Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Siapa dia?


__ADS_3

Papa Daffa masuk ke dalam kamar Aaron, sedih juga melihat anak semata wayangnya yang bersedih karena batal nikah namun papa juga salut karena anaknya berjiwa besar melepaskan sesuatu yang sangat berharga buatnya.


Papa Daffa mendekat dan menepuk bahu Aaron


"Papa salut sama kamu Aaron," kata Papa


"Terima kasih pa," sahut Aaron.


************


Setahun kemudian


Tak terasa sudah setahun Arsen dan Airin mengarungi rumah tangganya.


Mereka berdua nampak bahagia, begitu juga Aaron yang berusaha keras melupakan Airin namun sampai sekarang Airin masih saja damai di hatinya.


"Sudah setahun kamu menikah tapi aku masih belum bisa move on Airin, apa yang harus aku lakukan untuk melupakan kamu," gumam Aaron yang melihat foto-foto dirinya dan Airin.


Saat bersamaan datanglah Arthur yang membawa berkas di tangannya.


"Tanda tangan, oh ya setelah ini kita ada meeting dengan klien," kata Arthur.


"Ok kamu siapkan saja Arthur," sahur Aaron.


Sepulang dari kerja Aaron kembali ke rumah dan pergi lagi keluar hingga larut, dia nongkrong di club Arthur dengan gengnya.


Begitulah hari-hari Aaron hingga mama Putri berniat untuk menjodohkan Aaron dengan anak temannya karena bagaimanapun Aaron sudah cukup umur untuk menikah.


"Bagaimana kalau kita jodohkan Aaron mas," kata Mama Putri.


"Sudahlah sayang biarkan dia yang menunjukan sendiri pilihannya ngapain kita repot-repot memilihkan jodoh untuknya," sahut papa Daffa.


"Kalau nggak gitu, dia nggak mau move on dari Airin mas," timpal Mama Putri.


"Kita bicarakan sama Aaron dulu," pungkas papa Daffa.


Malam ini mama putri datang ke kamar Aaron sebelum Aaron keluar.


"Aaron, sampai kapan kamu begini terus, pulang kerja keluar lagi malam baru pulang," omel mama Putri.


"Kan memang seperti itu Aaron ma, nongkrong bersama Arcelo dan Arthur kadang ma Arsen juga," sahut Aaron.


"Lalu kapan kamu mau cari pengganti Airin?" tanya mama.


Aaron terdiam, dia masih belum kepikiran untuk mencari jodoh.


"Nanti lah ma, biarkan Aaron menikmati masa muda Aaron dulu," jawab Aaron lalu dia mencium pipi mamanya dan pamit pergi.


Mama hanya bisa menghela nafas, sampai kapan anaknya akan mengakhiri masa lajangnya.


Dengan langkah malas mama kembali ke kamarnya.


"Pokoknya Aaron harus aku jodohkan," gumam mama Putri.


Keesokannya mama putri mengundang anak temannya yang bernama Yulia Putri, mama Putri memang berniat untuk menjodohkan mereka apalagi nama mereka juga sama.


Yulia adalah seorang mahasiswi" S2, usianya selisih tiga tahun dengan Aaron.

__ADS_1


Selain cantik Yulia memiliki bisnis online yang cukup terkenal selain memiliki bisnis yang menjanjikan Yulia adalah seorang motivator yang memotivasi anak muda supaya tidak menyerah dalam menggapai cita-cita apapun kondisinya.


"Aaron ada tamu," kata mama Putri.


"Tamu siapa sih ma?" tanya Aaron dengan malas.


"Udah kamu temui dulu, dia berada di halaman belakang, tadi ngobrol sama mama," jawab mama Putri.


"Aaron capek ma," sahut Aaron.


"Capek tapi habis ini kamu keluar," timpal mama.


"Baiklah, Aaron akan kebelakang," ucap Aaron dengan malas.


Mama putri berjalan ke halaman belakang terlebih dahulu lalu diikuti Aaron.


"Yulia, perkenalkan ini anak Tante Aaron." Mama Putri memperkenalkan Aaron pada Yulia anak temannya.


"Astaga mama, niat banget jodohin aku," batin aaron lalu tersenyum menatap Yulia.


Yulia terkesima melihat senyuman Aaron, baru melihat saja dia sudah langsung jatuh hati namun Aaron biasa biasa saja melihat Yulia.


"Halo," sapa Yulia sambil mengulurkan tangannya.


"Halo juga," balas Aaron.


Mama menyuruh Aaron untuk duduk, mau nggak mau Aaron mengikuti kemauan mamanya.


"Gimana Aaron?" tanya mama Putri.


"Apanya yang gimana ma," jawab Aaron dengan bertanya balik.


"Hmmm, cantik," kata Aaron yang membuat Yulia tersipu malu.


"Bener nih Aaron, Yulia cantik?" tanya Mama.


"Ya iyalah ma cantik masa iya tampan," jawab Aaron lalu pamit untuk undur diri.


Yulia yang tersipu malu kini agak kesal dengan Aaron, serasa ke awan habis itu dijatuhkan ke bawah.


"Gini amat nih cowok," batin Yulia.


Mama Putri yang nggak enak meminta maaf pada Yulia atas sikap Aaron tentu Yulia maafkan karena nggak mungkin juga menolak permintaan maaf dari mama Putri.


Karena Aaron juga enggan bertemu Yulia jadi Yulia pamit untuk pulang.


"Kapan-kapan Yulia kesini lagi Tante," kata Yulia lalu mencium punggung tangan mama Putri.


Setelah kepulangan Yulia mama Putri pergi ke kamar Aaron.


"Aaron kamu kenapa sih bersikap seperti itu," protes mama Putri.


"Aaron harus bagaimana? bukankah sikap Aaron wajar," sahut Aaron.


Mama putri nampak sedih melihat Aaron, sampai kapan anaknya akan bersikap seperti ini padahal dia ingin sekali Aaron segera menikah.


"Mana kenapa sedih sih ma. Aaron nggak mau mama sedih," kata Aaron mencoba menghibur mamanya.

__ADS_1


"Mama hanya ingin kamu segera menikah sayang, itu saja. Apa keinginan mama ini keterlaluan?" tanya mama.


Aaron menggeleng, "Aaron akan pikirkan, tapi janji jangan sedih lagi," bujuk Aaron.


"Janji ya," ucap mama.


"Iya ma," sahut Aaron.


"Tapi boong," imbuhnya dalam hati.


Setelah membujuk mamanya Aaron pamit untuk pergi ke club, dia ada janji dengan A3.


"Kamu kenapa Arsen?" tanya Arcelo yang heran karena Arsen nampak murung.


"Biasa bini ngambek," jawab Arsen.


"La kamu juga kenapa Aaron?" tanya Arthur.


"Mama menjodohkan aku dengan wanita," jawab Aaron.


"Astaga gitu aja murung, kan benar Tante Putri jodohin kamu dengan wanita daripada dengan pria," sahut Arcelo.


Aaron melemparkan tatapan tajamnya pada Arcelo, bukannya dihibur malah diledek.


"Ampun Aaron gitu aja marah," ucap Arcelo dengan terkekeh.


**************


Arsen pulang tepat pukul dua belas, dia pamit pulang lebih dulu sedangkan teman-temannya masih di club mengingat besok hari Minggu.


"Bagus jam segini baru pulang," kata Airin.


"La tadi kamu marah-marah sayang jadi aku pergi," sahut Arsen.


"Tapi nggak harus pergi juga, jadi laki kenapa nggak peka banget sih kamu sayang," timpal Airin dengan menangis.


Sebenarnya dia tadi tidak bersungguh-sungguh mengusir Arsen tapi Arsen malah pergi sungguhan.


"Sayang maaf," kata Arsen.


"Nggak," timpal Airin lalu memeluk suaminya.


Arsen yang merasa bersalah membalas pelukan sang istri.


"Maaf tidak seharusnya aku memaksa kamu untuk ikut program hamil sayang," kata Airin.


"Ya sudah besok kita ke dokter ya," timpal Arsen.


"Aku punya hadiah sayang," kata Arsen lalu melepas pelukannya.


Arsen berjalan ke meja lalu mengambil tiket berlbur ke Eropa.


"Ini apa sayang?" tanya Airin.


"Anggap saja bulan madu ke dua kita, dulu kan kita hanya bulan madu ke Asia saja sekrang aku akan mengajak kamu ke Eropa," jawab Arsen.


Airin menerima tiket liburan dengan wajah yang bingung pasalnya tidak ada hari spesial lantas kenapa Arsen mengajaknya berlibur?

__ADS_1


"Kamu pasti bingung ya, Minggu depan kan anniversary kita sayang." Arsen seolah tau apa yang dipikirkan Airin.


"Astaga sayang," kata Airin dengan tersenyum.


__ADS_2