
"Maafkan aku Aaron yang menganggap hubungan kita sebuah kompromi," batin Airin lalu ikut memejamkan matanya.
Keesokannya Airin dan Aaron turun bersama bak pasangan sepasang suami istri apalagi rambut Airin yang basah semakin membuat mama putri berasumsi negatif kepada anaknya.
"Airin rambut kamu basah?" tanya Mama Putri.
"Iya Tante," jawab Airin polos.
"Aaron kan mama bilang jangan melakukan hal itu dulu, kenapa kamu nggak dengar sih," omel mama.
Aaron bukannya menjelaskan apa yang terjadi dia malah mengompori mamanya.
"Semalam Aaron dengar ada yang main panjat pinang jadi Aaron pengen, berhubung ada pinang di samping Aaron ya udah panjat aja," kata Aaron.
"Kamu dengar kan mas betapa nakalnya anak kita." Mama putri mencoba mengadukan anaknya pada sang suami namun bukannya berada di pihaknya tapi papa Daffa malah membela Aaron.
"Sudahlah sayang, anak muda memang begitu dulu kita juga kan hampir khilaf," kata papa Daffa.
"Anak ma papa sama saja," gerutu mama Putri.
Airin hanya menunduk malu, bisa bisanya Aaron mengarang cerita yang nggak-nggak.
"Lain kali jangan mau Airin, lelaki memang bajingan semua, merayu kita untuk melakukan hal itu," pesan mama putri.
"Kami nggak ngapa-ngapain kok tante, Aaron hanya melukis senja saja di leher Airin," jelas Airin.
__ADS_1
Aaron hanya tertawa puas sekali bisa mengerjai mamanya.
"Sontoloyo," umpat mama putri.
Setalah drama pagi mereka selesai Aaron dan Airin pamit untuk berangkat bekerja tak lupa cium dan kecup untuk mama dan papa tercinta.
*********
"Arsen maafkan aku," kata Amanda.
"Pergilah sana, aku malas bertemu kamu," sahut Arsen lalu menutup mukanya dengan bantal.
Pagi ini Amanda sengaja datang ke rumah Arsen karena dia ingin menjemput Arsen sekalian minta maaf pada Arsen atas kejadian semalam.
Melihat sikap Arsen yang semakin acuh padanya membuat Amanda menangis.
Saat di bawah Amanda berpapasan dengan mama Arini.
"Kamu kenapa Amanda?" tanya mama Arini.
"Nggak papa Tante, Amanda mohon pamit ya," jawab Amanda.
Hatinya yang kacau membuat Amanda balik pulang, dia meminta Ana asistennya untuk membatalkan semua janji pada hari ini.
Mama Arini segera ke kamar Arsen untuk bertanya.
__ADS_1
"Arsen, tuh Amanda kenapa?" tanya mama Arini.
"Arsen malas bertemu ma, kemarin dia tu nampar Arsen," jawab Arsen.
"La memangnya kamu kenapa kok ditampar?" tanya mama Arini lagi.
"Arsen bilang pada Airin kalau Arsen ingin dia membatalkan pertunangannya," jawab Arsen.
Mama Arini pun kesal dengan Arsen.
"Ingatan kamu mulai pulih?" tanya mama Arini senang.
Arsen mengangguk.
"Tapi Amanda itu benar, seharunya kamu itu tidak hanya ditampar tapi juga di tabok yang keras," kata mama Arini.
"Kamu jangan main-main Arsen, jangan buat lelucon. Hari pernikahan kamu dengan Amanda tinggal menghitung hari," imbuh mama.
Arsen nampak sedih.
"Arsen belum sepenuhnya pulih ma dan entah mengapa cinta Arsen ke Amanda semakin berkurang," ucap Arsen.
"Amanda itu wanita pilihan kamu, kamu sendiri yang meminta mama segera melamar amanda tak hanya itu kamu juga minta cepat dengan Amanda, kalau kamu minta mama untuk membatalkan pernikahan ini mohon maaf Arsen," ungkap mama lalu pergi dari kamar Arsen.
"Aarrrggg," teriak Arsen.
__ADS_1
"Benar kan omongan mama Arsen, andaikan dulu kamu pikir-pikir dulu dan tidak gegabah mungkin Airin akan jadi milik kamu,"