Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
KEYAKINAN HATI CINDY.


__ADS_3

┈••✾•◆❀🤍 Mutiara Hikmah🤍❀◆•✾••┈


"Jangan Lah Engkau Berduka Atas Apa Yang Telah Terjadi, Ingatlah Tidak Ada Di Dunia Ini Yang Abadi"


___Imam Syafi'i___


•┈┈┈┈┈┈•✾•◆❀🤍❀◆•✾•┈┈┈┈┈┈•


Tiga bulan telah berlalu, setelah pasca hilangnya Rio. Dan selama tiga bulan itu juga, Daffin tidak pernah berhenti untuk mencari keberadaan Rio. Bahkan ia rela, menghabiskan ratusan juta untuk biaya pencarian sahabatnya itu. Karena ia begitu yakin kalau sahabatnya itu masih hidup.


Sedangkan Cindy Istrinya Rio, kini sudah terlihat lebih ikhlas. Walaupun pada awalnya, ia begitu terpuruk, saat mendapatkan kabar hilangnya Rio. Sehingga ia menyalahkan Daffin, bahkan sampai ia begitu membenci Daffin. Namun setelah ia mendapatkan pencerahan oleh Kyai Abdur Rahman kakeknya Meira, di tambah lagi ia mendapatkan pencerahan dari twins. Cindy mulai ikhlas. Dan kini ia tidak lagi membenci Daffin.


Akan tetapi, sejak itu juga ia memilih tinggal, di villa milik orang tuanya yang memang dekat dengan pesisir pantai. Karena sebenarnya ia masih mengharapkan kepulangan suaminya. Dan entah mengapa jauh di lubuk hatinya mengatakan kalau suaminya itu masih hidup, dan suatu saat ia akan kembali kepadanya.


Pada awalnya, Daffin sangat berat, menyetujui Cindy, tinggal disana. Selain karena hamil, tempat itu juga begitu jauh, dari tempat tinggalnya. Namun setelah Meira memberikan pengertian padanya. Akhirnya ia pun setuju, namun dengan syarat. Sebelum kehamilannya memasuki sembilan bulan, Cindy harus sudah kembali, ke kota J. Dan ia juga tidak boleh, tinggal sendiri disana, harus ada beberapa orang yang menemaninya. Dan akhirnya Cindy pun menyetujuinya.


Dan disinilah saat ini, Cindy tinggal di sebuah villa yang pernah hancur. Namun Rio berhasil mendirikannya Kembali. Karena ia ingin istrinya mengetahui, tempat pertama kalinya mereka bertemu. Dan saat ini Cindy sedang berjalan-jalan di pesisir pantai di temani seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan satu meter dibelakang Cindy. Dan ikut berhenti bila Cindy berhenti, seperti saat ini Cindy sedang berdiri tepat di depan hamparan lautan yang luas, dan pandangannya juga sedang menatap jauh kelautan itu.


"Kak Bian, Acha tahu, saat ini Allah sedang menguji kesabaran Acha, serta keikhlasan Acha. Makanya Allah menyembunyikan Kak Bian dari Acha. Tapi Acha tahu Kak, kalau Kak Bian masih berada di dunia ini, itu sangat terasa di dalam hati Acha, kalau Kak Bian masih hidup. Jadi Acha mohon segeralah kembali. Sebelum anak kita karena anak kita ingin Ayahnyalah yang akan menyambut kedatangannya serta mengadzaninya Kak," batin Cindy, yang tanpa terasa Air matanya, mengalir begitu saja.


Melihat Cindy yang hanya terdiam, namun mengeluarkan air matanya. Wanita paruh baya, yang berdiri tak jauh dari Cindy pun langsung menghampiri Cindy.


"Neng Acha, anginnya mulai kencang, kita masuk yuk Neng" ajak wanita paruh baya tersebut.


"Aah Bi Surti! Baiklah Bi," balas Cindy kaget dan Ia pun langsung menghapus air matanya. Dan langsung menyunggingkan senyumannya pada wanita paruh baya tersebut, yang ternyata ia adalah Surti, pembantunya sekaligus orang kepercayaannya Rio.

__ADS_1


"Maaf Neng, bibi sudah, mengejutkan Neng Acha ya?" kata Surti, yang menyadari kalau majikannya itu terlihat kaget.


"Nggak papa kok Bi, ya sudah ayo kita kembali ke villa Bi," ajak Cindy, yang kemudian ia pun langsung melingkarkan tangannya ke tangan perempuan paruh baya tersebut. Lalu mereka pun berjalan bergandengan menuju ke villanya. Didalam perjalanan mereka ke villa, Surti buka suara.


"Neng Acha, katanya sudah nggak mau nangis lagi? Kenapa hari ini Neng menangis lagi? tanya Surti terdengar lembut.


"Eh, hehehe, maaf Bi, Acha tadi cuma merasa kangen aja, sama kak Bian Bi," Jawab Cindy sambil cengengesan. "Emang nggak boleh nangis ya Bi, kalau kita kangen pada seseorang?" tanya Cindy dengan wajah terlihat penasaran.


"boleh kok Neng, cuma bibi sarankan Kalau Neng kangen dengan Den Rio sebaiknya, sebaiknya kirimkan surah Al-fatihah saja Neng," ujar Surti, membuat Cindy langsung mengerenyitkan dahinya.


"Eh, nggak akh BI! Setahu Acha itu hanya orang yang sudah meninggal Bi. Dan Acha yakin Kak Bian belum meninggal, masa orang yang masih hidup dikirimkan Al-fatihah juga sih? Emang boleh apa?" ujar Cindy, terlihat kesal setelah mendengar perkataan Surti. Karena didalam keyakinan di hati Cindy, suaminya itu masih hidup.


Disaat bersamaan, tiba-tiba terdengar suara lantang seorang anak kecil. "Kata siapa, surah Al-fatihah tidak bisa dikirimkan untuk orang yang masih hidup Aunty?"


"Azia, Azmy? Kalian kok bisa ada disini?" tanya Cindy terlihat kaget dan heran.


"Bisa dong Aunty, kamikan sedang liburan, makanya Biyah, dan Umah, mengajak kami kesini" balas Azia, yang terlihat ia begitu senang melihat Cindy.


Mendengar perkataan Azia, Cindy langsung melihat ke villa, yang ternyata kedua orang tua anak kecil itu sudah berada disana sambil melambaikan tangannya kearahnya Dan Cindy langsung membalasnya. Dan ia bermaksud menghampiri Meira dan Daffin namun bajunya ditarik oleh Azmy seraya berkata.


"Aunty, kok pertanyaan Amy, nggak di jawab sih?"


Cindy terlihat kaget, dengan pernyataan Azmy. "Eh! Pertanyaan apa sayang?" tanyanya terlihat bingung.


"Yang ini Aunty. Kata siapa, surah Al-fatihah tidak bisa dikirimkan untuk orang yang masih hidup Aunty?" kata Azmy mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


"Kata Aunty sih, karena, aunty selalu menghadiahkan surah itu, pada orang tua Aunty yang sedang meninggal, Amy" kata Cindy berkata apa adanya.


"Itu juga benar Aunty, dan mengirimkan untuk yang hidup juga boleh kok, malahan bagus Aunty." kata Azmy, sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya, sudah seperti orang dewasa. Dan Perkataan Azmy langsung disambung oleh si secantik Azia.


" Aunty? Surat Al-Fatihah merupakan induknya Al-Qur'an atau disebut dengan Ummul Qur'an dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu ada banyak keutamaan yang bisa diraih dalam mengamalkan surat Alfatihah," ujar Azia yang kini gayanya mengikuti sang kakaknya.


"Benar makanya surat Alfatihah bisa menjadi obat, bisa untuk meruqyah dan juga doa terbaik. Jadi, ketika mengirimkan Al Fatihah artinya adalah mengirimkan pahala, doa, dan kebaikan. Dan doa utama adalah Al-fatihah, seperti dikatakan dalam sebuah hadits.


Sabda Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam,


"Dan seutama-utamanya doa adalah alhamdulillah." (Hr. Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim) " sambung Azmy.


Mendengar perkataan kedua bocah, yang sudah seperti seorang ustadz dan ustadzah itu. Membuat perasaan Cindy begitu senang, dan juga semakin penasaran.


"Alhamdulillah.. Lalu bagaimana cara mengirim Alfatihah kepada orang yang masih hidup di dunia Azmy, Azia?"


┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2