Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.

Anak Genius : TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN.
TWINS ANAK AJAIB.


__ADS_3

โ‰ˆโ‰ˆโ‰ˆโ–ถ๐Ÿ’ KALAM ULAMA ๐Ÿ’ โ—€โ‰ˆโ‰ˆโ‰ˆ


"Begitu banyak orang yang merasa begitu puas menghitung biji tasbih setiap kali menyebut nama Allah, tetapi mereka tak punya tasbih untuk menghitung ucapan sia sia yang tak terbilang banyaknya"


โ‰ˆโ‰ˆโ–ถ( Imam Al-Ghazali )โ—€โ‰ˆโ‰ˆ


{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{๐Ÿ’ }}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}


suara tendangan pintu serta suara Bass seorang Pria yang begitu keras membuat seisi rumah beralih pandang ke pintu tersebut dan muncullah seorang pria dengan wajah terlihat dingin, masuk dengan menuntun dua orang anak kecil, dan di ikuti seorang wanita cantik yang berdiri di belakangnya.


"Daffin?!" ucap mereka saat melihat pria itu yang ternyata Daffin berserta keluarga kecilnya.


"Bisa Anda ulangi perkataan anda tadi?, siapa yang anda katakan anak haram dari wanita nakal, apakah mereka?!" Ujar Daffin dengan tatapan yang dingin, membuat Hanna dan Siska terdiam, tidak seperti tadi mereka begitu lantang.


"Eh, wajah kedua anak ini memang mirip sekali dengan Daffin, Apakah itu berarti mereka memang anaknya"_Batin Siska yang saat ini ia sedang menatap wajah kedua anak kecil yang masih di pegang oleh Daffin.


"Apakah anda masih membutuhkan bukti lagi, untuk memastikan mereka memang anak saya, ?!" tanya Daffin yang terlihat begitu geram pada kedua wanita yang ada di hadapannya.


"Saya tidak mau tahu itu, pokoknya kalau kamu tidak menikahi anak saya, maka saya akan menuntut kalian karena sudah menipu keluarga saya, dan juga mencemarkan nama baik saya, karena saya sudah mengabarkan pada keluarga jauh saya kalau kalian akan menikah, dan itu sudah merugikan saya dan anak saya!" Tutur Siska, yang masih keukeh ingin menjodohkan Daffin dengan Hanna.


"Astaghfirullah, ada ya seorang ibu, yang mau membiarkan anaknya menikah pada seorang pria yang sudah beristri, apakah ibu ini adalah ibu kandung nona ini?, karena setahu saya, tidak ada seorang ibu pun yang menginginkan anaknya menjadi madu seseorang" Tutur Meira yang akhirnya buka suara, membuat Siska terkejut mendengar penuturan Meira dan itu bagaikan sebuah pisau yang mengenai tepat pada hatinya hingga akhirnya ia pun terdiam.


Sementara Daffin yang melihat Meira berani mengungkapkan perkataannya pada Siska, membuatnya tersenyum puas.


"Heh!, kamu nggak usah mengajarkan saya, Emang kamu sudah benar iya!, karena setahu saya juga wanita yang benar tidak akan memiliki anak di luar Nikah!, dan kamu..."


"STOP Nenek!! Kenapa sejak tadi nenek selalu mencela Ummah?" Suara lengkingan Azia menghentikan perkataan Siska, membuat Siska terdiam dan hanya melototkan matanya pada Azia.


"Benar!, padahal di dalam ayat Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kita petunjuk dalam berakhlak yang baik, terutama tentang sikap mencela dan atau mengolok orang lain.


Di dalam QS. Al-Hujurat ayat 11" Sambung Azmy, yang nampak ia juga kesal melihat Siska selalu mencela ibunya, dan kali ini Azia yang melantunkan Ayatnya dan Azmy menterjemahkannya.

__ADS_1


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุฎูŽุฑู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูุณูŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุกู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู†ูŽู‘


Artinya: โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.โ€


(QS. Al Hujurat: 11).


Lalu Azia menyambungkan dengan tafsir Al Qur'an, dan Azmy membacakan Haditsnya.


"Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzim berkata: bahwa ayat tersebut berisi larangan melecehkan dan meremehkan orang lain. Dan sifat melecehkan dan meremehkan termasuk dalam kategori sombong."


Ia mengutip salah satu sabda Rasulullah ๏ทบ:,


ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑู ุจูŽุทูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุบูŽู…ู’ุทู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู


Artinya: โ€œSombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia.โ€


"Sementara itu ulama tafsir Al-Qur'an yang lain seperti Imam Ath-Thabari dalam Tafsir At-Thabari menjelaskan makna ayat tersebut dengan juga mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad ๏ทบ sebagai berikut:


ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุญู’ู‚ูุฑูŽู†ูŽู‘ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชููƒูŽู„ูู‘ู…ูŽ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูู†ู’ุจูŽุณูุทูŒ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงุฑู’ููŽุนู’ ุฅูุฒูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุตู’ูู ุงู„ุณูŽู‘ุงู‚ู ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุจูŽูŠู’ุชูŽ ููŽุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุจูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฅูุฒูŽุงุฑู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฎููŠู„ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุฎููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูู†ู ุงู…ู’ุฑูุคูŒ ุดูŽุชูŽู…ูŽูƒูŽ ูˆูŽุนูŽูŠูŽู‘ุฑูŽูƒูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูููŠูƒูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูุนูŽูŠูู‘ุฑู’ู‡ู ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูููŠู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูˆูŽุจูŽุงู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡


ู


Tafsir Surah Al-Hujurat ayat 11: Larangan Mencela dan Mengolok-olok Orang Lain


Artinya: โ€œJanganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan".


Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.


"Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.โ€

__ADS_1


(HR. Abu Daud no. 4084).


Mendengar perkataan dari bocah kecil, yang saling sahut menyahut secara bergantian, membuat Siska dan Hanna tercengang heran karena anak sekecil itu, bisa menghafal Al-Qur'an dan hadits,


Sementara Daffin dan keluarganya begitu kagum dan bangga melihat, Anak, dan cucu mereka, mampu membuat Siska tak bergeming lagi.


"Bagaimana Bu Siska?, apakah perkataan cucu saya masih belum jelas? kalau belum jelas biar saya suruh cucu saya menjelaskan kembali" tanya Adi Nugraha, dengan senyum simpulnya.


"Cih, tidak perlu!, kami mau pulang saja, dan ingat saya pasti akan membalas ini!" Ujarnya Siska dengan ketus, lalu ia pun menarik tangan Hanna, dan mereka pun pergi meninggalkan keluarga Adi Nugraha, setelah mereka sudah tak terlihat lagi..


"Maa syaa Allah, Cucu-cucu eyang memang luar biasa ya, Eyang sangat bangga melihat kalian tadi" tutur Adi Nugraha, yang kemudian ia memeluk kedua cucunya itu.


"Ini mah Twins anak Ajaib," Sambung Nuraini sembari menciumi kedua cucunya, ya sudah Ayo kita ke meja makan, eyang tri, sudah masak makanan yang enak loh untuk kalian" Lanjutnya lagi sembari menggandeng tangan kedua cucunya.


"Horeee, kita makan," Sorak Azia kesenangan membuat Daffin hanya menggelengkan kepalanya saja Melihat tingkah anaknya yang selalu bikin ia gemas.


"Ayo Mei, ikut Mama, " Ajak Nuraini sebelum ia melangkah menuju ruang makannya.


"Iya mah, " Bales Meira dan ia pun langsung mengikuti sang ibu mertuanya. sementara Daffin dan Sang papanya, yang masih di ruang tamu.


"Nak, mulai sekarang Berhati-hatilah, karena Suaminya Siska memiliki pendukung yang kuat" Ujar Sang papa, mengingatkan Daffin.


"Tenang saja Pah, Afin tidak akan membiarkannya pah"


"Bagus, ya sudah ayo kita ikut makan juga"


"Baiklah pah" dan akhirnya mereka pun beranjak dari duduknya di ruangan tamu itu dan kemudian mereka pun melangkah menuju keruangan makan..


********


Masih Dukung Authorkan?

__ADS_1


So, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2