Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Adu mulut


__ADS_3

Yulia mengambil ponselnya untuk menghubungi Aaron tapi tak ada jawaban.


"Duh kok gak diangkat sih mas," gerutu Yulia.


Beberapa kali Yulia menghubungi Aaron hingga panggilan ke lima baru diangkat.


"Mas bisa bantu aku nggak?" tanya yulia.


"Apa?" tanya Aaron.


"Mobil aku mogok mas," jawab Yulia.


"Lalu?" tanya Aaron.


"Bantulah mas jemput aku, nanti aku share lock," jawab Yulia.


"Kan tadi aku suruh bawa mobil aku nggak mau," celoteh Aaron.


"Iya ya mas, maaf," sahut Yulia.


"Ya sudah tunggu, nanti aku kesana sama Arthur," timpal Aaron.


"Jangan.... Tut Tut Tut." Aaron memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.


"Ih dasar main putus aja," gerutu Yulia.


Yulia dan Ayda menunggu di mobil, dia juga memberitahukan pada kliennya kalau tidak bisa datang karena ada kendala di jalan.


Lama menunggu namun Aaron dan Arthur tak kunjung datang padahal langit sudah gelap.


"Mana sih Yul mantan idola aku," kata Ayda.


"Bentar lagi," sahut Yulia.


Setengah jam kemudian sampailah Aaron dan Arthur.


Yulia segera turun dari mobil lalu memeluk Aaron.


"Maaf mas," kata Yulia.


"Lain kali nurut ma suami," ucap Aaron.


"Dengerin tu, lain kali nurut ma suami biar nggak ada yang direpotkan," pungkas Arthur.


Arthur sebelumnya sudah memanggil montir untuk mengganti ban Yulia yang kempes.


"Ya sudah kalian tungguin Montirnya, aku dan Yulia pulang dulu," kata Aaron.


"Woy Aaron, brengsek kamu main pulang saja," protes Arthur.

__ADS_1


"Gaji bulan depan naik," sahut Aaron.


Aaron dan Yulia masuk ke dalam mobil meninggalkan Ayda dan Arthur yang menunggui montir.


"Lo Lo Yul, kok aku ditinggal," teriak Ayda.


"Woy ini orang orangan sawah bawa sekalian," teriak Arthur.


"Buat teman kamu," kata Aaron lalu pergi dengan Yulia.


Ayda yang ditinggal pun jadi kesal.


"Bener-bener si Yulia, enak saja ninggalin aku ma pak lampir ini," gerutu Ayda.


"Apa? pak lampir? sembarang kalau ngomong," omel Arthur.


"Waktu ngasih seminar kemarin saja wao banget la kok aslinya model beginian," oceh Ayda dengan mencibirkan bibir.


"Memang aku wao, daripada kamu OMG," timpal Arthur.


Arthur dan Ayda malah beradu mulut hingga tak sadar kalau montir sudah selesai memperbaiki mobil Yulia.


"Maaf perbaikan mobilnya sudah selesai," kata Montir.


Arthur memberikan tip untuk montir lalu masuk ke dalam mobil.


Ayda nampak masih di luar sehingga Artur turun kembali.


"Iya," sahut Ayda lalu masuk ke dalam mobil.


Ayda nampak curi-curi pandang ke Arthur yang tengah fokus menyetir.


"Apa lihat-lihat, naksir ngomong," kata Arthur yang membuat Ayda tersentak kaget.


"Nggak kok," sahut Ayda mengelak.


"Udahlah gak usah bohong, jujur saja," pungkas Arthur.


Ayda menghela nafas.


"Kenapa anda berbeda sekali?" tanya Ayda.


"Berbeda gimana maksud kamu?" tanya Arthur balik.


"Saat anda memberikan seminar waktu itu, kalian berempat nampak memukai, nampak wao sumpah aku salut banget sama kalian tapi kenyataannya kok model begini," jawab Ayda.


Arthur tertawa mendengar kata-kata Ayda.


"Memang ada saatnya kami jaga image dan ada sayanya gila seperti ini," sahut arthur dengan terkekeh.

__ADS_1


"Astagfirullah, aku salah menilai kalian," timpal Ayda.


"Meskipun begitu kita tetap hebat, dulu di kampus kita banyak digemari oleh kaum hawa, jadi beruntung lah kamu bisa kenal dengan kamu apalagi satu mobil begini," ucap Arthur.


"Biasa saja, apanya yang beruntung satu mobil dengan pak Lampir," pungkas Ayda


"Aku pak lampir berati kamu ratunya lampir," sahut Arthur.


Lagi-lagi Ayda dan Arthur berdebat di dalam mobil.


Sama dengan Adya dan Arthur, Aaron dan Yulia juga berdebat di mobil.


"Lain kali gini lagi ya," kata Aaron.


"Semua juga karena kamu mas, kalau kamu tadi nggak ngeprank pasti aku juga nggak durhaka ma kamu," sahut Yulia.


"Ngeprank gimana maksud kamu?" tanya Aaron.


"Minta ketemuan tapi nyatanya malah peluk peluk ma putu Mayang," jawab Yulia.


"Maaf, tadi Maya dan pak rektor meminta aku untuk memilah berkas dan saat aku akan kesana Maya mengikuti aku dan terjatuh," jelas Aaron.


"Tetap saja aku masih kesal," kata Yulia dengan bibir maju ke depan.


Aaron yang gemas dengan Yulia memarkirkan mobilnya.


"Kok berhenti mas?" tanya Yulia.


"Ada yang harus aku lakukan," jawab Arthur.


"Apa mas?" tanya Yulia.


Cup


Aaron mencium bibir Yulia dengan lembut, dia memiringkan kepalanya supaya dengan mudah mencium bibir sang istri.


Setelah puas, mereka mengambil nafas untuk mengisi pundi-pundi udara di dalam paru-paru.


"Tuh berdiri sayang," kata Aaron.


"Kenapa gampang sekali berdiri sih mas?" tanya Yulia.


"Tau ada sarangnya," jawab Aaron.


Aaron tertawa sedangkan Yulia memukul rudal Aaron sehingga Aaron memekik kesakitan.


"Kamu ngawur sekali sayang, kalau sampai terjadi apa-apa siapa yang akan muasin kamu," kata Aaron.


Yulia yang merasa bersalah mengelus rudal Aaron dengan lembut.

__ADS_1


"Lanjutkan sayang," kata Aaron dengan licik.


__ADS_2