Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Amarah mama Arini


__ADS_3

Plak.........


Sebuah tamparan mendarat di pipi Amanda.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk menukar obat Arsen!" seru mama Arini.


Amanda yang takut mencoba berkilah.


"Bukan saya Tante," kilah Amanda.


"Masih bisa berkilah, lantas siapa lagi jika bukan kamu!" kata Mama Arini.


Orang tua Amanda yang tau kalau anaknya ditampar oleh Mama Arini tidak terima.


"Anda jangan main pukul anak saya nyonya Arini, belum tentu kalau Amanda yang menukar obat Arsen," bela mama Amanda sambil merangkul anaknya yang menangis.


"Lantas siapa yang keluar masuk kamar Arsen jika bukan Amanda," ucap mama Arini.


"Mungkin pelayan rumah anda," timpal Papa Amanda.


Mama Arini menghela nafas, kemudian menatap Amanda.


"Kamu ngaku atau saya cek CCTV di kamar Arsen dan jika terbukti kamu bersalah, urusannya akan panjang," gertak mama Arini padahal sebenarnya tidak ada CCTV di kamar Arsen.


Raut wajah Amanda seketika berubah dan mama Arini tersenyum sinis.


"Waktu kamu dua menit untuk mengakui," kata mama Arini.


"Maafkan saya Tante, saya hanya tidak ingin Arsen mengingat Airin saja," pinta Amanda dengan memegangi tangan Mama Arini.


"Dimana otak kamu hah!" maki mama Arini dengan menatap Amanda.


Amanda menangis meminta ampunan mama Arini namun mama Arini sangat marah dan kecewa pada Amanda.


Saat bersamaan dokter dan papa Arsen keluar.


"Sebuah luka jika tidak diobati akan menimbulkan infeksi begitu pula dengan luka di kepala saudara Arsen, untuk itu kami akan melakukan operasi segera," kata Dokter.


Dokter meminta papa Sean untuk ikut dengannya guna menandatangani surat ijin operasi supaya semua segera diurus.

__ADS_1


Semua yang ada di sana nampak shock terlebih mama Arini, dia menangis histeris.


"Kamu lihat sekarang hasil perbuatan kamu." Mama Arini meluapkan amarahnya pada Amanda.


Amanda hanya bisa minta maaf dan menyesali perbuatannya namun sesal sekarang tiada arti, mama Arini sangat kecewa dan benci terhadapnya.


"Pergilah dari sini, jangan mengharapkan pernikahan lagi, aku tidak sudi mempunyai menantu seperti kamu," kata mama Arini yang membuat Amanda semakin histeris.


Papa Daffa mencoba menenangkan mama Arini.


"Sudah Arini, sabar," ucap papa Daffa.


"Gimana aku bisa sabar mas, nyawa anak aku dalam bahaya gara-gara wanita ini," sahut mama Arini.


Papa Shane meminta keluarga Amanda untuk pulang daripada terjadi pertikaian.


"Lebih baik kalian pulang dulu, biarkan Nyonya Arini tenang," kata papa Shane.


"Nggak om saya harus menemani Arsen." Amanda tetap bersikeras untuk menemani Arsen.


"Amanda keadaan calon mertua kamu lagi nggak baik, pulanglah dengan orang tua kamu," lanjut mama Amira.


Dengan berat Amanda menuruti orang tuanya, meski dia ingin sekali menemani Arsen.


A3 dan Airin hanya diam, mereka berharap kalau Arsen baik baik saja.


Beberapa saat kemudian operasi Arsen dimulai, papa Sean memeluk sang istri yang sedari tadi menangis.


"Kita berdoa sayang, semoga Arsen baik baik saja," hibur papa Sean.


"Aku nggak akan memaafkan Amanda sayang, pernikahan mereka kita batalkan saja," sahut mama Arini.


"Iya," timpal papa Sean.


Semua menunggu dengan harap-harap cemas.


Tak berselang lama dokter keluar, semua segera mendekati Dokter untuk mempertanyakan keadaan Arsen.


"Syukur pada Tuhan karena operasinya berjalan lancar, mungkin beberapa jam ke depan saudara Arsen siuman," kata dokter.

__ADS_1


Mama Arini sangat bersyukur karena Arsen baik baik saja.


"Tapi tadi dia memanggil nama Airin, untuk saudara yang bernama Airin tolong standby, mungkin saat pasien sadar dia ingin bertemu," imbuh Dokter lalu pamit.


Aaron nampak tidak suka tapi dia tidak boleh egois.


"Kamu tetap di sini ya Aaron," pinta Airin.


Aaron tersenyum dan mengangguk.


Mama dan papa A3 pamit untuk pulang sedangkan A3 masih setia menunggu Arsen di kamar perawatan.


Mama dan papa Arsen juga menitipkan Arsen sebentar karena mereka ingin mengurusi pernikahan Arsen yang batal.


Dua jam kemudian Arsen sadar dan benar kata dokter dia mencari Airin saat sadar.


"Airin,"


Halo kak, selamat siang.


Aku umumin ya kak komen yang aku pilih.


Untuk yang belum kepilih jangan bersedih hati ya kan ada kuis kuis berikutnya.


Untuk itu jangan lewatkan ya cerita A4 dan Airin.


Untuk komennya mohon maaf ya kak belum terbalaskan✌️✌️✌️✌️✌️lagi galau nih kak 🤣🤣🤣🤣🤣


Tapi nanti aku balas kok, ga sabar berinteraksi ma Kaka semua.😘😘😘




Untuk komen yang terpilih ya kak.


Untuk kak Olin dan kak Aura hubungi aku ya, di wa aku 08565593501.


makasih 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2