
⚛💚 MUTIARA ALFAQIROH 💚⚛
"Ya Allah, saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-mu jauh lebih besar daripada kekecewaan ku, dan rencana yang engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku".
___Ali Bin Abi Thalib___
{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{{💚}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}}
Hari telah berlalu, dan semenjak itu trauma Meira Sudah jarang sekali kumat, apalagi setelah Daffin selalu membiasakan dirinya melantunkan surat Ar-Rahman di waktu Subuh sebelum Meira terbangun dari tidurnya, dan kebiasaan itu ternyata sangat bermanfaat untuk Meira, karena ia tak pernah lagi menjerit histeris saat ia terbangun dari tidurnya.
Dan setelah Daffin menyelesaikan lantunannya ia juga membiasakan mengajak Meira untuk shalat berjamaah dan ternyata itu bermanfaat juga untuk menghilangkan traumanya saat tersentuh oleh Daffin, Karena setelah shalat berjamaah Daffin membiasakan dirinya juga untuk selalu mengulurkan tangannya agar Meira mau menyalaminya dan metode itu nampaknya telah berhasil, karena Daffin tak pernah lagi Melihat Meira menjerit-jerit histeris lagi.
Pagi itu Daffin dan keluarga kecil sedang melakukan sarapan pagi bersama, dan ruang makan Begitu hening karena mereka sedang menikmati sarapannya dengan penuh hikmat dan setelah Mereka menyelesaikan sarapannya Daffin pun membuka suaranya
"Mei, bersiaplah dan bawa anak-anak ikut bersiap karena hari ini aku ingin mengajak kalian ke suatu tempat " kata Davin kepada Meira.
"Kita mau ke mana Biyah?" tanya Azia dengan raut wajah penasaran.
"Rahasia dong " bales Daffin sembari mengedipkan sebelah matanya, membuat bibir mungil Azia jadi mengerucut panjang ke depan.
"Iikh, Biyah peliiiit, kasih tahu dong Biyah?" protes Azia.
"kalau dia kasih tahu tidak akan menjadi Supraise dong nak, dan kalau kamu ingin segera mengetahui cepatlah bersiap nak " kata Daffin yang akhirnya ajakan menyerah dan hanya mengikuti titah sang ayah untuk bersiap diri dan akhirnya mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap
dan tak berapa lama mereka kembali lagi dengan pakaian yang sudah rapi
"Kami sudah siap Biyah" kata si cerewet Azia yang sejak tadi emang tidak sabaran ingin mengetahui surprise dari sang ayah.
"Baiklah Sayang, kita pergi sekarang" Ajak Daffin setelah melihat Meira juga telah siap.
"Okay, let's go!" kata Azia sembari ia berjalan lebih dahulu menuju ke mobil mereka dan lebih dulu memasuki mobil dan di susul oleh Azmy dan baru Meira, sedangkan Daffin duduk di bangku depan bersama Rio sebagai pengemudinya, dan tak berapa lama mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Hanya memakan waktu 20 menit mereka pun memasuki halaman sebuah gedung yang nampak baru dibangun, berlantaikan dua dengan tulisan SEKOLAH IT AR-RAHMAN
__ADS_1
Dan Azmy yang melihat tulisan itu langsung teringat dengan sang Aki uyutnya yang memiliki pondok pesantren Ar-Rahman.
"Biyah kenapa nama sekolah ini mirip dengan nama pondok pesantren Aki Uyut?" Tanya Azmy yang nampak sangat penasaran.
"Nanti saja ya Biyah jawabnya, sekarang lebih baik kita masuk dulu OK" bales Daffin sembari mengelus lembut rambut Azmy,
"Okay Biyah"
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kita masuk ya, " Ajak Daffin pada kedua anaknya " Ayo Mei, kamu juga harus ikut masuk" Lanjut Daffin lagi kepada Meira.
"Oke Biyah, let's go in!" seru Azia penuh semangat, dan akhirnya mereka semua pun memasuki gedung berlantai dua itu,
Meira, Azia dan Azmy merasa aneh karena dari mereka memasuki gerbang, hingga memasuki gedung sekolah itu mereka tak melihat satu orang pun di sana, dan itu membuat Meira menjadi penasaran, hingga ia ingin bertanya pada Daffin, tapi didului oleh Azia.
"Biyah, kenapa sekolah ini sepi sekali dan tidak ada satu anak pun yang Zia lihat" katanya sembari matanya berkeliaran Melihat sekelilingnya.
"Iya Biyah, Amy juga tidak melihat satupun, apakah mereka sudah pulang Biyah, ? tapi inikan masih pagi" Sambung Azmy juga.
"Iya bener apakah mereka tidak suka dengan sekolah ini, padahal sekolah ini sangat indah" Sambung Azia lagi.
"Iya Zia sangat suka sama sekolah ini Biyah, " Bales Azia dengan mata yang berbinar.
"Amy juga suka Biyah, apalagi nama sekolahnya sama dengan pondok pesantren Aki Uyut" timpal Azmy yang nampak sumringah.
"Alhamdulillah, syukurlah kalau kalian suka, " kata Daffin, senang karena mendengar jawaban dari Anak-anaknya.
"Bagaimana dengan kamu Mei, Apakah menyukai sekolah ini juga?" tanya Daffin ingin mengetahui Gimana tanggapan Meira terhadap sekolah ini,
"Bagi Ira, bila Twins suka itu artinya Ira juga suka kok mas" bales Meira, membuat Daffin senang mendengarnya, di tambah lagi saat ia mendengar Meira menyebut dirinya "Ira" dan bukan Ana lagi, itu membuatnya tambah senang karena itu artinya ia mulai tidak menjaga jarak lagi padanya.
"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah, walaupun hanya sedikit-sedikit saja perubahan yang engkau berikan padanya, namun aku sudah sangat bersyukur, dan semoga semuanya akan semakin membaik ya Rabb " Batin Daffin penuh rasa syukur.
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kita masuk yuk" kata Daffin ketika mereka sudah berdiri di depan pintu sebuah ruangan, " Bukalah Mei" kata Daffin lagi, dan di Anggukkan oleh Meira dan ia pun langsung meraih handel pintu itu lalu ia pun membuka pintunya dan..
__ADS_1
"SURPRISE!!!" Seru orang dari dalam ruangan itu yang ternyata di dalamnya begitu banyak orang bahkan orang-orang yang ia sayangi juga ada di dalamnya.
"Bunda?, Aki, Nini,?, maa syaa Allah, kalian semua ada di sini?" tanya Meira, yang terlihat sangat jelas kalau ia sedang bingung
Tapi pertanyaan Meira tidak di jawab oleh mereka, karena mereka berharap Meira akan bertanya langsung pada suaminya,
"Ada apa ini Aki?, jawablah pertanyaan Ira Aki?" tanya Meira lagi, namun tetap Sang Aki hanya membalas dengan senyuman.
Iya terlihat jelas sekali kalau sang Aki sangat bahagia hingga ia teringat oleh perkataan Daffin saat ia datang untuk mengundangnya.
Flashback On
Satu Minggu sebelumnya,
Daffin mendatangkan pondok pesantren Ar-Rahman yang berada di kota JB. dan ia sangat di sambut dengan hangat oleh sang Aki,
"Assalamualaikum Aki?"
"Wa'alaikumus salam nak, Ayo masuk, seperti kamu sedang membawa kabar gembira ya" tebak sang Aki sembari mempersilahkan Daffin untuk duduk.
" Iya Ki, Anan datang kesini mau mengundang Aki, untuk datang ke kota, karena Anan ingin memberikan Surprise untuk Meira Ki, karena Anan pernah melihat Meira yang ingin sekali mengajar anak-anak di sekolah, maka Anan pun berinisiatif membangun sekolah untuknya Ki" Ujar Daffin yang terlihat begitu bersemangat.
"Maa syaa Allah, kamu seorang suami yang luar biasa nak, yang sangat mementingkan kebahagiaan keluarga mu, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan untuk keluarga ya Nak" kata sang Aki lembut.
"Aamiin in syaa Allah Aki"
"Oh lantas bagaimana kabar Meira dan Twins, apakah mereka baik-baik saja nak?" Tanya Aki, mendengar pertanyaan kyai Abdur Rahman, seketika raut wajahnya langsung berubah..
***********
Selalu dukung Author terus ya guys 🙏😉
dan jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1
LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR
Selalu Author tunggu so jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 🙏😊