Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus Ayda ikut Yulia untuk ke kantor Aaron, dia sungguh rindu sekali dengan Arthur.


"Yul, jantungku kok berdetak kuat sekali ya, seperti genderang yang mau perang," kata Ayda dengan memegangi jantungnya.


"Tanda-tanda orang jatuh cinta memang seperti itu," ucap yulia dengan tertawa.


"Yul, aku pulang saja aku tak kuasa melihat pak Arthur," sahut Ayda lalu membalikkan badannya.


"Eh belum perang kok udah main kabur saja," kata Yulia dengan menarik baju Ayda.


Yulia dan Ayda berjalan menuju ruangan Aaron, di dalam nampak Aaron yang sibuk dengan laptop miliknya.


Yulia meminta Ayda untuk duduk sedangkan dirinya mendekati sang suami yang belum sadar akan kehadirannya.


"Mas," panggil Yulia.


Aaron menoleh lalu tersenyum.


"Kok g bilang kalau mau datang," kata Aaron.


Aaron membawa Yulia ke dalam pangkuannya.


"Aku rindu mas," bisik Yulia.


Aaron mencium bibir Yulia dengan panas, tangannya juga bergerilya kemana-mana.


Yulia mencoba mendorong tubuh Aaron karena pasti Ayda melihatnya namun Aaron malah memegangi tangan Yulia.


Ayda yang melihat adegan panas temannya hanya bisa memegangi tengkuknya dan pura-pura tak melihat.


"Mas ada Ayda," kata Yulia sesaat Aaron melepasnya.


Aaron tersenyum malu dengan melambaikan tangan pada Ayda.


"Pak Aaron mang gitu membuat saya juga panas," kata Ayda kesal.


Aaron yang ingin berduaan dengan Yulia mengusir Ayda dengan menghubungi Arthur.


"Arthur ada cewek buruan ke ruangan aku," kata Aaron.


Arthur segera datang, dia tak sabar siapa cewek yang dimaksud oleh Aaron.


Arthur sangat terkejut karena yang dimaksud adalah Ayda.


"Astaga kiraen Angelina Jolie ga taunya Ayda Jolie," kata Arthur.


Ayda yang dasarnya sudah terserang virus cinta hanya diam membatu, dia tidak berbicara sepatah kata pun berbeda dengan biasanya.


"Ajak Ayda ke ruangan kamu, aku dan Yulia mau melakukan tugas negara," kata Aaron dengan tertawa.


"Brengsek paling mau panjat panjatan bilangnya tugas negara," umpat Arthur.


Aaron dan Yulia tertawa sedangkan Arthur hanya menggelengkan kepala.


"Ini kantor woy, bukan hotel," katanya lagi.


"Sudah sana bawa Ayda pergi, kalau perlu yang jauh, ke planet Pluto juga nggak papa," ucap Aaron.


Arthur mengkode Ayda untuk ikut dengannya.

__ADS_1


Ayda beranjak lalu mengekori Arthur.


"Kalian ini ngapain sih datang ke kantor, kurang kerjaan sekali," kata Arthur.


"Iya, maaf," sahut Ayda.


Arthur menatap Ayda dengan lekat, dia tak menyangka orang yang selalu debat dengannya kali ini bisa diam dan sopan.


"Kamu kesambet apa? tumben tiba-tiba jadi wanita pendiam," tanya Arthur heran.


"Kamu pak," jawab Ayda keceplosan.


Ayda segera menutup mulutnya bagaimana dia bisa keceplosan seperti itu.


Arthur meminta Ayda untuk menunggu di sofa karena dia harus bekerja kembali.


"Tunggulah di sofa," kata Arthur.


"Iya pak," ucap Ayda.


Ayda sungguh bahagia meski hanya menunggu Arthur bekerja.


Dia terus menatap Arthur dengan sembunyi-sembunyi bahkan diam-diam Ayda mengambil foto Arthur.


"Gini amat aku kalau fall in love," batin Ayda.


Ya begitulah Ayda, dia terus ikut Yulia ke kantor Aaron, dia ingin selalu melihat Arthur hingga suatu ketika Yulia tidak datang ke kantor.


Ayda memberanikan diri mengantar makan siang untuk Arthur. Itung-itung balas budi karena telah mengantarnya belakangan ini.


Ayda telah sampai di ambang pintu saat akan masuk Arthur dan Aaron mengobrol.


"Ayda kelihatannya ada rasa sama kamu," kata Aaron.


Ayda tersenyum kecut tanpa sengaja dia menjatuhkan makanannya sehingga Aaron dan Arthur menoleh.


Ayda mengambil makannya dan berjalan mendekat ke arah Aaron dan Arthur.


"Ini saya mau mengantar makan siang ini Pak, maaf menganggu," katanya dengan gemetar.


Ayda segera pamit, Ayda sungguh sakit mendengar kata-kata Arthur.


"Harusnya kamu tau diri, jangan mencintai bulan karena bagaimanapun bulan dan pungguk tidak akan pernah bersatu," gumam Ayda.


Ayda berjalan keluar kantor dengan membawa sakit hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Dia tersenyum dan merutuki kebodohannya yang mencintai Arthur.


Di sisi lain Arthur menatap makanan yang diberikan Ayda, dia merasa bersalah karena berkata demikian tapi bagaimana pun juga itu bukan salahnya.


"Kalau memang tidak cinta bilang terus terang, minta maaf lah padanya karena melukai hati wanita itu ga bagus untuk perjalanan karir cinta kamu," kata Aaron sambil tertawa.


Aaron pamit kembali ke ruangannya sedangkan Arthur masih memikirkan Ayda.


"Aarrrggg orang orangan sawah itu kenapa malah mengganggu pikiran aku," kata Arthur frustasi.


Arthur kembali fokus dengan pekerjaannya, dia mengesampingkan Ayda dulu.


Keeoskannya di kampus Ayda nampak sedih terlihat dair matanya yang sembab.

__ADS_1


"Kamu kenapa ay?" tanya Yulia.


"Nggak papa Yul," jawab Ayda.


"Mata sembab gitu kok bilang nggak papa," protes Yulia.


"Aku salah Yul karena telah mencintai pak Arthur, aku ini kan seorang pungguk bagaimana bisa meraih bulan," kata Ayda dengan mata yang basah.


"Jangan berkata seperti itu, aku juga pun sama Ay," sahut Yulia.


"Semoga saja pak Arthur bisa mencintai kamu," hibur Yulia.


"Sudahlah Yul, aku juga nggak berharap lagipula aku akan membuang rasa cintaku untuknya, anggap saja aku salah jalan," ucap Ayda.


Yulia memeluk Ayda, dia bisa merasakan sakitnya Ayda karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


************


Waktu terus berlalu, acara pernikahan Arcelo telah digelar, Arsen datang ke pulau dewata bersama keluarganya sama halnya dengan Aaron maupun Arthur.


Pesta Arcelo nampak mewah sekali dengan konsep modern.


"Aaron," panggil Keira saat bertemu dengan Aaron.


"Hay kak Keira," sahut Aaron.


Keira tersenyum begitu pula dengan Aaron.


"Kangen sama kamu," kata Keira.


"Kangen sebagai adik apa sebagai lainnya," goda Aaron dengan tertawa.


"Adik lah, kan kita sama-sama memiliki pasangan sekarang," ucap Keira.


"Maafkan aku Aaron karena meninggalkan kamu saat itu, usia kita terpaut jauh untuk ke jenjang yang serius," ungkap Keira.


"Iya," ucap Aaron dengan tersenyum.


Aaron sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan perbedaan usia saat itu karena banyak pasangan yang terpaut usia.


"Aku tetap kakak kamu Aaron, Kaka yang selalu akan sayang dengan A4," ucap Keira.


"Iya kak," sahut Aaron.


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Arcelo dan Karin menawan dengan balutan baju pengantin masing-masing.


"Mereka amazing sekali," kata Arthur.


"Iya, kini tinggal kamu Arthur," sahut Papa Sean.


"Nggak ada cewek yang mau sama aku om," timpal Arthur bersedih.


"Bukannya nggak ada om, dia pilih-pilih sekali dengan wanita," sahut Aaron.


"Sudahlah Ayda saja memangnya kamu mau cari yang gimana lagi," imbuh Yulia.


"Siapa Ayda?" tanya mama Amira.


"Teman Yulia Tante," jawab Yulia.

__ADS_1


"Gaskan saja Arthur daripada kamu nggak laku, kenalkan sama mama dan Papa kamu," goda mama Arini.


Arthur hanya tertawa.


__ADS_2