Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
hadiah terindah


__ADS_3

"Aku rindu Airin," sahut Arsen.


Airin menatap Arsen dengan lekat, matanya seketika basah.


Kata Rindu dari Arsen mampu mengaduk aduk hatinya. Kata yang setahun ini sangat ingin dia dengar dari Arsen.


"Aku juga Arsen," sahut Airin lalu membalikkan badannya.


Airin menyembunyikan air matanya dari Arsen.


Tak tahan akan rindu yang tertahan karena amnesia yang dideritanya Arsen pun memeluk Airin dari belakang.


"Aku sangat merindukan kamu," ucap Arsen.


Airin berusaha lepas dari Arsen, meski dia menginginkan pelukan ini. Andaikan dia masih sendiri mungkin Airin kini adalah wanita yang paling bahagia di muka bumi ini tapi sayangnya Aaron ada Aaron yang menjadi pemiliknya lebih tepatnya pemilik raganya.


"Lepas Arsen, lepas!" pinta Airin.


"Bukannya melepaskan, Arsen malah semakin erat memeluk Airin.


"Enggak, kapan lagi aku bisa memeluk kamu seperti ini," sahut Arsen yang enggan melepas pelukannya.


"Aku ini tunangan sahabat kamu Arsen, mengertilah," kata Airin dengan lirih.


Mendengar perkataan Airin membuat Arsen melepas pelukannya.


"Aku tau," ucapnya lirih pula.


"Lupakan aku Arsen, carilah wanita lain. Masih banyak yang lebih baik daripada aku," pinta Airin dengan menangis.


Arsen mundur selangkah dengan tersenyum, kata-kata Airin seperti hantaman kuat yang mengenai tubuhnya.


Hantaman yang sanggup meluluh lantahkan hati Arsen yang selama ini terpenjara cinta sesaat Amanda.


"Berat bebanku meninggalkan kamu Airin, separuh nafas jiwaku sirna jika aku tak bersamamu," kata Arsen, cinta yang begitu dalam bagaimana mungkin untuk dia lupakan.


"Apa dayaku Arsen, mungkin memang benar cinta sejati tak berpihak pada kita," sahut Airin.

__ADS_1


"Nggak, aku nggak mau pisah sama kamu, bagaimanapun juga cinta sejati harus berpihak pada kita," timpal Arsen dengan menatap Airin.


"Kamu nggak berniat merusak persahabatan kamu dan Aaron kan Arsen?" tanya Airin.


Arsen menjawab pertanyaan Airin dengan menggeleng.


Persahabatan dan cinta memang kerap kali membuat orang bingung, bingung memilih dan menentukan mana yang terbaik.


"Kamu tentu tidak ingin merusak persahabatan kamu dan Aaron kan?" tanya Airin menegaskan.


"Relakan aku dengan Aaron, Arsen. Dulu kamu juga memintaku hal yang sama kepadaku, memohon supaya aku merelakan kamu dengan Amanda," imbuh Airin.


"Keadaannya berbeda Airin, dulu aku hilang ingatan jadi jangan samakan," kata Arsen.


"Lalu bagaimana dengan perasaan Aaron, tidakkah kamu pikir itu," sahut Airin.


Arsen hanya diam, menyesali semuanya. Siapa yang dulu memberinya ide untuk mencintai Amanda yang kini membuatnya tidak bisa bersatu dengan kekasih yang amat dia cintai.


"Pergilah Arsen, sampai di sini kisah kita. Please jangan ganggu aku lagi," pinta Airin lalu dia berdiri di pintu berharap Arsen pergi.


"Baiklah Airin, aku akan pergi tapi cintaku padamu nggak akan pernah padam. Demi cinta yang terus membara di hati, aku rela menggenggam bara api ini Airin. Sampai kapan pun aku akan mempertahankan cintaku untukmu," kata Arsen lalu pergi dengan mata yang basah.


"Sampai kapan semua ini berkahir ya Tuhan, hamba pasrahkan semua kepadamu. Entah Arsen atau Aaron yang engkau jodohkan pada hamba, kedua-duanya pun juga tidak apa-apa," ucap Airin.


*********


"Nanti kita ke club' Arthur sayang," kata Aaron.


"Ngapain?" tanya Airin.


"Nongkrong sambil merayakan ultah Arsen," jawab Aaron.


Airin nampak tersenyum lalu mengangguk.


Sepulang dari kantor Aaron, Arthur dan Airin menuju Club' sedangkan Arsen dan Arcelo berangkat dari kantornya.


"Hay guys," sapa Arcelo.

__ADS_1


"Hay," sahut Arthur dan Aaron.


"Selamat ulang tahun Arsen." Aaron mengucapkan selamat untuk sahabatnya.


"Terima kasih Aaron," timpal Arsen.


Kini gantian Arthur dan Arcelo yang mengucapkan selamat ulang tahun.


Arsen melirik Airin yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.


"Kamu tidak ingin mengucapkan semalam ulang tahun untukku?" tanya Arsen.


"Sudah kok, dalam hati," jawab Airin.


"Mana boleh seperti itu, ucapkan sekarang," titah Arsen.


"Sudah aku wakilkan Aaron," timpal Airin.


"Hanya mengucapkan selamat ulang tahun saja sudah nggak mau," kata Arsen dengan kesal.


Arsen meminum minuman yang ada di meja sedangkan A3 hanya saling pandang.


"Mana kado buat aku?" tanya Arsen.


Arthur memberikan satu box coklat, Arcelo memberikan sapu tangan sedangkan Aaron memberikan pisau lipat mewah pada Arsen.


Melihat hadiah hadiah dari teman-temannya membuat Arsen geram, menurutnya mana ada hadiah seperti ini.


"Kalian ini apa-apaan, mana ada kado seperti ini.


Kado Lamborgini kek atau Ferrari la ini coklat, sapu tangan ni juga Aaron malah pisau," gerutu Arsen.


"Kado ini mengandung banyak arti Arsen," kata Aaron.


"Apa?" tanya Arsen.


"Kamu kan lagi putus cinta jadi butuh coklat untuk menghilangkan stres, ini sapu tangan untuk mengusap air mata karena dipastikan kamu akan menangis dan ini pisau untuk bunuh diri jika tidak kuat menghadapi kenyataan," jawab Arthur.

__ADS_1


A3 tertawa termasuk Airin sedangkan Arsen mengumpat kesal.


"Teman brengsek, teman laknut awas kalian," umpat Arsen.


__ADS_2