boleh menolaknya, itu artinya kakek harus menerimanya, Oke!" ujar Daffin sedikit tegas, agar Sudirman mau menerima hadiah yang sudah ia janjikan.
"Alhamdulillah ya Allah, tabarakallah. Baiklah Nak, Kakek tidak berani menolaknya kalau begitu.Terimakasih banyak ya Nak," balas Sudirman sedikit canggung.
"Sama-sama Kek, kalau begitu, kalian bisa ikut dengan saya? Mari kita lihat hadiahnya" ajak Daffin, pada keluarganya Sudirman. Karena sepertinya ia ingin memberikan ruang untuk Rio dan Cindy.
"Baiklah Nak," balas Sudirman pada Daffin. "Kalau begitu Kakek sekalian pamit ya Nak Rio, Nak Cindy, semoga setelah ini kalian tidak akan pernah terpisahkan lagi," lanjutnya, pada Rio dan Cindy. Sembari ia bangkit dari duduknya juga lalu ia menyalami Rio, namun langsung di peluk oleh Rio.
__ADS_1
"Aamiin ya Allah, terimakasih Kek, terimakasih banyak, terimakasih sudah menolong saya," ucap Rio didalam pelukannya.
"Sama-sama Nak, tetapi berterima kasihlah pada Allah ya Nak, karena semuanya, tidak akan terjadi bila Allah, tak berkehendak," balas Sudirman lembut sembari ia mengusap punggung Rio, penuh kasih.
"In shaa Allah Kek," balas Rio haru.
Setelah itu Cindy juga menyalami, Sudirman, ia pun sama seperti Rio, yang mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada Sudirman. Karena ia telah menyelamatkan suami tercintanya.
Setelah saling bersalaman, Sudirman dan keluarga, Daffin dan keluarganya pun berpamitan. Dan mereka pun pergi bersama menaiki mobilnya Daffin. Tinggallah Rio dan Cindy yang masih menatap kepergian mobilnya Daffin. Setelah mobil tak terlihat lagi, pandangan Rio beralih ke istrinya yang sejak tadi memandangnya dengan sendu.
"Ada apa Acha? Mengapa kamu memandang kak Bian seperti itu hm?" tanya Rio, dengan dahi yang terlihat mengerut.
"Acha tidak mimpikan Kak? Ini benaran Kak Biankan?" tanya Cindy sembari ia memegang kedua pipinya Rio.
"Iya Sayang, ini benaran Kak Bian, suaminya kamu," balas Rio, yang kemudian ia memeluk istrinya yang terlihat berkaca-kaca. Terlihat sekali wajah kerinduan yang amat sangat. Hingga, Rio tak tahan melihatnya dan ia pun memeluk istrinya.
Mendapatkan pelukan kembali dari suaminya tangisan Cindy pun pecah. "Hiks..hiks..Acha, kangen banget sama kak Bian, hiks.. Acha pikir Acha tidak bisa lagi melihat..umm..." ucap Cindy langsung terhenti. Dikarenakan bibir Rio, langsung membungkam bibirnya Cindy.
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏
__ADS_1