Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Bertemu lagi


__ADS_3

"Udah gak usah lebay Ay," kata Yulia.


"Lagian kamu juga Yul, nikah nggak undang-undang, masih nganggap aku teman apa nggak," sahut Ayda.


"Ya iya dong ay, kan kamu sahabat terbaik aku," timpal Yulia.


"Pret, gak percoyo blas," kata Ayda dengan logat basa jawanya.


"Ora masalah, nggak kamu temenin aku udah punya mas Aaron, ayang beb aku, dunia akhirat," pungkas Yulia dengan menjulurkan lidahnya.


"Tega kamu Yul," kata Ayda.


Karena sebenar lagi udah malam Ayda pamit pulang dan makanan yang dibelikan Airin dia bawa pulang.


*************


"Kamu harus banyak istirahat sayang," kata Airin saat Arsen bersikeras untuk masuk kerja.


"Aku udah sehat lo sayang," sahut Arsen.


"Aku bawa ramuan herbal dari Karin saja," sambung Arsen.


"Mentang-mentang dari Karin kafan itu mau dibawa," oceh Airin dengan memajukan bibirnya.


"Astaga masih saja cemburu," kata Arsen.


"Nanti aku mau ke kantor, makan siang sama aku, awas aja kalau makan siang ma Karin kafan itu," ancam Airin.


"Siap Bu bos," kata Arsen dengan menundukkan diri laksana pelayan yang menunduk di depan majikannya.


"Herbalnya aku belikan di apotik, banyak kok ramuan herbal yang ampuh, nggak harus dari Karin ini," gerutu Airin.

__ADS_1


"Nanti aku antar ke kantor," imbuh Airin.


"Siap Bu bos." Lagi-lagi Arsen menunduk.


Arsen merangkul Airin untuk turun, dia segera berangkat karena sudah siang.


Sebelum jam makan siang tiba, Airin sudah di kantor, saat hendak masuk resepsionis yang kebetulan kenal Airin bilang kalau Arsen ada meeting.


"Arsen ada meeting ya mbak Diana," kata Airin lemas.


"Iya tunggu saja di ruangannya," saran Diana.


"Malas pasti ada Karin," sahut Airin.


"Memangnya kenapa kan malah bagus bisa ngobrol dengan Karin," timpal Diana.


"Malas," sahut Airin.


Setibanya di ruangan Arcelo, Airin langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu sehingga membuat Arcelo kaget.


"Kalau mau masuk ketuk pintu dulu, bikin kaget aja," omel Arcelo.


"Aku kira kamu ikut meeting Arsen," sahut Airin.


"Ketemu teman lama dia, dulu saat masih SMA, dia tuh saingan kami, la kok sekarang klien Bryan Grup," jelas Arcelo.


Airin dan Arcelo mengobrol banyak hingga lupa dengan waktu makan siang.


Airin yang baru sadar bergegas ke ruangan Arsen namun ruangan Arsen kosong.


Airin mengirim pesan pada Arsen dan Arsen bilang kalau makan siang dengan Karin.

__ADS_1


"Karin terus karin terus," gerutu Airin lalu kembali lagi ke ruangan Arcelo.


"Kok kembali lagi," kata Arcelo.


"Iya Arsen sudah makan siang dengan Karin," sahut Airin lalu duduk di sofa.


"Arcelo kamu pasti belum makan kan, nih makan dulu," kata Airin dengan menyodorkan bekal makan siang Arsen.


"Kalau kamu setiap hari bawakan aku makanan pasti aku suka," kata Arcelo.


"Enak di kamu gak enak di aku," timpal Airin.


Arcelo hanya tertawa.


"Kenapa sih nggak kamu gebet saja si Karin itu," kata Airin yang membuat Arcelo tersedak.


Airin segera mengambilkan minum dan membantu Arcelo untuk minum.


"Hati-hati dong," kata Airin.


"Kamu sih ada ada aja," sahut Arcelo.


"Aku balik dulu ya," pamit Airin.


"Ok, maksih ya makan siangnya, untuk upahnya apa nih, uang atau ciuman," goda Arcelo.


Airin mengepalkan tangan dan mengarahkannya ke Arcelo.


Sedangkan Arcelo terkekeh sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya yang menggambarkan simbol peace.


Gabriel yang duduk di loby tak sengaja melihat Airin dan dia segera memanggilnya.

__ADS_1


"Airin," panggil Gabriel.


__ADS_2