Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Mulai cinta


__ADS_3

"Saat seperti ini aku masih saja dapat melihatnya," batin Aaron.


Yulia mendekati Aaron yang terus menatapnya hingga Yulia duduk di sampingnya.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Yulia.


Aaron mengerutkan alisnya lalu mencubit pipi Yulia.


"Sakit mas," pekik Yulia.


Aaron kemudian berdiri sambil menatap birunya air kolam.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Aaron.


"Ya untuk menemui kamu mas, aku cuma minta maaf sama kamu," jawab Yulia.


"Untuk apa minta maaf, jika kamu ingin pergi pergilah," ucap Aaron.


Yulia memeluk Aaron dari belakang.


"Maafkan aku mas, aku tau tak seharusnya aku bicara seperti tadi," kata Yulia dengan air mata yang jatuh.


"Semalam aku melihat kamu tidur dengan memegang foto mantan kamu, kak Airin. Aku cemburu mas," imbuh Yulia.


Aaron terkejut, ternyata itulah yang membuat Yulia marah padanya.


Aaron pun membalikkan badannya lalu memeluk Yulia.


"Maafkan aku juga, bukan maksud hati untuk menyakiti kamu sayang," kata Aaron.


"Aku mencintai kamu mas dan tidak ingin ada wanita lain selain aku di hatimu meski Airin sekalipun," ucap Yulia.


"Iya, maafkan aku," timpal Aaron.


Tak jauh dari sana Ayda dan Arthur melihat di ambang pintu.


"So sweet banget sih mereka," kata Ayda.


"Orang-orangan sawah tau apa tentang kata so sweet," ejek Arthur.


"Tu mulut bisa nggak kaku dikit gitu biar nggak lemes kalau ngomong. Heran aku, ngidam apa sih dulu mamanya pak," kata Ayda.


"Ngidam orang-orangan sawah," sahut Arthur.


"Pantes, nanti punya istri orang-orangan sawah tau rasa lo," pungkas Ayda.


"Oh tidak bisa, aku tu pengen punya istri seperti bunga yang teduh dilihat," kata Arthur.


"Aku juga seperti bunga," sahut Ayda.


"Iya bunga, tapi bunga bangkai," timpal Arthur lalu tertawa.


Ayda yang kesal meninggalkan Arthur sambil mengumpat Arthur dan mengucapkan sumpah serapahnya.


Arthur hanya tertawa melihat tingkah Ayda.


Aaron dan Yulia yang sudah berbaikan memutuskan masuk untuk menemui Ayda dan Arthur.


"Makasih ya udah mau nemenin Yulia kesini," kata Aaron.


"Terima kasih doang nih," protes Arthur.


"Ya sudah nanti aku tips," kata Aaron.


"Saya gimana pak?" tanya Ayda.


"Kamu mau juga?" tanya Aaron.


"Ya iyalah pak buat uang saku," jawab Ayda.


"Ya sudah nanti biar di TF Arthur," kata Aaron.


"Seratus ribu cukup kan?" tanya Artur.


"Astaga, katanya bos besar masak iya ngasih seratus ribu, emangnya aku anak SD pak," jawab Ayda


"Ya sudah seratus satu ribu," sahut Arthur.


Ayda yang kesal menginjak kaki Athur hingga Arthur memeluk kesakitan.

__ADS_1


"Heran deh aku, jangan pelit-pelit mas nanti kuburan kamu sempit," kata Ayda.


Tak ingin mendengarkan debat Ayda dan Arthur, Aaron dan Yulia memutuskan untuk ke kamar.


Dan apa yang terjadi selanjtnya hanya mereka yang tau.


Di sisi lain, Karin terlihat merenung. Dia sangat merindukan Arcelo begitu juga dengan Arcelo yang sudah kecanduan men Dp Karin.


"Kamu kenapa Karin?" tanya Arsen.


"Nggak papa kok Arsen," jawab Karin.


"Yuk kita pulang," ajak Arsen.


"Ayok," sahut Karin.


Arsen dan Karin berjalan berdua dengan Karin dan tak sengaja mereka bertemu dengan Arcelo di loby.


"Arsen biar Karin pulang sama aku," kata arcelo.


"Ya sudah," Sahut Arsen.


Arsen pulang lebih dahulu sedangkan Arcelo dan Karin masih di loby.


"Aku ingin bicara," kata Arcelo.


"Bicaralah," sahut Karin.


"Aku kepikiran sama kamu," kata Arcelo.


Karin menatap Arcelo dengan tatapan tak biasa,


"Sudah adakah cinta di hati kamu untuk aku?" tanya Karin.


Arcelo nampak diam, dia sungguh bingung harus bilang apa hingga dia dapat ide untuk mengajak Karin jalan-jalan ke pantai.


Karin setuju-setuju saja.


Arcelo dan Karin jalan di pantai, mereka duduk sambil melihat Matahari terbenam.


"Cantik sekali warna langitnya," kata Karin.


Karin melepas sepatunya lalu berlari ke pantai, Arcelo pun menyusul Karin dia juga melepas sepatunya.


"Astaga Arcelo," kata Karin dengan panik.


Karin tanpa pikir panjang melepas blazer miliknya lalu menyobek kaosnya untuk mengikat kaki Arcelo agar darahnya berhenti.


Arcelo menatap Karin dengan tatapan terharu, memang seorang bule kalau sudah jatuh cinta jangan diragukan lagi.


Karin memakai blazernya kembali lalu memapah Arcelo menuju mobil.


"Makasih Karin," kata Arcelo.


"Sama-sama," sahut Karin dengan tersenyum.


Arcelo dan Karin mengobrol di dalam mobil, hingga tak jauh dari mobil mereka ada abang tukang bakso.


"Bakso," kata Arcelo.


"Apa itu bakso?" tanya Karin.


"Meat ball," jawab Arcelo.


"Kamu mau?" tanya Karin.


"Aku maunya kamu," jawab Arcelo.


"Gak usah modus Arcelo, aku nggak mau main DP DP an, aku nggak mau larut dalam cinta kamu. Sebelum cinta ini semakin dalam aku harus mematikannya," kata Karin.


Arcelo tersenyum menatap Karin.


"Maafkan aku Karin," kata Arcelo.


"Is Ok, cinta kan nggak harus memiliki Arcelo, mungkin kita nggak jodoh," sahut Karin.


Arcelo sungguh salut dengan Karin yang bisa bersikap dewasa, apa memang seperti ini jika menjalin hubungan dengan bule?


(Jawabannya tanyakan pada rumput yang bergoyang atau si author)

__ADS_1


Malam semakin larut, Arcelo dan Karin memutuskan untuk pulang.


Hari berlalu dengan cepat, semenjak dari pantai beberapa waktu lalu hati Arcelo tengah dirundung rasa yang tak menentu sama seperti dulu saat dia tengah jatuh cinta pada Febri.


"Apa aku jatuh cinta padanya?" batin Arcelo.


Arsen yang melihat Arcelo melamun pun menggebrak meja.


"Woy, melamun saja," kata Arsen.


"Apa sih Arsen," sahut Arcelo.


"Oh ya Arcelo, aku ada janji dengan klien dari Jepang, bagaimana jika kamu dan Karin menemui Gabriel untuk membahas planing berikutnya," ucap Arsen.


"Ok Arsen," ucap Arcelo.


"Ya sudah bersiaplah, Gabriel sudah menunggu," kata Arsen lalu keluar ruangan Arcelo.


Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Arcelo bersiap sekalian pulang.


Tak hanya Arcelo Karin juga bersiap karena tadi sudah diberi mandat oleh Arsen.


"Sudah siap?" tanya Arcelo.


"Sudah," jawab Karin.


Melihat Karin tersenyum manis membuat Arcelo meleleh, benih-benih cinta mulai tumbuh dan bersemi di hati Arcelo.


Di dalam mobil Karin nampak kesulitan memakai seat belt sehingga Arcelo berinisiatif membantunya.


Jarak bibir Arcelo dan Karin sangat dekat dan ini membuat Arcelo khilaf.


Cup


Arcelo mencium Karin dengan panas, Karin yang masih menyimpan cinta untuk Arcelo tidak bisa menahan lagi, dia pun membalas ciuman panas Arcelo.


Lama berpaut kini Arcelo melepas pautannya.


"Aku mau lebih Arcelo," kata Karin.


"Kita akan melakukan hal lebih Karin tapi setelah kita selesai meeting dengan Gabriel," kata Arcelo.


*************


Halo kak selamat malam JumatπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Gimana kabrnya? baik ya kan?


Oh ya sambil nungguin A4 up baca karya teman aku ya kak.


MaksihπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•



ANISA


(Tyatul)



Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.


Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.


"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"


Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah.Β  Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?


Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.ANISA


(Tyatul)


Anisa Rahman adalah seorang gadis yang hidup tanpa ayahnya. Ia hanya hidup dengan sang ibunya yang bekerja sebagai guru sedari kecil. Walau ia membutuhkan figur seorang ayah, Animasi tak pernah meminta hal itu pada sang ibu.


Hingga usianya yang ke 18 tahun, ibunya harus menyusul ayahnya ke alam sana hingga membuatnya sebagai yatim piatu. Tak mau sedih terus menerus atas kepergian sang ibu, Anisa terus melanjutkan hidupnya dengan kuliah dan bekerja paruh waktu. Hingga mempertemukan Anisa dengan orang dari masa lalunya.


"Aku mencintaimu Anisa, maukah kau menikah denganku?"


Ungkapan itu membuat Anisa senang karena dilamar oleh orang yang juga ia cintai, tapi disisi lain ia juga bimbang karena statusnya yang kini belum jelas dan masih kuliah.Β  Apa nanti ia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya?

__ADS_1


Sebuah keputusan besar yang Anisa ambil akan membuatnya mengalami tahap baru yaitu pernikahan.



__ADS_2