
~>๐ MUTIARA HIKMAH ๐<~
"Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan, tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh, untuk mengecapi kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya..
~>โQuotes of the day โ<~
ฯฯฯฯฯฯ๐ฯฯฯฯฯฯ๐ฯฯฯฯฯฯ๐ฯฯฯฯฯฯ
Untuk menghilangkan rasa gugupnya Meira pun pergi menghampiri ke empat temannya yang ternyata di undang juga oleh Daffin.
"Elsa, Dika Santi, Cindy?" panggil Meira saat ia sudah mendekati mereka.
Merasa namanya di panggil ke empat temannya pun langsung menoleh ke sumber suara "Meiraa?!" kata kempatnya dan mereka langsung mendekati Meira, dan keempat langsung memeluk Meira.
"Selamat ya Mei, atas peresmian sekolahnya dan Terimakasih kami di ikuti sertakan di dalamnya" kata Dila yang nampak ikut bahagia.
"Selamat ya sayang, kamu sangat beruntung, telah memiliki suami yang luar biasa, ukh gue jadi iri ma Lo Mei, sudah memiliki wajah yang tampan, Tazir lagi, " kata Elsa.
"Itu namanya paket komplit Guys, apalagi mereka sudah memiliki Anak-anak yang cantik dan ganteng, yg siapapun pasti irilah" Sambung Cindy.
"Ah, kalian terlalu banyak omong, itu sudah menjadi rezeki Meira, jadi kalian harus menerima kenyataan, kalau dia memiliki kebahagiaan yang sempurna" Sambung Santi juga.
"Sudah selesai memujinya belum?" tanya Meira yang sejak tadi hanya mendengar celotehan teman-temannya saja sembari melipat kedua tangannya di bawah dadanya.
"Eh, itu bukan memuji Mei, tapi Fakta, " kata Santi Sambil Cengengesan.
"Tapi Mei ngomong-ngomong, Lo kenal di mana sama pak Daffin?, apakah kalian berjumpa lalu langsung jatuh cinta ya Mei?" tanya Elsa Penasaran, ingin mengetahui kisah awal pertemuan antara Daffin dan sahabatnya itu.
"Apakah itu harus?" bukannya menjawab pertanyaan para sahabatnya, Meira malah kembali bertanya pada mereka.
"Harus!!" jawab keempat sahabatnya secara serentak membuat Meira tersentak kaget. karena mereka mengatakan "harus" dengan cara memajukan wajah mereka kepada merah
"Haiis kalian ini, penyakit kepo belum juga hilang ya?" ujar Meira Sambil memutar bola matanya males.
"Ayolah Mei, ceritakan Di mana kalian awal bertemunya?" tanya Elsa yang benar-benar penasaran
"Awal Bertemu kami saat kamu ulang tahun El" kata Meira berkata jujur.
"Hah?!, benarkah?" tanya Elsa
__ADS_1
"Oh, jangan-jangan kau menghilang malam itu karena dibawa oleh Pak Daffid saya?" tanya Cindy yang semakin penasaran juga.
namun tak dijawab oleh marah ia hanya mengangkat kedua bahunya. tanda ia tak mau menjawab.
"Ayolah Mei ceritakan penasaran tau!" kata Dila.
"Kepooo! dari pada ngepoin urusan orang, lebih baik kita makan yuk gue lapar nih" kata Meira sembari ia berjalan menuju meja prasmanan.
"Ah, Nggak seru kamu Mei" protes Cindy, yang akhirnya mereka mengikuti Meira menuju meja prasmanan, di saat mereka sedang menikmati makanannya tiba-tiba dua bocah kecil muncul di hadapan mereka.
"Assalamu'alaikum para Aunty" sakam kedua bocah itu secara bersamaan.
"Wa'alaikumus salam", jawab mereka serentak juga.
"Hai Azia, ini pasti Azmy ya?" tanya Elsa yang mengenali wajah Azia tapi baru pertama berjumpa dengan Azmy.
"Hai, juga Aunty" bales Azia yang ikut melambaikan tangannya karena Elsa tadi melambaikan tangannya.
"That's right, Auntie, I'm Azmy."
(Benar sekali Tante aku Azmy." kata Azmy dengan gaya coldnya.
"Eh, anak kamu tampan ya Mei, mirip sama ayahnya dan gitu pintar berbahasa Inggris lagi" ujar Cindy saat nampak geram pada kedua Anaknya Meira.
"Huust, nggak boleh ngomong begitu nak, itu nggak sopan, sana Minta maaf" Ujar, Meira, mengajarkan anak harus berkata sopan pada para temannya.
"Eh, baiklah ummah, maaf ya Aunty.?" kata Azia tulus.
"Iya sayang dah Aunty maafkan kok" kata Cindy sambil tersenyum manis pada Azia.
"Alhamdulillah, Syukron ya Aunty" kata Azia lagi dengan menyatukan keduanya, serta menundukkan wajahnya sedikit tanda ia menghormati Cindy.
"Afwan Azia, Iis gemas Aunty sama kamu nak, bolehkah Aunty memeluk kamu nak" kata Cindy yang memang ia terlihat gemas terhadap Azia.
"Boleh dong Aunty, " bales Azia dan ia pun langsung mendekati Cindy, dan langsung di sambut oleh Cindy dan ia langsung memeluk Azia serta mengecup kedua pipinya dengan gemas.
"Terimakasih sayang, " kata Cindy setelah ia melepaskan pelukannya.
"Sama-sama Aunty." bales Azia sembari ia tersenyum manis pada Azia.
__ADS_1
"Ya sudah sebenarnya Azia kesini mau manggil ummah, karena Aki buyut mau pulang katanya" Lanjut Azia lagi.
"Hah?, kenapa nggak bilang dari tadi nak, pasti Aki uyut kamu sudah menunggu lama, ayo kita kesana" ujar Meira sembari ia bangkit dan langsung memegang tangan kedua anaknya.
"Guys, aku mau menemui kakek ku dulu ya kalian nikmatilah makan kalian, aku pamit ya Assalamu'alaikum " kata Meira kepada ke empat sahabatnya itu.
"Iya Mei, wa'alaikumus salam " jawab mereka serentak, setelah mendapatkan jawaban dari sahabatnya Meira pun melangkah pergi meninggalkan sahabatnya, sembari menggandeng kedua tangan anaknya, menuju ke tempat sang Aki berada.
Sesampainya di tempat sang Aki ternyata di sana sudah ada bunda Meira, Aki dan Nini yang sepertinya sudah bersiap hendak pulang, dan di samping Aki, ada Daffin yang masih mengobral dengan sang Aki.
"Kenapa cepat sekali ingin pulang Aki, bunda, Nini ?, kenapa tidak bermalam sehari saja di rumah kami?", tanya Meira saat ia sudah berada di dekat mereka.
"Tidak bisa nak, kamukan tahu Aki kamu memiliki tanggung jawab yang besar di pondok pesantren, jadi kami tak bisa berlama-lama di sini" jelas sang Bunda dengan lembut.
"Tapi bunda tidak bisakah kalian singgah barang sebentar saja di rumah kami?" protes Meira lagi yang sepertinya ia tak rela di tinggalkan oleh keluarganya begitu cepat.
"Nak, ada masa kami ke rumah kamu juga kok, itu mungkin saat syukuran anak ketiga kalian kelak " Sambung sang Aki sembari mengedipkan sebelah matanya, membuat mata Meira membulat kaget. " makanya kalau ingin Aki segera datang, maka lekaslah memberikan Aki cicit yang ketiga " Lanjut sang Aki membuat Meira salah tingkah, sedangkan Daffin hanya senyum-senyum sembari ia menatap istrinya yang terlihat jelas wajahnya merona karena malu.
"Iikh, Aki apaan sih ngomongnya, jangan bikin Ira malu deh" protes Meira sembari menundukkan wajahnya malu.
"Kenapa harus malu nak, itu sudah menjadi kewajiban seorang istri memperbanyak keturunan, karena Rasulullah ๏ทบ akan bangga pada umatnya yang memperbanyak keturunan Seperti yang di sabdanya di sebuah Hadits;
Dan sabda Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.
ุงููููุฏูููุฏู ุงููููููููุฏู ุงุดูุฑู ุงูุฃูู ูู
โNikahilah perempuan yang mencintai (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat memiliki banyak anak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)โ
[Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma'qil bin Yasar]
ุงููููุฏูููุฏู ุงููููููููุฏู ุงุดูุฑู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ุงููููููุงู ูุฉู
โNikahilah perempuan yang penyayang dan dapat memiliki anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan Nabi nanti pada hari nantiโ
[ Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa'id bin Manshur dari Anas bin Malik]
"Nah, kalau kamu ingin Rasulullah ๏ทบ berbangga padamu maka, jadilah ibu yang memiliki banyak keturunan nak" kata sang Aki, dalam hal Nasehat ini Daffin yang amat senang karena itu artinya langkahnya mendekati Meira semakin dekat.
*******
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.
Terus dukung Author dengan cara VOTE, LIKE DAN KOMENTAR. Oke guys, jadi jangan lupa Ok ๐๐