
Airin mematung melihat Gabriel tak disangka kenalannya kini berada di rumahnya.
"Woy woy, kenapa saling pandang gitu," protes Arsen yang membuat Airin dan Gabriel membuang pandangan mereka masing-masing.
"Maaf Arsen, istri kamu cantik sekali. Beruntungnya kamu mendapatkan istri secantik ini," puji Gabriel yang seketika membuat Arsen tersanjung.
"Ya iya dong, pilihanku memang terbaik," sahut Arsen lalu merangkul Gabriel dan membawanya ke ruang kerjanya.
Dengan langkah pelan Airin menaiki satu persatu anak tangga, dia sungguh takut kalau Arsen tau jika dis pernah mengobrol dengan Gabriel.
"Gabriel semoga kamu merahasiakan ini dari Arsen," batin Airin.
Di ruang kerja Arsen, Gabriel nampak tidak fokus masih memikirkan Airin yang tak lain istri temannya sendiri.
"Tuhan semakin gencar mempermainkan aku," batin Gabriel.
"Mengetahui kalau dia memiliki suami sudah cukup membuatku sakit hati apalagi suaminya adalah Arsen, teman sekaligus rekan bisnis." Gabriel bermonolog dengan dirinya sendiri.
Arsen yang melihat Gabriel tidak fokus pun bertanya dan ini membuat Gabriel berbohong, dia bilang kalau adiknya sakit.
"Bagaimana kalau kita lanjut besok Arsen, aku tidak fokus," kata Gabriel berbohong.
"Ok, salam buat adik kamu ya," timpal Arsen.
Arsen mengantar Gabriel keluar setelahnya dia masuk ke kamar. Saat masuk Airin terlihat melamun di depan meja riasnya.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Arsen dengan memeluk Airin dari belakang.
Airin tersenyum.
"Kamu lah siapa lagi. Hanya kamu yang selalu berkeliaran di pikiran aku," kata Airin bohong.
"Semakin gemas sama kamu dan ingin segera memakan kamu," ucap Arsen.
*********
"Ma, pa, boleh Arcelo meminta sesuatu?" tanya Arcelo pada mama Vani dan papa Nick.
"Apa?" tanya mereka balik.
"Melamar gadis," jawab Arcelo.
Mama Vani tersenyum begitu pula dengan papa Nick.
"Siapa? kenapa kamu tidak pernah mengajaknya kesini?" tanya mama Vani.
"Mama seiring ketemu kok," kata Arcelo.
Mama Vani semakin penasaran dengan kekasih Arcelo.
"Karin ma," jawab Arcelo.
"Keponakan pak Sean?" tanya mama Vani.
"OMG Arcelo ternyata Karin itu kekasih kamu," kata mama Vani dengan senang.
Mama Vani tidak menyangka kalau akan besanan dengan Mama Arini.
Dia jadi ingat saat mama Vani hamil Arcelo dulu, mama Arini bilang kalau anaknya cewek dia akan menjodohkannya dengan Arsen.
"Baiklah kami akan melamar Karin secepatnya biar kamu nggak jomblo abadi," ejek mama Vani.
"Dulu mama juga jomblo abadi," ejek Arcelo balik.
__ADS_1
"Betul, hanya papa yang mau dengan mama kamu," sahut papa Nick.
"Nggak usah fitnah mas, atau no jatah," ancam mama Vani.
"Mulai deh, ya sudah main sana," kata Arcelo lalu pergi ke kamarnya.
Hari yang mendebarkan bagi Arcelo saat orang tuanya menemui orang tua Karin, karena mereka akan menggelar pesta pertunangan sehingga orang tua Karin mengundur waktu kepulangan mereka.
Tak ingin ikut bahasan para orang tua, Arcelo, Arsen, Karin dan Airin mengobrol sendiri di halaman belakang.
"Nggak nyangka akhirnya kamu menikah juga," kata Arsen.
"Kisah kita sama dengan orang tua kita Arsen," sahut Arcelo.
"Benar bahkan urutannya pun sama," timpal Arsen.
Arcelo sengaja mojok dengan Arsen dan Karin mojok dengan Airin.
"Maafkan aku karena dulu sempat cemburu dengan kamu," kata Airin dengan menyesal.
"Nggak perlu minta maaf, kalau aku jadi kamu juga akan melakukan hal yang sama," sahut Karin.
Lama mereka mengobrol dan kini tibalah waktunya pulang, kedua orang tua Arcelo telah pulang terlebih dahulu begitu pula dengan orang tua Arsen dan Karin yang mungkin kini main panjat panjatan.
A4 memiliki cara yang untuk menemukan cinta sejati mereka, Arsen dan Airin cinta mereka tumbuh karena pemaksaan, Arsen saat itu terus memaksakan kehendaknya pada Airin sehingga membuat Airin yang benci sekali dengan Arsen bisa mencintainya.
Aaron yang tidak mencintai Yulia bisa mencintai istrinya karena bercinta kecanduan bercinta membuat Aaron menumbuhkan cinta di hatinya.
Kini Arcelo, cinta mereka tumbuh karena pura-pura pacaran sehingga ini dijadikan modus Arcelo untuk mendp Karin.
Tinggal Arthur yang belum menunjukkan cintanya.
********
Dan A4 setuju saja tapi tidak dengan Gabriel yang nampak enggan namun akhirnya dia mau.
"Jadi proyek kita tinggal berapa persen?" tanya Arsen.
"30 persin Arsen," sahut Gabriel.
"Tapi ada kendala dengan pemerintah," imbuh Gabriel.
Laporan Gabriel membuat Arsen frustasi, urusan dengan pemerintah memang menghabiskan kesabaran.
"Berkas untuk besok sudah kamu siapkan kan??" tanya Arsen pada Arcelo.
Arcelo membuka tas jinjingnya lalu mengeluarkan bekas bahan meeting besok.
Arsen memeriksa satu persatu berkas yang telah arcelo siapkan, dia juga meminta Gabriel untuk memeriksanya.
"Gimana Gabriel?" tanya Arsen.
"Udah perfect semoga pemerintah tidak menghadang jalan kita," jawab Gabriel.
"Iya," sahut Arsen.
Arsen yang sedari tadi pusing memikirkan proyeknya kini nampak lega.
"Lantas bagaimana dengan Anderson grup?" tanya Arcelo.
"Anderson grup akan menambahi kekurangan setelah 30 persen tadi selesai," jawab Arthur.
"Intinya setelah semua selesai kami maju," sahut Aaron.
__ADS_1
Tok
tok
tok
Airin mengetuk pintu yang sudah terbuka, dia membawa kopi dan camilan untuk A4 dan juga Gabriel.
Saat meletakkan teko yang berisi kopi panas tanpa sengaja Airin menyenggolnya sehingga semua kopi tumpah di atas berkas berkas yang ada di meja.
"OMG, sayang!" bentak Arsen yang spontan membuat Airin tersentak kaget.
Dengan segera Arsen mengambil berkas yang basah dan membantingnya.
"Maaf maaf aku nggak sengaja," kata Airin yang mencoba ikut membantu mengambili berkas yang basah karena ulahnya.
Karena kesal Arsen menepis tangan Airin.
"Nggak usah! hati-hati dong ini berkas penting!" lagi-lagi Arsen membentak Airin.
"Lagian kenapa nggak art saja yang membuatkan kopi." Arsen terus mengomel.
"Arsen jangan gitu, kan ...." belum sempat Aaron melanjutkan kata-katanya Arsen sudah memotong.
"Jangan membelanya, dia telah membuat berkas berkas untuk besok rusak," maki Arsen yang membuat Aaron terdiam.
Arcelo menahan Aaron agar tidak berdebat dengan Arsen, Airin yang malu karena dimarahi di depan A4 dan Gabriel hanya menunduk sehingga ini membuat Gabriel membelanya.
"Berkas kan bisa dibuat lagi, sudahlah jangan marahi istri kamu," kata Gabriel.
"Sudah jangan bela dia lagi heran aku sama kalian suka banget bela Airin," maki Arsen.
"Sudahlah Gabriel aku yang salah, memang benar kalian tak seharusnya membela aku," sahut Airin dengan mata yang basah.
Arsen semakin kesal karena Airin tau nama Gabriel perasaan dia tidak pernah memberi tahu nama Gabriel pada Airin.
Airin mengambil teko dan gelasnya kembali.
"Mohon maaf atas kekacauan yang telah aku lakukan," kata Airin lalu pergi dengan menangis.
"Parah kamu Arsen," omel Gabriel lalu pergi.
Arsen curiga pada Gabriel yang segitunya membela Airin.
Sore kak?
Mau promo ini kak novel teman aku sambil nunggu up Arsen bisa baca novelnya.
MENIKAHI PERAWAN TUA
(Dtyas)
Spin Off Menikahi Pamanmu. Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen pada kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.
Namun, kembalinya mantan kekasih Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka. “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.
Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai situasi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara.
__ADS_1