
"Kok aku pengen DP DP an ya," batin Arcelo.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah.
"Terima kasih ya Arcelo," kata Karin lalu keluar mobil.
Kedua bola mata Arcelo menatap Karin, ingin sekali mencium Karin namun tadi dia telah menolak Karin.
"Arrrggg kenapa sih setiap wanita selalu mempertanyakan cinta, hidup itu harus dinikmati bisa nggak gitu dp DP terus tanpa melibatkan cinta," ucap Arcelo lalu melajukan mobilnya kembali.
Di ruang tamu Karin menatap mobil Arcelo yang semakin tak terlihat, hatinya sedih karena Arcelo tidak bertanya apa-apa padanya.
"Ya sudahlah Karin, lupakan saja," batin Karin lalu pergi ke kamarnya.
Di ruang kerjanya, Aaron menatap foto Airin dia teringat kembali saat mereka bersama, pertemuannya tadi membuat Aaron merasa senang.
"Terima kasih atas semuanya Airin, kalau kamu tidak menikah dengan Arsen pasti aku juga tidak akan menikah dengan Yulia, wanita yang kini telah menggantikan posisi kamu," batin Aaron.
Aaron tersenyum manis melihat dua foto wanita yang pernah menduduki ratu di hatinya.
"Selamat tinggal Airin, namamu akan selalu aku ingat, selamat datang Yulia, selamat kamu telah membuat aku jatuh hati padamu," ucap Aaron.
Aaron yang mengantuk tanpa sengaja ketiduran di meja kerjanya dan lupa menyimpan kembali foto Airin.
Yulia yang merasa kesepian pun menyusul Aaron di ruang kerjanya, nampak Aaron sedang tidur.
"Pantes gak balik-balik," kata Yulia sambil berjalan mendekati Aaron.
Yulia mengelus pipi Aaron, dia tersenyum melihat Aaron yang tidur. Saat memberesi buku-buku Aaron, nampak foto Aaron dan Airin berpelukan, dalam foto itu nampak Aaron begitu menyayangi Airin.
Yulia merasa sakit hati pada Aaron, kenapa dia masih saja mengingat Airin yang kini telah menjadi istri sahabatnya.
"Jadi kamu masih memikirkannya mas?" kata Yulia lalu kembali ke kamarnya.
Di kamar Yulia menangis, entah mengapa dia sangat sakit hati.
Puas menangis Yulia memutuskan tidur.
Keeoskannya pagi sekali Yulia telah menyiapkan sarapan untuk Aaron setelahnya dia langsung berangkat. Yulia sengaja menghindari Aaron karena masih kecewa dengan Aaron.
Aaron yang bangun tidur merasa tubuhnya pegal semua, dia melihat jam tangan dan betapa kagetnya saat melihat jam dinding.
"Astaga sudah jam tujuh, kenapa Yulia tidak membangunkan aku," ucapnya lalu pergi ke kamar.
Aaron mandi lalu bersiap-siap, dia melihat masakan di meja makan tapi dia tidak melihat Yulia.
"Apa sudah berangkat?" gumam Aaron.
Aaron yang kepikiran Yulia memutuskan datang ke kampus Yulia, kali ini Aaron mengabaikan Maya yang datang menyambutnya.
"Sayang," panggil Aaron.
Yulia menoleh lalu tersenyum, dia tidak ingin membuat kegaduhan di kampus.
__ADS_1
"Kamu kenapa berangkat pagi sekali?" tanya Aaron.
"Iya," jawab Yulia.
"Ada jam pagi?" tanya Aaron lagi.
"Nggak," jawab Yulia singkat.
Yulia menjawab pernyataan Aaron dengan singkat dan ini membuat Aaron yakin kalau Yulia tengah marah.
Tanpa pikir panjang Aaron menarik tangan Yulia dan membawanya, Aaron sudah tidak peduli dengan tatapan mahasiswa dia hanya ingin masalahnya dengan sang istri kelar.
"Selamat pagi pak Aaron," sapa pak rektor.
"Pagi pak, mohon maaf pak saya culik dulu mahasiswinya," kata Aaron.
"Oh iya silahkan pak," sahut pak Rektor.
Aaron meminta Yulia untuk masuk, lalu dia menyatakan mesin dan membawa Yulia ke kantornya.
Setibanya di kantor, Aaron langsung saja memarkirkan mobilnya di halaman lalu menyerahkan kunci pada Satpam yang artinya dia ingin satpam lah yang memarkirkan mobilnya.
"Duduk," kata Aaron.
"Ada masalah apa?" tanya Aaron.
"Gak ada apa-apa mas," jawab Yulia.
"Apa pernikahan kita akan berlanjut?" tanya Yulia.
Aaron menatap Yulia dengan tatapan tak biasa, kenapa tiba-tiba Yulia menanyakan hal itu, bukankah mereka sudah sepakat untuk melanjutkan pernikahan mereka?
"Kamu ingin mengakhiri pernikahan ini?" tanya Aaron.
Bayang-bayang pernikahannya yang gagal dengan Airin kembali masuk ke dalam kepala Aaron, dia mundur beberapa langkah lalu pergi meninggalkan Yulia.
Yulia berusaha mengejar namun Aaron sudah pergi dengan mobilnya.
Yulia yang tidak membawa mobil tidak bisa melakukan apa-apa.
Yulia segera kembali ke kampus untuk mengambil mobilnya dan mencari Aaron.
Di sisi lain Aaron pergi villanya, di sana dia ingin menenangkan diri, Aaron sudah menyiapkan diri jika Yulia ingin meninggalkannya.
"Semua wanita yang aku cintai meninggalkan aku dengan pria lain, Keira pergi dengan pria lain Airin pergi dengan Arsen dan kini Yulia pun akan meninggalkan aku saat aku mulai mencintainya, Tuhan apa salahku, kenapa semua yang aku cintai pergi meninggalkan aku," teriak Aaron.
Di sisi lain Yulia mencari Aaron namun dia tidak dapat menemukan Aaron hingga dia datang ke rumah Aaron.
"Mas Aaron nggak kesini pa?" tanya Yulia.
"Nggak, bukannya dia di kantor," jawab Papa Daffa.
"Tadi kami sempat berdebat pa, dan mas Aaron pergi," jelas Yulia.
__ADS_1
Papa Daffa yang tau karakter anaknya pun bertanya karena pasti ada perkataan Yulia yang menyakiti Aaron.
"Apa yang kamu katakan?" tanya papa Daffa.
"Pasti tentang perpisahan kan?" terka papa Daffa.
"Iya pa," jawab Yulia dengan menunduk.
"Aaron pernah ditinggal nikah oleh Airin, meskipun tidak crita tapi papa cukup tau kalau Aaron trauma akan hal itu," jelas papa.
"Maafkan Yulia pa," kata Yulia.
Papa Daffa tersenyum.
"Kata maafnya untuk Aaron bukan untuk papa," sahut Daffa.
Yulia ikut tersenyum lalu memeluk papa mertuanya.
Yulia juga bertanya dimana biasanya Aaron kalau sendiri begini.
Papa Daffa tau kalau kalau Aaron pasti di Villa miliknya, namun karena medannya yang cukup sulit Papa Daffa meminta Arthur untuk mengantar Yulia kesana dan yulia pun rencananya akan mengajak Ayda karena tidak enak jika berduaan di mobil dengan Arthur.
"Kamu kenapa sih Yul bawa orang-orangan sawah," maki Arthur.
Ayda yang kesal pun menyahut.
"Sembarangan, wanita cantiknya tiada tara masih saja dibilang orang-orangan sawah,"
"Huek, huek, tiba-tiba perutku bergejolak," ucap Arthur.
"Nih ada kaca, mengacalah! dilihat wajahnya dalam tempo yang lama biar sadar diri," imbuhnya yang membuat Ayda kesal.
"Nyesel aku Yul udah ikut," sahut ayda
"Sudah-sudah kalian ini berantem terus seperti tom dan Jerry," timpal Yulia.
Yulia yang pusing mendengarkan Aaron berdebat dengan Ayda memilih memejamkan mata.
Dan tanpa dia sadari, dia malah tertidur beneran.
Tiga jam kemudian mobil telah sampai di villa Aaron, Yulia bergegas keluar untuk mencari Aaron dan nampak Aaron melamun di tepi kolam renang.
"Mas," panggil Yulia.
Aaron menoleh lalu tersenyum.
*************
Halo kak gimana kabarnya baik kan?
Oh ya nih Kak, aku mau promo novel teman aku kak, jangan lupa mampir ya.
__ADS_1